Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Mediasi terhadap Penyelesaian Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Palu Kelas 1 A Bambang Kurniwan; Surni Kadir; Gazali Gazali
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 15 No 1: Januari 2020
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v15i1.1563

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kota Palu yang berlokasi di Pengadilan Agama Palu Kelas I A. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mediasi terhadap penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Palu serta untuk mengetahui Faktor-faktor pendukung dan penghabat keberhasilan Mediasi itu sendiri. Mediasi adalah proses penyelesaian sengketa melalui proses perundingan atau mufakat para pihak dengan dibantu oleh mediator yang tidak memiliki kewenangan memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian. Temuan yang diperoleh dari penelitian ini antara lain adalah: (1) Pelaksanaan mediasi Terhadap penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Palu masih belum efektif. Terbukti dengan data tiga Tahun terakhir tahun 2017,2018 dan 2019 yang mana angka keberhasilan mediasi di bawah angka 5 % setiap tahunnya. Hal tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor mulai dari faktor psikologis dan sosiologis para pihak yang bersengketa juga dikarnakan permasalahan yg terjadi antara kedua pasangan sudah berlangsung lama dan tidak adanya itikad baik untuk memperbaiki kembali hubungan mereka sehingga mediator pun sulit untuk memberikan jalan keluar yang terbaik. (2) Berdasarkan Hasil Wawancara dengan hakim-hakim mediator PA Palu ada 4 faktor penting yang mendorong keberhasilan mediasi itu sendiri. Dan juga ada 4 faktor penting yang menghambat keberhasilan mediasi.
Penerapan Permainan Media Balok dalam Mengenalkan Angka pada Anak Kelompok B2 di Raodhatul Athfal (RA) Al-Muhajirin Kota Palu Nur wahida Gani; Surni kadir; Rahmawati Rahmawati
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 15 No 1: Januari 2020
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v15i1.1566

Abstract

Penelitian ini mengaji tentang Penerapan Permainan Media Balok dalam mengenalkan angka pada anak kelompok B2 di Raodathul Atfhal (RA) Al-Muhajirin Kota Palu. Pengungkapan data yang akurat dalam penerapan permainan media balok untuk mengenalkan angka pada anak kelompok B2 di Raodathul Atfhal (RA) Al-Muhajirin Kota Palu, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data melalui data primer dan data sekunder. Adapun Prosedur pengumpulan data yakni melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta data yang diperoleh melalui buku-buku referensi. Hasil penelitian dapat dideskripsikan sebagai berikut: 1) Penerapan  permainan media balok angka untuk mengenalkan angka pada anak kelompok B2 di Raodathul Atfhal (RA) Al-Muhajirin dapat memperkenalkan bermacam bentuk balok pada anak, Memotivasi anak untuk membuat sesuatu dari balok angka, Mengembangkan kreaktifitas anak sesuai daya imajinasinya, Mengembangkan kemampuan kognitif anak dalam berpikir, khususnya berhitung permulaan yaitu mengenal konsep bilangan dengan mudah; 2) Terdapat peningkatan kemampuan berhitung setelah penerapan permainan balok angka pada anak kelompok B2 di Raodathul Atfhal (RA) Al-Muhajirin. Peningkatan kemampuan berhitung terjadi karena penerapan permainan balok angka pada anak meningkatkan pola berpikir logis dan sistimatis anak, melatih keberanian dalam menjawab setiap pertanyaan yang ajukan dan juga ketika permainan ini diterapkan anak lebih berkonsentrasi dan anak sangat cepat merespon dan menjawab angka yang ada tertera di media balok angka. 
Sudut Pandang Sosiologi Islam dalam Pelaksanaan Budaya Pompaura Masyarakat Suku Kaili Surni Kadir; Nuranisa Nuranisa; Asnidar Asnidar; Afdal Zainal
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 15 No 2: Juli 2020
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v15i2.1576

