Claim Missing Document
Check
Articles

ASI DAN CAMPURAN ASI-PASI TERHADAP STATUS GIZI PADA BAYI USIA 0 – 6 BULAN Uson, Udi; Twistiandayani, Retno; Gustomi, Mono Pratiko
Journals of Ners Community Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i1.19

Abstract

ABSTRAK ASI adalah makanan utama dan terbaik bagi bayi. Pada saat ini ada kecenderungan menurun jangka waktu yang lama dalam pemberian ASI eksklusif pada bayi dan diganti dengan makanan buatan dengan botol susu sebagai pengganti ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian ASI dan ASI-campuran ASI terhadap status gizi bayi usia 0-6 bulan.Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimental desain (post test control group design). Populasi yang digunakan semua bayi berusia 0-6 bulan untuk 50 orang dan sampel yang digunakan sebanyak 48 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling.Hasil penelitian efektivitas menyusui dan campuran ASI-susu terhadap status gizi pada bayi usia 0-6 bulan sebanyak 100%. Uji statistik dengan menggunakan uji Mann Witney U menunjukkan P = 1.000, nilai U = 4.000, yang lebih besar dari 0,05 yang berarti bahwa H1 ditolak, sehingga tidak ada perbedaan efektivitas antara menyusui dan ASI campuran susu terhadap status gizi bayi usia 0-6 bulan.Status gizi bayi yang diberikan ASI dengan bayi yang diberi ASI campuran tidak ada beda terhadap status gizi bayi, tapi orang-orang masih dianjurkan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi sampai usia 6 bulan karena banyak ASI memiliki keuntungan yang sangat dibutuhkan bayi yang dapat ditemukan di ASI atau susu formula pendamping. Kata kunci: ASI dan campuran ASI-susu, status gizi, bayi usia 0-6 bulan ABSTRACT Breast milk is the main and best food for babies. At this time there is a long downward trend in exclusive breastfeeding in infants and replaced with artificial feeding with milk bottles as a substitute for breast milk. This research was aim to know the effectiveness of breastfeeding and breast milk-a mixture of breast milk toward the nutritional status of infants aged 0-6 months.This research uses Quasy Experimental Design (post test only control group design). The population used in all infants aged 0-6 months for 50 people and the sample that is in use as much as 48 respondents using purposive sampling. Statistical test using Mann Withney U Test, with significant by P <0.05.Results showed the effectiveness of breastfeeding and mixed-milk escort milk toward the nutritional status in infants aged 0-6 months as many as 100%. From the statistical test by using the Mann Witney U test showed P = 1.000, U value = 4.000, which is greater than 0.05 which means that H1 is rejected, so there is no difference in effectiveness between breastfeeding and breast milk mix-milk escort nutritional status of mothers of infants aged 0-6 months.The nutritional status of infants given breast milk with babies who are given breast milk mix-matching breast milk, but people still advisable to give exclusive breastfeeding in infants up to age 6 months because a lot of breast milk has the advantage of much-needed baby which can be found on the companion breast milk or formula.Keywords : breastfeeding and breast mixed-mixture, nutritional status, infants aged 0-6 months
TEKNIK RELAKSASI PERNAFASAN (BENSON) TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PENDERITA GLAUKOMA Ainurrohman, Ainurrohman; Gustomi, Mono Pratiko; Zahroh, Roihatul
Journals of Ners Community Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i1.20

