Claim Missing Document
Check
Articles

KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DITINJAU DARI HASIL BELAJAR SISWA Kurniawan, Frischa Angelline; Nurfahrudianto, Aan; Yohanie, Dian Devita
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 10 No. 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i3.2077

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu tujuan dalam pembelajaran matematika (King & Goodson dalam Muliana, 2016) dalam (Pertiwi, 2018). Menurut Ennis (2015) Seseorang yang mempunyai kemampuan berpikir kritis harus memenuhi 12 indikator diantaranya memfokuskan pertanyaan, menganalisis argumen, bertanya dan menjawab pertanyaan, mempertimbangkan apakah sumber dapat dipercaya atau tidak, mengobservasi dan mempertimbangakan laporan observasi, mendeduksi dan mempertimbangkan hasil deduksi, menginduksi dan mempertimbangkan hasil induksi, membuat dan menentukan hasil pertimbangan, mengartikan istilah dan mempertimbangkan suatu arti, mengidentifikasi suatu asumsi, menentukan suatu tindakan, berinteraksi dengan orang lain. Menurut (Perkins & Murphy, 2006) berpikir kritis dibagi dalam 4 tahap yaitu klarifikasi (clarification), asesmen (assessment), penyimpulan (inference), strategi/ taktik (strategy/tactic). Adapun indikator menurut Polya dalam adalah memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melakukan rencana pemecahan masalah dan memeriksa kembali pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis matematis ditinjau dari hasil belajar siswa dengan kategori hasil belajar rendah, sedang dan tinggi. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan siswa dengan kategori hasil belajar rendah mampu memenuhi lima indikator berpikir kritis menurut Perkins & Murphy yang disandingkan dengan indikator pemecahan masalah menurut Polya. Siswa dengan kategori hasil belajar sedang mampu memenuhi lima indikator berpikir kritis menurut Perkins & Murphy yang disandingkan dengan indikator pemecahan masalah menurut Polya. Sedangkan siswa dengan kategori hasil belajar tinggi mampu memenuhi enam indikator berpikir kritis menurut Perkins & Murphy yang disandingkan dengan indikator pemecahan masalah menurut Polya.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL SISWA Majekroatina, Dian; Darsono; Yohanie, Dian Devita
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2177

Abstract

Hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dengan guru matapelajaranmatematika yang mengatakan bhwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih rendah, hal ini diperkuat dengan adanya bukti dari hasil nilai PTS pelajaran matematika siswa SMP Negeri 1 Grogol.Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaiakan persoalan dalam materi SPLDV di SMP Negeri 1 Grogol. Metode pendekatan yang dikunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan diskriptif kualitatif. Subjek penelitian Siswa kelas VIII F SMP Negeri 1 grogol yang berjumlah 32 siswa. untuk pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen dalam bentuk tes soal tertulis dan pendoman wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dengan kateggori nilai PTS matematika tinggi berhasil menyelesaian semua persoalan matematika dengan lengkap dan benar. Siswa dengan kategori nilai PTS matematika sedang mampu memahami masalah dalam soal yang diberikan namun kurang teliti dalam pengerjaan. Siswa dengan kategori nilai PTS matematika rendah belum mampu mengerjakan persoalan matemtika yang diberikan.
ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA SMP PADA PEMECAHAN MASALAH SPLDV BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIS Dewi, Am Ayu Kusuma; Yohanie, Dian Devita; Santia, Ika
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2184

Abstract

Berdasarkan hasil observasi terdapat 70? siswa SMPN 1 Loceret belum menunjukkan proses berpikir kritis pada proses pemecahan masalah SPLDV, padahal proses berpikir kritis merupakan aspek yang sangat penting yang harus dimiliki siswa ketika belajar matematika, terutama ketika memecahkan masalah yang membutuhkan alternatif pemecahan yang lebih mendalam. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil analisis berpikir kritis siswa SMP pada pemecahan masalah SPLDV bersadarkan kemampuan matematis tinggi, sedang, rendah. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dihasilkan akan berupa hasil triangulasi yang diperoleh dari hasil tes tulis dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Loceret yang berjumlah 3 siswa (SM,SD,FA). Hasil penelitian menunjukkan Subjek dengan proses berpikir kritis tinggi dapat mengungkapkan setiap indikator berpikir kritis dengan lancar sehingga subjek dapat menyelesaikan masalah dengan tepat. Subjek dengan proses berpikir kritis sedang kurang dapat mengungkapkan setiap indikator berpikir kritis dengan lancar sehingga subjek kurang dapat menyelesaikan masalah dengan tepat. Subjek hanya menentukan informasi-informasi penting yang ada pada soal nomor 1 dan 2 dengan menuliskan informasi tersebut pada lembar jawaban. Subjek dengan proses berpikir kritis rendah tidak dapat mengungkapkan setiap indikator berpikir kritis dengan lancar sehingga subjek tidak dapat menyelesaikan masalah dengan tepat. Subjek hanya menentukan informasi-informasi penting yang ada pada 1 soal dengan menuliskan informasi tersebut pada lembar jawaban.
INOVASI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ANDROID PADA MATERI STATISTIKA Gusniawati, Ayu; Yohanie, Dian Devita; Darsono
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v12i3.5668

