Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERIAN INFORMASI RUANG ICU MENURUNKAN TINGKAT STRES PASIEN Gustomi, Mono Pratiko; Suep, Suep
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i2.103

Abstract

ABSTRAKStres dapat didefinisikan sebagai reaksi tubuh terhadap situasi yang menyebabkanketegangan dan perubahan emosional. Saat ini semakin banyak pasien dengan gangguanfungsi jantung karena gaya hidup atau komplikasi, semakin banyak pasien yangmembutuhkan perawatan intensif. Tempat yang membutuhkan peran optimal profesionalkesehatan khususnya perawat. Pandangan publik ketika dirawat di ruang ICU dalamkondisi kritis dan hampir mati, sehingga psikologi pasien ICU sebelum memasuki ruanganmenjadi sangat sensitif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberianinformasi tentang ICU terhadap tingkat stres pasien.Desain penelitian yang digunakan Pra Eksperimental dengan desain pre-post test.Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien di ruang ICU Rumah Sakit Grha HusadaPetrokimia Gresik. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan purposivesampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalaniperawatan di ruang ICU sebanyak 20 pasien pada bulan Juli 2012. Variabel bebas adalahpemberian informasi tentang ICU dan variabel dependen adalah tingkat stres pasien. Datadikumpulkan menggunakan kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis statistik dengan menggunakan ujistatistik Wilcoxon diperoleh nilai yang signifikan p= 0,001 < 0,05, berarti H1 diterima,sehingga ada pengaruh pemberian informasi tentang ICU dengan tingkat stres pasien.Pasien yang masuk ruang ICU merasa stres. Oleh karena itu sangat penting peranperawat dalam mengurangi tingkat stres melalui pemberian informasi tentang ICU untukpasien dengan cara komunikasi terapeutik.Kata kunci: Pemberian Informasi, ICU, Tingkat stres pasienABSTRACTStress can be defined as the body's reaction to situations that cause stress, tensionand emotional changes. Today, increasing numbers of patients with impaired cardiacfunction due to lifestyle or complications, the more patients who require intensive carewhere it is needed the optimal role of health professionals especially nurses. The publicview when admitted to the ICU room is in critical condition and near death, so thepsychological ICU patients before entering the room to be very sensitive. The purpose ofthis study was to determine the influence of the provision of information about the ICU tostress levels of patients.The study designs was used Pra Experimental with pre-post test design. Thepopulations in this study were all patients in ICU room of Grha Husada Petrokimia GresikHospital. The sampling technique this study was used purposive sampling. The sampleused in this study were patients undergoing treatment in the ICU room as many as 20patients in July 2012. Independent variable was provision of information about ICU anddependen variable was stress level of patients. Datas were collected used questionnaires.The results showed that the statistical analysis using the Wilcoxon statistical testfound significant value p= 0.001, which is less than 0.05, it means that H1 is accepted, sothere were the influence of provision of information about ICU to the stress level ofpatients.Patients who enter the ICU room feel stress. It is, therefore very important thenurse's role in reducing stress levels through the provision of information about ICU topatients with therapeutic communication.Keywords: Provision of information, ICU, Stress levels patient
PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN PADA PASIEN TERDIAGNOSIS GAGAL GINJAL KRONIK (Knowledge with Anxiety in Patients with Chronic Renal Failure) Gustomi, Mono Pratiko; Rohmawati, Dewi Zuni
Journals of Ners Community Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v7i1.119

