Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SCRAMBLE DENGAN MEDIA QUESTION CARD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI STATISTIKA KELAS VIII-A SMP WAHID HASYIM MALANG Ayunda Fitrianti; Zainal Abidin; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 6 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.244 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Scramble dengan media Question Card dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi statistika kelas VIII-A SMP Wahid Hasyim Malang. Pendekatan ini merupakan penelitian tindakan kelas yag dilakukan minimal 2 siklus dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian partisipan. Langkah-langkah pembelajaran diawali dengan peneliti melakukan apersepsi serta menyampaikan mekanisme pembelajaran, selanjutnya menyajikan materi, pembagian kelompok, membagikan kartu soal (question card) dan kartu jawaban, siswa mengerjakan permasalahan pada kartu soal (question card), mencari kartu jawaban yang cocok, menyimpulkan materi yang telah dipelajari serta memberikan apresiasi. Subyek penelitian tindakan kelas adalah kelas VIII-A SMP Wahid Hasyim Malang Tahun Ajaran 2018/2019 dengan jumlah 33 siswa. Peningkatan hasil analisis data setiap akhir siklus dapat dilihat dari: (1) persentase hasil tes akhir siklus I sebesar 66,67% meningkat menjadi 81,82% pada siklus II dengan peningkatan sebesar 15,15%; (2) persentase hasil observasi guru sebesar 79,04% pada siklus I meningkat menjadi 94,28% pada siklus II dengan peningkatan 15,24%; (3) persentase hasil observasi siswa sebesar 75,235% pada siklus I meningkat menjadi 88,565% pada siklus II dengan peningkatan sebesar 13,33%; (4) pada hasil wawancara siklus I menyatakan bahwa sebagian besar siswa kurang senang dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Scramble dengan media Question Card namun mengalami peningkatan pada siklus II menjadi hampir semua siswa senang dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Scramble dengan media Question Card (siswa senang 50%). Kata Kunci: kemampuan pemecahan masalah, model kooperratif tipe Scramble, media Question Card
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIS PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SFCT DENGAN TSTS PADA MATERI KUBUS & BALOK KELAS VIII MTs NEGERI 10 JEMBER Izza Mar'atul Afkarina; Sunismi Sunismi; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 9 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.008 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta mendeskrisikan apakah ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis antara peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran SFCT dengan TSTS dan model pembelajaran konvensional pada materi kubus & balok kelas VIII MTs Negeri 10 Jember. Mendeskripsikan keterkaitan hasil kuantitatif dan kualitatif. Métode penelitian yang digunakan adalah mixed method dengan desain sequential explanatory. Penelitian kuantitatif ini menggunakan jenis penelitian true eksperimen dengan desain pretest-posttes control grup desain. Pengambilan sampel dalam penelitian kuantitatif menggunakan teknik cluster random sampling, pengumpulan data menggunakan tes dan análisis data yang digunakan adalah uji t menggunakan SPSS 23. Sedangkan jenis penelitian kualitatif yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian kualitatif adalah guru matematika serta peserta didik kelas VIII A dan VIII B yang masing-masing terdiri dari 3 peserta didik. Data kualitatif diperoleh dari wawancara, observasi dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif dan data kualitatif menunjukkan bahwa, hasil uji t dua pihak kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis dengan SPSS diperoleh Sig = 0,024 < 0,05 dan Sig = 0,044 < 0,05, artinya ditolak, yang berarti terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah  dan komunikasi matematis antara peserta didik yang menggunakan model pembelajaran SFCT dengan TSTS dan model pembelajaran konvensional dan berdasarkan hasil wawancara kelas eksperimen lebih menguasai indikator pemecahan masalah dan komunikasi matematis daripada kelas kontrol. Sehingga penelitian kualititatif mendukung, melengkapi dan memperkuat hasil kuantitatif Kata Kunci : Kemampuan Pemecahan Masalah, Kemampuan Komunikasi Matematis, Search, Find, and Construct Together (SFCT), Two Stay Two Stray (TSTS). 
