Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Aksi Hijau Siswa SMA: Membangun Ekoriparian Dengan Tanaman Lokal Di Universitas Lancang Kuning Prastyaningsih, Sri Rahayu; Azwin, Azwin; Martalasari, Martalasari; Sukma, Dodi
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/fleksibel.v6i1.26504

Abstract

Keberlanjutan lingkungan menjadi perhatian utama dalam perubahan iklim dan kualitas ekosistem. Salah satu yang dilakukan Universitas Lancang Kuning adalah membangun taman eko-riparian, sebagai bagian dari pengelolaan ekosistem perairan dan bantaran sungai di sekitar kampus. Fakultas Kehutanan dan IPA Universitas Lancang Kuning mengajak siswa SMA Negeri 16 Pekanbaru untuk melakukan aksi hijau melalui kegiatan kemasyarakatan. Dengan semangat peduli lingkungan, sebanyak 39 siswa kelas XII mengikuti aksi penanaman untuk memperkaya vegetasi bantaran sungai. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2024. Siswa diberikan sosialisasi tentang pentingnya ekosistem bantaran sungai dan praktik penanaman. Hasil pre-test menunjukkan pemahaman siswa terhadap bantaran sungai dengan skor rata-rata 52,5%, sedangkan skor post-test menunjukkan 83,75%. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan penyuluhan berbasis praktik dapat meningkatkan kepedulian dan pengetahuan siswa. Semua bibit tanaman yang ditanam dalam waktu 1 bulan menunjukkan tingkat kelangsungan hidup sebesar 100%.
PENGEMBANGAN MANAJEMEN KAWASAN EKOWISATA BUDAYA CANDI MUARA TAKUS KAMPAR RIAU Sukma, Dodi; Basuni, sambas; Sunarminto, Tutut
Media Konservasi Vol. 21 No. 2 (2016): Media Konservasi Vol. 21 No. 2 Agustus 2016
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.629 KB) | DOI: 10.29244/medkon.21.2.159-167

Abstract

Muara Takus Temple (MTT) is a relic of the kingdom of Sriwijaya derived from Buddhism and it has the potential to be developed as a tourist attraction. MTT cultural development of the ecotourism area as a cultural heritage, tourist destinations and places of worship need to be done as a measure to keep the MTT area and improve the local economy. If cultural tourism will be managed carefully, it will be had the economic potential as the motivation for the cultural stakeholders to provide rewards and protection of cultural heritage. In other words, cultural tourism has a double significance that is able to increase the economic value and cultural value. The research aimed to develop ecotourism management of cultural MTT. The used method was the method of survey (survey methods) with a questionnaire technique, which was a collection of data that provided a list of questions/statements to the informant/respondent hoped of providing a response to the questionnaire. The used questionnaire was elaborated from the combination question/statement patterned open, closed and scale (rating). The research showed that the parties were supported the development of management area eco-cultural tourism muara takus temple. Eliminating the gaps by establishing an agency has been to manage the MTT in order to avoid overlapping policies and has been facilitated communication, coordination, collaboration parties were involved to achieve the desired objectives.  Keywords: eco-cultural tourism, immaterial, material, muara takus temple
Konsep Peningkatan Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Keberlanjutan Pengelolaan Hutan Adat di Indonesia Suwarno, Eno; Prastyaningsih, Sri Rahayu; Hadinoto, Hadinoto; Sukma R.A, Dodi; Ikhwan, Muhammad
Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (Jurkim)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/g52h1k21

Abstract

Customary forests in Indonesia have very important ecological, social, and cultural values. However, their existence faces serious challenges such as tenure conflicts, ecological degradation, and policy fragmentation. This article proposes the concept of increasing the role of universities in supporting sustainable management of customary forests through the tridharma: education, research, and community service. By integrating local wisdom into the curriculum, community-based research, and transformative service, universities can strengthen the capacity of indigenous communities and fight for forest sustainability. This article also offers concrete strategies, such as the establishment of a Center for Customary Forest Studies, strengthening multi-sector collaboration networks, and educational affirmation programs for indigenous youth. With a more responsive, collaborative, and community-based approach, universities are expected to become strategic supporting institutions for equitable and sustainable customary forest conservation.  
Reptil sebagai Sarana Edukasi Konservasi Satwa: Upaya Membangun Kesadaran Sosial di SMA IT FADHILAH Provinsi Riau Sukma R.A, Dodi; Dinata, Marta; Hadinoto, Hadinoto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2658