Abstract

Fenomena kehidupan masyarakat Suku Kaili dilihat dari aspek agama dan budaya yang memiliki keterkaitan satu sama lain  terkadang banyak disalah artikan oleh sebagian orang yang belum memahami bagaimana menempatkan posisi agama dan posisi budaya dalam suatu kehidupan masyarakat. Dalam kehidupan manusia, agama dan budaya jelas tidak berdiri sendiri, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat dalam dialektikanya; selaras menciptakan dan kemudian saling menegasikan. Agama sebagai pedoman hidup manusia yang diciptakan oleh Tuhan, dalam menjalani kehidupannya. Sedangkan kebudayaan adalah sebagai kebiasaan tata cara hidup manusia yang diciptakan oleh manusia itu sendiri dari hasil daya cipta, rasa dan karsanya yang diberikan oleh Tuhan. Agama dan kebudayaan saling mempengaruhi satu sama lain. Agama mempengaruhi kebudayaan, kelompok masyarakat, dan suku bangsa. Kebudayaan cenderung berubah-ubah yang berimplikasi pada keaslian agama sehingga menghasilkan penafsiran berlainan. Salah satu agenda besar dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara adalah menjaga persatuan dan kesatuan dan membangun kesejahteraan hidup bersama seluruh warga negara dan umat beragama. Hambatan yang cukup berat untuk mewujudkan kearah keutuhan dan kesejahteraan adalah masalah kerukunan sosial, termasuk di dalamnya hubungan antara agama dan kerukunan hidup umat beragama. Persoalan ini semakin kursial karena terdapat serangkaian kondisi sosial yang menyuburkan konflik, sehingga terganggu kebersamaan dalam membangun keadaan yang lebih dinamis dan kondusif. Demikian pula kebanggaan terhadap kerukunan dirasakan selama bertahun-tahun mengalami degradasi, bahkan menimbulkan kecemasan terjadinya disintegrasi bangsa.
Upaya Meningkatkan Keaktifan dan Prestasi Belajar PAI melalui Metode Diskusi di SMP Negeri 6 Bolano Lambunu: The Effort to Improve the Activity and Achievement of PAI Through the Method of Discussion in 6 Bolano Lambunu State Junior High School Meli Anjustian; Surni Kadir; Adhriansyah A. Lasawali
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.231 KB) | DOI: 10.56338/jks.v3i5.1720

Abstract

Skripsi ini membahas tentang upaya meningkatkan keaktifan dan prestasi belajarPAI melalui metode diskusi di SMP Negeri 6 Bolano Lambunu dengan rumusan masalah bagaimana deskripsi upaya meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar PAI melalui metode diskusi di SMP Negeri 6 Bolano Lambunu? dan bagaiamana implikasi terhadap upaya meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar PAI melalui metode diskusi di SMP Negeri 6 Bolano Lambunu?. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, serta menggunakan teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian skripsi ini yaitu:1. Deskripsi upaya meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar PAI melalui metode diskusi di SMP Negeri 6 Bolano Lambunu yaitu pertama menganalisa dan menetapkan materi pelajaran PAI yang cocok untuk diterapkan metode diskusi, kedua melakukan persiapan yang diperlukan dalam menggunakan metode diskusi, ketiga melaksanakan pembelajaran PAI dengan menggunakan metode diskusi, keempat melaksanakan pengelolaan pembelajaran agar dapat mengaktifkan dan meningkatkan prestasi belajar siswa dan yang terakhir yaitu melakukan evaluasi pembelajaran dan tindak lanjut.2. Implikasi terhadap upaya meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar PAI melalui metode diskusi di SMP Negeri 6 Bolano Lambunu yaitu pertama meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran, yang kedua meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran PAI, ketiga meningkatkan dan membuka serta menambah wawasan siswa, keempat, siswa belajar mengungkapkan dan mempertahankan pendapat dengan alasan yang logis, yang logis, kelima meningkatkan prestasi belajar siswa, keenam melatih siswa berfikir kritis, ketujuh mendorong siswa untuk memecahkan masalah secara bersama-sama, kedelapan membiasakan siswa untuk mendengarkan pendapat siswa lain dan kesembilan melatih siswa untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan guru.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap Pemahaman Siswa di SMP It Al-Fahmi palu Pada Tahun 2018: Implementation of Cooperative Learning Model Think Pair Share (TPS) on the Subject of Islamic Religious Education to the Understanding of Students in SMP It Al-Fahmi Palu In The Year 2018 Muh. Fauzan Adnan; Surni Kadir; Adhriansyah A. Lasawali
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.203 KB) | DOI: 10.56338/jks.v3i6.1726