Abstract

ABSTRAK Penyakit gagal ginjal terminal adalah salah satu bentuk penyakit kronik yang bisa menyebabkan sindrom kecemasan.Pengetahuan yang dimiliki seseorang erat kaitannya dengan kecemasan seseorang yang mengerti tentang penyakitnya dan bisa mengurangi kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pengetahuan dengan kecemasan pada pasien terdiagnosis gagal ginjal kronik            Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan quota sampling dari pasien yang terdiagnosis gagal ginjal kronik di Ruang Cempaka, Gardena, dan Wijaya Kusuma RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik yaitu sebanyak 14 pasien. Variabel independen adalah pengetahuan dan variabel dependen adalah kecemasan pada pasien terdiagnosis gagal ginjal kronik. Selanjutnya data diolah menggunakan uji korelasi spearman dengan signifikasi α<0,05.            Hasil analisa data di dapatkan hasil kemaknaan ρ=0,679 artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kecemasan pada pasien terdiagnosis gagal ginjal kronik di Ruang Cempaka, Gardena dan Wijaya Kusuma RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik.Teori sebelumnya mengatakan bahwa pengetahuan berhubungan dengan kecemasan. Namun dalam penelitian ini tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kecemasan pada pasien terdiagnosis gagal ginjal kronik, dikarenakan ada faktor lain yang mempengaruhi responden terdiagnosis gagal ginjal kronik yang diduga dari keluarga, lingkungan dan sarana prasarana. Kata kunci: Pengetahuan, kecemasan, pasien gagal ginjal kronik ABSTRACT Terminal kidney disease can cause anxiety syndrome. A knowledge closely related to someone who understands the anxiety about the disease and can reduce anxiety. This study aims to analyze the relationship of knowledge with anxiety in diagnosed patients with chronic renal failure.This study used cross sectional study design. Sample was taken by quota sampling technique of newly diagnosed patients with chronic renal failure in Cempaka Room, Gardena, and Wijaya Kusuma Ibnu Sina Hospital Gresik that was 14 patients. Independent variable was knowledge and dependent variable wass the anxiety of patientwith newly diagnosed chronic renal failure. Furthermore, the data was analyzed using spearman correlation test with significance α<0.05. Theresults shown that p=0.679 which means there was no significant relationship between knowledge and anxiety in patients with diagnosed chronic renal failure in Cempaka Room, Gardena and Wijaya Kusuma Hospital Ibnu Sina Gresik.Previous theory said that the knowledge associated with anxiety. However, in this study there was no correlation between knowledge with anxiety in new diagnosed patients with chronic renal failure, but there were other factors might influence the respondents that was family, environment and infrastructure. Keywords: Knowledge, anxiety, chronic renal failure patients
PEMBERIAN REBUSAN DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn) MENURUNKAN NYERI PADA PENDERITA GOUT ARTHRITIS (Giving A Decoction Of Soursop Leaf (Annona Muricata Linn) Decreases Pain Level In Patients Gout arthritis) Gustomi, Mono Pratiko; Wahyuningsih, Fenny
Journals of Ners Community Vol 7 No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v7i2.267

Abstract

ABSTRAK Gout arthritis merupakan penyakit yang ditandai dengan nyeri akibat endapan kristal monosodium urat yang tertumpuk di dalam sendi sebagai akibat tingginya kadar asam urat dalam darah. Mengkonsumsi rebusan daun sirsak (Annona muricata Linn) adalah salah satu jenis terapi nonfarmakologis yang berfungsi sebagai analgetik yang mampu mengurangi nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian rebusan daun sirsak terhadap penurunan nyeri pada penderita gout arthritis.Penelitian ini menggunakan metode Pra Eksperimental dengan rancangan One-Group Pra-Post test design. Sampel dipilih menggunakan metode Purposive Sampling. Sampel didapatkan sebanyak 18 orang. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemberian rebusan daun sirsak, sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah penurunan nyeri pada penderita gout arthritis. Data dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test dengan nilai standar <0.05.Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan (2-tailed) = 0.000 yang berarti rebusan daun sirsak bisa menurunkan nyeri pada penderita gout arthritis.  Kata kunci : Daun kersen, Glukosa darah, Diabetes Mellitus tipe 2 ABSTRACT Gout arthritis is the disease is characterized by the pain as result to the deposition of monosodium urate crystals that accumulate in the joint as result of the high levels of uric acid in the blood. The pain is condition in the form of feeling of not pleasing, it is very subjective because the feeling pain different in every person in terms of the scale or that  level. Consuming decoction soursop leaf (Annona muricata Linn) is the one of the non pharmacology therapy which serves as analgetik that can reduce pain. The purpose of this research was to analyze the influence of giving a decoction of soursop leaves to a decrease of pain in patients gout arthritis.This research method used pra experimental with the draft One-Group Pra-Post test Design. Sample is selected using the purposive sampling method. Sample obtained as many  18 peoples. The independent variable in this research is giving a decoction of soursop leaves. while the dependent variable in this research is decrease of pain in gout arthritis patients. Data collected before and after intervention. Analyze of the data used test statistics Wilcoxon Signed Ranks Test with the value of the standard < 0.05.The results of research showed value significant ( 2-tailed ) = 0.000 which means a decoction of soursop leaves can decrease of pain in patients with gout arthritis. Keywords: Decoction Of Soursop Leaves, Gout  Arthritis Pain.DOI : 10.5281/zenodo.1405462
Efektifitas Pemberian Cairan Kristaloid dan Koloid pada pasien SC dengan Regional Anestesi terhadap Mean Arterial Pressure Gustomi, Mono Pratiko; Qomariyah, Qomariyah
Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v9i1.657