Abstract

ABSTRAK Glaukoma adalah penyakit yang memberikan gejala klinis dalam bentuk tekanan bola mata yang meninggi, kerusakan saraf mata sehingga lapang pandang menyempit. Penanganan nyeri pada pasien glaukoma masih belum seperti yang diharapkan, sehingga perlu alternatif lain dalam penanganan nyeri yaitu teknik pernafasan relaksasi (Benson). Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pengaruh teknik pernafasan relaksasi (Benson) terhadap intensitas nyeri pasien glaukoma.Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian Pra Eksperimen pre-post test. Sampel diambil menggunakan purposive sampling pada pasien glaukoma sebanyak 19 responden. Penelitian ini menggunakan teknik pernafasan relaksasi (Benson) sebagai variabel independen dan intensitas nyeri pasien glaukoma sebagai variabel dependen.Hasil tes Wilcoxon Signed Rank Test, level signifikan α<0,05, p= 0,000. Ada teknik pengaruh pernafasan berelaksasi (Benson) terhadap intensitas nyeri pada pasien glaukoma.Teknik pernafasan relaksasi (Benson) terhadap intensitas nyeri pada pasien glaukoma menunjukkan hasil yang signifikan, teknik pernafasan relaksasi (Benson) dapat digunakan sebagai protap di rumah sakit atau pelayanan kesehatan lain untuk mengatasi nyeri pada pasien glaukoma. Kata kunci: Teknik pernafasan relaksasi (Benson), nyeri Intensitas, pasien Glaukoma. ABSTRACT             Glaucoma is a disease giving clinical sign in the form high of eyeball pressure, chasm of papil of optic nerve by defect is spacious of sight. Handling of pain in glaucoma patients still not yet as expected, so that need the other alternative in handling pain that is technique of relaxes exhalation (Benson). This objectives research to explain the influence of relaxes exhalation techniques (Benson) to intensity of pain glaucoma patients.            To execute this research use method  of pre and post test by purposive sampling in glaucoma patients counted 19 respondents. This research use the technique of relaxes exhalation (Benson) as independent variable and intensity of pain glaucoma patients as dependent variable.            From result test the Wilcoxon Signed Rank Test, significant lecel α < 0.05, sig.(2 tailed)= 0.000. There is influence technique of relaxes exhalation (Benson) to intensity of pain in glaucoma patients.            Even treatment of technique of relaxes exhalation (Benson) to intensity of pain in glaucoma patients, there is a significant result, should be able to used as protap at hospital or Puskesmas in physic overcome the pain in glaucoma patients. Keywords: Technique of Relaxes Exhalation (Benson), Intensity pain, Glaucoma patients.
PENERAPAN MODEL DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN PROBLEM ORIENTED RECORD (POR) TERHADAP KINERJA PERAWAT (Effect of Problem Oriented Record (POR) Nursing Documentation Model on the Performance of Nurses) Gustomi, Mono Pratiko; Churin'in, Churin'in
Journals of Ners Community Vol 6 No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v6i2.46

