Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Novel Method for Fire Retardancy of Cotton Fabrics Coated by Spinach Leaf Extract Assisted by Corona Discharge Plasma Valentinus Galih Vidia Putra; Andrian Wijayono; Juliany Ningsih Mohamad
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 37, No 2 (2020): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v37i2.6038

Abstract

The application of material physics in the functional textile field has been widely applied, one of which is plasma technology. In this research, the fire-retardant properties have been developed in the cotton fabric textile material using spinach leaf extract and comparison of fire-retardant resin on the market using plasma technology. The flame-retardant is applied to the cotton fabric using the atmospheric-pressure plasma method with a tip-cylinder electrode. The cotton fabric used is a cotton fabric that has undergone a process of bleaching and mercerization. In this research, two types of methods have been carried out, namely the immersion method on the fire-retardant resin substance with atmospheric pressure plasma pre-treatment and the immersion method on spinach leaf extract with atmospheric pressure plasma treatment. Research shows that there is an increase in the fire-retardant properties of cotton fabrics that have been given treatment. The assessment of fire-retardant properties was tested using the standard method of fire-retardant ASTM D6413-08 vertical method. In this research, atmospheric-pressure plasma treatment with a time variation of 2 minutes and 4 minutes has been carried out. The results showed that the cotton fabric treated with the immersion method on spinach leaf extract and atmospheric pressure plasma pre-treatment had better fire-retardant properties. It has also been found that the length of time the plasma treatment will affect the fire-retardant properties of cotton fabrics.
STUDI AWAL PEMBUATAN ALAT PENGUKUR TWIST AKTUAL PADA BENANG TEKSTIL MELALUI PEMODELAN MATEMATIK DAN VALIDASI EKSPERIMEN Valentinus Galih Vidia Putra; Andrian Wijayono
Jurnal Kumparan Fisika Vol 2, No 2 Agustus (2019): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.302 KB) | DOI: 10.33369/jkf.2.2.105-112

Abstract

Pada bidang tekstil, perhitungan nomor benang, Nm, daapt dijabarkan dengan mengetahui besar puntiran (twist) pada benang. Pada penelitian ini pemodelan secara teori untuk menghubungkan antara besar puntiran dan juga nomor benang, baik pada mesin pintal rotor dan juga mesin pintal ring sudah didapatkan dan dikembangkan untuk mendapatkan sebuah pemodelan yang baik dan dapat memperlihatkan besar nilai puntiran nyata benang. pada penelitiann ini rumusan hasil studi sudah divalidasi yang digunakan untuk memperlihatkan hubungan antara nomor benang dan puntiran secara lebih umum menggunakan pendekatan teori. Pada penelitian ini juga telah dirancang suatu alat untuk menghitung puntiran nyata tersebutKata kunci: puntiran nyata ,tekstil ,nomor benang In textile, calculation the yarn count, Nm, can be derived by knowing the twist of yarn. Theoretical consideration for a modeling the relationship of twist and the  yarn count,  both in rotor spinning and ring spinning, has been done and  developed to get a good model to show the actual twist. In this research, the formula has been verified and it has been investigated to show the relationship of twist with yarn count completely by theoretical approach and also it has done fabrication the actual twist measurement tool.   Keywords: actual twist, textile, yarn count
Pengukuran Permitivitas Dielektrik Bahan Kain Non Woven Menggunakan Kapasitansi Meter Arduino Uno Dan Prinsip Kerja Kapasitor Plat Sejajar Andrian Wijayono; Valentinus Galih Vidia Putra
Jurnal Fisika Indonesia Vol 24, No 3 (2020)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v24i3.55797

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan penentuan konstanta permitivitas dielektrik bahan kain non woven secara eksperimen dengan menggunakan kapasitansi meter berbasis Arduino Uno dan prinsip kerja kapasitor plat sejajar. Penentuan konstanta permitivitas bahan kain non woven dilakukan dengan cara mengukur nilai kapasitansi yang divariasikan terhadap jarak antara plat yang berisi bahan dielektrik kain non woven. Pengukuran kapasitansi dilakukan dengan prinsip pengisian dan pengosongan kapasitor menggunakan perangkat mikrokontroler Arduino Uno. Proses pengisian dan pengosongan dilakukan dengan menggunakan susunan seri rangkaian resistor-kapasitor (RC) dengan tegangan sumber 5 Volt. Pada eksperimen ini telah digunakan sebuah plat sejajar dengan ukuran 29 × 30 cm sebagai elektroda kapasitor, serta sebuah perangkat resistor dengan ukuran 125 megaOhm. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku pengisian dan pengosongan perangkat kapasitor plat-sejajar memiliki nilai R square > 0,9, yang menunjukan korelasi cukup baik antara hasil prediksi dan eksperimen pada pengukuran kapasitansi. Terdapat lima bahan dielektrik kain yang ditentukan dengan hasil dari yang terkecil sampai yang terbesar berturut-turut yaitu kain non woven polipropilen 31,44 gsm sebesar 1,0598, kain non woven polipropilen 43,72 gsm sebesar 1,0996, kain non woven polipropilen 52,31 gsm sebesar 1,1288, kain non woven polipropilen 74,12 gsm sebesar 1,1963, kain non woven polipropilen 80,87 gsm sebesar 1,2279. Telah ditemukan hubungan antara parameter gramasi (GSM) kain non woven polipropilen terhadap besaran nilai konstanta dielektrik terukur.
SUATU STUDI AWAL MODIFIKASI SIFAT PEMBASAHAN PADA PERMUKAAN KAIN TEKSTIL POLIESTER 100% MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PLASMA PIJAR KORONA Valentinus Galih Vidia Putra; Andrian Wijayono
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 8 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.838 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2019.02.PA.03

