Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Variasi Bahasa Minangkabau Di Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota: Tinjauan Dialektologi Angelia Ariesty; Nadra Nadra; Noviatri Noviatri
Puitika Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.17.1.1-14.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di Kecamatan Mungka; 2) Memetakan variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di Kecamatan Mungka; 3) Menghitung persentase variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di Kecamatan Mungka. Metode dan teknik penyediaan data yang digunakan adalah metode cakap dengan teknik dasar: teknik pancing dan teknik lanjutan, yakni teknik cakap semuka, teknik rekam, dan teknik catat. Dalam analisis data digunakan metode padan translasional dan padan referensial dengan teknik pilah unsur penentu (PUP) sebagai teknik dasar dan hubung banding membedakan sebagai teknik lanjutan. Selanjutnya, dalam penyajian analisis data digunakan metode formal dan informal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, (1) terdapat 130 variasi leksikal dari 600 daftar pertanyaan yang diajukan kepada informan di Kecamatan Mungka. (2) sebanyak 130 data yang berbeda tersebut kemudian dipetakan dalam bentuk peta lambang. (3) Hasil penghitungan dialektometri variasi leksikal bahasa Minangkabau yang ditemukan di Kecamatan Mungka termasuk ke dalam kategori tidak ada pembeda, dengan hasil persentase sebanyak 6%―18,5%. Dari hasil presentase tersebut, daerah yang tidak menunjukkan perbedaan disebabkan oleh luas daerah yang tidak begitu besar, masyarakatnya pun mudah berkomunikasi dengan masyarakat daerah lain, sehingga bahasa Minangkabau yang digunakan tidak terlalu banyak memiliki perbedaan.
Variasi Leksikal Bahasa Minangkabau di Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar: Tinjauan Dialektologi Selvi Oktary Pujiama; Nadra Nadra; Fajri Usman
Puitika Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.17.1.33-50.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntukmendeskripsikan varaisi leksikal bahasa Minangkabau Isolek Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang meliputi lima titik pengamatan yaitu Nagari Labuah (TP 1), Nagari Parambahan (TP 2), Nagari Cubadak (TP 3), Nagari Lima Kaum (TP 4), dan Nagari Baringin (TP 5). Dalam mendeskripsikan varaisi leksikal, data penelitian dikumpulkan dengan metode cakap semuka dengan teknik lanjutannya teknik pancing disertai dengan teknik catat dan teknik rekam. Data dianalisis dengan metode padan referensial dan metode padan translasional yang dilakukan dengan teknik dasar teknik pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan teknik hubung banding membedakan (HBB). Tahap penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan metode informal. Perhitungan perbedaan leksikal antartitik pengamatan dilakukan dengan menerapkan rumus dialektometri. Temuan-temuan hasil penelitian berupa 210 variasi leksikal dari 692 daftar tanyaan yang digunakan. 
Sistem Fonologi Bahasa Sunda di Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten Aulia Ramadhanti; Nadra Nadra; Sri Wahyuni
Puitika Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.17.2.70-85.2021

Abstract

Penelitian sistem fonologi bahasa Sunda ini bertujuan untuk mengetahui bunyi, fonem, dan pola suku kata bahasa Sunda yang terdapat di Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Metode yang digunakan untuk memperoleh data ialah metode simak dan metode cakap. Selama proses pengumpulan data berlangsung, hasilnya direkam dengan media handphone dan dicatat menggunakan traskripsi fonetik. Metode analisis data yang digunakan untuk menganalisis bunyi bahasa adalah metode padan artikulatoris dan padan translasional. Kemudian data-data tersebut dikelompokkan berdasarkan persamaan dan perbedaan bunyi. Untuk menganalisis fonem bahasa digunakan prosedur analisis pasangan minimal dan distribusi komplementer, sedangkan untuk menganalisis pola suku kata digunakan prosedut fonotaktik. Hasil analisis data disajikan dengan pebyajian formal dan informal. Hasil penelitian terhadap bahasa Sunda di daerah pengamatan, ditemukan adanya tujuh fonem vokal dengan variasinya, seperti: [a~ã], [ɤ̃~ɤ], dan [i~I~ĩ]; enam belas fonem konsonan, seperti /b/, /j/, /c/, dan fonem /k/ dengan variasinya [k~ɂ]; enam fonem difong, seperti /uy/, /ay/, dan /iə/; dua fonem semivokal /w/ dan /y/. Ditemukan pula sembilan belas deret vokal, seperti: /o.e/, /a.a/, dan /u.i/; 34 deret konsonan, seperti: /ŋ.b/, /n.j/, dan /l.b/; dua belas gugus konsonan, seperti /pr/, /kl/, dan /jr/; empat deret konsonan gabungan dari deret dan gugus konsonan, yaitu: /ŋkl/, /ŋkr/, /mpl/, dan /ncl/. Kata dasar dalam bahasa Sunda terdiri atas satu hingga empat suku kata dan pola yang terdapat dalam bahasa Sunda, yaitu: V pada [a.bi], VK pada [əm.be], KV pada [po.toŋ], KVK pada [cak.cak], KKV pada [klu.wih], dan KKVK [aŋ.kluŋ].
Nama-Nama Gala Datuak Di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam: Tinjauan Antropolinguistik Gia Fadhila; Nadra Nadra; Alex Darmawan
Puitika Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.1-19.2022