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Web pada Materi Fungsi Komposisi dan Fungsi Invers Siswa SMA Kelas XI Ahmad Santoso; Sunismi Sunismi; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 19 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.059 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses pengembangan, (2) mendeskripsikan hasil pengembangan, dan  (3) mendeskripsikan hasil uji coba dari pengembangan multimedia interaktif berbasis web pada materi fungsi komposisi dan fungsi invers siswa SMA kelas XI. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model Four-D (4-D) sebagai dasar pengembangan yang terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) define, (2) design, (3) develop, dan (4) disseminate. Subjek dalam penelitian dan pengembangan ini meliputi validasi satu ahli materi, satu ahli desain dan media, dua validator praktisi, dan 10 peserta didik kelas XI SMAN 1 Singosari sebagai pengguna (user). Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan data kuantitatif untuk penilaian skor angket validasi produk dan data kualitatif diperoleh dari data komentar dan saran pada angket validasi produk. Hasil dari penelitian dan pengembangan ini berupa multimedia interaktif berbasis web pada materi fungsi komposisi dan fungsi invers siswa SMA kelas XI yang divalidasi oleh validator ahli dan praktisi dengan tujuan untuk mengetahui kevalidan produk yang dihasilkan. Menurut ahli materi, ahli desain dan media, dan praktisi, dan pengguna (user), produk multimedia interaktif berbasis web mendapat nilai rata-rata 3,3. Sehingga dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif berbasis web pada materi fungsi komposisi dan fungsi invers siswa SMA kelas XI dinyatakan valid dan dapat digunakan. Kata Kunci:  Pengembangan, multimedia interaktif, web, model Four-D. AbstractThe purposes of this study are: (1) to describe the process of development, (2) to describe the result of the development, and (3) to describe the test result of developing interactive multimedia based web in composition function and invers function of Senior High School Students class XI. This study is used Research and Development design by applying the Four-D model as development foundation which consists of four stages: (1) define, (2) design, (3) develop, and (4) disseminate. The subject in this research and development included the validation of a material expert, a design and media expert, two practitioner validators, and 10 students of class XI of SMAN 1 Singosari as the user. While the data analysis techniques used quantitative data as the assessment of the scores of product validation and qualitative data are obtained from the comment and suggestions on the product validation questionnaire. The result of this research and development is the interactive multimedia based web in the composition function and invers functions of Senior High School students class XI which is validated by the expert validator and practitioner with the aim of knowing the validity of the product. According to the material expert, design and media experts, and practitioner, and user (user), the interactive multimedia based web  product got an average 3,3. Therefore, it can be concluded that interactive multimedia based web in composition function and invers function is valid and usable.                                                                                                  Keywords: Development, interactive multimedia, web, Four-D model.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Literasi Digital dan Kompetensi Abad XXI pada Materi Barisan Kelas XI Lutfiyah Nurul Wakhidah; Sunismi Sunismi; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 33 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.679 KB)

Abstract

The purpose of this study is to produce a product of teaching materials that are based on digital literacy and 21stcentury competence on sequence material of 11th grade. This research  includes the type of research and development using the Four-D model as the basis of development that consisting of four stages, namely: (1) define, (2) design, (3) develop and disseminate. The subjects in this research and development included of one material expert, one design and learning media expert, two practiotioner validators, and 10 students of 11th grade SMAN 10 Malang as users. The types of data obtained are the scores valuation of product validation questionnaire as the quantitative data and the qualitative data from comments and suggestions on validation product questionnaire. The result f this research and development are teaching materials that are based on digital literacy and 21stcentury competence on sequence material of 11th grade which has validated by expert validators and practitioners with the purpose is to knowing the validity of the product. According to material expert, design and learning media expert, and pratitioners, teaching materials product got an average value of 4,3. Meanwhile, the result of product trials conducted on 10 students of 11th grade SMAN 10 Malang, teaching materials product got an average value 4,41. Therefore, it can be concluded that teaching materials that are based on digital literacy and 21stcentury competence on sequence material of 11th grade is valid and useable in leraning