Abstract

Hipotensi atau penurunan Mean Arterial Pressure (MAP) pada wanita hamil adalah masalah anestesi pasca-regional yang paling umum dalam sectio caarea. Untuk mengurangi kejadian hipotensi dapat diberikan cairan intravena seperti kristaloid atau koloid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efek penggunaan cairan kristaloid dan koloidal pada Mean Arterial Pressure (MAP) pada pasien sectio caesarea dengan anestesi regional.Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimen (pretest - post test group design). Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah pemberian cairan kristaloid dan koloida, sedangkan variabel terikatnya adalah Mean Arterial Pressure (MAP). Sampel penelitian ini sebanyak 20 orang dengan menggunakan puprosive sampling. Analisis data menggunaka paired t-test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada efek yang signifikan antara pemberian cairan kristaloid dan koloid pada pasien sectio caesarea dengan anestesi regional. Dalam uji statistik, nilai Mean Arterial Pressure (MAP) cairan kristaloid menurun 8,7 mmHg (t hitung = 5,894, α = 0,002) sedangkan Mean Arterial Pressure (MAP) dalam cairan koloid menurun 4,4 mmHg t hitung = 6,410, α count = 0,000). Ini berarti cairan koloid lebih efektif dalam mempertahankan Mean Arterial Pressure (MAP) pada pasien sectio caesarea dengan anestesi regional.Pemberian cairan koloid lebih efektif daripada kristaloid karena dapat mengisi ruang intravaskular yang lebih panjang, berat molekul yang lebih besar, sehingga akan memberikan efek pada ekspansi volume intravaskular yang lebih besar.Kata kunci: tekanan darah, anestesi regional, sectio caesar, kristaloid, koloid.Hypotension or decreased Mean Arterial Pressure (MAP) in pregnant women is the most common post-regional anesthetic problem in sectio cesarea. To reduce the incidence of hypotension can be given intravenous fluids such as crystalloids or colloids. The aim of this study was to compare the effect of crystalloid and colloidal fluid utilization on Mean Arterial Pressure (MAP) in patients sectio cesarea with regional anesthesia. This research used pra-experimental (pretest - post test group design) method. Data collected by using questioner and observation sheet, in this study the independent variable was the administration of crystalloid and colloidal fluids, while the dependent variable was Mean Arterial Pressure (MAP). Large sample of 20 people by using puprosive sampling. Analysis of data with paired t-test.Results showed that there was a significant effect between the administration of crystalloid and colloidal fluids in patients sectio cesarea with regional anesthesia. In the statistical test, the Mean Arterial Pressure (MAP) value of crystalloid liquid decreased by 8.7 mmHg (t count = 5.894, α = 0.002) while the Mean Arterial Pressure (MAP) in colloid fluid decreased by 4.4 mmHg t arithmetic = 6.410, α count = 0,000). This means that colloid fluid was more effective in maintaining Mean Arterial Pressure (MAP) in patients sectio cesarea with regional anesthesia.Colloid fluid administration is more effective than crystalloid because it can fill the longer intravascular space, larger molecular weight, so it will give effect to the greater expansion of intravascular volume as well.Keywords: blood pressure, regional anesthesia, cesarean sectio, crystalloid, colloids.DOI: 10.5281/zenodo.1404640
BERMAIN GAME EDUKASI ISLAMI DAPAT MENURUNKAN KECEMASAN ANAK USIA 6-12 TAHUN PADA WAKTU SIRKUMSISI Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Gustomi, Mono Pratiko; Wahyuni, Diah Sri; Aziza, Yulanticha Diaz Ahwalia
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.1015

