Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Laju Injeksi Karbondioksida terhadap Oksigen Terlarut dan Pertumbuhan Spirulina platensis Al Anshori, Aziz; Sri Ngabekti; Andhina Putri Heriyanti; Amnan Haris
Life Science Vol. 13 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/unnesjlifesci.v13.i2.14327

Abstract

Indonesia has a high and continually increasing total greenhouse gas emission. Carbon dioxide absorption can be mitigated by utilizing the photosynthesis process of microalgae. Spirulina platensis was chosen as the sample to be cultivated in this study due to its ease of cultivation and its status as a large-scale carbon dioxide absorber. The objective of this research is to analyze the effect of varying carbon dioxide injection rates on dissolved oxygen and the growth of S. platensis. This research employed an experimental method involving semi-mass cultivation using a 12 L volume tube photobioreactor (PBR) as a container with three treatment variations. These variations included culture P0 (without injection/control), culture PA (0.5 L/minute), and culture PB (1 L/minute). The data analysis revealed that the variation with an increase in dissolved oxygen levels and enhanced growth of S. platensis was most optimal in culture PB (1 L/min). One-way ANOVA results showed significant differences between culture P0 (without injection) and classified data indicating that culture PB (1 L/min) fell into a high-level classification. The average dissolved oxygen value for culture PB (1 L/min) was 7.9 mg/L, with a cell density average of 0.651 cells/ml and a dry biomass weight of 3.8 grams. The conclusion drawn is that varying carbon dioxide injection rates significantly affect dissolved oxygen levels and the growth of S. platensis, as evidenced by cell density and biomass calculations. The effect on the S. platensis culture is a notable increase in both parameters. The application of varying carbon dioxide injection rates in the cultivation of S. platensis may serve as a reference for identifying the optimal carbon dioxide injection rate during semi-mass cultivation.
Integration of Ecological Spirituality and Youth Participation in Reforestation Program: Laudato Si’ Movement Timor Leste Josue Willian; Abdul Jabbar; Andhina Putri Heriyanti
Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains Vol 7 No 1 (2026): Jan-Jun 2026
Publisher : Yayasan Ekologi Masyarakat dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55448/k8b9qz07

Abstract

Deforestation in Timor-Leste persists at 10,000–12,000 hectares annually, yet reforestation research remains theoretically fragmented, emphasizing biophysical dimensions while neglecting the spiritual and attitudinal values that drive youth participatory environmental behavior. This study examines how ecological spirituality, operationalized through Laudato Si's three dimensions (spiritual, lifestyle, and societal), shapes environmental attitudes, mediates youth participation in reforestation, and produces ecological and social outcomes. Using a mixed-method light approach, 23 purposively selected informants participated in in-depth interviews and thematic analysis, complemented by land suitability assessments and plant survival measurements at two reforestation sites in Díli, Timor-Leste. Findings reveal that Laudato Si's three dimensions function as interconnected psychological mechanisms that progressively transform individual moral awareness into collective environmental action. Despite strong spiritual motivation, youth participation remained predominantly consultative (Arnstein's tokenism level) due to centralized decision-making and limited resource autonomy. Field assessments classified both sites as marginally suitable (S3), with plant survival rates of 50–80%; drought-tolerant neem (Azadirachta indica) achieved the highest survival rate (80%). This study introduces the ESYPESO Framework as a novel integrated analytical model empirically mapping causal pathways among ecological spirituality, environmental attitudes, participatory behavior, and ecological and social outcomes within a youth-led movement.
Analisis Risiko Proses Operasional Industri Tahu di Candisari, Kota Semarang Jihan Zulfani; Azka Dwi Yuniar; Diandra Novitasari; Oktavinda Jihan Nurita; Evi Juliani Ayu Pratiwi; Amnan Haris; Andhina Putri Heriyanti
Jurnal Riptek Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35475/riptek.v19i2.324

Abstract

The food industry has various potential risks that can affect workplace safety, production smoothness, and product quality. Loso Tofu Factory in Semarang City is a medium-scale industry facing such risks. This study aims to analyze risks in the tofu production process using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method and Risk Priority Number (RPN). Among 13 identified risks, five main risks were prioritized for mitigation: slippery production area (R10), soybean spillage due to employee slips caused by slippery areas (R9), tofu crumbling during cutting (R11), mixing of waste with soybeans (R2), and incorrect tofu cutting (R12). Mitigation measures include improving Standard Operating Procedures (SOP), conducting work training, using Personal Protective Equipment (PPE), and maintaining production equipment. The results demonstrate that implementing mitigation strategies can enhance workplace safety, production efficiency, product quality, and ensure industrial sustainability. This research underscores the importance of proactive risk management in maintaining operational continuity and product standards in the food industry. By addressing these prioritized risks, Loso Tofu Factory can minimize disruptions, reduce hazards, and strengthen its position as a sustainable medium-scale enterprise. The integration of FMEA and RPN provides a systematic approach to identifying and managing critical risks, offering a model for similar industries to improve safety and production outcomes.
