Claim Missing Document
Check
Articles

KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN REACT BERBANTU MEDIA BAHAN MANIPULATIF PADA MATERI KUBUS DAN BALOK KELAS VIII SMP ISLAM Reni Aprilia Rachmawati; Zainal Abidin; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 6 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.129 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan kemampuan koneksi matematis peserta didik yang diberi strategi pembelajaran REACT  berbantu media bahan manipulatif dan model pembelajaran konvensional, (2) mengetahui mana yang lebih baik kemampuan koneksi matematis peserta didik antara yang diajar dengan strategi pembelajaran REACT berbantu media bahan manipulatif dan diajar dengan model pembelajaran konvensional, (3) mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis peserta didik yang diberi strategi pembelajaran REACT berbantu media bahan manipulatif pada materi kubus dan balok. Penelitian ini merupakan penelitian mixed method dengan desain sequential explanatory. Sampel dalam penelitian kuantitatif siswa kelas VIII B dan VIII C. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis uji t dengan menggunakan Software SPSS 23.Subjek penelitian kualitatif sebanyak 6 siswa. Berdasarkan hasil uji-t dua pihak dengan menggunakan software SPSS 23 diperoleh nilai sig (2-tailed) = 0,017 < 0,05 sehingga H0 ditolak, sehingga diperoleh kesimpulan yaitu terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis antara peserta didik yang diajar menggunakan strategi pembelajaran REACT berbantu media bahan manipulatif dan peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Hasil uji-t satu pihak diperoleh  =  maka H0 ditolak sehingga didapatkan kesimpulan yaitu kemampuan koneksi matematis peserta didik kelas eksperimen yang menggunakan strategi pembelajaran REACT berbantu media bahan manipulatif lebih baik daripada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Selanjutnya pada hasil analisis data kualitatif, peserta didik kelas eksperimen rata-rata telah memenuhi semua indikator koneksi matematis, sedangkan peserta didik kelas kontrol memenuhi sebagian indikator kemampuan koneksi matematis yang ditinjau dari pencapaian indikator pada masing-masing kategori peserta didik. Kata Kunci: kemampuan koneksi matematis, strategi pembelajaran REACT, media bahan manipulatif
ANALISIS DISPOSISI BERPIKIR KRITIS MATEMATIS PESERTA DIDIK DENGAN TIPE SOAL PWCI (PROBLEMS WITH CONTRADICTORY INFORMATION) Syifa Mutmainah; Surya Sari Faradiba; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi proses disposisi berpikir kritis matematis peserta didik dengan tipe soal PWCI (Problems with Contradictory Information). Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Subjek yang diteliti sebanyak empat peserta didik kelas XI SMA/MA Sederajat dengan instrumen soal non-routine dengan tipe soal PWCI. Pemilihan subjek penelitian dilakukan secara purposive yaitu pemilihan dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan berdasarkan lembar solusi subjek dalam menyelesaikan masalah matematis PWCI (Problems with Contradictory Information). Setiap langkah diidentifikasi ada/tidaknya indikator disposisi berpikir kritis matematis pada skala instrument CCTDI (California Critical Thinking Disposition Inventory). Temuan dan pembahasan subjek dengan gambar hasil penyelesaian subjek dan cuplikan saat kegiatan wawancara. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa masing-masing subjek penelitian memenuhi semua indikator disposisi berpikir kritis pada skala instrument CCTDI (California Critical Thinking Disposition Inventory) dengan cara menyelesaikan masalah matematis PWCI (Problems with Contradictory Information).
PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECKS PADA POKOK BAHASAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BENTUK ALJABAR KELAS VII MTs NUSANTARA PROBOLINGGO Cahyatun Eva Rifanti; Surahmat Surahmat; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 19 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.327 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep matematis peserta didik yang diajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks dengan konvensional, mendeskripsikan pamahaman konsep matematis peserta didik yang diajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks, dan mengetahui keterkaitan hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif pemahaman konsep matematis antar peserta didik yang diajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks. Pendekatan pada penelitian ini adalah penelitian kombinasi design sequensial explanatory. Pada penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi experimental design dengan jenis desain The Non-Equivalent Pretest-Postest Control Grup Desain. Dengan populasi ialah seluruh peserta didik kelas VII MTs Nusantara Probolinggo yang terdiri dari tiga kelas dengan teknik pengambilan sampelnya menggunakan cluster random sampling, maka dinyatakan kelas VII A sebagai kelas eskperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Pada penelitian kualitatif menggunakan jenis penelitian deskriptif berupa kata-kata tertulis. Data yang digunakan pada penelitian ini ialah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitaif berupa hasil data pretest dan hasil posttest pemahaman konsep matematis yang dianalisis menggunakan uji-t. Data kualitatif berupa data observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Pada uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep matematis peserta didik yang diajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks dengan konvensional. Pencapaian indikator pemahaman konsep matematis peserta didik kategori tinggi, sedang, rendah pada kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Data kualitatif memperkuat dan mendukung data kuantitatif.Kata kunci: Pembelajaran matematika, pemahaman konsep matematis, model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks
ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DALAM MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS DITINJAU DARI SELF CONCEPT SISWA DI MTs AL-AMIN PONCOKUSUMO MALANG Sukri Azizi; Surahmat Surahmat; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 25 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.831 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis peserta didik pada materi persamaan garis lurus kelas VIII di MTs Al-Amin Poncokusumo ditinjau dari self concept. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data yang diberi soal tes dan angket sebanyak 28 orang peserta didik, dan sumber data yang diwawancarai sebanyak 6 peserta didik dengan kriteria 2 peserta didik dengan self concept tinggi, 2 peserta didik dengan self concept sedang, dan 2 peserta didik dengan self concept rendah. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari hasil penelitian tentang kemampuan koneksi matematis peserta didik ditinjau dari self concept peserta didik 1) Peserta didik dengan tingkat self concept tinggi, mampu mengkaitkan koneksi dalam topik matematika maupun antar konsep atau mengkaitkan antar topik dan juga keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari. 2) Peserta didik dengan tingkat self concept sedang beberapa indikator kemampuan koneksi matematis belum terpenuhi. 3) Peserta dengan tingkat self concept rendah, belum mampu mengkaitkan koneksi matematis seperti keterkaitan antar konsep ataupun koneksi antar topik dan keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari. 4) Pengklasifikasian tingkat self concept tinggi dengan nilai rata-rata 83, 3, pengklasifikasian tingkat self concept sedang dengan nilai rata-rata 70, 2, pengklasifikasian tingkat self concept rendah dengan nilai rata-rata 58, 4, Dilihat dari hasil rata-rata yang didapat pada klasifikasi self concept rendah didapat rata-rata yang tidak melampaui nilai KKM dan dapat dikategorikan dalam tingkat rendah. Sehingga dalam penelitian ini dapat diketahui behwa peserta didik yang mempunyai self concept rendah, maka kemampuan koneksi matematis peserta didik masuk dalam kategori rendah.Kata Kunci: koneksi matematis, self concept, persamaan garis lurus.
KEGAGALAN METAKOGNITIF MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN ILL- STRUCTURED PROBLEM PADA MATERI FUNGSI KUADRAT Alifiani Alifiani
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2022): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v6i2.2443

