Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT DURIAN MENJADI BIOBRIKET DI DESA PERESAK KABUPATEN LOMBOK BARAT Zulhan Widya Baskara; Ida Ayu Widhiantari; Surya Abdul Muttalib; Agriananta Fahmi Hidayat; Zulhan Widya Baskara; Wahyudi Zulfikar
Jurnal Abdi Insani Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v7i1.303

Abstract

Musim buah durian pada akhir tahun 2019 menyebabkan banyaknya warga Desa Peresak Kecamatan Narmada membuka lapak dagangan buah durian baik di sekitar objek wisata maupun di pinggiran jalan umum. Banyaknya aktivitas perdagangan buah duriani Desa Peresak tidak hanya memberikan keuntungan bagi masyarakat setempat, tetapi juga menimbulkan permasalahan yaitu terjadinya penumpukan limbah berupa kulit durian.inimnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki menyebabkan limbah kulit durian tersebut hanya ditumpuk begitu saja, tanpa ada usaha pengelolaan yang baik. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat mengenai manfaat kulit durian yang dapat dijadikan biobriket yang bermanfaat sekaligus dapat mengatasi pencemaran lingkungan akibat keberadaan kulit durian yang melimpah, memberikan pelatihan mengenai cara pembuatan biobriket dari limbah kulit durian serta memperkenalkan teknologi berupa alat pengepres biobriket sebagai alat pendukung. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan yaitu, melakukan survey, mengadakan penyuluhan sebagai bentuk pendampingan pembelajaran, melakukan pendampingan pelatihan dalam pembuatan biobriket, serta melakukan evaluasi untuk mengetahui kemampuan dan keberhasilan kelompok dalam menyerap materi dan praktek pengolahan limbah kulit durian menjadi biobriket. Melalui kegiatan pengabdian ini dirasa warga sangat membantu dalam hal penanggulangan limbah kulit durian dengan adanya informasi dan pelatihan pembuatan biobriket yang sebelumnya menjadi suatu permasalahan di desanya. Peserta memiliki wawasan dan keterampilan dalam membuat biobriket dari limbah kulit durian. Penggunaan alat pengepres biobriket dirasakan peserta mampu mempercepat proses pencetakan biobriket dengan hasil yang kompak dan padat sehingga lebih efektif dan efisien.
ANALISA KELAYAKAN FINANSIAL USAHA AGROINDUSTRI ABON IKAN DI TANJUNG KARANG, KOTA MATARAM (Financial Feasibility Analysis of Agroindustry Fish Abon in Tanjung Karang Mataram City) Zulhan Widya Baskara; Agriananta Fahmi Hidayat; Zulhan Widya Baskara; Wiharyani Werdiningsih; Yeni Sulastri
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.642 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v6i1.77

Abstract

Fish processing to produce fish abon could be an agroindustry business opportunity to improve the value of fish. The producing of fish abon in coastal areas increase the income of fisherman. Therefore, the financial analysis of fish abon agroindustry product is of particular important. It was revealed that the Break Even Points was 1264 packs, the Net Present Value was positive or greater than zero of Rp 108.823.562, the Internal Rate of Return was 45.43% greater than the MARR and actual interest rate, the Payback Period of 2.5 years did not exceed the planned business period. The B / C Ratio was 1.3. Therefore, based on the financial analysis, the fish abon agroindustry is feasible and worth to develop.. Sensitivity analysis using the approach of the inflation effect at 8.79% did not have any influence on the fish abon agroindustry. Keywords: abon, fish, financial analysis ABSTRAK Pengolahan ikan menjadi abon ikan dapat menjadi peluang usaha agroindustri untuk memberikan nilai tambah ikan. Pengolahan abon ikan diwilayah pesisir dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Oleh karena itu maka perlu dilakukan analisis finansial terhadap produk agroindustri abon ikan. Dari hasil perhitngan analisa finansial diperoleh hasil Break Even Point sebesar 1264 kemasan, Net Present Value bernilai positif atau lebih besar dari nol sebesar Rp 108.823.562, Internal Rate of Return sebesar 45.43% lebih besar dari nilai MARR dan suku bunga aktual, Payback Period selama 2.5 tahun tidak melebihi periode usaha yang direncanakan. B/C Ratio 1.3 yang nilainya lebih besar dari 1. Sehingga dari sisi finansial usaha agroindustri abon ikan layak untuk dijalankan. Analisa sensitivitas yang dilakukan dengan pendekatan pengaruh inflasi sebesar 8.79% tidak berpengaruh terhadap usaha agroindustri abon ikan. Kata kunci: abon, analisis finansial, ikan
RANCANG BANGUN HOPPER OUT PUT CAMPURAN RAGI TEMPE DENGAN KEDELAI Surya Abdul Muttalib; Agriananta Fahmi Hidayat; Asih Priyati
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.805 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v7i1.99