STUDI KEBERLANJUTAN COMMUNITY BASED WASTE MANAGEMENT DI MENOREH KOTA SEMARANG Alika Nayara Zahra; Arinta Fitriandani; Silma Ahidna Laily Nazla Noor; Agape Ruth Refael; Kevin Wisma Ananta; Trida Ridho Fariz; Andhina Putri Heriyanti
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah perkotaan terus meningkat akibat pertumbuhan penduduk, urbanisasi,dan perubahan pola konsumsi masyarakat sehingga diperlukan sistem pengelolaan yang lebihpartisipatif dan berbasis masyarakat, seperti Community Based Waste Management (CBWM).Penelitian ini bertujuan menganalisis keberlanjutan program CBWM melalui kegiatan banksampah di kawasan Menoreh, Kota Semarang, dengan metode deskriptif kualitatif danpendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi,kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program banksampah memberikan dampak positif terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.Partisipasi masyarakat mencapai sekitar 50% dan mampu meningkatkan kebersihan lingkunganserta mengurangi kebiasaan membuang dan membakar sampah sembarangan. Namun, programmasih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas, pemilahan sampah yangbelum optimal, minimnya inovasi pengolahan, serta kelembagaan yang belum formal.Keberlanjutan program didukung oleh partisipasi masyarakat dan dukungan pemerintah, tetapimasih memerlukan penguatan kelembagaan, inovasi pengelolaan, dan regenerasi pengelolauntuk pengembangan jangka panjang.
Analisis Pemanfaatan Jasa Ekosistem Rawa Pening oleh Masyarakat Desa Bejalen dalam Mendukung Keberlanjutan Lingkungan Septian Aga Himawan; Naysilla Rahmawati; Hexa Puspitarini; Refa Yunita Anggraini; Rafael Julian Erdana; Andhina Putri Heriyanti; Trida Ridho Fariz
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rawa Pening merupakan ekosistem rawa yang memiliki berbagai fungsi ekologis,ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat sekitar, khususnya di Desa Bejalen, KecamatanAmbarawa, Kabupaten Semarang. Pemanfaatan ekosistem rawa yang berlangsung secara terusmenerus berpotensi menimbulkan perubahan kondisi lingkungan apabila tidak diimbangidengan pengelolaan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentukpemanfaatan jasa ekosistem Rawa Pening oleh masyarakat Desa Bejalen serta implikasinyaterhadap keberlanjutan lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatifdengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informanpenelitian terdiri atas nelayan, petani musiman, pelaku budidaya ikan, dan masyarakat yangmemanfaatkan sumber daya rawa. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data,dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teknik triangulasi untuk menguji keabsahandata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan jasa ekosistem Rawa Pening meliputijasa penyediaan, jasa pengaturan, jasa budaya, dan jasa pendukung. Jasa penyediaandimanfaatkan masyarakat sebagai sumber ikan konsumsi, mata pencaharian, lahan pertanianmusiman, pupuk alami, dan bahan kerajinan berbahan eceng gondok. Jasa pengaturan terlihatmelalui fungsi rawa dalam pengendalian banjir dan pengaturan tata air, meskipun pengendalianpencemaran air dan pertumbuhan eceng gondok masih belum optimal. Jasa budaya ditunjukkanmelalui tradisi Merti Desa, aktivitas wisata lokal, dan nilai sosial masyarakat yang masihbergantung pada keberadaan rawa. Sementara itu, jasa pendukung meliputi penyediaan habitatikan, tempat budidaya ikan, dan kesuburan ekosistem rawa, meskipun keanekaragaman hayatimulai mengalami penurunan akibat perubahan kondisi lingkungan. Penelitian ini menunjukkanbahwa Rawa Pening memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan masyarakat DesaBejalen, namun keberlanjutan fungsi ekosistemnya memerlukan pengelolaan lingkungan yanglebih optimal dan berkelanjutan.
