Claim Missing Document
Check
Articles

Metacognitive Blindness in Mathematics Problem-Solving Surya Sari Faradiba; Alifiani Alifiani
Journal of Education and Learning Mathematics Research (JELMaR) Vol 1 No 2 (2020): November 2020
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Wisnuwardhana University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/jelmar.v1i2.27

Abstract

Metacognitive blindness is usually synonymous with low math ability. However, this study reveals the opposite. Metacognitive blindness can also be experienced by students with good learning achievement. This research was conducted on students majoring in Mathematics Education who have the best academic achievement in their class. The data collected is in the form of words obtained through interviews after solving math problems. The results of the qualitative analysis show that subjects who are students with good academic performance can experience anomalous results during the problem-solving process, which is a condition in which the subject feels that the math problem at hand contains errors. The error in question is, the subject stutters the squares on the chessboard that are not the same size, but in reality they are not.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN ENDED DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN DAN KEMAMPUAN MATEMATIS Putri Arfini Izzah Umami; Alifiani Alifiani; Sikky El Walida
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 12 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.506 KB)

Abstract

Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dalam menyelesaikan soal open ended ditinjau dari tipe kepribadian dan kemampuan matematis peserta didik kelas VIII pada materi Barisan dan Deret. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Instrumen dari penelitian ini adalah peneliti, soal tes, lembar angket, dan pedoman wawancara. Angket diberikan kepada 32 peserta didik SMPN 1 Pakuniran kelas VIII A. Kemudian dipilih subjek 6 peserta didik, yaitu 1 subjek dari masing-masing tipe kepribadian dan tingkatan kemampuan matematis. Subjek yang terpilih akan mengerjakan soal tes kemampuan pemecahan masalah dan akan diwawancarai oleh peneliti. Validasi data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa peserta didik dengan tipe kepribadian ekstrovert dan kemampuan matematis tinggi mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang sangat baik, peserta didik dengan tipe kepribadian ekstrovert dan kemampuan matematis sedang mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang cukup, peserta didik dengan tipe kepribadian ekstrovert dan kemampuan matematis rendah mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang sangat kurang, peserta didik dengan tipe kepribadian introvert dan kemampuan matematis tinggi mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang sangat baik, peserta didik dengan tipe kepribadian introvert dan kemampuan matematis sedang mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang cukup, peserta didik dengan tipe kepribadian introvert dan kemampuan matematis rendah  mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang sangat kurang.Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Soal Open Ended, Tipe Kepribadian, Kemampuan Matematis.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF REFLEKTIF DAN IMPULSIF PADA MATERI KUBUS KELAS VIII Zakiah Koima Bilkist; Anies Fuady; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 30 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.36 KB)