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIAKAN SOAL HOTS PADA MATERI SPLDV KELAS VIII SMP NEGERI 1 WAJAK BERDASARKAN MOTIVASI BERPRESTASI Mohammad Fajar Musafak; Sunismi Sunismi; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.976 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mendiskripsikan cara-cara yang dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan soal HOTS berdasarkan motivasi berprestasi pada materi SPLDV kelas VIII SMP Negeri 1 Wajak, 2) Untuk mendiskripsikan tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menyelesaikan soal HOTS berdasarkan motivasi berprestasi pada materi SPLDV kelas VIII SMP Negeri 1 Wajak. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif. Pemilihan subjek dilakukan dengan cara purposive. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 peserta didik SMP Negeri 1 Wajak kelas VIII C dengan jawaban yang unik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, tes, dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa pada rumusan masalah pertama yaitu: a) Peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis tinggi mampu memenuhi seluruh indikator. b); Peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis sedang mampu memenuhi tiga indikator. c); Peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis rendah mampu memenuhi dua indikator. Selanjutnya rumusan masalah yang kedua adalah a) peserta didik dengan tingkat kemampuan berpikir kritis kategori tinggi memiliki rata-rata nilai 81 dan motivasi berprestasi tinggi memiliki rata-rata nilai 115,272. Dalam hal ini bahwa pada kemampuan berpikir kritis kategori tinggi memiliki motivasi berprestasi tinggi.; b) Peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis sedang memiliki memiliki rata-rata nilai 73,91 dan motivasi berprestasi sedang memiliki rata-rata nilai 95,520. Dalam hal ini bahwa pada kemampuan berpikir kritis kategori sedang memiliki motivasi berprestasi sedang.; c) Peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis rendah memiliki rata-rata nilai 51,25 dan motivasi berprestasi rendah memiliki rata-rata nilai 71,224. Dalam hal ini bahwa pada kemampuan berpikir kritis kategori rendah memiliki motivasi berprestasi rendah.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DENGAN GAME EDUKASI BERMUATAN LITERASI DAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MATERI SPLDV UNTUK SISWA SMP KELAS VIII Irana Dewi Syarifah; Sunismi Sunismi; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 9 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.494 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses pengembangan, (2) mendeskripsikan hasil pengembangan, dan  (3) mendeskripsikan hasil uji coba dari pengembangan bahan ajar interaktif dengan game edukasi bermuatan literasi dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) materi SPLDV untuk siswa SMP kelas VIII. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model Four-D (4-D) sebagai dasar pengembangan yang terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) define, (2) design, (3) develop, dan (4) disseminate. Subjek dalam penelitian dan pengembangan ini meliputi validasi satu ahli materi, satu ahli desain dan media, dua validator praktisi, dan 10 peserta didik kelas VIII SMPN 1 Karangploso sebagai pengguna (user). Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan data kuantitatif untuk penilaian skor angket validasi produk dan data kualitatif diperoleh dari data komentar dan saran pada angket validasi produk. Hasil dari penelitian dan pengembangan ini berupa bahan ajar interaktif dengan game edukasi bermuatan literasi dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) materi SPLDV untuk siswa SMP kelas VIII yang divalidasi oleh validator ahli dan praktisi dengan tujuan untuk mengetahui kevalidan produk yang dihasilkan. Menurut ahli materi, ahli desain dan media, dan praktisi, dan pengguna (user), produk bahan ajar interaktif mendapat rata-rata nilai 4,5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar interaktif dengan game edukasi bermuatan literasi dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) materi SPLDV untuk siswa