Abstract

Penggunaan powerpoint yang hanya digunakan sebagai media presentasi dapat dikembangkan menjadi sebuah aplikasi media pembelajaran, dengan berbantuan I Spring Suite 11 dan Web 2 APK Builder Pro sebagai pendukungnya dapat dijadikan sebuah media pembelajaran yang baru.  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis android melalui powerpoint pada materi diagram scatter serta untuk mengetahui kelayakan dari media pembelajaran tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian R&D dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, dan angket/kuisioner, dengan instrumen penelitian yaitu lembar validasi oleh ahli media, ahli materi dan ahli pembelajaran. hasil dari penelitian ini yaitu berupa aplikasi media pembelajaran yang dapat diakses siswa, kelayakan dari media pembelajaran dari ahli materi 89%, dari ahli media dalam segi aplikasi media 84%, dan ahli pembelajaran atau guru 93%.
KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR MATERI KPK DAN FPB Wijaya, Bryant Candra; Yohanie, Dian Devita; Darsono
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v12i3.5669

Abstract

Berdasarkan hasil observasi, peneliti menemukan bahwa siswa di SD Negeri Bawang 2 memiliki kemampuan literasi matematis yang beragam. Temuan ini mendorong peneliti untuk melakukan studi yang bertujuan mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa kelas V di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat kemampuan literasi matematis tinggi mampu memenuhi tiga indikator literasi matematis, yaitu memahami dan memberikan jawaban yang jelas terhadap pertanyaan, mengidentifikasi situasi dengan menarik kesimpulan sederhana, serta melaksanakan prosedur yang terstruktur dan memilih strategi penyelesaian masalah sederhana secara tepat. Sementara itu, siswa dengan tingkat kemampuan sedang menunjukkan dua indikator, yaitu mampu mengidentifikasi situasi dan menarik kesimpulan sederhana, serta melaksanakan prosedur yang terstruktur dan memilih strategi penyelesaian masalah. Adapun siswa dengan kemampuan literasi matematis rendah hanya menunjukkan satu indikator, yaitu memahami dan memberikan jawaban yang jelas terhadap pertanyaan dan mengalami kesulitan dalam memahami konteks soal maupun menyusun strategi penyelesaian. Semakin banyak indikator literasi matematis yang muncul dalam proses berpikir dan penyelesaian soal, semakin tinggi pula tingkat kemampuan literasi siswa.
S PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS ETNOMATEMATIKA PRODUK UMKM TERHADAP KEMAMPUAN MENGHITUNG VOLUME BENDA PUTAR MAHASISWA TINGKAT 2 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA Samijo, Samijo Samijo; Yohanie, Dian Devita
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.389 KB) | DOI: 10.29407/nor.v2i1.11983

