Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL

Hubungan Antara Perilaku Merokok Dengan Tingkat Kepercayaan Diri Pada Remaja Putra Usia 16 Tahun Di Kota Malang Nisa Ailmi Lidya Artha Revica; Lilla Maria; Erni Yohani Mahtuti
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 2sp (2023): Special Issue June
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v4i2sp.299

Abstract

ABSTRACT Introduction: Smoking behavior is an carried activity with smoke inhaling and then put out trough the mouth. In the adolescent group, smoking behavior will also affect psychosocial development including confidence. This study aims to determine the relationship between smoking behavior and the levels of confidence in the boys adolescents age 16 years at Malang city. Method: Quantitative research using design cross sectional. The population is boys adolescents age 16 years as a smoker 250 respondents. Sampling with simple random sampling technique, obtained a samples of 154 respondents. The instrument used is questionare. Data analysis using Spearman Rank statistics. Result: Based on the results of the analysis of 154 respondents, students with low smoking behavior as much as 78 (50,6%), medium 53 (34,4%), high 23 (15%). Respondents with level of low self confidence as much 101 (65,6%) and then high level of self confidence 53 (34,4%). Conclusion: From the analysis results obtained significant results p = 0,000 where the value of p < a (0,000 < 0,05), which means there a relationship between smoking behavior with the level of confidence in boys age 16 years with a correlation value of 0,433 and the direction of a positive relationship that is the lower the smoking behavior followed by the level of self confidence. However, there are some variables which haven’t been explored related to self confidence. It is expected that parents can provide better direction and guidance to adolescents to be more optimal. ABSTRAK Latar belakang : Perilaku merokok adalah kegiatan yang dilakukan dengan cara menghirup asap dan mengeluarkan kembali melalui mulut. Pada kelompok remaja, perilaku merokok akan berpengaruh terhadap perkembangan psikososial termasuk kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja putra usia 16 tahun di kota Malang. Metode: Penelitian kuantitatif yang menggunakan desain Cross Sectional. Populasinya adalah remaja putra usia 16 tahun sebagai perokok sebanyak 250 responden. Pengambilan sampel dengan teknik Simple Random Sampling, didapatkan sampel sebanyak 154 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil: Berdasarkan hasil analisis dari 154 responden, siswa dengan perilaku merokok rendah sebanyak 78 (50,6%), sedang 53 (34,4%), tinggi 23 (15%). Responden dengan tingkat kepercayaan diri rendah sebanyak 101 (65,6%) dan kepercayaan diri tinggi 53 (34,4%). Kesimpulan : Dari hasil analisis didapatkan hasil yang signifikan p = 0,000 dimana nilai p < α (0,000<0,05) yang artinya ada hubungan antara perilaku merokok dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja putra usia 16 tahun dengan nilai korelasi sebesar 0,433 dan arah hubungan positif yaitu semakin rendah perilaku merokok diikuti dengan tingkat kepercayaan diri rendah. Akan tetapi ada beberapa variabel yang belum dieksplorasi terkait dengan kepercayaan diri. Diharapkan orang tua dapat memberikan arahan dan bimbingan yang lebih baik pada remaja agar lebih optimal.
Literature Review : Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Tidur Pada Lansia Iis Putri Rambu Padu Leba; Lilla Maria; Sismala Harningtyas
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 2sp (2023): Special Issue June
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v4i2sp.349

Abstract

The quality of sleep in the elderly at night has decreased by about 70% -80% in adulthood. Older people are more likely to experience poor sleep quality due to the aging process. Sleep disturbances in the elderly include difficulty getting to sleep, difficulty maintaining deep sleep and waking up too early. This study aims to analyze articles related to the factors that affect sleep quality in the elderly. The method or design used in this study is a Literature Review by searching for journals using the ProQuest, Google Scholar, and Pubmed databases. The journal criteria used are journals published within the last 5 years. The analysis in this study is synthesized in the form of a narrative. The results of research from 14 journals have been obtained as much as 64.3% using a cross-sectional study design and as many as 42.8% using Chi-Square Test analysis, from the analysis obtained several factors that affect sleep quality in the elderly, including: hypertension, level age, excessive napping, physical activity, emotional stress, depression, loneliness, sleep duration, and drug use. In this study it can be concluded that the factors that affect sleep quality in the elderly are: hypertension, age level, excessive naps, physical activity, emotional stress, depression, loneliness, sleep duration, and use of drugs.
LITERATURE REVIEW: THE EFFECT OF ELDERLY EXERCISE ON REDUCING BLOOD PRESSURE ELDERLY WITH HYPERTENSION: exercise, elderly, hypertension Egidius Umbu Ledi Soru; Lilla Maria; Sismala Harningtyas
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 2sp (2023): Special Issue June
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v4i2sp.351