Abstract

ABSTRAK Dokumentasi keperawatan adalah suatu catatan yang dapat dibuktikan atau dapat dijadikan bukti dari segala macam tuntutan, yang berisi datalengkap,  nyata dan tercatat bukan hanya tentang tingkat kesakitandari pasien, tetapi juga jenis/type, kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan dalam memenuhi kebutuhan pasien. Berdasarkan data Rekam Medik Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik pada bulan Januari 2014 sampai dengan April 2014. Total 490 Rekam Medik, dengan model dokumentasi asuhan keperawatan sesuai kebijakan rumah sakit, dokumen asuhan keperawatan pada bagian diagnosa keperawatan dan intervensi semua masih kosong (belum terisi), seharusnya ini diisi semua (≥ 85 % dari yang seharusnya terisi).Penelitian ini menggunakan jenis Pra-eksperimental One Group Pre and Post TestOnly Design.Sampel dalam penelitian ini terdiri Seluruh Tenaga Perawat di Ruang Inap Anak, RDU, dan Mecca-Medina Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik : 34 orang. Data yang diperoleh diuji menggunakan Uji wilcoxon Test,dengan taraf signifikasi p ≤ 0,05 berarti ada pengaruh yang bermakna antara dua variabel yang diukur, yaitu pengaruh penerapan model dokumentasi asuhan keperawatan POR.Pada penelitian ini diperoleh perhitungan nilai rerata sebelum penerapan  adalah X1 = 1.16 dan nilai standar deviasinya 0.370 Sedangkan nilai rerata setelah penerapan adalah X2 =1.07 dan nilai standar deviasinya 0.250, sedangkan nilai z adalah -3,606 dan Asymptotic Significance (2-tailed) p= 0,000, berarti p<0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada pengaruh dalam penerapan model dokumentasi asuhan keperawatan POR.Terdapat pengaruh dalam penerapan model dokumentasi asuhan keperawatan Problem Oriented Record (POR) terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. Kata kunci: Dokumentasi keperawatan, Model dokumentasi POR, Kinerja Perawat    ABSTRACT Nursing documentation is a record that can be proven or can be used as evidence of all sorts of demands, which contains complete data, real and recorded not only on the level of pain of patients, but also kind/ type, quality and quantity of health services to meet the needs of patients. Based on data fromthe Hospital Medical Records Muhammadiyah Gresik in January 2014 to April 2014. Of the total 490 medical record, the model of nursing care documentation at the discretion of the hospital, document nursing care on the part of nursing diagnosis and intervention are all still empty (unfilled), this should have filled all (≥ 85% of the supposed filled).This research uses experimental One Group Pre-Pre and PostTest Only Design. The sample in this study consisted Entire Energy Confinement Room Nurse at Children's, RDU, and Mecca-Medina Room of Muhammadiyah Hospital  of Gresik are : 34people. The data obtained were tested using the Wilcoxon test, with a significance level of p≤0.05 means there is a significant effect between the two variables were measured, namely the effect of applying the model of POR  nursing care documentation. In this research, the average value calculation before aplication is X1= 1.16 and standard deviation value of 0370, while the average value after aplication is X2= 1.07 and standard deviation value of 0.250, while thes value is-3.606 and Asymptotic Significance (2-tailed) p=0.000, mean p<0.05 then H0 is rejected and H1 accepted meaning that there is the effect of applying the model of POR  nursing care documentation. There is effect on the application of the nursing care documentation POR to the performance of nurses in Gresik Muhammadiyah Hospital. Keywords: Nursing documentation, POR documentation Model ,Nurse Performance
PENGGANTIAN INFUS SET TIAP 3 HARI MENGURANGI RISIKO PENINGKATAN JUMLAH LEUKOSIT Rahmawati, Rita; Gustomi, Mono Pratiko; Yusuf, Muhammad
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.56

Abstract

ABSTRAKPeningkatan jumlah leukosit pada pasien dapat terjadi karena salah satunya adalahdi mana infus set infus set tidak dirawat setiap hari dan berubah setiap 3 hari sesuai denganteori yang ada.Jumlah populasi yang diteliti di Ibnu Sina Rumah Sakit ICU GRESIK adalah 30responden. Dengan menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah yang tepat darisampel kriteria inklusi dan eksklusi dari 28 responden. Pengambilan sampel menggunakanteknik probability sampling. Studi ini merupakan pengganti infus set dan variabeldependen adalah kejadian infeksi nosokomial di. Data dikumpulkan melalui observasi dandianalisis menggunakan uji rank wilcoxon dengan tingkat signifikansi α <0,05.Hasil pada statistik menunjukkan efek meningkatkan leukosit sebelum penggantianinfus set adalah 0.008 lebih kecil dari 0,05. Tingkat pengaruh kejadian infeksi nosokomialsetelah penggantian infus set.Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggantian infus set setiap 3 harimenurunkan kejadian infeksi yang ditandai dengan peningkatan jumlah kadar leukosit.Kata kunci: infus set, leukosit, infeksi.ABSTRACTIncreasing the number of leucocytes in patients may occur because one of them iswhere the infusion set infusion set is not being treated every day and changed every 3 daysin accordance with existing theories.The number of the population studied in Ibnu Sina Hospital ICU GRESIK is 30responden. By using the Simple Random Sampling the appropriate amount of sampleinclusion and exclusion criteria of 28 respondents. The sampling use probability sampling.This study is the replacement infusion sets and the dependent variable was the incidence ofinfection in nosokomial. Data collected by observation and analyzed using wilcoxon ranktest with significance level α < 0.05.The result on the statistics show the effect of increasing lecocyte prior toreplacement infusion sets is 0,008 is smaller than 0.05. For the degree of influence theincidence of nosocomial infections after replacement infusion sets.The conclusion of this study is that there is an influence between the numbers ofleucocytes before after replacement infusion sets every 3 days.Keywords: infusion sets, leucocytes, infection.
REBUSAN JAMBU BIJI PUTIH MENURUNKAN KADAR GLUKOSA PASIEN DM TIPE 2 Gustomi, Mono Pratiko; Rofidah, Astutik
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.61