SMP kelas VIII dinyatakan valid dan dapat digunakan. Kata Kunci:  Pengembangan, bahan ajar interaktif, game edukasi, literasi, penguatan pendidikan matematika. The purpose of this study is: (1) to describe the process of developing, (2) to describe the result of the development, and (3) to describe the result of the trial from the development of interactive teaching materials with educational games containing literacy and strengthening character education  for SPLDV material for class VIII junior high school. This research includes the type of research and development using a foer-D models as a basis for development consisting of four stages, namely: (1) define, (2) design, (3) develop, and (4) disseminate. The subjects in this research and development included the validation of one material expert, one design and media expert, two practitioner validators, and 10 8th grade students in SMPN 1 Karangploso as users. While of data analysis techniques using quantitative data for the assessment of product validation questionnaire skors and qualitative data obtained from comment data and suggestions on product validation questionnaires. The results of this research and development are in this form is interactive teaching materials with educational games containing literacy and strengthening character education  for SPLDV material for class VIII junior high school are validated by expert validators and practitioners in order to determine the validity of the products produced. According to material expert, design and media expert, practitioner expert interactive teaching materials products got an average value of 4,3. While the result of the user assessment conducted by 10 students of class VIII of SMPN 1 Karangploso, interactive teaching materials products get an average score of 4,6. Based on these test, interactive teaching materials with educational games containing literacy and strengthening character education  for SPLDV material for class VIII junior high school are declared valid and usable. Keywords: Development, interactive teaching materials, educational games, literacy, strengthening character education.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MASA PEMBELAJARAN DARING Erik Agus Prastiyo; Alifiani Alifiani; Siti Nurul Hasana
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 30 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.52 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematis yang dimiliki peserta didik ditinjau dari kemandirian belajar yang dilakukan pada masa pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di MTs. Sunan Kalijogo Ngadri. Sumber data penelitian terdiri dari 3 peserta didik dipilih sesuai purposive sampling. Prosedur pengumpulan data yaitu menggunakan angket, tes dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh subjek dengan tiga kondisi yang berbeda. Subjek yang pertama, disebut dengan S1, dengan kriteria kemandirian belajar tinggi pada masa pembelajaran daring, memenuhi semua indikator kemampuan pemahaman konsep matematis. Dengan kata lain, subjek yang memiliki kemandirian belajar tingkat tinggi pada masa pembelajaran daring juga memiliki kemampuan pemahaman konsep tingkat tinggi. Selanjutnya, untuk S2, dengan kriteria kemandirian belajar sedang pada masa pembelajaran daring, hanya memenuhi empat indikator, yaitu indikator menyatakan ulang sebuah konsep, indikator mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya, indikator memberi contoh dan non contoh dari konsep dan indikator menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu. Dengan kata lain, subjek yang memiliki kemandirian belajar tingkat sedang pada masa pembelajaran daring, juga memiliki kemampuan pemahaman konsep tingkat sedang. Yang terakhir, untuk subjek ketiga atau disebut S3, dengan kriteria kemandirian belajar tingkat rendah pada masa pembelajaran daring, hanya mampu memenuhi tiga indikator, yaitu indikator menyatakan ulang sebuah konsep, indikator mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya dan indikator memberi contoh dan non contoh dari konsep. Dengan kata lain, subjek yang memiliki kemandirian belajar tingkat rendah pada masa pembelajaran daring, juga memiliki kemampuan pemahaman konsep tingkat rendah.Kata kunci: kemampuan pemahaman konsep matematis, kemandirian belajar, pembelajaran daring
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR Evita Putri El Yasa; Alifiani Alifiani; Sikky El Walida
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 12 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.253 KB)