Abstract

Artikel ini menguraikan pemanfaatan aplikasi teknologi plasma pijar korona pada bidang tekstil terutama pemanfaatanya dalam modifikasi sifat pembasahan pada permukaan kain poliester 100%. Hasil riset memperlihatkan bahwa dengan melakukan variasi waktu perlakuan plasma pada kain poliester grey 100% dengan tetal pakan dan lusi masing-masing 70 helai/inci dan 60 helai/inci didapatkan bahwa terdapat perubahan sifat pembasahan kain dengan meningkatnya sifat hidrofilik kain. This paper explains the application of corona discharge plasma in textile field specially for modification of surface properties and wet ability of polyester100% fabric. In this research, we have found that the variation of time treatment using corona discharged plasma on the fabric will influence the wet ability and hydrophilic properties of exposure specimen (polyester 100% with 70 / inch of weft density and 60/inch of warp density.
Optimalisasi Prototipe Alat Pengolahan Limbah Cair Ikm Batik Menggunakan Elektrokoagulan OCTIANNE DJAMALUDIN; EKA OKTARIANI; LESTARI WARDANI; WITRI AINI SALIS; ANDRIAN WIJAYONO; ASIYAH NURRAHMAJANTI; ANDRI SAPUTRA; RAFLI S BATUBARA; AZKIA AULIA
Gunung Djati Conference Series Vol. 34 (2023): Prosiding Seminar Nasional Kimia Tahun 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IKM batik merupakan salah satu industri yang terus berkembang di Indonesia. Hal tersebut menguntungkan bagi perekonomian daerah. Namun potensi dampak lingkungan dari IKM batik ini masih belum ditangani dengan baik sehingga pencemaran air tidak dapat dihindari. Zat warna yang merupakan polutan dominan pada limbah cair batik umumnya bersifat nonbiodegradable sehingga sukar terurai secara alamiah di perairan. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengolah limbah ialah dengan metode elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi adalah proses pengolahan air dimana arus listrik diterapkan di elektroda untuk menghilangkan berbagai kontaminan air. Keunggulan dari metode ini ialah pada proses pengolahannya tidak membutuhkan penambahan zat kimia, peralatannya sederhana, mudah dalam pengoperasian dan waktu reaksi singkat. Pada penelitian ini alat elektrokoagulasi diaplikasikan pada limbah IKM batik Jawa Barat. Limbah IKM batik ini diolah dengan alat elektrokoagulasi yang bersumber dari energi listrik menggunakan elektroda logam Aluminium. Dilakukan variasi tegangan 3, 6, 9 dan 12 volt pada generator alat elektrokoagulasi yang digunakan dengan variasi waktu kontak 10,15,20,25 dan 30 menit. Pada reaktor elektrokoagulasi, ditambahkan fitur scraper dengan tujuan membantu mengatasi busa produk samping yang diperoleh selama pengolahan limbah batik IKM Jawa Barat. Dari variasi tegangan yang diaplikasikan,12 volt adalah tegangan optimum yang dapat menurunkan nilai COD sebesar 97,20% dan penurunan warna sebesar 80,14%.
SUATU STUDI PEMODELAN VISKOELASTIK MATERIAL BENANG VIZ 100% WOOL 36 TEX MENGGUNAKAN PENDEKATAN FISIKA Valentinus Galih Vidia Putra; Andrian Wijayono; Irwan .; Tina Martina; Cahaya Rosyidan
Wahana Fisika Vol 4, No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v4i1.15500