Abstract

ABSTRAKDiabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkanatau tingkat glukosa darah tidak dapat dikontrol. Air rebusan jambu biji putih adalah salahsatu buah yang mengandung pektin yang dapat menunda evakuasi lambung sehinggamembantu dalam proses pengendalian kadar gula darah. Kita bisa bertemu banyak jambubiji putih di Indonesia tetapi banyak orang tidak menggunakannya untuk obat. Air rebusanjambu biji putih memiliki pengaruh dalam mengendalikan kadar gula darah pada pasienDM tipe 2 di RSI Darus Syifa Surabaya perlu dijelaskan. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk menjelaskan pengaruh rebusan jambu biji putih terhadap kadar gula darah.Penelitian ini metode yang digunakan yaitu kuasi eksperimental. Sampel diambilberdasarkan kriteria inklusi dengan total sampling yang berjumlah 16 responden denganmenggunakan kuesioner. Variable independen pada penelitian ini adalah air rebusan jambubiji putih dan variabel dependen adalah penurunan kadar gula darah. Penelitian ini diujimenggunakan T-test dan independent T-test dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0.05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar gula darah denganrata-rata 50.33g/ kg BB. Hasil uji statistik dengan menggunakan Independent T-testdidapatkan ρ = 0,02 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh rebusan jambu biji putihterhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2.Jambu biji putih mengandung pektin yang membuat gel di dalam lambung dan geldi saluran pencernaan, sehingga gel akan menunda evakuasi gaster yang menunda waktuuntuk penyerapan glukosa dalam usus halus. Peningkatan glukosa dalam darah secaraperlahan dapat meningkatkan reseptor insulin sehingga meningkatkan immobilisasi GLUT-4 untuk membran sel dan membuat glukosa masuk melalui sel membran dengan mudahsehingga kadar glukosa dalam darah menurun. Perlu penelitian lain dengan responden yanglebih besar dan untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi regulasiglukosa darah tingkat.Kata kunci: Psidium guajava putih, mengontrol kadar glukosa darah, Diabetes Mellitus tipe2 pasien.ABSTRACTDiabetes mellitus is a disease that is not curable or blood glucose levels can not becontrolled. Water boiled white guava is one of the fruits that contain pectin which candelay the evacuation of the stomach so that helps in the process of controlling blood sugarlevels. We can see a lot of white guava in Indonesia, but many people do not use it formedicine. Water boiled white guava have an effect in controlling blood sugar levels inpatients with type 2 diabetes mellitus in RSI Darul Shifa Surabaya need to be explained.The purpose of this study was to describe the influence of decoction of guava white onblood sugar levels.This research method used is quasi-experimental. Samples were taken based on theinclusion criteria with a total sampling of the 16 respondents to the questionnaire.Independent variable in this study is the water decoction of guava white and the dependent variable is a decrease in blood sugar levels. This study tested using t-test and independentt-test with significance level α ≤ 0:05.The results showed that there is a decrease in blood sugar levels by an average of50.33g / kg. The results of statistical tests using Independent T-test is obtained ρ = 0.02which indicates that there are significant decoction of guava white to decrease blood sugarlevels in patients with type 2 diabetes mellitus.White guava contains pectin which makes the gel in the gel in the stomach anddigestive tract, so that the gel will delay gastric evacuation time delay glucose absorptionin the small intestine. Increased glucose in the blood can slowly increase the insulinreceptor thereby increasing the immobilization of GLUT-4 to cell membranes and makesglucose enter through the cell membrane easily so that the levels of glucose in the blooddecreases. Keep in other studies with larger respondents and to consider the factors thatmay affect the regulation of blood glucose levels.Keywords: white psidium guajava, control blood glucose’s level, Diabetes Mellitus type 2patient.
EKSTRAK RIMPANG KUNYIT MENURUNKAN KADAR LEMAK DARAH PASIEN HIPERLIPIDEMIA (Turmeric (Curcuma Longa Linn) Extract Toward Modification of Blood Lipid Level in Hyperlipidemia Patients) Gustomi, Mono Pratiko; Larasati, Rima
Journals of Ners Community Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v6i1.66