STUDI DINAMIKA MANGROVE DI KAWASAN DELTA PEMALI, KABUPATEN BREBES Isma Nur Abadha; Wikandaru Akbar Sholeh; Rayna Anasta Fadhila; Nur Abidah Imayanti; Rahmania Atalla Muhta; Trida Ridho Fariz; Andhina Putri Heriyanti
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan wilayah pesisir,mengurangi abrasi, serta mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan dan aktivitasekonomi masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahanluas mangrove di kawasan Delta Pemali, Kabupaten Brebes, serta hubungannya terhadapproduktivitas perikanan dan perkembangan ekowisata mangrove pada periode 2021–2025.Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial melalui interpretasicitra Satelit WorldView-2 tahun 2021 dan 2025 yang diolah menggunakan perangkat lunakArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas mangrove mengalami peningkatan dari393,47 ha pada tahun 2021 menjadi 631,53 ha pada tahun 2025, sedangkan luas tambakmengalami penurunan dari 2.578,02 ha menjadi 2.464,11 ha. Peningkatan luas mangrovemenunjukkan keberhasilan rehabilitasi kawasan pesisir yang berdampak pada perbaikankualitas lingkungan, pengurangan abrasi, dan peningkatan fungsi ekologis sebagai habitat biotaperairan. Meskipun luas tambak menurun, produktivitas perikanan tambak Kabupaten Brebesrelatif stabil, yaitu dari 71.987.789 kg pada tahun 2021 menjadi 71.543.192 kg pada tahun 2025.Selain itu, perkembangan ekowisata mangrove Dewi Mangrove Sari memberikan dampakpositif terhadap diversifikasi ekonomi masyarakat pesisir melalui sektor wisata berbasiskonservasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan pesisir secara seimbangantara konservasi mangrove dan pemanfaatan ekonomi masyarakat mampu mendukungkeberlanjutan lingkungan pesisir Delta Pemali.
Indikasi Paradoks Perilaku Hijau Mahasiswa: Antara Teori dan Realita Fauzi Helmi Romadhon; Dewi Kinasih; Rizki Rahmawati; Ibrahim Anggoro Situmorang; Trida Ridho Fariz; Andhina Putri Heriyanti
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis green behavior mahasiswa FakultasMatematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES)serta mengkaji kesenjangan antara pemahaman lingkungan dengan penerapan perilaku ramahlingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan metode survei kuantitatifcross-sectional dengan instrumen berupa kuesioner online berbasis skala Likert 1–4 yangdisebarkan kepada mahasiswa aktif FMIPA UNNES. Instrumen penelitian terdiri atas enamparameter, yaitu environmental awareness, attitude, subjective norm, perceived behavioralcontrol, green behavioral intention, dan actual green behavior. Data dianalisis menggunakanstatistik deskriptif dan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara gender dengan greenbehavior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum green behavior mahasiswa dalampenelitian ini berada pada kategori tinggi. Diagram kategori menunjukkan bahwa sebagianbesar mahasiswa berada pada kategori tinggi, sementara kategori sedang masih ditemukan padabeberapa parameter seperti norma sosial dan niat berperilaku hijau, sedangkan kategori rendahmemiliki jumlah responden paling sedikit. Mahasiswa perempuan memiliki jumlah kategoritinggi lebih besar dibandingkan laki-laki. Namun, hasil uji Chi-Square menunjukkan tidakterdapat hubungan yang signifikan antara gender dengan green behavior mahasiswa FMIPAUNNES dengan nilai p-value sebesar 0,4218 (p > 0,01). Selain itu, hasil observasi langsung dilingkungan kampus menunjukkan masih ditemukannya mahasiswa yang membuang sampahsembarangan dan belum menerapkan perilaku ramah lingkungan secara konsisten. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa dalam penelitian ini memiliki tingkatenvironmental awareness, sikap lingkungan, dan green behavior yang tergolong tinggi. Namundemikian, hasil observasi lapangan masih menunjukkan adanya perilaku yang tidak konsistendengan nilai-nilai ramah lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan dan rendahnyapenerapan perilaku hijau dalam aktivitas sehari-hari. Temuan ini mengindikasikan adanyaparadoks antara pemahaman lingkungan yang tinggi dengan realitas perilaku mahasiswa dilingkungan kampus.
