Claim Missing Document
Check
Articles

Kebersihan Cuci Tangan Sartika, Andry; Oktarianita, Oktarianita; Padila, Padila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan perilaku kesehatan pada anak usia sekolah biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan salah satunya kebiasaan mencuci tangan. Anak sekolah sangat rentan terhadap penyakit. Perlu adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman pada remaja terutama tentang perilaku kebiasaan menjaga kebersihan diri. Pendidikan kesehatan menjadi langkah dalam mewujudkan penerapan perilaku bersih dan sehat. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 42 Kota Bengkulu. Kegiatan pengabdian dilakukan pertama dengan melakukan koordinasi kepada pihak sekolah, observasi mengenai kebiasaan perilaku PHBS siswa diketahui dari orbservasi bahwa siswa jarang mencuci tangan setelah beraktivitas, dan hanya menggunakan air saja, pengabdian dilanjutkan dengan penyampaian materi edukasi, praktik langsung dan senam bersama. Hasil setelah memberikan edukasi kesehatan tentang pentingnya mencuci tangan, langkah-langkah cuci tangan serta senam cuci tangan kegiatan berjalan dengan lancar, siswa mendengarkan apa yang disampaikan dan antusias dalam mengikuti setiap kegiatan. Adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman dan motivasi siswa untuk mempraktikkan langkah cuci tangan dengan baik dan benar, siswa mampu memberikan jawaban yang tepat mengenai pentingnya mencuci tangan saat sesi tanya jawab. Kata Kunci: Cuci Tangan, Anak Usia Sekolah
BAHAYA MENGONSUMSI MAKANAN INSTAN DAN PENTINGNYA GIZI SEIMBANG PADA REMAJA DI SMA MUHAMMADIYAH 1 BOARDING SCHOOL KOTA BENGKULU Andri, Juli; Bagus Andrianto, Muhammad; Padila; Sartika, Andry; afifah; Tri Marini Nasution, Meza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/bumir.v8i3.9626

Abstract

Gizi merupakan salah satu indikator penting yang berperan dalam tubuh manusia. Gizi memengaruhi fungsi dari organ-organ tubuh manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia melalui berbagai proses dalam sistem pencernaan seperti proses digestif atau mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh, absorpsi yaitu penyerapan kembali zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh, dan metabolisme atau pengeluaran zat-zat sisa dari makanan yanng sudah dicerna oleh sistem pencernaan. Menimbang akan pentingnya gizi dalam tubuh, keseimbangan dalam pemenuhan gizi menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Namun, seiring berkembangnya zaman dan teknologi yang semakin pesat,  banyak inovasi baru di bidang pangan yang tidak lagi memperhatikan kesesuaian kandungan gizi yang ada di dalamnya. Salah satu contohnya yaitu makanan instan atau makanan cepat saji. Makanan instan yang menyajikan makanan lezat dengan waktu singkat dan praktis menjadi ketertarikan sendiri bagi masyarakat, terutama generasi muda atau remaja yang gemar akan sesuatu yang bersifat efisien. Kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh menjadi salah satu faktor pendukung yang mengakibatkan penjualan makanan instan semakin melesat. Dampak buruk pada kesehatan dalam jangka panjang banyak diabaikan karena kurangnya pengetahuan dalam masyarakat.
EDUKASI IMUNISASI SEHAT, ANAK HEBAT: CEGAH CAMPAK & HPV Tri Putra, Raldi; William Carlos, David; Bagus Andrianto, Muhammad; Andri, Juli; Sartika, Andry
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/bumir.v8i3.9631

