Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Palu Barat dalam Mencegah Terjadinya Pernikahan di Bawah Umur: The Role of Islamic Religious Counselors Office of Religious Affairs (KUA) of West Palu District in Preventing Underage Marriage Ahmad Mashuri; Surni Kadir; Gazali
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v5i12.3112

Abstract

Temuan yeng di peroleh dari penelitian ini antara lain adalah: (1) peran penyluh agama islam kecamatan palu barat belum mencapai hasil yang di rencanakan terbukti dari tahun 2017,2018,2019 dan 2020 yang mana angka keberhasilan dari upaya peran penyuluh agama islam msih di angka50% setiap tahunnya. Hal tersebut di karenakan beberapa faktor muali dari faktor ekonomi, pergaulaan bebas, dan kurangnya kontrol orang tua terhadap anaknya sehingga membuat penyuluh belum maksimal dalam menangani ernikhan di bawah umur yang terjadi di kecamatan palu barat. Diketahui lewat wawancara bersama penyuluh kentor urusan agama palu barat ibu Army, S.Ag. bahwasanya pernikahan di bawah umur di kecamatan palu barat meninggkat karena faktor ekonomi pasca gempa bumi yang melanda palu dan sekitarnya sehungga banya orang tua yang tidak mampu lagi untuk melanjutka pendidikannya anaknya sehingga daripada anak-anaknya berbuat yang tidak-tida maka banyak dari mereka yang menikahan anaknya, dan kemudia kenakalan remaja yang semakin meninggakt pergaulan yang sudah terkontrol lagi yang akhirnya mngakibatkan terjadinya hamil di luar nikah di usia dini, dan irtu adalah hal yang yang sangat sulit untuk di tangani, karena orang tua sebenarnya yang lebih berperan dalam melihat pergaulan anaknya, maka penyluh juga menghimbau kepada orang tua untuk mengawasi serta berkomunikasi dengan baik dengan anaknya agar anak bisa lebih terbuka tentang pergaulannya.
Telaah Kritis Teologi Islam Klasik Menuju Pemikiran Teologi Membumi: Critical Study of Classical Islamic Theology Towards Grounded Theological Thoughts Surni Kadir; Muhajirin; Yulianti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 7: JULI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i7.3874

Abstract

Tulisan ini bersifat konstruksi paradigmatik pemikiran teologi Islam kritis. Untuk memahami konstruksi pemikiran tersebut, penulis mengemukakan berbagai pergeseran pemikiran teologi Islam sejak zaman klasik sampai sekarang. Pergeseran tersebut terjadi sejak zaman munculnya aliran Teologi Khawarij yang diskusinya seputar persoalan dosa besar, kafir, mukmin, surga, dan neraka. Kini, pemikiran teologi Islam sudah sangat berkembang dan memasukkan berbagai paradigma keilmuan yang bervariasi. Tema-tema diskusinya juga sudah sangat beragam, bahkan hal-hal baru yang belum pernah ada sebelumnya. Pemikiran teologi kritis adalah di antara paradigma baru yang sangat penting pada zaman sekarang ini. Telaah kritis teologi klasik ini bertujuan mengeluarkan manusia dari pemikiran yang hanya berkutat pada urusan ketuhanan yang tidak membumi menjadi memiliki prinsip ketuhanan yang seimbang dan membumi dengan memberikan rasa sadar untuk beramal soleh sebagaimana perintah dalam berbagai ayat Al-Qur’an dan hadis tentang memakmurkan bumi dengan giat penuh optimisme tanpa harus termenung berpangku tangan dengan tatapan yang tidak memiliki harapan.