Abstract

ABSTRACT Elderly is someone who experiences the aging process, where the aging process causes a decrease in health, a decrease in the physiological function of the body's organs and triggers the emergence of hypertension. Lack of management of hypertension treatment in the elderly can lead to failure of pharmacological management of hypertension, so that complementary therapy is needed to reduce blood pressure, namely elderly exercise therapy. This study aims to collect and analyze journals related to the effect of elderly exercise on reducing blood pressure in elderly patients with hypertension. The method or design used in this study is a literature review by searching for journals using the Goggle Scholar and Proquest databases. The inclusion criteria for this study used the PICOS framework. The results showed 12 journals of elderly gymnastics that had been analyzed using the literature review method, all articles stated that it was effective to be carried out independently by the elderly or assisted by family or companions if the elderly were unable to do it independently, because this therapy is very cheap, and can be done anywhere and anytime. anytime, and can be given to overcome health problems both physically and psychologically experienced, especially to lower blood pressure in the elderly. Keywords: exercise, elderly, hypertension
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR FAKULTAS KEHUTANAN DI INSTITUT PERTANIAN MALANG Narwasti Rambu B; Lilla Maria; Risna Yekti Mumpunni
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 2sp (2023): Special Issue June
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v4i2sp.401

Abstract

Gangguan pola tidur (insomnia) masih menjadi permasalahan bagi sebagian mahasiswa. Mahasiswa biasanya menunjukkan siklus tidur-bangun yang tidak teratur, dengan durasi tidur pendek pada hari kerja dan penundaan waktu tidur pada akhir pekan, yang dapat menyebabkan kantuk di siang hari dan menyebabkan masalah insomnia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku merokok dengan kejadian insomnia pada Mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kehutanan di Institut Pertanian Malang. Metode penelitian ini menggunakan rancangan korelasional dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui korelasi antara dua variabel. Variabel indepen adalah perilaku merokok dan variabel dependen adalah insomnia dengan melakukan observasi dan pengumpulan data sekaligus pada suatu saat menggunakan kuesioner. Sampel pada penelitian ini berjumlah 40 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,001. Hal ini berarti nilai p lebih kecil dari (0,05) yang artinya terdapat hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian insomnia pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kehutanan di Institut Pertanian Malang dan nilai correlation coefficient +0,492 yang berarti bahwa semakin berat kategori perilaku merokok seseorang maka semakin berat insomnia yang di alami. Salah satu faktor penyebab insomnia pada mahasiswa adalah perilaku merokok di karenakan kandungan nikotin dalam rokok. Nikotin bekerja sebagai stimulan seperti kafein dan amphetamin yang pada umumnya akan menyebabkan gangguan perhatian dan kecemasan yang pada akhirnya akan menyebabkan seseorang sulit untuk memulai tidur. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan kejadian insomnia pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kehutanan di Institut Pertanian Malang.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PROFESI KEPERAWATAN DENGAN MOTIVASI MELANJUTKAN PENDIDIKAN PROFESI NERS DI STIKES MAHARANI MALANG Mokhammad Farid Firmansya; Lilla Maria; Nining Loura Sari
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.762

Abstract

Pendidikan keperawatan merupakan bagian dari pendidikan nasional yang terdiri dari dua aspek pendidikan yaitu pendidikan akademik dan pendidikan profesi. Kedua tahap pendidikan keperawatan ini wajib diikuti jika ingin menjadi keperawatan profesional. Tidak semua mahasiswa keperawatan mengikuti program profesi keperawatan dikarenakan salah satunya faktor motivasi. Persepsi menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi motivasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara persepsi mahasiswa tentang profesi keperawatan dengan motivasi melanjutkan pendidikan profesi ners di Stikes Maharani Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa semester 6 sampai 14. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan cara total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur kuesioner. Dalam menganalisa data digunakan uji spearman rho rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara persepsi mahasiswa tentang profesi keperawatan dengan motivasi melanjutkan pendidikan profesi ners di Stikes Maharani Malang dengan nilai p = 0,000 < 0,05 dan nilai r = 0,545 yang menyatakan hubungan mengarah pada hubungan positif dengan kekuatan sedang. Persepsi mahasiswa tentang profesi keperawatan memiliki hubungan terhadap motivasi melanjutkan pendidikan profesi ners di Stikes Maharani Malang. Semakin positif persepsi mahasiswa tentang profesi keperawatan akan meningkatkan motivasinya dalam melanjutkan pendidikan profesi ners. Kata kunci : Persepsi, Motivasi, Mahasiswa, Keperawatan, Pendidikan Profesi Ners