Abstract

Begitu abstraknyaobjekpadamatakuliahmatematika.Makasangatlah diperlukanuntukbisamembawaobyekabtrakstersebutkedalamsuatuyangnyata atau mendekatinyata.Matematikadanbudayaadalahduahalyangberkaitanerat. Tapiterkadangmatematika dilihatsebagaisesuatuyangtidak terkoneksi dengan kehidupan sehari-hari. Matematika sering hanya diajarkan dengan faham menyelesaikan soal –soal saja. Kebanyakan hanya drill soal-soaltanpa mempertimbangkan aplikasi atau terapan dalam masalahsehari-hari.Seharusnya dalammengajarkanmatematika formal(matematikasekolah),sebaiknyamemulai dengan menggali pengetahuanmatematika informalyangtelahdiperolehdari kehidupan masyarakat disekitartempattinggalnya.Bisadikembangkantidakhanya budaya,tapibisaprodukUMKM karyaseni,atausegalayangmenjadiunggulan didaerahmasing-masing.SehinggaLingkungandapatmenjadisumbermasalah matematika dalamkehidupan nyata. Matematikadalambudaya dikenal denganistilah etnomatematika.Setiap daerah tentunya mempunyai budayamasing-masing.Dalam mengajarkan materivolumebendaputar pada matakuliahKalkulusII atauKalkulus Integral teridentifikasietnomatika.UMKM produksi gethuk pisang yang merupakan oleh-olehkhaskotaKediri.Disampingitumasihbanyakjajanan/ makananyangbisa ditemukandi KotaKedirisepertikrupuk gambir,tahutaqwa,dll.Tujuandari penelitian eksploratifdengan pendekatanetnomatematikainiadalahuntukmenggalidan mengeksplorasikonsepmatematikaapasajayangmerupakanprodukUMKM khas kotaKediri, yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar matematika serta sebagai upaya untuk mengembangkan etnomatematikasebagai basis pembelajaran matematika.Melalui eksplorasi, dokumentasi,studi literatur dan observasi di berbagai produk olahanUMKM,makadapat disimpulkanbahwaterdapatkonsepvolumebenda putar matakuliah Kalkulus II. Pembelajaran matematika menggunakanobjek etnomatematika dapat memperkaya aplikasi matematika yang ada di sekitar mahasiswa serta dapat memfasilitasi mahasiswa memahami volume benda putar yang bersifatabstrakdengan menggunakanobjeketnomatematikayangkonkrit. Kata kunci : etnomatematika, Volume benda putar, UMKM, gethuk pisang.
Pengaruh model pembelajaran kontekstual berbasis etnomatematika pada pola batik tenun (ATBM) khas Kota Kediri terhadap kemampuan refleksi dan simetri mahasiswa semester 2 Prodi Pendidikan Matematika UNP Kediri Samijo, Samijo; Yohanie, Dian Devita
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2017): JMEN : Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.236 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v3i2.11975

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kontekstual berbasis etnomatematika pada pola batik tenun (ATBM) khas kota kediri terhadap kemampuan refleksi dan simetri mahasiswa. Data penelitian diperoleh dari studi kepustakaan, pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan pada 2 orang pengusaha batik tenun kota Kediri. Hasil kajian dalam penelitian diperoleh bahwa pada motif Riwog, goyor dan motif Obar Abir dapat digunakan untuk menjelaskan konsep geometri transformasi seperti konsep translasi dan refleksi serta penggunaan prinsip pengubinan pada satu jenis bangun geometri teselasi yaitu persegi.
Pengembangan modul berdasarkan pemecahan masalah polya pada mata kuliah analisis vektor Yohanie, Dian Devita; Samijo, Samijo
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.017 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v5i2.13692

Abstract

Tujuan penelitian ini ingin memgembangkan modul berdasarkan pemecahan masalah Polya pada mata kuliah analisis vektor yang valid. Modul dikembangkan sesuai model 4D Thiaragajan. Modul dinilai oleh validator materi dan bahasa, validator media dan desain pembelajaran, praktisi sesuai dengan angket. Hasil pengembangan modul analisis vektor berdasarkan penilaian validator materi dan bahasa 89,4%, validator media dan desain pembelajaran 98%, validator praktisi 91,35%. Angket respon mahasiswa mendapat nilai 82,7%. Dapat disimpulkan modul berdasarkan pemecahan masalah Polya pada mata kuliah analisis vektor sangat valid dan layak digunakan untuk pembelajaran
Analisis kesalahan siswa dalam penyelesaian soal perbandingan trigonometri segitiga siku-siku berdasarkan kriteria watson Bayu, Cindivia Putri; Yohanie, Dian Devita; Handayani, Aprilia Dwi
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v7i2.16247

Abstract

This study aims to analyze the location of students' errors in problem solving and the causal factors based on Watson's criteria. This type of qualitative descriptive research, with the subject of three students of class X AKL 1 taken based on certain considerations according to the criteria or can be called purposive sampling technique. Data collection techniques include direct observation in schools, interviews with subjects and documentation. Triangulation techniques used for data analysis include data reduction, presentation and conclusion drawing. From the results of the analysis, it was found that four types of errors were located inimproper procedures, indirect manipulation, missing data and missing conclusions. The cause of the error is students lack understanding of material concepts, being careless in reading questions, forgetting formulas, being in a hurry, and new factors are found, namely students use other paper to write down the completion steps. The results of the study can explain in detail the errors made by students in solving problems, so that it can minimize the occurrence of similar errors and improve the learning process of mathematics.