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegagalan mahasiswa dalam menyelesaikan ill-structured problem. Langkah penyelesaian ill-structured problem yang digunakan meliputi: representasi masalah, proses solusi, serta monitoring dan evaluasi.  Kegagalan dalam menyelesaikan ill-structured problem ini ditandai dengan kurang tepatnya jawaban yang ditemukan, atau bahkan tidak ditemukannya jawaban yang sesuai. Kegagalan mahasiswa dalam menyelesaikan ill-structured problem ini selanjutnya dikaji dengan menggunakan kerangka kegagalan metakognitif. Adapun kerangka kegagalan metakognitif terdiri dari 3 jenis, yaitu metacognitive blindness, metacognitive mirage, dan metacognitive vandalism. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegagalan metakognitif mahasiswa saat mengerjakan ill-structured problem, khususnya pada materi fungsi kuadrat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif eksploratif. Subjek dari penelitian ini terdiri dari 3 orang mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang yang mengalami kegagalan saat menyelesaikan ill-structured problem. Ketiga subjek penelitian tersebut, selanjutnya disebut sebagai S1, S2, dan S3. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa S1 mengalami kegagalan metakognitif tipe vandalism, S2 mengalami kegagalan metakognitif tipe mirage, dan S3 mengalami kegagalan metakognitif tipe blindness. Jadi dapat disimpulkan bahwa kegagalan subjek dalam proses penyelesaian ill-structured problem berkaitan dengan ketiga jenis kegagalan metakognitif.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN PEER LESSON BERBANTUAN “KAHOOT!” PADA MATERI BALOK DAN KUBUS KELAS VIII SMP PLUS DARUSSALAM LAWANG Tashyatul Rahma Dania; Alifiani Alifiani; Sikky El Walida
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol. 17 No. 21 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi peer lesson berbantuan “kahoot!” dalam meningkatkan pemahaman konsep matematis peserta didik pada materi balok dan kubus kelas VIII SMP Plus Darussalam Lawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilakukan dalam siklus yang berulang hingga indikator keberhasilan tindakan tercapai. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Subjek penelitian ini yaitu peserta didik kelas VIII sebanyak 24 orang. Data diperoleh dari lembar observasi aktivitas pendidik dan peserta didik, wawancara, dan tes. Hasil tindakan siklus I diperoleh informasi bahwa: (1) peserta didik mendapat nilai tes  sebanyak ; (2) nilai rata-rata kelas ; (3) rata-rata pencapaian indikator kemampuan pemahaman konsep matematis ; (4) hasil observasi aktivitas pendidik ; (5) hasil observasi aktivitas peserta didik . Dengan demikian, tindakan siklus I belum memenuhi indikator keberhasilan, sehingga perlu dilanjutkan tindakan siklus II. Pada siklus II, diperoleh informasi bahwa: (1) peserta didik yang mendapat nilai tes  sebanyak ; (2) nilai rata-rata kelas ; (3) rata-rata pencapaian indikator pemahaman konsep matematis ; (4) hasil observasi aktivitas pendidik ; (5) hasil observasi aktivitas peserta didik  Dengan demikian tindakan siklus tidak dilanjutkan karena sudah memenuhi indikator keberhasilan. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi peer lesson berbantuan “kahoot!” dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis peserta didik kelas VIII SMP Plus Darussalam. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian indikator keberhasilan dari siklus I ke siklus II sebagai berikut. (1) Peserta didik yang mendapat nilai tes  sebelum tindakan , pada siklus I meningkat menjadi  dan pada siklus II meningkat menjadi . (2) Nilai rata-rata kelas sebelum tindakan 63,33 pada siklus I meningkat menjadi , meningkat di siklus II menjadi . (3) Rata-rata pencapaian indikator kemampuan pemahaman konsep matematis pada siklus I , meningkat di siklus II menjadi . (4) Hasil observasi aktivitas pendidik siklus I , pada siklus II meningkat menjadi . (5) Hasil observasi aktivitas peserta didik pada siklus I , pada siklus II meningkat menjadi .Kata kunci: pemahaman konsep matematis, strategi peer lesson, “kahoot!”, kubus dan balok.
KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA BAGI SUBJEK PROGRAM PEMINATAN BAHASA DAN IPS Dita Kusuma Anggraeni; Abdul Halim Fathani; Alifiani Alifiani
Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistik
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/lb.v3i3.160