Abstract

Sirkumsisi ialah prosedur yang cenderung menakutkan bagi anak-anak dan sebagian besar masyarakat menganggap tindakan sirkumsisi merupakan tindakan yang biasa saja tanpa memperhatikan aspek psikologi anak, sehingga anak menangis, memberontak dan menolak untuk melanjutkan proses sirkumsisi dan menyebabkan anak menjadi cemas ketika akan di sirkumsisi, beberapa metode digunakan untuk membantu menurunkan kecemasan, salah satunya adalah terapi bermain game edukasi islami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bermain game edukasi islami pada tingkat kecemasan anak yang akan menjalani sirkumsisi.Desain penelitian ini menggunakan Pra Eksperimental, One Group Pretest-Posttest. Metode sampling menggunakan Total sampling. Sampel diambil sebanyak 25 responden. Penelitian dilakukan di Klinik AG Wound Care Gresik dan di rumah 19 responden. Instrumen yang digunakan gadget dan kuesioner STAIC. Variabel independen yaitu terapi bermain game edukasi islami. Variabel dependen yaitu tingkat kecemasan.Pada penelitian ini mayoritas menggunakan metode sirkumsisi smartclamp (76%). Hasil kecemasan sebelum intervensi kecemasan sedang (72%), setelah intervensi kecemasan ringan (56%). Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai signifikansi (r = 0.000, Z= - 4.375) artinya H1 diterima, sehingga ada pengaruh terapi bermain game edukasi islami terhadap tingkat kecemasan sirkumsisi pada anak usia 6-12 Tahun.Penelitian ini diharapkan dapat menjadikan terapi bermain game edukasi islami sebagai intervensi dalam mengurangi kecemasan akibat sirkumsisi pada anak usia 6-12 tahun.Kata Kunci: Anak, Game Edukasi Islami, Kecemasan, Sirkumsisi, Terapi BermainDOI: 10.5281/zenodo.4739798
EFEKTIFITAS KOMPRES HANGAT KAYU MANIS DAN REBUSAN JAHE TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI PADA LANSIA PENDERITA ASAM URAT Umah, Khoiroh; Rahmawati, Rita; Gustomi, Mono Pratiko; Yunita, Norma
Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i2.1156

Abstract

Pengompresan kayu manis hangat mengandung cinnamic aldehyde dan jahe hangat memiliki kandungan minyak atsiri mengandung zingiberol, linaloal, kavikol, dan geraniol dikombinasikan dengan air hangat akan membuat pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan aliran darah untuk mendapatkan efek anti nyeri, sebagai alternatif penurunan tingkat nyeri sendi pada penderita asam urat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efektifitas kompres hangat kayu manis dan kompres hangat jahe terhadap penurunan nyeri pada lansia penderita asam urat. Penelitian dilakukan di Wilayah Desa Pekalongan Kecamatan Tambak Bawean Gresik. Penelitian ini menggunakan metode Quasy Eksperimental dengan pendekatan Pre Post Test Without Control Group Design. Populasi dan sampel lansia sebanyak 18 responden dan menggunakan teknik purposive sampling. Dan memenuhi kriteria inklusi .Variabel independen adalah kompres hangat kayu manis dan kompres hangat jahe dan variabel dependen adalah penurunan tingkat nyeri pada lansia penderita asam urat. Kompres hangat rebusan jahe dan kompres hangat kayu manis masing-masing dilakukan selama 14 hari dilakukan sehari sekali. Data penelitian ini diambil menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon nilai p=0,006  dan Mann-Whitney U Test dengan nilai standar <0.05. Hasil uji statistic Mann-Whitney didapatkan nilai sign 2 tailed (p = 0.927) (p >0,05),hasil pre post test kompres hangat kayu manis =0,006 dan hasil pre post test  kompres hangat jahe=0,007 artinya tidak ada perbedaan penurunan tingkat nyeri penderita asam urat setelah dilakukan intervensi antara kompres hangat kayu manis dan kompres hangat jahe. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa kompres hangat jahe lebih efektif daripada kompres hangat kayu manis terhadap penurunan tingkat nyeri pada lansia penderita asam urat, sehingga kompres hangat jahe dapat dijadikan salah satu upaya alternatif untuk penurunan nyeri pada lansia penderita asam urat.  Kata kunci : kompres hangat kayu manis, kompres hangat jahe, asam urat, Penurunan nyeri, Lansia. DOI: 10.5281/zenodo.4774804
PISANG MAS (Musa acuminata colla) MENURUNKAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI Gustomi, Mono Pratiko; Nadhifah , Lilik
Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i1.1311