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini, yaitu: (1) Apa saja nama-nama gala datuak dan latar belakang penamaan nama-nama gala datuak di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten agam. (2) Apa saja makna nama yang terdapat dalam nama-nama gala datuak di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. (3) Apa saja nilai-nilai budaya yang terdapat dalam nama-nama gala datuak di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Adapun tujuan penelitian ini, yaitu untuk menjelaskan nama-nama latar belakang penamaan, makna nama dan nilai-nilai budaya di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Metode dan teknik yang dikemukakan oleh Sudaryanto tahapan dalam penelitian yaitu: metode dan teknik penyediaan data, metode dan teknik analisis data, metode dan teknik penyajian hasil analisis data. Pada bagian penyediaan data, metode yang digunakan adalah metode simak dan metode cakap. Pada metode simak, teknik yang digunakan ada dua macam yaitu teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasarnya menggunakan teknik sadap, sedangkan teknik lanjutannya menggunakan teknik simak libat cakap (SLC), teknik rekam, dan teknik catat. Pada tahap analisis data, metode yang digunakan adalah metode padan yaitu metode padan referensial. Pada tahap penyajian hasil analisis data, metode yang digunakan adalah metode penyajian informal. Berdasarkan hasil analisis data, nama-nama gala datuak yang ada di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam antara lain, yaitu: Datuak Bagindo Sati, Datuak Rang Batuah, Datuak Nan Barantai, Datuak Mangkudun Datuak Sagalo Kayo, Datuak Panghuu Kayo, Datuak Sinaro Nan Panjang, Datuak Junjungan, Datuak Bapayuang, Datuak Panglimo Kayo, Datuak Putih, Datuak Bakampia Ameh, Datuak Nagari Basa Datuak Sipanjang, Datuak Basa Balimo, Datuak Singo Batuah, Datuak Panduko Sutan, Datuak Rajo Endah Datuak Kampuang Basa, Datuak Diateh, Datuak Maruhun. Latar belakang penamaan namanama gala datuak di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam yaitu: latar belakang penamaan berdasarkan penyebutan sifat khas, penemu dan pembuat, tempat asal, keserupaan. Makna nama pada gala datuak yang ditemukan di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam, yaitu: makna nama futuratif terdapat pada makna situasional. Nilai-nilai budaya pada gala datuak yang ditemukan di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam, yaitu: nilai kesejahteraan sosial, nilai politik dan nilai kuasa,nilai keagamaan dan nilai ketuhanan. nilai kerukunan dan penyelesaian konflik nilai pelestarian dan kreatifitas budaya
Preposisi dalam Hikayat Raja Handak Zulfa Zulfa; Nadra Nadra; Noviatri Noviatri
Puitika Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.17.1.51-71.2021