Abstract

Imunisasi merupakan upaya preventif yang efektif dalam melindungi anak dari penyakit menular seperti campak serta penyakit degeneratif seperti kanker serviks akibat infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Namun, cakupan imunisasi di beberapa wilayah masih belum mencapai target nasional, salah satunya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi siswa sekolah dasar terhadap imunisasi campak dan HPV melalui edukasi kesehatan dan pendampingan imunisasi. Kegiatan dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al-Islam Sumber Jaya, Kota Bengkulu, dengan sasaran 40 siswa kelas 1 hingga kelas 6. Metode pelaksanaan meliputi tahap sosialisasi, penyuluhan kesehatan, dan pendampingan imunisasi yang dilaksanakan secara langsung oleh tim pelaksana bekerja sama dengan Puskesmas Padang Serai. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai pentingnya imunisasi, yang tercermin dari antusiasme dalam diskusi serta kesiapan menerima vaksin. Seluruh siswa sasaran (100%) berhasil mendapatkan imunisasi sesuai program tanpa dilaporkan kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan berbasis sekolah yang dikombinasikan dengan pendampingan imunisasi efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan serta mendukung peningkatan cakupan imunisasi. Dengan demikian, kolaborasi antara tim pelaksana, sekolah, dan tenaga kesehatan dapat menjadi strategi yang berkelanjutan dalam mendukung program imunisasi nasional serta pencegahan penyakit sejak usia dini.
Peningkatan Pengetahuan Dalam Pencegahan Anemia Pada Remaja Di Smks Agro Maritim Ferasinta, Ferasinta; Rozani, Leni; Sartika, Andry; Novitasari, Selvia; Tesma Wulandari, Bertha; Zulya Dinata, Endah
STARLA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : CV. BAROKAH PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan pada remaja, khususnya remaja putri. Remaja putri dikatakan mengalami anemia apabila kadar hemoglobin (Hb) kurang dari 12 g/dl. Kerentanan remaja putri terhadap anemia lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki karena kebutuhan zat besi yang lebih besar serta kehilangan zat besi akibat menstruasi sekitar ±1,3 mg per hari. Tingginya prevalensi anemia pada remaja umumnya disebabkan oleh rendahnya asupan zat besi dan zat gizi pendukung lainnya seperti vitamin A, vitamin C, folat, riboflavin, dan vitamin B12. Anemia pada remaja dapat berdampak pada keterlambatan pertumbuhan fisik, gangguan perilaku dan emosional, penurunan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh yang menurun, serta rendahnya produktivitas. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia serta upaya pencegahannya melalui edukasi gizi dan pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dengan metode penyuluhan dan diskusi interaktif mengenai anemia, kebutuhan zat besi, sumber makanan kaya zat besi, serta pentingnya konsumsi buah-buahan seperti pisang, pepaya, dan buah naga sebagai sumber zat gizi pendukung pencegahan anemia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja mengenai pengertian anemia, faktor risiko, dampak anemia, serta kesadaran untuk menerapkan pola makan sehat dan mengonsumsi buah secara rutin. Kesimpulan, edukasi dan pendidikan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran remaja untuk menjaga kesehatan diri dan mencegah anemia sejak dini.
Mental Health Transformation in the Generation Z Era: Mentoring and Prevention of Early Marriage in Adolescents: Transformasi Kesehatan Mental Era Generasi Z: Pendampingan dan Pencegahan Pernikahan Dini pada Remaja Sartika, Andry; Rozani, Leni; Ferasinta, Ferasinta; Novitasari, Selvia
Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY) Vol. 3 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/jcemty.v3i1.345

Abstract

Early marriage is one of the social problems in Indonesia both in rural and urban areas that is very serious and must be a concern from various parties because of the various risks that may occur. There are 16 million births that occur in mothers at the age of 15-19 years Women between the ages of 10-14 years have a fairly high-risk level, which is 5 times the risk of dying during pregnancy or childbirth. Indonesia ranks 37th in the world in terms of early marriage and ranks 2nd in ASEAN. Community service activities in the form of health counseling to adolescents are carried out using the lecture method and also distributing leaflets to each student. Counseling activities related to the topic and lecture method used can continue to be carried out to be able to increase the understanding and knowledge of adolescents related to the impact of marriage carried out at an early age. The results of the counseling showed an increase in students' understanding of the disease of early marriage, including the impacts and consequences it causes. The enthusiasm from the school and students was very good. Suggestions were given so that the school better controls and assists students to prevent underestimation of the disease, and students are expected to be more socially friendly and sensitive to the environment.