Abstract

Tempe yang menjadi komoditas ungggulan Kota Mataram Nusa Tenggara Barat diproduksi oleh sektor UMKM yang masih menggunakan teknologi dan metode sederhana. Pengggunaan sumber daya tenaga kerja dalam bidang produksi masih sangat tinggi. Setiap produksi 50 Kg bahan baku membutuhkan minimal 2 orang tenaga kerja. Hal ini dirasa kurang efisien dalam bidang ekonomi. Berbagai upaya alternatif peningkatan produksi dengan penerapan prinsip teknologi tepat guna dikembangkan pada tahun 2017 dengan memproduksi mesin pencampur ragi tempe dengan kedelai (proses inokulum). Mesin pencampur yang dikembangkan tersebut terbukti mampu meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga kerja. Namun, Rancangan mesin pencampur yang sudah dikembangkan memiliki kelemahan pada sisi penampung hasil campuran (hopper). Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji kinerja hopper mesin pencampur ragi tempe dengan kedelai pada berbagai variasi kemiringan yakni 30°, 45° dan 60°. Hopper yang dikembangkan berbentuk trapesium dengan dimensi 50 x 36 x10 cm3, bagian output berdimensi 10 x 10 cm2. Hopper yang dikembangkan terbukti mampu menampung inokulum tempe sebesar 25 Kg. Hasil unjuk kerja hopper tertinggi diperoleh pada sudut kemiringan 60° dengan rendemen sebesar 18% dan waktu proses 2,14 detik. Hasil rendemen sebesar 18% disebabkan oleh kadar air inokulum tempe cukup tinggi sebesar 59,99% yang mengakibatkan gaya kohesif dan adhesive dari bahan cukup tinggi sehingga ikatan antar partikel cukup kuat. Oleh karena itu, diperlukan modifikasi dengan penambahan penggetar.
ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK AGROINDUSTRI TEMPE DI KECAMATAN SUKAMULIA, KABUPATEN LOMBOK TIMUR Agriananta Fahmi Hidayat; Surya Abdul Muttalib
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.051 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i2.190

Abstract

Pengolahan tempe adalah salah satu produk agroindustri yang potensial untuk dikembangkan karena sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dijadikan untuk memproduksi tempe, 40% tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain. Agroindustri tempe di Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat memberikan dampak ekonomi terhadap pelaku usaha dikarenakan pasar yang ada masih terbuka lebar. Kegiatan agroindustri dipengaruhi oleh biaya produksi. Penggunaan biaya produksi bertujuan untuk memberikan nilai tambah pada kedelai menjadi tempe dan meningkatkan pendapatan dan lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai tambah produk agroindustri tempe dengan metode Hayami. Perhitungan analisis nilai tambah dengan model Hayami menggunakan tiga variable yaitu 1) output input dan harga; 2) penerimaan dan keuntungan dan 3) margin. Dari hasil analisis diperoleh biaya yang dikeluarkan untuk satu kali siklus produksi tempe adalah Rp. 146.000 dan pendapatan yang diperoleh dalam satu kali siklus produksi Rp. 160.000. Nilai tambah yang diperoleh pengusaha agroindustri tempe yaitu Rp.6.160 per kilogram dengan total produksi tempe 16 kilogram dalam satu kali proses produksi.
SIFAT MEKANIK BIOPLASTIK BERBASIS KOMBINASI PATI BIJI NANGKA DAN TONGKOL JAGUNG Ida Ayu Widhiantari; Agriananta Fahmi Hidayat; Surya Abdul Muttalib; Fakhrul Irfan Khalil; Isnaini Puspitasari
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.676 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i1.220

Abstract

Bioplastik merupakan jenis kemasan plastik yang ramah lingkungan karena berasal dari bahan organik sehingga mudah terurai di dalam tanah oleh bantuan mikroorganisme tanah. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan bioplastik dari kombinasi bahan sumber pati yaitu dari pati biji nangka ditambah dengan pati tongkol jagung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi konsentrasi ZnO 3%, 6%, dan 9% dan gliserol 2 ml, 5 ml, dan 8 ml terhadap sifat mekanik bioplastik. Dari hasil penelitian didapatkan nilai tensile strength bioplastik terbesar diperoleh pada perlakuan konsentrasi ZnO sebesar 9% yaitu sebesar 2,5788 MPa. Konsentrasi gliserol berbanding terbalik dengan nilai tensile strength bioplastik, dimana nilai tensile strength tertinggi diperoleh pada konsentrasi gliserol 2 ml, yaitu sebesar 2,2775 MPa. Nilai % elongasi tertinggi diperoleh pada konsentrasi ZnO 3%, yaitu sebesar 13,237%, sedangkan dari pengaruh konsentrasi gliserol, nilai % elongasi tertinggi diperoleh pada konsentrasi gliserol 8 ml yaitu sebesar 13,8643%.
TRANSFER TEKNOLOGI PRODUKSI TEMPE BAGI GURU BACA AL-QUR’AN DI DESA SUKAMULIA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Muttalib, Surya Abdul; Yuniarto, Kurniawan; Hidayat, Agriananta Fahmi
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v6i1.32197