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita matematika ditinjau dari motivasi belajar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMP Zainul Hasan 1 Genggong. Subjek penelitian terdiri dari empat peserta didik yang dipilih sesuai tingkat motivasi belajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes, dan wawancara. Hasil wawancara menunjukkan bahwa: 1) subjek dengan kategori motivasi belajar tinggi mampu memenuhi semua indikator kemampuan berpikir kritis, sehingga subjek kategori motivasi belajar tinggi juga memiliki kemampuan berpikir kritis yang tinggi, 2) subjek dengan kategori motivasi belajar sedang hanya mampu memenuhi empat indikator, yaitu: fokus (focus), alasan (reason), situasi (situation), dan tinjau ulang (overview), sehingga subjek dengan kategori motivasi belajar sedang memiliki kemampuan berpikir kritis sedang, 3) subjek dengan kategori motivasi belajar rendah hanya mampu memenuhi tiga indikator, yaitu: fokus (focus), situasi (situation), dan tinjau ulang (overview), sehingga subjek dengan kategori motivasi belajar rendah memiliki kemampuan berpikir kritis yang rendah juga.Kata kunci: kemampuan berpikir kritis, soal cerita matematika, motivasi belajar, sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV)
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS VII SMP ISLAMIYAH TAMBAK BAWEAN PADA MATERI ARITMETIKA SOSIAL Ummi Maghfirah; Alifiani Alifiani; Isbadar Nursit
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 19 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.249 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematika ditinjau dari disposisi matematis peserta didik kelas VII SMP Islamiyah Tambak Bawean. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas VII-B di SMP Islamiyah Tambak Bawean tahun ajaran 2020/2021 dengan jumlah peserta didik 32 orang.Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu tes, angket, dan wawancara. Instrumen yang digunakan yaitu soal tes, angket, dan pedoman wawancara. Angket disposisi matematis diberikan kepada 32 peserta didik. Dari 32 peserta didik dipilih 6 peserta didik untuk tes kemampuan penalaran dan wawancara yang memiliki pola jawaban unik/ khas.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Subjek AM dan subjek IA berkemampuan tinggi dapat memenuhi semua indikator kemampuan penalaran matematis yaitu mengajukan dugaan, manipulasi matematika, menarik kesimpulan, menyusun bukti; (2) Subjek SR dan subjek NA berkemampuan sedang tidak memenuhi indikator kemampuan penalaran matematis secara maksimal, hanya memenuhi 3 indikator, dimana subjek SR memenuhi indikator mengajukan dugaan, manipulasi matematika, dan menyusun bukti. Subjek NA memenuhi indikator mengajukan dugaan, manipulasi matematika, dan menarik kesimpulan; (3) Subjek AIP dan subjek NA berkemampuan rendah hanya fokus pada satu indikator, dimana subjek AIP hanya memenuhi indikator menarik kesimpulan, dan subjek NA hanya memenuhi indikator menyusun bukti.Kata- kata Kunci: Kemampuan Penalaran Matematika, Disposisi Matematis,Aritmetika Sosial.
MODEL PEMBELAJARAN POE2WE BEBANTUAN E-MODULE MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MATERI INTEGRAL TAK TENTU FUNGSI ALJABAR KELAS XI SMA WIDYAGAMA MALANG Yuni Maulana Permatasari; Alifiani Alifiani; Abdul Halim Fathani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 19 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.547 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep peserta didik dalam penggunaan model pembelajaran POE2WE dengan bebantuan e-modul, mendeskripsikan respon peserta didik terhadap penggunaan model pembelajaran POE2WE, mendeskripsikan hasil dari pemahaman konsep matematika peserta didik dari penggunaan model pembelajaran POE2WE dengan bebantuan e-modul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS SMA Widyagama Malang yang berjumlah 23 orang.Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari ini lembar observasi, soal tes, lembar catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep di kelas XI IPS SMA Widyagama Malang masih terbilang rendah. Hal ini dilihat dari nilai ulangan harian peserta didik yang berkaitan dengan pemahaman konsep terbilang cukup rendah dengan rata-rata 60,43 sedangkan KKM pada sekolah tersebut sebesar 75. Peningkatan pemahaman konsep matematika peserta didik materi integral tak tentu fungsi aljabar dengan model POE2WE bebantuan e-modul dapat dilihat dari hasil analisis data kualitatif antara lain kegiatan peserta didik dan keterlaksanaan pembelajaran (kegiatan peneliti), serta dari hasil analisis data kualitatif yaitu hasil tes akhir siklus. Dalam pelaksanaan penelitian ini terpacu pada indikator keberhasilan yaitu keterlaksanaan pembelajaran ≥80% , aktifitas peserta didik saat pembelajaran ≥80%, ketuntasan kemampuan pemahaman konsep ≥75 dan nilai rata-rata kelas ≥75.Kata kunci: Model pembelajaran POE2WE, E-Modul, Pemahaman Konsep