Abstract

 Abstrak : NCTM (2000) menyebutkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki peserta didik, karena kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan tujuan dari pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara peserta didik dalam menyelesaikan soal berbentuk pemecahan masalah matematis dan tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif pada materi kubus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian yang digunakan sebanyak enam peserta didik kelas VIII C MTs Mambaul Ulum yang dipilih dengan cara purposive sampling. Instrumen yang digunakan antara lain angket MFFT (Matching Familiar Figures Test), soal tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (KPMM), dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa 1) cara peserta didik dalam menyelesaikan soal berbentuk pemecahan masalah matematis yaitu: a) peserta didik reflektif menempuh empat tahap pemecahan masalah matematis yakni memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan perencanaan, dan memeriksa kembali proses dan hasil; b) peserta didik impulsif menempuh tiga tahap pemecahan masalah matematis yakni memahami masalah, merencanakan penyelesaian, dan melaksanakan perencanaan. Peserta didik impulsif tidak menempuh tahap memeriksa kembali proses dan hasil; dan 2) tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik reflektif berada pada kategori sedang dengan rata-rata nilai 73,67, sedangkan peserta didik impulsif berada pada kategori rendah dengan rata-rata nilai 46. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Gaya Kognitif Reflektif dan Impulsif, Kubus
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN E-LEARNING BERBANTUAN APLIKASI SEVIMA EDLINK Asih Rosanti; Alifiani Alifiani; Isbadar Nursit
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 33 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.148 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan dan manakah yang lebih baik antara kemampuan berpikir kritis matematis kelas eksperimen dan kelas kontrol, untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis kelas eksperimen dan kelas kontrol serta keterkaitan antara hasil data analisis kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi (mix methods) dengan desain sequential explanatory yaitu menganalisis hasil data kuantitatif pada tahap pertama dan menganalisis hasil data kualitatif pada tahap kedua. Jenis penelitian yaitu quasi experimental design yang menggunakan teknik pengambilan sampel dengan Convenience Sampling. Populasi dalam penelitian adalah seluruh kelas VIII di MTsN 1 Buleleng, sampel pada penelitian ini adalah kelas VIIID dan VIIIF. Instrumen yang digunakan pada penelitian kuantitatif berupa  pretest dan posttest, sedangkan pada penelitian kualitatif berupa observasi, catatan lapangan dan wawamcara. Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif diperoleh nilai Sig = 0,024 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Untuk uji satu pihak kemampuan berpikir kritis matematis diperoleh thitung > ttabel atau 2,333 > 2,012 dengan df = 46 yang artinya kemampuan berpikir kritis matematis kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Sedangkan analisis data kualitatif menunjukkan bahwa subjek penelitian kelas eksperimen lebih menguasai indikator-indikator kemampuan berpikir kritis matematis, sehingga keterkaitan hasil analisis kuantitatif dan kualitatif dapat mendukung, melengkapi, dan memperkuat hasil analisis data kuantitatif.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau Dari Motivasi Belajar dan Self Confidence Peserta Didik Kelas VIII SMP Raden Fatah Batu Intan Karima; Mustangin Mustangin; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 11 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.289 KB)

Abstract

 Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik ditinjau dari motivasi belajar dan self confidence . Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMP Raden Fatah Batu. Subjek penelitian terdiri dari empat peserta didik yang dipilih sesuai tingkat motivasi belajar dan self confidence . Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) subjek dengan kategori motivasi belajar tinggi dan self confidence  tinggi mampu memenuhi semua indikator kemampuan pemecahan masalah matematis, sehingga subjek kategori motivasi belajar tinggi dan self confidence  tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis sangat baik, 2) subjek dengan kategori motivasi belajar tinggi dan self confidence  rendah hanya mampu memenuhi indikator ke empat, yaitu menyusun dan menerapkan strategi untuk memecahkan masalah, sehingga subjek dengan kategori motivasi belajar tinggi dan self confidence  rendah kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimiliki kurang baik, 3) subjek dengan kategori motivasi belajar rendah dan self confidence  tinggi mampu memenuhi beberapa indikator, yaitu menentukan unsur yang diketahui dan ditanyakan, membuat model matematika, serta menuyusun dan menerapkan strategi untuk menyelesaikan masalah, sehingga subjek dengan kategori motivasi belajar rendah dan self confidence  tinggi kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimiliki baik, 4) subjek dengan kategori motivasi belajar rendah dan self confidence  rendah hanya memenuhi satu indikator, yaitu memeriksa kembali jawaban yang diperoleh, sehingga subjek dengan kategori motivasi belajar rendah dan self confidence  rendah kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimiliki kurang baik.Kata kunci: pemecahan masalah matematis, motivasi belajar, self confidence
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN ARTICULATE STORYLINE BERBANTUAN VIDEO SMOOTHDRAW PADA MATERI GARIS DAN SUDUT KELAS VII Fedrik Andhika Firmansyah; Isbadar Nursit; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 32 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.277 KB)