ANALISIS DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN TERHADAP KONDISI FISIK SOSIAL EKONOMI DI KECAMATAN SAYUNG Hasna Nabila; Ahmad Abelardo; Sintia Nurlaeli; Annisa Indah Fitria Hakim; Ramadhani Syahrul Alam; Andhina Putri Heriyanti; Trida Ridho Fariz
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alih fungsi lahan di Kecamatan Sayung menyebabkan peningkatan banjir rob dan genanganyang berdampak pada kondisi fisik, sosial, dan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuanmenganalisis dampak alih fungsi lahan terhadap masyarakat di Kecamatan Sayung. Penelitianmenggunakan metode mixed methods melalui observasi, wawancara, data Badan PusatStatistik, serta analisis spasial menggunakan ArcGIS berbasis Esri Land Cover tahun 2017–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir rob semakin sering terjadi pada musim hujandengan ketinggian genangan mencapai 1 meter. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh buruknyadrainase dan berkurangnya daerah resapan akibat perubahan penggunaan lahan. Dampak fisikyang terjadi meliputi tergenangnya jalan, rumah warga, fasilitas pendidikan, dan puskesmassehingga aktivitas masyarakat terganggu. Dari aspek sosial, banjir menyebabkan terganggunyamobilitas, pendidikan, dan pekerjaan masyarakat, serta mendorong warga melakukan adaptasimandiri seperti meninggikan rumah dan jalan. Dari aspek ekonomi, pendapatan masyarakatrelatif tidak berubah karena mayoritas bekerja sebagai buruh pabrik, pedagang, petambak, danpengusaha. Namun, banjir meningkatkan beban ekonomi akibat biaya peninggian rumah danjalan, kerusakan bangunan, serta meningkatnya biaya transportasi saat banjir terjadi. Olehkarena itu, diperlukan penataan ruang serta upaya mitigasi dan adaptasi banjir yangberkelanjutan.
ANALISIS STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH PADA KELURAHAN SEKARAN, KOTA SEMARANG Muhammad Umar Al-Faruq; Dyah Wulandari; Fellycia Helin Wijaya; Nailaturrohmah; Salma Noni Ramadhani; Andhina Putri Heriyanti; Trida Ridho Fariz
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat modern berkontribusiterhadap meningkatnya volume timbulan sampah, termasuk di Kelurahan Sekaran, KecamatanGunungpati, Kota Semarang. Kelurahan ini menghasilkan timbulan sampah sebesar 6.349kg/rumah/hari dengan sistem pengelolaan yang masih mengandalkan paradigma konvensionalberupa pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan langsung ke TPA, tanpa pemilahan dantanpa keberadaan bank sampah. Penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahanpengelolaan sampah di Kelurahan Sekaran secara mendalam, meliputi aspek teknis operasional,kelembagaan, partisipasi masyarakat, serta sarana dan prasarana pendukung. Pendekatan yangdigunakan adalah mixed methods dengan teknik purposive sampling, melibatkan masyarakat,pengurus RT/RW, dan Kepala Kelurahan sebagai informan. Pengumpulan data dilakukanmelalui kuesioner, wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisissecara deskriptif kuantitatif, kualitatif, serta menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa tingkat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan tergolongcukup tinggi, namun belum diimbangi oleh sistem pengelolaan yang memadai. Keterbatasanfasilitas TPS, rendahnya praktik pemilahan sampah, serta belum optimalnya sosialisasi menjadikendala utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pengelolaan sampah diKelurahan Sekaran memerlukan sinergi antara penyediaan fasilitas, edukasi berkelanjutan, sertakolaborasi aktif antara masyarakat, mahasiswa, dan pemerintah.