Abstract

Suatu model matematis viskoelastik untuk menentukan besar koefisien viskos serta koefisien elastik suatu benang tekstil telah dikaji pada penelitian ini. Suatu persamaan matematis benang tekstil viz. 100% wool yang memiliki nomor benang 36 tex atau 36 (g/km) telah dirumuskan menggunakan mekanika klasik. Hasil studi memperlihatkan bahwa pemodelan ini dapat digunakan untuk menentukan sifat viskoelastik material berdasarkan sifat stress relaxation.
Study of Measuring The Cover Factor of Woven Fabrics Using Image Processing Techniques Wijayono, Andrian; Murti, Wilda
Sainteks: Jurnal Sain dan Teknik Vol 6 No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/sainteks.v6i02.709

Abstract

In this research, a method for measuring the cover factor of woven fabric using digital image processing techniques has been developed. The cover factor of woven fabric is measured by capturing a digital image of the fabric under examination using a digital microscope, converting the image into digital image information, storing this digital image information in digital memory, and performing digital image segmentation to determine the cover factor of the woven fabric. Cover factor measurements were conducted on seven samples of woven fabric with different densities. To validate the proposed method, the cover factor measurements obtained from image processing were compared with the theoretical cover factor obtained from the standard method. It was found that there was no significant difference between the results obtained from the conventional method and the proposed method (with a significance value of 0.95).
Analisis Permasalahan Teropong Menabrak Pada Mesin Shuttle GA615D Menggunakan Metode Failure Mode Effect Analysis Nazar, Yunus; Helvianto, Ahmad Wimbo; Maulana, Jagat Dewa; Wijayono, Andrian; Nurazizah, Verawati
Jurnal Tekstil Vol 7 No 1 (2024): Vol 7 No 1 Juni 2024
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v7i1.70

Abstract

Pada saat melakukan penelitian di industri terdapat beberapa permasalahan yang terjadi pada Divisi Weaving I dengan permasalahan dominan yaitu teropong menabrak. Teropong menabrak merupakan suatu kondisi dimana teropong berhenti ditengah mesin dan terhantam oleh sisir tenun sehingga menyebabkan teropong tersangkut pada kain hasil pertenunan. Hal ini dapat menghambat proses produksi dan dapat merusak kain yang dihasilkan. Pengambilan data melalui observasi, wawancara, serta pengisian kuisioner kepada pihak-pihak terkait. Penyebab teropong menabrak yang paling dominan yaitu karena picking motion atau gerakan peluncuran pakan. Untuk itu penelitian akan difokuskan pada teropong menabrak yang disebabkan karena picking motion. Faktor-faktor penyebab teropong menabrak antara lain andongan tidak dapat mengerem picking stick dengan baik, picking stick aus atau bengkok, penyetelan bowl nok tidak tepat, pukulan side lever lemah, dan aus pada beberapa bagian mesin seperti bowl nok, picker, dan picking nose. Metode Failure Mode Effect Analyis (FMEA) telah digunakan untuk mengetahui dan melakukan evaluasi potensi kegagalan berdasarkan dampak yang dihasilkan. Faktor penyebab kerusakan dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi yaitu andongan tidak dapat mengerem picking stick dengan baik dengan nilai RPN sebesar 350. Tindakan penanganan yang dilakukan adalah dengan membuat daftar perawatan pada part picking motion mesin shuttle sebagai upaya meminimalisir terjadinya permasalahan teropong menabrak.
Pelatihan Mengenai Standar Mutu Kain Mori dan Cacat Kain di IKM Aleyya Batik Rumiyati, Valentina Sri Pertiwi; Putranto, Adhy Prastyo Eko; Wijayono, Andrian
Abdi Dharma Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v5i1.3548