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran interaktif menggunakan Articulate Storyline berbantuan video SmoothDraw pada materi garis dan sudut kelass VII. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi 5 tahap yaitu analysis (analisis), design (perancangan), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Subjek dalam penelitian pengembangan ini meliputi ahli media, ahli desain dan media pembelajaran, 3 praktisi, dan 10 pengguna (user) dari MTs Negeri 4 Malang. Analisis data dalam penelitian pengembangan ini adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari skor angket validasi produk dan data kualitatif diperoleh dari komentar dan saran pada angket validasi produk. Berdasarkan hasil penelitian, pada analisis kebutuhan terhadap 5 guru dan 73 peserta didik, secara berturut-turut diperoleh persentase sebesar 85% dan 83,1%, sehingga diperoleh kesimpulan guru dan peserta didik membutuhkan media pembelajaran interaktif yang dikembangkan. Berdasarkan hasil analisis data validasi ahli dan praktisi diperoleh rata-rata per validator ahli media adalah 3,83; rata-rata per validator ahli desain dan media pembelajaran adalah 3,75; dan rata-rata per validator praktisi adalah 3,65. Sehingga, diperoleh rata-rata dari semua validator ahli dan praktisi adalah 3,74. Sehingga, dapat disimpulkan jika produk dinyatakan valid dan tidak memerlukan revisi. Pada validasi uji coba pengguna (user) yang melibatkan 10 peserta didik kelas VII, diperoleh rata-rata keseluruhan sebesar 3,55. Sehingga, dapat disimpulkan jika produk dinyatakan valid dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran interaktif, articulate storyline, video smoothdraw, garis dan sudut AbstractThe purpose of this research is to produce interactive learning media using Articulate Storyline assisted by SmoothDraw video on line and angle material for class VII. This research is a development research that uses the ADDIE development model which includes 5 stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects in this development research include media experts, design and learning media experts, 3 practitioners, and 10 users from MTs Negeri 4 Malang. Data analysis in this development research is quantitative and qualitative data analysis. Quantitative data obtained from the product validation questionnaire scores and qualitative data obtained from comments and suggestions on the product validation questionnaire. Based on the results of the study, in the needs analysis of 5 teachers and 73 students, the percentages of 85% and 83.1% respectively were obtained, so that it was concluded that teachers and students needed interactive learning media to be developed. Based on the results of expert and practitioner validation data analysis, the average validator per media expert was 3.83; the average per validator of design experts and learning media is 3.75; and the average per practitioner validator is 3.65. Thus, the average of all expert and practitioner validators is 3.74. So, it can be concluded if the product is declared valid and does not require revision. In the validation of the user trial involving 10 students of class VII, the overall average was 3.55. So, it can be concluded if the product is declared valid and can be used in the learning process. Keyword: development, interactive learning media, articulate storyline, video smoothdraw, lines and angels
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING (DLPS) BERBASIS GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS VII SMPN 18 MALANG Bhara Ilana; Alifiani Alifiani; Ahmad Sufyan Zauri
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 7 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.695 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik, dan untuk mengetahui manakah yang lebih baik antara kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang menggunakan model pembelajaran DLPS berbasis GI dengan peserta didik yang menggunakan model pembelajaran ekspositori. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel dipilih melalui teknik cluster random sampling, kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VII E sebagai kelas kontrol dengan masing-masing kelas berjumlah 30 peserta didik. Data dari penelitian ini diperoleh dari hasil pretest dan post-test. Analisis data yang digunakan adalah analisis uji t dengan menggunakan Software SPSS version 25. Berdasarkan analisis data post-test diperoleh nilai Sig.(2-tailed)maka ditolak atau diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang yang menggunakan model pembelajaran DLPS berbasis GI dengan peserta didik yang menggunakan model pembelajaran ekspositori. Selanjutnya dilihat dari nilai sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang menggunakan model pembelajaran DLPS berbasis GI lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang menggunakan model pembelajaran ekspositori. Kata Kunci: kemampuan pemecahan masalah matematis, model pembelajaran double loop problem solving berbasis group investigation 
PENGEMBANGAN VIDEO GAME EDUKATIF SILASNUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL KELAS VII PADA MATERI ALJABAR Wisam Jaya Pratama; Alifiani Alifiani; Gusti Firda Khairunnisa
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 18 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.148 KB)