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengenal dan mengetahui bagaimana Penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share pada mata pelajaran pendidikan agama islam terhadap pemahaman siswa di SMP IT Al-Fahmi Palu dan mengetahui implikasi dari pembelajaran kooperatif tipe think pair share pada mata pelajaran pendidikan agama islam di SMP IT Al-Fahmi Palu. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu di tinjau dengan menggunakan pendekatan serta mengacu pada penelitian lapangan dan di bahas melalui analisis kualitatif dan sistematik. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, teknik pengumpulan data adalah reduksi data, serta penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan di lingkungan SMP IT Al-Fahmi Palu, melalui wawancara dan observasi, dapat di simpulkan bahwa: (1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share di SMP IT Al-Fahmi Palu yaitu dengan tiga tahap yaitu think, pair, dan share. Tahap pertama Berfikir (think) guru mengajukan suatu pertanyaan atau masalah yang dikaitkan dengan pelajaran, dan meminta siswa menggunakan waktu beberapa menit untuk berfikir sendiri jawaban atau masalah, tahap yang kedua adalah berpasangan (Pair) selanjutnya guru meminta siswa untuk berpasangan dan mendiskusikan apa yang telah mereka peroleh, dan tahap ketiga yaitu tahap terakhir berbagi (Sharing) guru meminta pasangan pasangan untuk berbagi dengan keseluruhan kelas yang telah mereka bicarakan. (2) Sedangkan implikasi dari penerapan pembelajaran kooperatif tipe TPS di SMP-IT Al Fahmi Palu yaitu memberikan hasil pembelajaran yang positif, menjadikan siswa lebih aktif, bergairah dan bersemangat dalam mengonstruksikan pengetahuannya, lebih kritis, meningkatkan pemahaman siswa. Semua hal tersebut mudah terjadi karena model pembelajaran ini berpusat pada siswa.
Peran Aparat Desa dalam Menanggulangi Kekerasan di masyarakat di Desa Pomayagon Ditinjau dari Pendidikan Islam: The Role of Village Apparatus in Tackling Violence in The Village of Pomayagon was Reviewed From Islamic Education Sunarti; Surni Kadir; Muh. Rizal Masdul
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.635 KB) | DOI: 10.56338/jks.v3i6.1728

Abstract

Pembahasan Skripsi ini berkaitan dengan penelitian tentang peran Aparat Desa dalam menanggulangi kekerasan masyarakat di Desa Pomayagon ditinjau dari pendidikan Islam. Pokok permasalahan dalam penulisan skripsi ini adalah bagaimana peran aparat desa dalam menanggulangi kekerasan masyarakat di Desa Pomayagon, dan implikasi aparat desa dalam menanggulangi kekerasan masyarakat di Desa Pomayagon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran aparat desa dalam dalam menanggulangi kekerasan masyarakat di Desa Pomayagon serta implikasi peran aparat desa dalam menanggulangi kekerasan masyarakat di Desa Pomayagon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang digunakan sebagai pendekatan penelitian ini yang kemudian dianalisis dengan menggunakan metode reduksi data, penyajian data, danverifikasi data. Peran aparat desa dalam Menanggulangi Kekerasan di Masyarakat merupakan sebuah tanggung jawab pemerintah, di mana hal tersebut Guna menciptakan kerukunan warganya pemerintah desa juga menuturkan bahwa fenomena kekerasan di masyarakat adalah fakta yang banyak ditemui dalam kehidupan masyarakat. Hampir disetiap negara di dunia ini terjadi persoalan kekerasan, khususnya kekerasan dalam rumah tangga. Angka-angka mengenai korban kekerasan dalam rumah tangga yang pernah di- dokumentasikan amatlah mengejutkan, kepala Desa Pomayagon juga menambahkan bahwa kekerasan di masyarakat khususnya di Desa Pomayagon, berkurang karena adanya pengaman desa dari petugas keamanan baik dari Keramil, Dan Polsek Kec. Mencegah, melindungi Masyarakat/korban dan menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga maka negara (state) wajib melaksanakan pencegahan, perlindungan dan penindakan terhadap pelaku.
Cerai Paksa dalam Tinjauan Pendidikan Islam di Desa Lakea I Kabupaten Buol: Divorced in Islamic Education Review in the Village of Lakea I District of Buol Nur Afni; Ahmad Syahid; Surni Kadir
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.354 KB) | DOI: 10.56338/jks.v3i6.1729