Abstract

Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan linguistik dalam bidang kajian Sintaksis. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bentuk-bentuk preposisi yang digunakan dalam Hikayat Raja Handak dan mendeskripsikan makna masing-masing bentuk preposisi yang ditemukan. Metode yang digunakan dalam penyediaan data adalah metode simak dan teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap, serta teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik sadap bebas libat cakap. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung sebagai teknik dasar dan teknik baca markah sebagai    teknik lanjutan. Metode yang digunakan dalam penyajian hasil analisis data adalah metode informal. Berdasarkan hasil analisis data terhadap penggunaan preposisi dalam Hikayat Raja Handak, ditemukan bentuk-bentuk preposisi dan makna preposisi. Bentuk-bentuk preposisi yang ditemukan adalah bentuk preposisi tunggal dan bentuk preposisi majemuk. Contoh preposisi tunggal adalah preposisi ke, preposisi di, preposisi dari, preposisi oleh, preposisi dengan, dan preposisi pada. Contoh preposisi majemuk adalah preposisi kepada dan preposisi daripada. Makna preposisi daripada adalah menyatakan perlawanan, menyatakan sebab, dan menyatakan asal atau sumber. Makna preposisi dengan adalah kesertaan dan cara. Makna preposisi ke adalah   tempat dengan kondisi arah. Makna preposisi kepada adalah tujuan. Makna preposisi di adalah tempat dengan kondisi letak. Makna preposisi pada adalah tempat dengan kondisi letak. Makna preposisi oleh adalah pelaku. Makna preposisi dari adalah  asal atau sumber.
PROTO MALAYIC VOWEL PHONEME REFLEX IN MALAY LANGUAGE Nadra Nadra; Rina Marnita; Muhammad Alfikri; Atri Kehana Masni
Sosiohumaniora Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v24i3.29612

Abstract

The Malay language is spoken in a relatively wide area in Indonesia. One of the areas is the Merangin Regency, Jambi province. Prior studies indicate that the Malay language in Merangin has not yet received much attention, especially one that examines its relationship with the parent language. This study aims to explicate the Proto Malayic vowel phoneme reflexes in the Malay language spoken in the regency. Data for this field research is obtained from participants, in 4 observation points, who have responded to a list of structured questions and from the speakers whose conversing is recorded. The comparative method is used to analyze the data and the top-down approach is employed to see the reflexes. This study found that the Proto-Malayic vowel phoneme reflexes in the Observation Point 1 has more variations than those in other points. The variations which are determined by the environment or places in which the vowel phoneme exists generally occur in the ultimate syllable. The variations are very likely caused by the influence of other languages, including the languages of the immigrants living in the observed area.
COMPARISON OF RELIGIOUS RHETORIC K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR WITH HABIB MUHAMMAD RIZIEQ: PERBANDINGAN RETORIKA DAKWAH K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR DENGAN HABIB MUHAMMAD RIZIEQ Sabrina Fadilah Az-zahra; Nadra Nadra; Sawirman Sawirman
Jurnal Kata Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.501 KB) | DOI: 10.22216/kata.v5i2.462

Abstract

This research aims to (1) describe the differences in the religious rhetoric of Aa Gym's from Habib Rizieq’s in terms of ethos, pathos, and logos; (2) describe the different rhetorical canons used; and (3) determine the elements of rhetorical content contained in both orator. This research uses a qualitative descriptive approach. The data were taken from the religious speech of Aa Gym and Habib Rizieq with the same theme available on the YouTube platform, which is about leaders and leadership. The research shows the following results. (1) The religious rhetoric of Aa Gym and Habib Rizieq both use all persuasion tools in the form of ethos, pathos, and logos. However, there are three aspects that are controlled by Aa Gym in terms of ethos, namely good competence, good moral character, and goodwill, while only two aspects are controlled by Habib Rizieq, namely good competence and goodwill. (2) All of the rhetorical canons were used by the two preachers, but there are still doubts about their application to Aa Gym. (3) Aa Gym's rhetoric belongs to the type of epideictic rhetoric with a few elements of deliberative rhetoric. Meanwhile, Habib Rizieq's rhetoric belongs to the type of epideictic and deliberative rhetoric with a few elements of forensic rhetoric.
A LINGUISTIC LANDSCAPE OF VALUES ON SANJAI SHOP SIGNS IN BUKITTINGGI AND AGAM: LANSKAP LINGUISTIK NILAI-NILAI PADA TANDA TOKO SANJAI DI BUKITTINGGI DAN AGAM Tia Kharina Elvonny; Nadra Nadra
Jurnal Kata Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.309 KB) | DOI: 10.22216/kata.v6i2.1080