Abstract

Kegiatan pengabdian bertujuan memberikan alih pengetahuan dan paket teknologi dalam pembuatan tempe yang baik sekaligus mengasah kemampuan berwirausaha bagi guru baca Al-Qur’an di Desa Sukamulia Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Mitra merupakan kelompok pembimbing baca Al-Qur’an dengan usia produktif (18-25 tahun) yang secara ikhlas mengajar anak-anak usia 5 sampai 13 tahun untuk fashih membaca Al-Qur’an. Hal mendasar yang dimiliki oleh mitra yakni mitra memiliki keinginan yang sangat kuat untuk berwirausaha sehingga mampu mandiri secara ekonomi.  Melalui pendekatan yang terstruktur baik mulai tahapan perencanaan sampai evaluasi, kegiatan pengabdian yang dilakukan selama 8 bulan dapat berjalan dengan optimal yang dibuktikan dengan ketercapain luaran pengabdian. Bentuk ketercapaian luaran dibuktikan dengan:1) kemampuan mitra dalam produksi tempe yang mampu berjalan baik dan kontinyu; 2) Penerimaan mitra terhadap paket teknologi mesin pencampur ragi tempe dengan kedelai yang diaplikasikan oleh pada mitra sudah optimal; 3) Peningkatan pendapatan mitra dengan produksi rata-rata harian 10 Kg menghasilkan pendapatan sebasar Rp. 750.000,-
Edukasi Sistem Manajemen Mutu bagi Pelaku Usaha Olahan Kelapa di Sentra Pengolahan Kelapa Kabupaten Lombok Utara AP, Yuhendra; Mi’raj Fuadi; Nur Afni; Agriananta Fahmi Hidayat; Reza Kusuma Nurrohman; Guyup Mahardhian Dwi Putra; Wiwin Apriyanditra; Surya Abdul Muttalib; M. Azhar Mustafid; Elya Antariksana Bachmida; Amuddin; Wahyudi Zulfikar
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12547

Abstract

This community engagement activity was conducted on June 10, 2025, at the Coconut Processing Center in North Lombok Regency, aiming to enhance the awareness and understanding of small and medium-scale coconut-based agro-industrial actors regarding the implementation of quality management systems (QMS). The absence of standardized procedures and inadequate attention to food safety practices have contributed to the inconsistency and limited competitiveness of local processed coconut products such as virgin coconut oil (VCO), coconut milk, and other derivatives. Through the structured delivery of theoretical materials—encompassing foundational concepts of quality assurance, hygiene and sanitation principles, and the legal framework of food safety regulations—participants were introduced to the significance of quality systems in achieving product standardization and compliance. The discussion also highlighted the relevance of the Home Industry Food Permit (PIRT) as a prerequisite for legal distribution and formal market entry. The outcome of the session revealed a substantial improvement in participants’ comprehension of quality-related principles and their willingness to gradually integrate them into operational practices. This initiative demonstrates the pivotal role of universities in strengthening rural-based agribusinesses through knowledge transfer and institutional support.
Early fault detection system for sugar mill machines through various machine learning approach Thabed Tholib Baladraf; Taufik Djatna; Agriananta Fahmi Hidayat; Akhmad Fatikhudin; Helynda Mulya Arga Retha; Zulfikar Dabby Anwar
Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol. 9 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jsmi.v9i2.10530

Abstract

The milling machine is a crucial aspect of the sugarcane agroindustry production system; a disturbed milling machine will cause a decrease in production efficiency, sap quality degradation, and excessive energy consumption. An early fault anomaly detection system through machine learning is a solution to overcome the problems in sugarcane milling machines. The purpose of this research is to propose a system architecture design for early fault anomaly detection in sugarcane agroindustry milling machines and to evaluate the performance of various machine learning models on historical sensor data, identifying the most promising approach. This study proposes a novel anomaly detection framework for sugarcane milling machines to advance smart monitoring in agro-industrial systems. Using an empirical dataset of 7,673 sensor instances (temperature, vibration, pressure, and humidity), and applying several machine learning algorithms (logistic regression, decision tree, and random forest), the framework integrates multi-sensor data to improve fault prediction and reduce downtime. The results showed that the random forest had the best accuracy, at 98.13%, followed by the decision tree, at 97.87%, and logistic regression, at 89.70%. Feature contribution analysis reveals that the vibration signal is the most dominant contributing factor among other features. The results show that machine learning is a potential approach for predicting faults in sugarcane milling machines, which can help the sugarcane agriculture industry make informed decisions in the event of disturbances in these machines.