Abstract

Jurnal ini membahas tentang Cerai Paksa Dalam Tinjauan Pendidikan Islam Di Desa Lakea I Kabupaten Buol dengan rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana Penerapan Bahasa Buol terhadap Pembelajaran PAI di Lakea Kecamatan Lakea Kabupaten Buol? Serta Implikasi Cerai Paksa Dalam Tinjauan Pendidikan Islam Di Desa Lakea I Kabupaten Buol? Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Penerapan Bahasa Buol terhadap Pembelajaran PAI di Lakea Kecamatan Lakea Kabupaten Buol, serta Implikasi Cerai Paksa Dalam Tinjauan Pendidikan Islam Di Desa Lakea I Kabupaten Buol. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah Pe pendekatan penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif ini digunakan sebab peneliti secara langsung mengamati langsung di lapangan berdasarkan wawancara penulis dengan informan. Sedangkan orientasi teoritisnya yang digunakan penulis adalah interaksi simbolis verbal. Selain itu, jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian partisipatoris observasi. Adapun hasil penelitian penulis adalah: Pertama,. Faktor-faktor yang mempengaruhi cerai paksa di Desa Lakea I Kabupaten Buol adalah kondisi di mana pasangan suami istri apakah suami atau istri membuat pernyataan dan melayangkan gugatan cerai secara paksa baik surat talak sendiri atau pernyataan yang dilayangkan ke lembaga yang mengurus, dalam hal ini pengadilan Agama yang oleh factor-faktor Kenyamanan dalam rumah tangga hilang, pemenuhan kebutuhan lahir dan bathin yang tidak terpenuhi yang menyeebabkan hilangya kata keluarga harmonis atau lebih dalam lagi karena putusnya hubungan orang tua menjadikan mentalitas anak terganggu tak terhindarkan. Kedua Implikasi cerai paksa dalam Tinjauan Pendidikan Islam yang menunjukan menurunnya kondisi psikologi tidak dibenarkan dalam kacamata pendidikan Islam. Sebab, keharmonisan keluarga mempengaruhi psikologi anak dalam pergaulannya terutama di sekolah.
Peran Majelis Taklim Al-Magfirah melalui Pemanfaatan Media Sosial Dakwah Islamiyah terhadap Pemahaman Keagamaan Ibu-Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Talise: The Role of Assembly Taklim Al-Magfirah Through the use of Social Media Da'wah Islamiyah For Religious Understanding Moms In The Village Talise Siska Mariana; Ahmad Syahid; Surni Kadir
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.086 KB) | DOI: 10.56338/jks.v3i6.1730

Abstract

Peran Majelis Taklim Al-Magfirah Melalui Pemanfaatan Media Sosial Dakwah Islamiyah Terhadap Pemahaman Keagamaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan Talise Untuk menyampaikan pesan dakwah keagamaan melalui media sosial kepada ibu-ibu rumah tangga kelurahan talise majelis taklim membentuk group WA, pemanfaatan media sosial untuk menyamapikan pesan-pesan dakwah dapat meningkatkan pemahaman keagamaan bagi anggota ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam group WA, pesan-pesan keagamaan dapat diperoleh secara bebas dari mana saja sehingga memudahkan bagi anggota group WA untuk saling mengirimkan pesan-pesan dakwah, pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan dakwah merupakan cara berdakwah secara modern yang bisa dilakukan oleh para dai sehingga umat islam mampu mengikuti perkembangan dunia saat ini. Kendala Majelis Taklim Al-Magfirah Melalui Pemanfaatan Media Sosial Dakwah Islamiyah Terhadap Pemahaman Keagamaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan Talise Kendala yang dialami Dalam Pemanfaatan Media Sosial Dakwah Islamiyah Terhadap Pemahaman Keagamaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan Talise yaitu pertama, tidak dapat memastikan tentang pesan dakwah apakah dibaca atau tidak, kedua pesan dakwah keagaman melalui media sosial tidak dapat bertahan lama karena apabila memori penuh maka pesan dakwah tersebut akan dihapus, ketiga tidak dapat memastikan sumber dan materi dakwah terpercaya atau tidak, keempat tidak dapat mengevaluasi sejauh mana pesan dakwah tersebut telah dipahami oleh masyarakat dan yang terakhir yakni masyarakat tidak menyukai pesan dakwah yang terlalu panjang.
KERJASAMA BERSAMA MENUJU RUMAH KEBERADAAN KEAHLIAN DI DESA OTI DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM Nurdjannah Nurdjannah; Surni Kadir; Muhammad Rizal Masdul
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.93 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.429