Abstract

ABSTRAK Hiperlipidemia adalah penyakit dengan kolesterol tinggi atau trigliserid. Hiperlipidemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Jika tidak mendapatkan penanganan akan menyebabkan komplikasi yang parah. Kunyit merupakan salah satu obat herbal untuk semua hiperlipidemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek rimpang kunyit dengan isi kurkumin untuk menurunkan kadar lemak darah pada pasien dengan hiperlipidemia.Penelitian ini merupakan Pra-eksperimental dengan desain satu kelompok pre-post test. Sampel direkrut menggunakan purposive sampling, diambil sesuai dengan kriteria inklusi dengan ukuran sampel dari 22 orang yang memiliki hiperlipidemik di Desa Sawotratap pada 22 November 2013. Variabel bebas adalah ekstrak rimpang kunyit dan variabel dependen adalah modifikasi kadar lemak darah. Data dikumpulkan menggunakan observasi kadar lemak darah dan kemudian dianalisis dengan menggunakan Paired t-test dengan tingkat signifikansi α < 0,05.Hasil penelitian menunjukkan hasil perhitungan dari tingkat lipid darah adalah 0.000 ( α<0,05) artinya bahwa ada perbedaan sebelum dan setelah pemberian ekstrak rimpang kunyit selama 12 hari. Pemberian ektrak rimpang kunyit (Curcuma Longa Linn) menurunkan kadar lemak darah pada pasien hiperlipidemia.Ekstrak rimpang kunyit merupakan herbal alternatif untuk mengontrol kadar lemak dalam darah. Penelitian lebih lanjut diperlukan lama penelitian dalam jangka lebih panjang dan ekstraksi yang berbeda. Kata kunci: Hiperlipidemia, Ekstrak rimpang kunyit  ABSTRACT Hyperlipidemic is a disease with high Cholesterol or Trigliserid. Hyperlipidemic is one of the health problems that exist in society. If it doesn’t get an attention will lead to severe complication. Turmeric is one of all herbal medication for hyperlipidemic. The aim of the research was to evaluate the effect of turmeric with contents of curcumin to change blood lipid level in patient with hyperlipidemic.This research was a pre-experimental with one group pre-post test design. Samples were recruited using purposive sampling, taken according to inclusion criteria with sample size of 22 people who had hiperlipidemic at Sawotratap village on 22th November 2013. The independent variable was turmeric extract and the dependent variable was the modification of blood lipid’s level. Data were collected using blood lipid’s level observation and then analyzed using paired t-test with significance level of r=0,05.The calculate result of the blood lipid level using paired t-test with true confidents is 95%, and the significance is 0.000 (r<0.05) it means that there were the difference before and after administration of turmeric extract for 12 days. It means that there were effect of Turmeric (Curcuma Longa Linn.) extract toward modification of blood lipid level in hyperlipidemia patients.Therefore turmeric extract may be alternative to control the blood lipid level. Further research is needed for the long-term effect and the different extraction. Keywords: Hyperlipidemic, Turmeric extract
FAKTOR PERILAKU DENGAN KEPATUHAN MENJALANI HEMODIALISA TEORI LAWRENCE GREEN Gustomi, Mono Pratiko; Sukarwanto, Sukarwanto
Journals of Ners Community Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i1.80