DINAMIKA PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KAWASAN PENDIDIKAN UNNES KECAMATAN GUNUNGPATI Halfidz Defrians Krisnanda; Hani Febriyanti; Salwa Amelia Firdaus; Cindy Nabila Widyasari; Trida Ridho Fariz; Andhina Putri Heriyanti
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan penggunaan lahan di kawasan perguruan tinggi merupakan fenomena yang semakinintensif seiring ekspansi infrastruktur pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasiluas, laju, dan arah perubahan penggunaan lahan di kawasan Sekaran, Patemon, dan Kalisegoroyang merupakan wilayah inti kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES), KecamatanGunungpati, Kota Semarang, selama periode 2021–2026. Metode yang digunakan adalahklasifikasi penggunaan lahan secara visual (visual interpretation) berbasis penginderaan jauhdengan memanfaatkan data citra satelit World Imagery Wayback pada dua titik waktu berbeda(multitemporal analysis), yang diolah menggunakan perangkat lunak ArcMap 10.8. Klasifikasimenghasilkan empat kelas tutupan lahan, yaitu kebun campuran, lahan pertanian, lahanterbangun, dan sungai, pada total kawasan kajian seluas ±1.625 ha. Hasil analisis menunjukkanbahwa lahan terbangun bertambah seluas 115,15 ha (25,63%) dari 449,30 ha (27,64%) padatahun 2021 menjadi 564,45 ha (34,72%) pada tahun 2026, dengan laju rata-rata 23,03 ha pertahun. Pertambahan ini terutama bersumber dari konversi kebun campuran yang berkurang113,49 ha (11,89%), sedangkan lahan pertanian relatif stabil dengan penurunan hanya 1,66 ha(0,78%). Laju konversi yang tinggi ini diprediksi akan berdampak pada penurunan kapasitasresapan air tanah, peningkatan risiko limpasan permukaan, munculnya fenomena urban heatisland, serta tekanan terhadap keanekaragaman hayati lokal. Temuan ini mengindikasikanperlunya evaluasi Rencana Induk Pengembangan Kampus UNNES yang mengintegrasikanprinsip green campus guna menjaga keseimbangan antara ekspansi fisik dan kelestarianlingkungan.
Co-Authors Abdul Jabbar Agape Ruth Refael Ahmad Abelardo Al Anshori, Aziz Alif Zidan Nabhan Alika Nayara Zahra Amnan Haris Aniq Muflihah Annisa Indah Fitria Hakim Annisa Nuria Mutiara Salis Aqeela Gulrukh Nurrudin Ardisa Kamila Basiri Arham Ade Ahmad Arinta Fitriandani Aulia Zalfa Naila Azka Dwi Yuniar Bayu Putra Akbar Butsainah Adilah Azharyya Cindy Nabila Widyasari Devi Noravida Dewi Kinasih Dhea Putri Ananda Diandra Novitasari Diva Oktavia Mardiani Dyah Wulandari Endang Safitri Wulansari Evi Juliani Ayu Pratiwi Fauzi Helmi Romadhon Fellycia Helin Wijaya Ferdy Choirus Sani Fina Nikmatussania Friyani Aulia Putri Gayatri Metaly Putri Sugito Ghefira Rizky Maulida Halfidz Defrians Krisnanda Hani Febriyanti Hasna Nabila Hexa Puspitarini Ibrahim Anggoro Situmorang Ikhwan Ma’rufi Gusni Ramadhan Isma Nur Abadha Ismi Azizah Difatli Josue Willian Keisya Gadiza Faisal Kemal Maulana Kevin Wisma Ananta Kurnia Intan Septyani Laurelia Salwa Mustika Lin Aliyyu Mada Hatma Wijaya Malva Emiria Wanda Zahira Maymi Naila Venoche Muhammad Arfinda Raja Fahmi Muhammad Fadhil Rafif Muhammad Hanif Firdaus Muhammad Umar Al-Faruq Nadia Nisrina AM Nisrina AM Nailaturrohmah Naura Tsany Nirmala Naysilla Rahmawati Nazwa Ariyani Sigit Ni’ma Qorina Nova Fahmi Destian Nugraha Tri Admaja Nur Abidah Imayanti Oktavinda Jihan Nurita Radidtya Aqila Az-Zahra Rafael Julian Erdana Rahmania Atalla Muhta Ramadhani Syahrul Alam Rayna Anasta Fadhila Refa Yunita Anggraini Reina Rahmadhina Anggraini Rifa Damai Evlinsi Risma Nurhanifah Khasanah Rizki Rahmawati Salma Noni Ramadhani Salwa Amelia Firdaus Septian Aga Himawan Shalwa Faniya Silma Ahidna Laily Nazla Noor Sintia Nurlaeli Sri Ngabekti Syahida Kirani Trida Ridho Fariz Widodo Nur Rofiq Wikandaru Akbar Sholeh Zulfani, Jihan