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan sistole dan diastole mengalami kenaikan yang melebihi batas normal yaitu tekanan darah sistole >140 mmHg dan diastole 90 mmHg hal ini akan berdampak bisa terjadi serangan stroke.  Ada 2 terapi pengobatan untuk menurunkan tekanan darah yaitu pengobatan farmakologis (simpatetik) dan pengobatan non farmakologis (pemberian pisang mas) yang dapat menjadi pengobatan alternatif atau penunjang bagi penderita hipertensi. Tujuan dari peneliti ini yaitu mengetahui pengaruh pemberian Pisang Mas terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitian ini menggunaakan one-group pre-post test design. Metode sampling menggunakan  purposive sampling. Populasi penderita hipertensi I dan II yang ada di RT 06 dan RT 09 Desa Segoromadu Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik sebanyak 14 orang. Sampel diambil sebanyak 13 responden yang diintervensi menggunakan pemberian Pisang Mas dilakukan selama 2 kali dalam sehari selama 7 hari Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Variabel independen yaitu pemberian Pisang Mas dan variabel dependen yaitu hipertensi. Data peneliti ini diambil menggunakan alat spigmomanometer, stetoscop dan lembar observasi.             Hasil uji statistik wilcoxon signed ranks test didapatkan nilai standart kurang dari 0,05 maka H1 diterima artinya ada pengaruh pemberian Pisang Mas terhadap hipertensi. Nilai mean sebelum diberikan Pisang Mas adalah 3.69 dan nilai mean sesudah diberikan Pisang Mas adalah 2.92. Hasil penelitian menunjukkan nilai (2-tailed) = 0.002 yang berarti Pisang Mas bisa menurunkan tekanan darah. Hipertensi dapat diobati dengan pemberian Pisang Mas sebagai terapi penunjang atau alternatif untuk menurunkan tekanan darah menjadi normal. DOI: 10.5281/zenodo.5226102
PENGARUH CASE MANAGER TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP (STUSI KASUS DAN IMPLEMENTASI) Prameswari, Riski Dwi; Gustomi, Mono Pratiko; Suhariati, Anis
Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i2.1451

Abstract

Case Manager atau Manajemen Pelayanan Pasien adalah suatu proses kolaboratif mengenai asesmen, perencanaan, fasilitas, koordinasi asuhan, evaluasi dan advokasi untuk pemilihan dan pelayanan bagi pemenuhan kebutuhan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Case Manager terhadap tingkat kepuasan pasien di Rawat Inap (studi kasus dan implementasi). Desain penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan jenis rancangan yang digunakan adalah one-group pre-post test design. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan September - Oktober. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 30 responden di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sekapuk. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner, wawancara terstruktur dan observasi. Data dianalisis dengan uji paired test dan uji t-test untuk mengetahui pengaruh dari variable yang diberikan dengan taraf signifikansi α < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh Case Manager terhadap tingkat kepuasan pasien dengan nilai signifikansi 0,034 dimana p < 0,05. Sebelum adanya peran Case Manager lebih banyak yang menyatakan tidak puas, namun sesudah adanya peran Case Manager lebih banyak pasien menyatakan merasa sangat memuaskan, sehingga ada pengaruh Case Manager terhadap tingkat kepuasan pasien.