Abstract

ABSTRAKPasien gagal ginjal memerlukan penanganan dengan hemodialisa, dialisis peritonialatau hemofiltrasi, kendala sementara pasien yang terlibat dalam terapi hemodialisa adalahkepatuhan akan program yang harus dijalani. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan jarak dengan kepatuhan pasien dalammenjalani hemodialisa di Rumah Sakit Ibnu Sina Kabupaten Gresik.Penelitian tersebut menggunakan desain cross sectional untuk mengetahuihubungan antara variabel independen dan dependen, populasi responden adalah klien diUnit Hemodialisa yang sesuai dengan kriteria inklusi adalah 136 responden yangdidapatkan dengan menggunakan teknik purposive sampling, variabel yang dianalisisadalah kognitif, sikap dan jarak sebagai variabel independen dan kepatuhan pasien dalammenjalani hemodialisa sebagai variabel dependen, pengumpulan data menggunakankuesioner, hasil yang pengumpulan data dianalisis dengan uji Chi Square dengan tingkatkemaknaan (α) = 0,05.Hasil uji analisis Chi Square pengetahuan didapatkan hasil (α) 0,021, sikapdidapatkan hasil (α) 0,003, jarak menjalani hemodialisa didapatkan hasil (α) 0,030. Dapatdisimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara ilmu pengetahuan, sikap dan jarakdengan kepatuhan pasien dalam menjalani hemodialisa.Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk perilakuindividu. Sementara sikap merupakan kesiapan pasien untuk dalam menjalani hemodialisa.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Jarak, Pasien HemodialisaABSTRACTRenal failure patient require handle with hemodialysa, peritonial's dialysis orhemofiltrasi, meanwhile patient constraint is problem that is engaged compliance in goinghemodialysa's therapy and program who shall at performs. The purpose of this researchwas to know relationship knowledge, attitude and distance with patient compliance in tripshemodialysa at Hemodialysa's Unit Region Common Hospital Ibnu Sina Gresik's Regency.This research utilized design Cross sectional to know relationship among variableindependent and dependent, respondent population was client at Hemodialysa's Unit thatcorresponds to criterion inclusi is 136 respondent one got by purposive samples, variablethat was analyzed is cognitive, attitude and distance as variable as independent andpatient compliance in trips hemodialysa as variable as dependent, data collecting utilizedquesioner to respondent, result of that data collecting was succeeding analysis with ChiSquare's quiz result accounts (α) = 0.05.From analysis Chi Square's quiz gotten by signifikan's result science with resultaccounts (α) 0.021, attitude with result accounts (α) 0.003, distance with result accounts(α) 0.030 one are engaged compliance trip hemodialysa. Can be concluded that markssense strong relationship among science, attitude and distance with patient compliance intrips hemodialysa. Science constitutes domain that momentous to be formed it behavioural individual.Meanwhile attitude constitutes readiness for acting deep make patient for pursuant deeptrips hemodyalisa.Keywords: Knowledge, Attitude, Distance, Patients Hemodialysai
JUS SEMANGKA MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN PREHIPERTENSI Gustomi, Mono Pratiko; Roikha, Aliaytur
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i2.94