Abstract

Konservasi merupakan upaya untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup. Pelestarian satwa liar merupakan hal yang penting untuk dilakukan, mengingat banyak satwa liar yang terancam punah. Salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi satwa liar adalah melalui edukasi. Reptil merupakan salah satu kelompok satwa liar yang keberadaannya terancam punah. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perburuan liar, perdagangan ilegal, dan hilangnya habitat. Edukasi tentang satwa reptil merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi satwa liar. Kegiatan ini akan dilaksanakan di SMA IT FADHILAH Kota Pekanbaru, Riau. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam bentuk seminar dan workshop. Seminar akan membahas tentang pentingnya konservasi satwa liar, sedangkan workshop akan memberikan keterampilan kepada siswa tentang cara merawat dan memelihara satwa reptil. Berdasarkan hasil rekapitulasi penilaian sebelum dan sesudah penyuluhan mengenai satwa liar dan reptil, yang sangat positif dari analisis hasil penilaian dari indikator peningkatan pengetahuan secara umum, pemahaman tentang ular, dan keterampilan praktis. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya siswa SMA/SMK sederajat, tentang pentingnya konservasi satwa liar. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong siswa untuk terlibat dalam upaya konservasi satwa liar.
Konservasi Lingkungan bagi Siswa Madrasah Tsanawiyah di Kota Pekanbaru Hadinoto, Hadinoto; Suhesti, Eni; Sukma RA, Dodi; Akbar, M. Azhari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2666

Abstract

Konservasi lingkungan adalah upaya untuk melindungi, memelihara, dan mengelola sumber daya alam serta ekosistem agar tetap lestari yang dapat dinikmati oleh generasi saat ini dan masa depan.  Konservasi lingkungan hidup di masyarakat adalah serangkaian tindakan yang diambil oleh individu, kelompok, atau lembaga untuk melindungi, memelihara, dan mengelola lingkungan hidup agar tetap lestari dan sehat. Hal ini melibatkan partisipasi aktif dari seluruh anggota masyarakat termasuk di dalamnya para siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) dalam upaya untuk mengurangi dampak negatif aktivitas manusia terhadap alam serta mempromosikan praktik-praktik yang berkelanjutan.  Mereka merupakan generasi masa depan yang akan mewarisi bumi ini, dan pemahaman mereka tentang pentingnya melestarikan lingkungan sangatlah vital.  Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pendidikan lingkungan luar kelas bagi siswa sekolah dasar. Metode yang diberikan adalah penyuluhan dan pendampingan. Kegiatan konservasi lingkungan bagi siswa MTs dapat melibatkan beberapa aspek penting: kesadaran lingkungan; pengetahuan dan pemahaman; perilaku dan kebiasaan; kurikulum sekolah; sumber daya dan dukungan; partisipasi dan keterlibatan; kemitraan dan jaringan; evaluasi dampak dan efektivitas.  Berdasar hasil kegiatan, mitra meningkat pengetahuannya tentang konsep konservasi lingkungan sebesar 19,05%.  Nilai peningkatan pengetahuan mitra termasuk cukup baik.  Mitra memiliki keterampilan dalam melakukan kegiatan konservasi lingkungan.  Kesimpulan terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra.
Peningkatan Kesadaran Konservasi Siswa Melalui Pendekatan Experiential Learning di Arboretum Universitas Lancang Kuning Suwarno, Eno; Sukma, Dodi; Ikhwan, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 7 (2025): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i7.2898

Abstract

Pendidikan lingkungan di sekolah seringkali bersifat teoritis dan kurang efektif dalam menumbuhkan kesadaran serta tindakan nyata. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan membentuk sikap positif siswa SMA terhadap konservasi melalui pendekatan experiential learning dan place-based education di Taman Kehati Arboretum Universitas Lancang Kuning. Kegiatan ini melibatkan 30 siswa SMA Negeri 3 Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif di kelas yang dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan. Evaluasi program dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata siswa dari 72,47 menjadi 80,13, atau meningkat sebesar 10,6%. Peningkatan tertinggi terjadi pada pengetahuan konseptual, seperti peran hutan rawa air tawar dalam mitigasi perubahan iklim (meningkat 29,1%). Selain itu, kegiatan ini berhasil menumbuhkan rasa tanggung jawab dan motivasi siswa untuk terlibat dalam aksi lingkungan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman di Arboretum Unilak sangat efektif dalam meningkatkan literasi lingkungan dan membentuk sikap positif siswa, sekaligus menunjukkan potensi besar Arboretum sebagai pusat edukasi lingkungan.
Pendidikan Lingkungan di Arboretum Universitas Lancang Kuning Bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama Sukma R A, Dodi; Sadjati, Emy; Pratyaningsih, Sri Rahayu; Suwarno, Eno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 7 (2025): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i7.2907