Abstract

Abstrak: Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk Video game edukatif Silasnum sebagai media pembelajaran digital , hasil pengembangan dan hasil uji coba dari media pembelajaran digital Silasnum. Diharapkan, dapat menjadi alternatif media pembelajaran matematika yang baru. Pengembangan ini mengacu pada model pengembangan 4-D dengan tahapan 1) define (pendefinisian), 2) design (perancangan), 3) develop (pengembangan), dan 4) disseminate (penyebaran). Berdasarkan hasil validasi produk, penilaian produk oleh validator ahli materi memenuhi kriteria valid dengan nilai 4, penilaian produk oleh validator ahli media memenuhi kriteria valid dengan nilai 3,16, penilaian produk oleh validator praktisi memenuhi kriteria praktis dengan nilai 3,088, dan penilaian produk oleh user/pengguna memenuhi kriiteria valid dengan nilai 3,24. Dapat disimpulkan bahwa produk hasil pengembangan media pembelajaran Silasnum adalah valid dan praktis sehingga bisa digunakan dalam proses pembelajaran.Kata kunci: pengembangan, media pembelajaran digital, Video game, Silasnum, aljabar
KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN ELPSA BERBANTUAN MEDIA VISUAL PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINIER SATU VARIABEL SISWA KELAS VII SMP ISLAM GANDUSARI Wanda Editya Wahidurrijal; Sunismi Sunismi; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 12 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.607 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan, mana yang lebih baik serta mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematika antara peserta didik dengan penerapan model ELPSA menggunakan media visual dan peserta didik dengan penerapan model pembelajaran konvensional pada materi PLSV/PtLSV kelas VII SMP Islam Gandusari. Metode Penelitian yang digunakan adalah mixed method desain sequential explanatory. Sampel penelitian kuantitatif adalah peserta didik kelas VII A (kelas eksperimen) dan kelas VII E (kelas kontrol). Sedangkan subjek penelitian kualitatif sebanyak tiga peserta didik pada tiap kelompok eksperimen dan kontrol dengan kriteria kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematika kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data diperoleh melalui tes dan deskriptif-kualitatif. Hasil analisis data kuantitatif menggunakan uji-t dua pihak masing-masing kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematika berturut-turut diperoleh nilai Sig (2-tailed) = 0,000 < 0,05 dan 0,002 < 0,05 dan melalui uji-t satu pihak berturut-turut diperoleh nilai  dan  sehingga H0ditolak yang artinya terdapat perbedaan kemampuan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, ditunjukkan pula bahwa kemampuan kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Sedangkan hasil analisis data kualitatif menunjukkan deskripsi kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematika kelas eksperimen lebih baik dibanding kelas kontrol dilihat dari pencapaian indikator masing-masing kategori peserta didik.Kata Kunci: pembelajaran matematika, model ELPSA, media visual, kemampuan berpikir kreatif matematika, kemampuan komunikasi matematika,
KEGAGALAN METAKOGNITIF PESERTA DIDIK KELAS VII SMPN 1 MOYO UTARA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ARITMATIKA SOSIAL Indra Zulfayanto; Surya Sari Faradiba; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 12 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.551 KB)

Abstract

Abstrak : Metakognitif adalah kemampuan berpikir peserta didik dalam melakukan proses berpikir. Terdapat tiga aspek dalam metakognitif yaitu planning, monitoring dan evaluation. Aktivitas-aktivitas ini disebut sebagai strategi metakognitif yang dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi. Penggunaan strategi metakognitif ini merupakan metacognitive regulation dalam kemampuan metakognitif. Fokus penelitian ini adalah yaitu bagaimana kegagalan metakognitif peserta didik kelas VII SMPN 1 Moyo Utara dalam menyelesaikan masalah aritmatika sosial. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah dua peserta didik kelas VII SMPN 1 Moyo Utara. Masalah matematika yang dijadikan kajian adalah masalah aritmatika social, yang menjadikan masalah tersebut menjadi masalah atau soal yang terbuka dan non-routine yang tidak mudah untuk diselesaikan. Analisis data dilakukan berdasarkan lembar hasil tes subjek. Setiap langkah diidentifikasi ada atau tidaknya indikator proses kemampuan metakognitif. Temuan dan pembahasan subjek dengan cuplikan wawancara dan lembar observasi  peserta didik. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa terjadinya kegagalan metakognitif pada kedua subjek yang mengarah pada jenis kegagalan metakognitif metacognitive blindness. Hal ini dapat dilihat temuan redflag pada subjek dalam aspek strategi metakognitif yang mengabaikan adanya redflag dalam tahap proses metakognitif. Sehingga menyebabkan kedua subjek mengalami kegagalan metacognitive blindness.Kata kunci: aritmatika sosial, kegagalan metakognitif, masalah matematika.