Abstract

ABSTRAKHipertensi adalah tekanan darah tinggi yang gaya darah terhadap dinding arteri,dapat disebabkan oleh atherosklerosis, obesitas, stres. Hipertensi disebut silent killerkarena sering tidak memiliki tanda-tanda peringatan atau gejala, dan banyak orang tidakmenyadari bahwa mereka memiliki gejala hipertensi. Oleh karena itu penting untukmemeriksa tekanan darah secara teratur. Komposisi semangka: sitrulin dan kalium dapatmembantu menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruhjus semangka untuk menurunkan tekanan darah pasien prehipertensi.Desain penelitian ini adalah satu kelompok dengan pre-post test, dengan populasi25 pasien. Penelitian ini menggunakan purposive sampling untuk mendapatkan sampel.Sampel sebanyak 24 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel independenadalah jus semangka dan variabel dependen adalah tekanan darah. Data penelitian inididapatkan dari observasi tekanan darah.Analisis statistik penelitian ini menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test, dengantingkat signifikansi p< 0,05. Hasil dari penelitian ini nilai p= 0,000. Ini berarti bahwa adapengaruh jus semangka terhadap penurunan tekanan darah pasien prehipertensi.Hasil akhir menunjukkan bahwa terdapat pengaruh jus semangka denganpengurangan tekanan darah pasien prehipertensi. Mengacu pada kasus ini, jus semangkaadalah terapi herbal alternatif yang baik untuk prehipertensi dan hipertensi grade 1 dangrade 2, jika pasien hipertensi mengkonsumsi secara teratur maka tekanan darah bisateregulation normal dan penderita prehipertensi tidak mengalami hipertensi.Kata kunci: Jus semangka, Tekanan darah, dan Prehipertensi.ABSTRACTHypertension was high blood pressure which the blood force against the walls ofarteries, it can caused by atherosclerosis, obesity, stress. Hypertension was called thesilent killer because it often had not warning signs or symptoms, and many people didn'trealize they had it. It was important to check blood pressure regularly. The composition ofwatermelon : sitrulin and kalium can help decrease blood pressure.The aim of thisresearch was to analyze effect of watermelon juice to decrease blood pressureprehypertension patients.Research design in this research was one-group pre-post test design, with 25patients as population. This research was used purposive sampling to get the sample. Thesample are 24 respondet with inclusion criteria. The independent variabel was watermelonjuice and the dependend variable was blood pressure. The data of this research was getfrom the observation blood pressure.This analyze research by used Wilcoxon Signed Rank Test, with the p <0.05significance degree. The result of this research was p =0.000. There were effect ofwatermelon juice to decrease blood pressure prehypertension patients. It was showed thatthere were reduction blood pressure for the prehypertension patients.Refer to the case, so the watermelon juice is good alternative herbal treatment forprehypertension and hypertension grade 1 and grade 2. If hypertension patients consumted regularly then the blood pressure can be normal regulation and the prehypertension notfall into the hypertension.Keywords : Watermelon juice, Blood pressure and Prehypertension.
PEMBERIAN INFORMASI RUANG ICU MENURUNKAN TINGKAT STRES PASIEN Gustomi, Mono Pratiko; Suep, Suep
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i2.103

Abstract

ABSTRAKStres dapat didefinisikan sebagai reaksi tubuh terhadap situasi yang menyebabkanketegangan dan perubahan emosional. Saat ini semakin banyak pasien dengan gangguanfungsi jantung karena gaya hidup atau komplikasi, semakin banyak pasien yangmembutuhkan perawatan intensif. Tempat yang membutuhkan peran optimal profesionalkesehatan khususnya perawat. Pandangan publik ketika dirawat di ruang ICU dalamkondisi kritis dan hampir mati, sehingga psikologi pasien ICU sebelum memasuki ruanganmenjadi sangat sensitif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberianinformasi tentang ICU terhadap tingkat stres pasien.Desain penelitian yang digunakan Pra Eksperimental dengan desain pre-post test.Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien di ruang ICU Rumah Sakit Grha HusadaPetrokimia Gresik. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan purposivesampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalaniperawatan di ruang ICU sebanyak 20 pasien pada bulan Juli 2012. Variabel bebas adalahpemberian informasi tentang ICU dan variabel dependen adalah tingkat stres pasien. Datadikumpulkan menggunakan kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis statistik dengan menggunakan ujistatistik Wilcoxon diperoleh nilai yang signifikan p= 0,001 < 0,05, berarti H1 diterima,sehingga ada pengaruh pemberian informasi tentang ICU dengan tingkat stres pasien.Pasien yang masuk ruang ICU merasa stres. Oleh karena itu sangat penting peranperawat dalam mengurangi tingkat stres melalui pemberian informasi tentang ICU untukpasien dengan cara komunikasi terapeutik.Kata kunci: Pemberian Informasi, ICU, Tingkat stres pasienABSTRACTStress can be defined as the body's reaction to situations that cause stress, tensionand emotional changes. Today, increasing numbers of patients with impaired cardiacfunction due to lifestyle or complications, the more patients who require intensive carewhere it is needed the optimal role of health professionals especially nurses. The publicview when admitted to the ICU room is in critical condition and near death, so thepsychological ICU patients before entering the room to be very sensitive. The purpose ofthis study was to determine the influence of the provision of information about the ICU tostress levels of patients.The study designs was used Pra Experimental with pre-post test design. Thepopulations in this study were all patients in ICU room of Grha Husada Petrokimia GresikHospital. The sampling technique this study was used purposive sampling. The sampleused in this study were patients undergoing treatment in the ICU room as many as 20patients in July 2012. Independent variable was provision of information about ICU anddependen variable was stress level of patients. Datas were collected used questionnaires.The results showed that the statistical analysis using the Wilcoxon statistical testfound significant value p= 0.001, which is less than 0.05, it means that H1 is accepted, sothere were the influence of provision of information about ICU to the stress level ofpatients.Patients who enter the ICU room feel stress. It is, therefore very important thenurse's role in reducing stress levels through the provision of information about ICU topatients with therapeutic communication.Keywords: Provision of information, ICU, Stress levels patient
PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN PADA PASIEN TERDIAGNOSIS GAGAL GINJAL KRONIK (Knowledge with Anxiety in Patients with Chronic Renal Failure) Gustomi, Mono Pratiko; Rohmawati, Dewi Zuni
Journals of Ners Community Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v7i1.119

