Nadra, Nadra
Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksplorasi Fonemik terhadap Bahasa Kerinci: Studi pada Isolek Koto Renah Rahmi, Lailatul; Marnita, Rina; Nadra, Nadra
Indonesian Language Education and Literature Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v11i1.18729

Abstract

Bahasa Kerinci sebagai salah satu bahasa daerah di Sumatra memiliki variasi dialektal yang beragam, termasuk isolek Koto Renah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis bunyi, bentuk fonem dan distribusinya, serta pola silabel dalam isolek. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode simak dan cakap yang didukung oleh teknik rekam dan catat. Data lisan yang diperoleh kemudian ditranskripsikan secara fonetis dengan merujuk pada International Phonetic Alphabet (IPA). Selanjutnya, data dianalisis melalui uji pasangan minimal, uji distribusi komplementer, serta metode padan fonetis artikulatoris dengan alat ucap sebagai penentu pembentukan bunyi bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolek Koto Renah memiliki 37 bunyi yang mencakup vokoid, kontoid, dan diftong. Sistem fonemnya terdiri atas 31 fonem, meliputi enam fonem vokal, yaitu /i/, /e/ /ə/, /a/, /u/, dan /o/ dengan alofon [o~ɔ]; enam fonem diftong, yaitu /əa/ dengan alofon [əa~ea], /ay/, /aw/, /oa/, /ɔa/, dan /ow/ dengan alofon [ow~ou]; serta sembilan belas fonem konsonan, yaitu /p/, /b/, /t/, /d/, /c/, /j/, /k/, /g/, /m/, /n/, /ɲ/, /ŋ/, /l/, /r/, /s/, /w/, /y/, /h/, dan /ʔ/. Pola suku kata yang ditemukan dalam isolek Koto Renah terdiri atas tujuh pola, yaitu V, VK, KV, KD, KDK, KVK, dan KKDK. Penelitian ini berimplikasi pada penguatan kajian fonologi bahasa Kerinci serta mendukung pelestarian bahasa daerah melalui dokumentasi ilmiah.Phonemic Exploration of Kerinci Language: A Study on Koto Renah Isolect Kerinci language as one of the regional languages in Sumatra has diverse dialectal variations, including the Koto Renah isolect. This study aims to identify and describe sound types, phoneme forms and their distribution, as well as syllable patterns in the isolect. Data collection was conducted using listening and conversational methods supported by recording and note taking techniques. The obtained oral data were then transcribed phonetically with reference to the International Phonetic Alphabet (IPA). Subsequently, the data were analyzed through minimal pair tests, complementary distribution tests, and articulatory phonetic matching methods with speech organs as determinants of language sound formation. The results show that the Koto Renah isolect has 37 sounds encompassing vocoids, contoids, and diphthongs. Its phonemic system consists of 31 phonemes, comprising six vocal phonemes: /i/, /e/, /ə/, /a/, /u/, and /o/ with allophone [o~ɔ], /ay/, /aw/, /oa/, /ɔa/, and /ow/ with allophone[əa~ea]; and nineteen consonant phonemes: /p/, /b/, /t/, /d/, /c/, /j/, /k/, /g/, /m/, /n/, /ɲ/, /ŋ/, /l/, /r/, /s/, /w/, /y/, /h/, and /ʔ/. The syllable patterns found in the Koto Renah isolect consist of seven patterns: V, VK, KV, KD, KDK, KVK, and KKDK. This research has implications for strengthening Kerinci language phonological studies and supports the preservation of regional languages through scientific documentation.
BENTUK AFIKS DAN PROSES MORFOFONEMIK BAHASA BANJAR DI DESA PEMATANG LUMUT Lili Rahmah, Laylatul; Nadra , Nadra; Lindawati, Lindawati
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 4 (2025): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/gwmeqc41

Abstract

Bahasa Banjar merupakan salah satu bahasa daerah yang digunakan dalam penuturan sehari-hari masyarakat etnis Banjar di Desa Pematang Lumut, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk afiks dan proses morfofonemik bahasa Banjar di Desa Pematang Lumut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini berupa kata-kata berafiks yang mengandung proses morfofonemik dalam bahasa Banjar di Desa Pematang Lumut. Adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada empat bentuk afiks dalam bahasa Banjar di Desa Pematang Lumut, yaitu (1) prefiks berupa {maN-}, {paN-}, {ba-}, {ta-}, {di-}, {ka-}, dan {sa-}; (2) sufiks berupa {-i}, {-an}, dan {-akan}; (3) konfiks berupa {maN-/-akan}, {maN-/-i}, {paN-/-an}, {ba-/an}, {ka-/-an}, {ta-/-i}, {sa-/-an}, {di-/-i}, {di-/-akan}, dan {ta-/ka-}; (4) kombinasi afiks berupa {-i/-akan} dan {maN-/-i/-akan}. Adapun proses morfofonemik yang ditemukan dalam bahasa Banjar di Desa Pematang Lumut adalah (1) perubahan fonem; (2) pemunculan fonem; (3) pengekalan fonem; (4) pelesapan fonem; (5) pergeseran posisi fonem; (6) perubahan dan peluluhan fonem; (7) perubahan dan pemunculan fonem; (8) pelesapan dan pemunculan fonem; (9) perubahan, peluluhan, dan pemunculan fonem. Berdasarkan hal itu, ditemukan perbedaan dari proses morfofonemik bahasa Banjar di Desa Pematang Lumut dengan bahasa Banjar Hulu di Kalimantan Selatan. Dalam bahasa Banjar di Desa Pematang Lumut, afiks {maN-} dan {paN-} apabila bertemu dengan morfem dasar berawalan fonem /c/ akan menyebabkan /N/ berubah menjadi /ɲ/ dan fonem /c/ mengalami peluluhan. Sementara itu, dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan penggabungan afiks {maN-} dan {paN-} dengan morfem dasar yang berawalan fonem /c/ justru menyebabkan /N/ berubah menjadi /n/ dan fonem /c/ mengalami pengekalan.