Abstract

Kegiatan pendidikan lingkungan di Arboretum Universitas Lancang Kuning dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengenai pentingnya pelestarian lingkungan. Tujuan kegiatan ini adalah memfasilitasi pembelajaran berbasis pengalaman langsung di lapangan yang terintegrasi dengan refleksi kelompok. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, pembelajaran interaktif di arboretum, dan post-test. Peserta terdiri dari siswa kelas VIII SMP dengan total 30 orang. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan siswa dari 4,05 pada pre-test menjadi 4,79 pada post-test. Peningkatan ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran lapangan berbasis observasi dan diskusi efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep lingkungan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan untuk pendidikan lingkungan di sekolah.
Pestisida Organik Berbahan Tanaman Rempah/Obat Sebagai Solusi Untuk Organisme Pengganggu Tanaman Eni Suhesti; Hadinoto; Sukma, Dodi
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Edisi April 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/0rss0h19

Abstract

Abstrak Permasalahan yang paling sering terjadi pada kegiatan budidaya tanaman adalah serangan organisme pengganggu tanama. Penggunaan pestisida organik yang berbahan baku beberapa jenis bagian tanaman seperti Tanaman Rempah dan Obat dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Petani yang mengalami permasalahan termasuk petani yang berada di Jalan Sepakat Kelurahan Okura Kota Pekanbaru yang menjadi mitra dalam kegitan pengabdian ini. Permasalahan mitra adalah : 1)Mitra masih terbatas pengetahuannya tentang pestisida organik, dan 2) Mitra masih terbatas pengetahuannya tentang tata cara pembuatan dan penerapan pestisida organik. Metode yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan mitra tersebut yaitu : 1) Sosialisasi tentang pestisida organik dan bahan-bahan yang akan dibuat serta kegunaannya, 2) Pelatihan pembuatan dan cara aplikasi pestisida organik. Hasil dari kegiatan adalah pemahaman mitra tentang materi yang diajarkan menunjukkan bahwa semua mitra meningkat pengetahuan dan pemahamannya dan mitra telah mampu membuat pestisida organik.
Zoning Potential Halal Tourism Evidence in Indonesia Pramana, Angga; Sukma R.Ab, Dodi; Zamaya, Yelly; Jayalaksamana, Maghfirah
Journal of Digital Marketing and Halal Industry Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jdmhi.2022.4.2.12591

Abstract

Halal tourism destinations have grown quite significantly, although there are still various weaknesses. This research aims to map the potential of halal tourist destinations in Pekanbaru. This mapping is expected to be a reference for Pekanbaru City to develop the concept of halal tourism in Pekanbaru. The method in this research is the study of documentation, observation, and interviews. This documentation study is also intended to obtain the concept of mapping halal tourism zoning in the city of Pekanbaru. The results show that tourist attractions in Pekanbaru have very good and friendly facilities for visitors to halal tourism which must be linked to mapping. The potential of halal tourist destinations in Pekanbaru can be grouped into historical destinations, nature, shopping centers, mosques, sports centers and restaurants. Several destinations still need to continue to develop supporting facilities to increase the comfort of visitors to halal destinations while in these destinations. The mapping that has been done has a role as a travel route recommendation that makes it easier to direct halal tourists from arrival to returning to their homes.
PENERAPAN METODE SAW DALAM MENENTUKAN KEPUTUSAN SUSPEK POSITIF COVID-19 Hardianto, Roki; Heleni Filtri; Eddissyah Putra Pane; Sukma RA, Dodi; Sutejo
ZONAsi: Jurnal Sistem Informasi Vol. 5 No. 1 (2023): Publikasi artikel ZONAsi: Jurnal Sistem Informasi Periode Januari 2023
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/zn.v5i1.10636

Abstract

Research on Decision Support Systems that can detect symptoms of positive Covid-19 patients. This study aims to help health workers apply IT in services to Covid-19 patients. Data taken from samples obtained directly from the Riau Provincial Health Office and Pekanbaru City Health Office and the official website of the National Covid-19 Management Agency. In this research, the team consists of the fields of computer science and psychology education in order to fulfill the aspects needed in improving the research results. The assessment aspect of the recommended criteria for Covid-19 tracing patients are 11 questions taken from the Riau Province Covid-19 website. The data is weighted and processed by SAW method Decision Support Systems. The results of the method processing is 3 decision recommendations that are indicated by Covid-19.