Abstract

This study aims to describe the ability of mathematical reasoning in solving story problems for students of the Language and Social Studies specialization program. The approach in this study is descriptive qualitative. The subjects of this study are students who have high mathematical abilities in the Language and Social Studies specialization program in Class XI SMA Negeri 7 Malang. The data collection techniques used are tests, interviews, and documentation. Data analysis is carried out through 3 stages, namely data condensation, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of data analysis, the following findings were obtained. In the sensemaking process, learners are equally inclined to represent visual and symbolic forms. In the conjectturing process, language subjects have linguistic intelligence, while social studies subjects have intrapersonal intelligence. In  the convincing process, the subject of Language corresponds to a predetermined settlement strategy but there are errors in the calculation process and tend to use the right brain. While the subject of IPS corresponds to a predetermined settlement strategy and is not written down the process of calculating it but the results are correct and tend to use the right brain. In  the reflecting process, the Language subject reevaluates the completion result but is less sure, while the IPS subject reevaluates the completion result and is confident so that the completion result is correct. In the process  of generalising,  the subject of Language generalizes conclusions using words but incorrectly. Meanwhile, the subject of IPS generalizes conclusions correctly and uses words in writing down the conclusions of the answers. Based on the results of the study, language subjects are known to have poor mathematical reasoning skills, which can perform all indicators but there are errors in the stages of the indicators. Meanwhile, IPS subjects have good mathematical reasoning abilities by fulfilling all stages and indicators of mathematical reasoning ability
THE EFFECT OF DEPRESSION IN SOLVING MATHEMATIC PROBLEMS Surya Sari Faradiba; Sikky El Walida; Alifiani Alifiani
Abjadia Vol 3, No 1 (2018): Abjadia
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/abj.v3i1.6236

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of depression on mathematical problem solving abilities. This research is a qualitative research with a cross-sectional approach. This study involved 30 subjects from students of the Department of Mathematics Education, FKIP Universitas Islam Malang. The sampling technique used was convenience sampling. The data were collected through a questionnaire from the Beck Depression Inventory II (BDI-II) consisting of 21 questions. The process of solving mathematical problems is seen from the answer of the subject when working on mathematical questions based on Polya's problem solving steps. The results showed that subjects with normal levels of depression tended to have complete and sequential characteristics of mathematical solutions . Meanwhile, subjects with mild levels of depression tend to solve problems sequentially but incomplete. In addition, subjects with moderate levels of depression tended to solve mathematical problems in an irregular and incomplete manner. Further research is still required to examine the same issue by involving more research samples.الاكتئاب مشكلة في الصحة العقلية. كان الغرض من هذه الدراسة هو تحديد تأثير الاكتئاب على قدرات حل المشكلات الرياضية. هذا البحث هو بحث نوعي مع نهج مستعرض. شملت الدراسة 30 مادة من طلاب قسم تعليم الرياضيات، FKIP Universitas Islam Malang. كانت تقنية أخذ العينات المستخدمة هي أخذ العينات الملائمة. تتألف تقنية جمع البيانات المستخدمة في هذه الدراسة باستخدام استبيان من Beck Depression Inventory II (BDI-II) من 21 سؤالًا. يُنظر إلى عملية حل المشكلات الرياضية من إجابة الموضوع عند العمل على حل المشكلات الرياضية استنادًا إلى خطوات حل مشكلة Polya. أظهرت النتائج أن الأشخاص الذين يعانون من مستويات طبيعية من الاكتئاب يميلون إلى أن يكون لديهم خاصية كاملة ومتسلسلة للمشاكل الرياضية. وفي الوقت نفسه، تميل الأشخاص الذين يعانون من مستويات خفيفة من الاكتئاب إلى حل المشاكل في التسلسل ولكن غير مكتملة. علاوة على ذلك، يميل الأشخاص ذوو المستويات المعتدلة من الاكتئاب إلى حل المشكلات الرياضية بطريقة غير منتظمة وغير مكتملة. البحث اللاحق يجعل من الممكن فحص نفس الشيء الذي يتضمن المزيد من عينات البحث.
Pelatihan Pengembangan Perangkat Pembelajaran bagi Guru MA Ma’arif Kota Batu di Era Merdeka Belajar Abdul Halim Fathani; Isbadar Nursit; Alifiani Alifiani; Zainal Abidin; Sunismi Sunismi; Ganjar Setyo Widodo
Media Abdimas Vol 1 No 3 (2022): Jurnal Media Abdimas Vol 1 No 3 Bulan November 2022
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.266 KB) | DOI: 10.37817/mediaabdimas.v1i3.2573