Abstract

ABSTRAK Penyakit gagal ginjal terminal adalah salah satu bentuk penyakit kronik yang bisa menyebabkan sindrom kecemasan.Pengetahuan yang dimiliki seseorang erat kaitannya dengan kecemasan seseorang yang mengerti tentang penyakitnya dan bisa mengurangi kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pengetahuan dengan kecemasan pada pasien terdiagnosis gagal ginjal kronik            Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan quota sampling dari pasien yang terdiagnosis gagal ginjal kronik di Ruang Cempaka, Gardena, dan Wijaya Kusuma RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik yaitu sebanyak 14 pasien. Variabel independen adalah pengetahuan dan variabel dependen adalah kecemasan pada pasien terdiagnosis gagal ginjal kronik. Selanjutnya data diolah menggunakan uji korelasi spearman dengan signifikasi α<0,05.            Hasil analisa data di dapatkan hasil kemaknaan ρ=0,679 artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kecemasan pada pasien terdiagnosis gagal ginjal kronik di Ruang Cempaka, Gardena dan Wijaya Kusuma RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik.Teori sebelumnya mengatakan bahwa pengetahuan berhubungan dengan kecemasan. Namun dalam penelitian ini tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kecemasan pada pasien terdiagnosis gagal ginjal kronik, dikarenakan ada faktor lain yang mempengaruhi responden terdiagnosis gagal ginjal kronik yang diduga dari keluarga, lingkungan dan sarana prasarana. Kata kunci: Pengetahuan, kecemasan, pasien gagal ginjal kronik ABSTRACT Terminal kidney disease can cause anxiety syndrome. A knowledge closely related to someone who understands the anxiety about the disease and can reduce anxiety. This study aims to analyze the relationship of knowledge with anxiety in diagnosed patients with chronic renal failure.This study used cross sectional study design. Sample was taken by quota sampling technique of newly diagnosed patients with chronic renal failure in Cempaka Room, Gardena, and Wijaya Kusuma Ibnu Sina Hospital Gresik that was 14 patients. Independent variable was knowledge and dependent variable wass the anxiety of patientwith newly diagnosed chronic renal failure. Furthermore, the data was analyzed using spearman correlation test with significance α<0.05. Theresults shown that p=0.679 which means there was no significant relationship between knowledge and anxiety in patients with diagnosed chronic renal failure in Cempaka Room, Gardena and Wijaya Kusuma Hospital Ibnu Sina Gresik.Previous theory said that the knowledge associated with anxiety. However, in this study there was no correlation between knowledge with anxiety in new diagnosed patients with chronic renal failure, but there were other factors might influence the respondents that was family, environment and infrastructure. Keywords: Knowledge, anxiety, chronic renal failure patients