Abstract

Masalah utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah kerjasama timbal balik terhadap keberadaan rumah ibadah di Desa Oti dalam kajian pendidikan Islam. Desa Oti dipilih sebagai subjek penelitian karena mudah dijangkau. Masalah penelitian ini dirumuskan ke dalam dua sub-masalah yaitu: (1) Bagaimana gambaran kerjasama mutul masyarakat terhadap keberadaan rumah ibadah? (2) Bagaimana implikasi dari gotong royong masyarakat terhadap keberadaan rumah ibadah dari tinjauan pendidikan Islam? Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui gambaran kerjasama mutul masyarakat terhadap keberadaan rumah ibadah. (2) Untuk mengetahui implikasi dari gotong royong masyarakat terhadap keberadaan rumah ibadah dari tinjauan pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan pendidikan Islam, karena kedua sub-masalah penelitian ini membahas tentang tinjauan pendidikan Islam. Pendekatan pendidikan Islam sangat relevan dengan gotong royong terhadap keberadaan rumah ibadah. Selain itu, peneliti juga menggunakan pendekatan yuridis, peneliti membahas subjek penelitian dengan tinjauan Islam sebagai titik awal dalam konteks implikasi kerja sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kerja sama masyarakat adalah untuk kepentingan umum, wajib, kerja sama berfokus pada pembangunan rumah ibadah dan pembersihan masjid. Kerjasama ini dilakukan oleh pemerintah desa, pemuka agama dan masyarakat (2) implikasi dari gotong royong masyarakat terhadap keberadaan rumah ibadah dari tinjauan pendidikan Islam adalah pendirian rumah ibadah dari swadaya masyarakat, orang memiliki rasa tanggung jawab, rumah ibadah di lima dusun berdiri teguh dan mereka bersih. Kerja sama antara pemerintah desa, pemimpin agama dan masyarakat didirikan dan persatuan dan kekerabatan masyarakat dibangun.
KONTRADIKSI PANDANGAN TENTANG TRADISI MENYAMBUT BULAN RAMADHAN DI DESA NAMBO KECAMATAN BUNGKU TIMUR DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM Minarsih Minarsih; Surni Kadir; Normawati Normawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.615 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.432

Abstract

Pokok masalah yang diangkat dalam Skripsi ini diformulasi kedalam dua sub masalah yakni: (1) Bagaimana kontradiksi pandangan tentang tradisi menyambut bulan Ramadhan di Desa Nambo Kecamatan Bungku Timur. (2) Bagaimana implikasi kontradiksi pandangan tentang tradisi menyambut bulan Ramadhan di Desa Nambo Kecamatan Bungku Timur dalam tinjauan pendidikan Islam. Tujuan penelitian skripsi ini adalah: (1) untuk mengetahui kontradiksi pandangan tentang tradisi menyambut bulan Ramadhan di Desa Nambo Kecamatan Bungku Timur. (2) untuk mengetahui implikasi kontradiksi pandangan tentang tradisi menyambut bulan Ramadhan di Desa Nambo Kecamatan Bungku Timur dalam tinjauan pendidikan Islam. Dalam skripsi ini menggunakan deskriptif Kualitatif.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah metode penelitian deskriptif Kualitatif, Yang terdiri dari: JenisPenelitian, PendekatanPenelitian, Jadwal Penelitian, LokasiPenelitian, KehadiranPeneliti, Sumber Data, TeknikPengumpulan Data, TeknikAnalisis Data, dan PengecekanKeabsahan Data.  Hasil penelitian penulis menunjukan bahwa: (1) Kontradiksi pandangan tentang tradisi menyambut bulan Ramadhan di Desa Nambo Kecamatan Bungku Timur adalah Masih memberlakukan pemberian Tradisi kepada arwah, apabila ada yang sakit juga dikaitkan dengan arwah, Menyiapkan sajian yang berlebihan ketika memasuki Ramadhan dianggap perbuatan sia-sia, Menyediakan makanan untuk arwah pada hari raya idul adha dan idul fitri untuk di do’akan dan dikirimkn buat si mayid adalah perbuatan yang tidak punya dasar hukum, Menyediakan Dupa untuk pengobatan pada penyakit tertentu, seperti keteguran, kemasukan dan penyakit semacamnya dianggap sebagai keyakinan yang masih menduakan Allah. (2) Implikasi kontradiksi pandangan tentang tradisi menyambut bulan Ramadhan di Desa Nambo Kecamatan Bungku Timur dalam tinjauan pendidikan Islam adalah Masyarakat selalu melaksanakannya, karena sudah menjadi kepercayaan. Padahal tradisiinibertentangan dengan ajaran Islam, Perbuatan tradisi baca-baca makanan ketika menyambut bulan Ramadhan, hal ini bertentangan Islam, Menyediakan makanan pada hari raya idul adha dan idul fitri untuk di do’akan dan dikirimkn buat si mayid, hal ini adalah perbuatan yang tidak mendasar, Tradisi siram kubur yang terus dilakukan. Hal ini bertentangan dengan Ajaran Agama Islam.