Abstract

Meningkatkan kualitas produk bertujuan untuk memastikan kepuasan konsumen tetap terjaga. Hal ini menjadi salah satu sasaran utama bagi setiap perusahaan. Beragam jenis, mutu, dan bentuk produk yang dihasilkan dirancang untuk menarik minat konsumen, sehingga mendorong mereka untuk membeli produk tersebut. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu mampu menciptakan produk dengan spesifikasi dan kualitas yang optimal. Produk berkualitas tinggi mencerminkan kesuksesan perusahaan dalam memenuhi ekspektasi konsumen, yang pada akhirnya akan memperkuat citra positif perusahaan. Aleyya-Batik adalah salah satu IKM yang memproduksi batik yang berlokasi di Desa Tancep, Kapenewon, Kec. Ngawen, Kab. Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di IKM Aleyya Batik, permasalahan terjadi karena pemahaman mengenai mengenai mutu bahan baku kain mori dan cacat kain masih sangat terbatas pada proses produksi batik di IKM Aleyya Batik. Dengan memperkuat pemahaman mengenai mutu bahan baku kain mori dan cacat kain, sehingga Aleyya Batik dapat meningkatkan kualitas produknya. Program pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk memperkuat kemampuan IKM untuk memilih bahan baku kain yang berkualitas melalui pelatihan mengenai standar mutu kain mori dan cacat kain. Disamping itu, pengetahuan mengenai spesifikasi mutu kain berupa konstruksi kain juga dapat memperkaya pengetahuan Aleyya Batik dalam melakukan pemilihan bahan. Kegiatan PKM ini terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Pelatihan telah diberikan kepada karyawan IKM Aleyya Batik yang secara langsung menangani proses produksi kain batik. Hasil umpan balik memperlihatkan bahwa kegiatan pendampingan yang telah dilaksanakan memberikan dampak positif di IKM Aleyya Batik, terutama dalam perubahan dalam cara kerja yang lebih efektif dalam pemilihan bahan baku yang lebih berkualitas.
STUDI PENGARUH TETAL BENANG PAKAN DAN NOMOR BENANG PAKAN TERHADAP KARAKTERISTIK MUTU KEKUATAN SELIP JAHITAN KAIN DENIM KAPAS 100% Rumiyati, Valentina Sri Pertiwi; Putranto, Adhy Prastyo Eko; Wijayono, Andrian
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4682

Abstract

The purpose of this study was to determine the type of weft yarn count and weft yarn density that can be used to make denim fabric with quality that meets SNI 0560:2008 standards in terms of its seam slip strength properties. The yarn materials used in this study were Open-end Ne 16 yarn as the warp and three types of weft yarn: Open-end Ne 9, Open-end Ne 11, and Open-end Ne 13 yarn as the weft yarn. There were three variations of weft yarn density used in this study: 46 ends per inch, 50 ends per inch, and 54 ends per inch. In this study, the Rapier Picanol machine was used at the AK-Tekstil Solo Weaving Workshop to make denim fabric with a 2/1 twill weave construction. The slip strength properties of each sample produced in this study were tested using the SNI 13936-1:2010 standard (Textiles - Test method for slip resistance of yarn in woven fabric seams - Part 1: Fixed seam opening method) at the AK-Textile Solo Fabric Evaluation Laboratory. The results of the slip strength test of each sample were evaluated and compared with the quality requirements for the slip strength of denim fabric according to SNI 0560:2008. In this study, it was found that all variations of denim fabric construction that had been made could meet the quality requirements for the slip strength of seams according to SNI 0560:2008. The results showed that the higher the weft yarn number in a denim fabric construction, the higher the slip strength of the denim fabric. The effect of weft yarn density on the slip strength of seams was also found in this study. The higher the weft yarn density in a denim fabric construction, the higher the slip strength of the seams obtained. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis nomor benang pakan dan tetal benang pakan yang dapat digunakan untuk membuat kain denim dengan mutu yang memenuhi standar SNI 0560:2008 ditinjau dari sifat kekuatan selip jahitannya. Bahan benang yang digunakan pada penelitian ini yaitu benang Open-end Ne 16 sebagai lusi, serta tiga jenis benang Open-end Ne 9, Open-end Ne 11 dan Open-end Ne 13 sebagai benang pakan. Terdapat tiga variasi tetal benang pakan yang digunakan pada penelitian ini, yaitu 46 helai per inci, 50 helai per inci dan 54 helai per inci. Pada penelitian ini telah digunakan mesin Rapier Picanol di Workshop Pertenunan AK-Tekstil Solo untuk membuat kain denim dengan anyaman twill 2/1. Sifat kekuatan selip jahitan dari setiap sampel yang dihasilkan pada penelitian ini diuji dengan menggunakan standar SNI 13936-1:2010 (Tekstil – Cara uji ketahanan selip benang pada jahitan kain tenun – Bagian 1: Metoda bukaan jahitan tetap) di Laboratorium Evaluasi Kain AK-Tekstil Solo. Hasil uji kekuatan selip jahitan dari setiap sampel dievaluasi dan dibandingkan dengan syarat mutu kekuatan selip jahitan kain denim sesuai SNI 0560:2008. Pada penelitian ini telah ditemukan bahwa seluruh variasi konstruksi kain denim yang telah dibuat dapat memenuhi syarat mutu kekuatan selip jahitan sesuai dengan SNI 0560:2008. Hasil menunjukan bahwa semakin besar nomor benang pakan pada sebuah konstruksi kain denim, maka semakin besar kekuatan selip jahitan kain denim tersebut. Pengaruh tetal benang pakan terhadap kekuatan selip jahitan juga telah ditemukan pada penelitian ini. Semakin besar tetal benang pakan pada sebuah konstruksi kain denim, maka semakin besar pula kekuatan selip jahitan yang diperoleh.