Abstract

Sanjai is one of the typical foods in Bukittinggi. Sanjai is a type of cracker made from cassava which is thinly grated and then fried. Sanjai shops are very easy to find, ranging from small shops to large shops. One of the unique aspects of the Sanjai store is the values ​​contained in the names, labels, and symbols found on the shops’ sign. The expression of values ​​in names, labels and symbols is called the linguistic landscape of values. This research is an attempt to examine the value on the signboard of the Sanjai shop. The data of this research are the names, labels and symbols on the signboards of Sanjai shops in Bukittinggi and Agam. The research was conducted qualitatively. The data are collected by using observational method with recording and note taking techniques. Data analysis was carried out from the perspective of the linguistic landscape, namely the approach used to examine the landscape of language in public spaces. The data analysis of the research applied the referentional and pragmatic identity method (Sudaryanto, 2015). These analytical methods are used to identify and explore the values ​​contained in the names, labels and symbols on the Sanjai shop sign. Based on the results of data analysis, six values ​​were found, namely: economic value, identity value, religious value, power value, solidarity value and artistic value.
Fonologi Bahasa Minangkabau Isolek Koto Tinggi Husni Mardhyatur Rahmi; Sri Wahyuni; Nadra
Risenologi Vol. 8 No. 1 (2023): Risenologi
Publisher : Kelompok Peneliti Muda Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47028/j.risenologi.2023.81.397

Abstract

Dilatarbelakangi oleh adanya temuan mengenai kecenderungan bunyi, yaitu bunyi [o] dan bunyi [?], ditemukannya perbedaan diftong dengan bahasa Minangkabau umum, serta ditemukan adanya kluster pada Isolek Koto Tinggi, dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mendeskripsikan bunyi dan fonem yang terdapat dalam bahasa Minangkabau Isolek Koto Tinggi. Sebagai upaya penyediaan data digunakan metode simak dan cakap. Data yang ditemukan direkam dan dicatat menggunakan transkripsi fonetis. Kemudian data dianalisis menggunakan metode padan artikulatoris dan padan translasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 43 bunyi dan 30 fonem yang terdapat dalam bahasa Minangkabau isolek Koto Tinggi. Ditemukan lima fonem vokal yang terdiri atas fonem /a/, /i/, /u/, /e/, /o/ dengan alofonnya, yaitu [a~a?], [i~i?~?], [u~u?~?], [e~e?~?~?], dan [o~o?~?]. Kemudian tujuh belas fonem konsonan, yaitu /b/, /m/, /n/, /?/, /s/, /t/, /d/, /l/, /p/, /g/, /k/, /ñ/, /h/, /j/, /c/, /?/, dan /r/. Fonem /k/ mempunyai dua alofon, yaitu [k] dan [?]. Ditemukan dua fonem semivokal, yaitu /y/ dan /w/. Ditemukan 6 fonem diftong, yaitu /ie/, /ue/, /aw/, /ay/, /ow/, /oy/. Fonem diftong /ie/ mempunyai alofon, yaitu [ie] dan [ia], dan fonem diftong /ue/ mempunyai alofon, yaitu [ue] dan [ua]. Juga, ditemukan 17 kluster, 11 deret vokal, dan 9 deret konsonan.
Perubahan Fonologis Protobahasa Minangkabau dalam Isolek Koto Tinggi Husni Mardhyatur Rahmi; Nadra Nadra; Reniwati Reniwati
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v6i2.660

Abstract

This study describes the types of phonological changes that occur from the Minangkabau protolanguage in an isolect of Koto Tinggi. The research is conducted by applying listening and speaking methods, as well as recording and note-taking techniques in the process of providing data. Triangulation techniques are used to test the validity of the data. Furthermore, the data are analyzed by using a top-down reconstruction approach and an articulatory phonetic method. After being compared, the data are grouped based on the types of sound changes. The data analysis results are presented descriptively using formal and informal methods. The result shows that Minangkabau protolanguage undergoes phonological changes in the isolect of Koto Tinggi in the form of (1) lenition; (2) fortition; (3) dissimilation; (4) sound loss, which includes apheresis, syncope, apocope, and haplology; (5) sound addition, namely prothesis and paragoge; and (6) diphthongization process. Phonological changes do not occur in all sounds and are incomplete in all positions.