Abstract

Perubahan tren prendidikan pada era merdeka belajar, menuntut guru sebagai garda terdepanpendidikan untuk dapat mengembangkan perangkat pembelajaran yang sesuai. Berdasarkan hasil observasidan wawancara Kepala Sekolah di MA Ma’arif Kota Batu, diketahui bahwa guru masih membutuhkanpelatihan pengembangan perangkat pembelajaran guna mengembangkan kompetensi guru. Oleh karena itu,tim Abdimas berupaya meningkatkan pengetahuan dan komptensi guru dalam pengembangan perangkatpembelajaran di era Merdeka Belajar melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatanpengabdian masyarakat dilaksanakan dalam siklus, yang tiap siklusnya terdiri dari tahap pelatihan,penerapan, dan pendampingan. Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan padasiklus pertama sudah ada peningkatan kompetensi guru dan produk yang dihasilkan dari kegiatan yangdilakukan juga berkualitas baik. Oleh karena itu, pengabdian ini hanya dilaksanakan dalam satu siklus.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di MA Ma’arif Kota Batu memberikan hasilpositif berupa peningkatan kompetensi yang dimiliki oleh guru dalam mengembangkan perangkatpembelajaran di Era Merdeka Belajar. Selain itu, kegiatan ini membawa manfaat bagi peningkatankompetensi guru yang meliputi meliputi aspek: pengetahuan RPP, bahan ajar, media pembelajaran, danpengembangan LMS.
The resolution of quadratic inequality problems in mathematics: Discrepancies between thought and action Surya Sari Faradiba; Alifiani; Nurul Akmal Md Nasir
Jurnal Infinity Vol 13 No 1 (2024): VOLUME 13, NUMBER 1, INFINITY
Publisher : IKIP Siliwangi and I-MES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/infinity.v13i1.p61-82

Abstract

This research explores the intricate relationship between students' cognitive processes and problem-solving approaches, explicitly focusing on misconceptions in solving quadratic inequalities. This study was conducted among 179 undergraduates in a mathematics education program in Malang, East Java, Indonesia; this mixed-method concurrent explanatory sequential design research employed the DISC questionnaire and quadratic inequality assignments. The DISC questionnaire categorized respondents into Dominance, Influence, Steadiness, and Conscientiousness. Data were generated from these pre-service teacher responses to the questionnaire, task assignment, and follow-up interviews to solicit information. Purposive sampling facilitated in-depth interviews, providing nuanced insights into the interplay between personality types and mathematical misconceptions. The quantitative data analysis results show a significant association between personality type and the type of error experienced by students when completing an open-ended task about quadratic inequalities X2(12) = 26.836, p = 0.008, V = 0.224. Meanwhile, qualitative data analysis findings reveal patterns associating personality types with specific misconceptions. Dominant traits are linked to theoretical misconceptions, while Influence and Conscientiousness traits correspond to conceptual misconceptions. Additionally, Steady traits are associated with classification misconceptions. This study contributes novel perspectives to mathematics education by exploring the influence of personality on mathematical cognition. The aim is to inform tailored teaching strategies for optimized learning outcomes, addressing persistent barriers posed by misconceptions in quadratic inequalities.