Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Midwifery Journal

PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN NEONATUS Safitri, Maya; Lathifah, Neneng Siti; Iqmy, Ledy Octaviani
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): Vol.1 No.2 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i2.3343

Abstract

Background : A pre-survey result conducted by the researcher in Wirahayu, ST.r., Keb private midwifery clinic showed that physiotherapists often conducted neonatal massage both for normal and abnormal neonates. This neonate’s massage was conducted when mothers bring their babies to visit for weighing and health examination in every Monday and Saturday. Purpose : The objective of this research was to find out the influence of neonate’s massage to neonate’s body weight improvement in Wirahayu, ST.r., Keb private midwifery clinic in Panjang of Bandar Lampung in 2020.   Method : This was a quantitative research by using quasi-experiment approach and one group pretest and posttest design. Population was all neonates in Wirahayu, ST.r., Keb private midwifery clinic from July 2020. 16 respondent samples were taken by using purposive sampling and this belongs to non-random sampling technique.Result : The research result showed that the averages (mean) of neonate’s body weights before and after neonate’s massage treatment were 3143.75 and 3425.00 respectively. Statistic test result derived derived p-value 0.000 < 0.05. Conclusion : It indicated that there was an influence of neonate’s massage to neonate’s body weight improvement in Wirahayu, ST.r., Keb private midwifery clinic in Panjang of Bandar Lampung in 2020. Suggestion : The researcher expects this research result to be additional health information concerning neonate’s massage for improving neonate’s body weight.      Keywords : neonate’s massage and body weight improvement ABSTRAK Latar belakang : Berdasarkan hasil survei pendahuluan yang peneliti lakukan di BPS Wirahayu, S.Tr.,Keb, peneliti mendapatkan informasi dari petugas fisioterapi bahwa pijat bayi sudah sering dilakukan pada bayi yang lahir BBLR maupun yang lahir normal. pijat bayi dilakukan pada bayi yang dibawa ibunya untuk ditimbang dan diperiksa kesehatannya dan pijat bayi ini dilakukan setiap hari senin sampai sabtu.Tujuan : Diketahui Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Neonatus Di BPS Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020.Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Quasi Eksperimen dengan menggunakan desain eksperimen one group Pre-test – Post-test. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh bayi yang ada Di BPS Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung terhitung sejak bulan Juli 2020 yang berjumlah 16 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling yaitu salah satu teknik sampling non random sampling.Hasil : Diketahui bahwa rata-rata (mean) berat badan neonates sebelum diberikan pijat bayi adalah 3143,75 dan sesudah diberikan pijat bayi adalah 3425,00. Berdasarkan uji statistic diketahui p-value 0,000 atau p-value < 0,05 .Kesimpulan : Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Neonatus Di BPS Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020.Saran : Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi kesehatan tentang Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Neonatus, sehingga berat badan dapat mengalami peningkatan. Kata Kunci : Pijat Bayi & Peningkatan Berat Badan 
PEMBERIAN KOMPRES DAUN KUBIS DINGIN MENGURANGI PEMBENGKAKAN PAYUDARA IBU POST PARTUM Andari, Yuli; Sari, Dewi Yulia; Astriana, Astriana; Iqmy, Ledy Octaviani
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.5172

Abstract

Background The highest percentage of exclusive breastfeeding coverage is in West Nusa Tenggara (87.35%), while the lowest percentage is in Papua (15.32%), while Lampung Province is in eleventh place with a percentage achievement of 64.98%. One of the things that can cause obstacles in exclusive breastfeeding is the presence of problems in the breast. One of the most common breast problems is breast milk dam or breast engorgement. Interventions to relieve the symptoms of breast engorgement are urgently needed. Strategies to reduce breast swelling non-pharmacologically can be done with acupuncture, traditional breast care (hot compresses combined with massage), cabbage leaves.The purpose of this study is to know the effect of giving cold cabbage leaf compresses to breast swelling of postpartum mothers in the Long Bandar Lampung Health Center Work Area in 2021.Methods This type of research is quantitative, the research design is pre-experimental method with a One group pretest – posttest design approach, the object of research is the effect of giving cold cabbage leaf compresses to breast swelling in postpartum mothers. Data analysis used univariate, bivariate t-test dependent.Result The average breast swelling of post partum mothers before being given cold cabbage compresses with a mean of 4.00 after being given cold cabbage compresses with a mean of 0.77.Conclusion it can be interpreted that there is an effect of giving cold cabbage leaf compresses to breast swelling of postpartum mothers in the work area of the Panjang Bandar Lampung Public Health Center in 2021.Suugestion It is expected that health workers in order to provide good counseling and information about the benefits of non-pharmacological treatment in dealing with the problem of breast engorgement in post partum mothers, especially for mothers with primiparas where these mothers do not understand correctly about how to breastfeed both for primiparous mothers to avoid the occurrence of breast milk dams.Keywords : Cold Cabbage Leaf Compress, Breast Swelling, Post Partum Mother  ABSTRAKLatar Belakang Persentase tertinggi cakupan pemberian ASI eksklusif terdapat pada Nusa Tenggara Barat (87,35%), sedangkan persentase terendah terdapat pada Papua (15,32%), sedangkan Provinsi Lampung berada pada urutan ke sebelas dengan pencapaian persentase 64.98%. Salah satu hal yang dapat menyebabkan hambatan dalam pemberian ASI eksklusif adalah adanya permasalahan pada payudara. Salah satu permasalahan pada payudara yang sering terjadi adalah bendungan ASI atau pembengkakan payudara. Intervensi untuk meringankan gejala pembengkakan payudara sangat dibutuhkan. Strategi untuk mengurangi pembengkakan payudara secara non farmakologis dapat dilakukan dengan akupuntur, perawatan payudara tradisional (kompres panas dikombinasikan dengan pijatan), daun kubis. Tujuan penlitian ini diketahui pengaruh pemberian kompres daun kubis dingin terhadap pembengkakan payudara ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Bandar Lampung Tahun 2021.Metode jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian metode pra Eksperimental dengan pendekatan One group pretest – posttest design, objek penelitian adalah pengaruh pemberian kompres daun kubis dingin terhadap pembengkakan payudara pada ibu post partum. Analisa data menggunakan univariat, bivariat uji t-tes dependen. \Hasil Rata-rata pembengkakan payudara ibu post partum sebelum diberi kompres kubis dingin dengan mean4,00 sesudah diberi kompres kubis dingin dengan mean 0,77.Kesimpulan  ada pengaruh pemberian kompres daun kubis dingin terhadap pembengkakan payudara ibu post partum di wilayah kerja puskesmas panjang bandar lampung tahun 2021.Saran petugas kesehatan agar dapat memberikan penyuluhan dan informasi yang baik tentang manfaat pengobatan non farmakologi dalam menangani masalah pembengkakan payudara pada ibu post partum, terutama bagi ibu dengan primipara dimana ibu tersebut belum memahami secara benar tentang cara pemberian ASI baik bagi ibu primipara untuk menghindari terjadinya bendungan ASI.Kata Kunci     : Kompres Daun Kubis Dingin, Pembengkakan Payudara, Ibu Post Partum 
Perbedaan Efektivitas Masase Kutaneus Dan Aroma Terapi Lavender Terhadap Dismenorea Yunitasari, Anggi; Yantina, Yuli; Iqmy, Ledy Octaviani; Yuliasari, Dewi
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3,September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i3.8417

Abstract

Background: Dysmenorrhea is a pain during period, the prevalence of women who get dysmenorrhea in Indonesia about 55%. The prevalence of dysmenorrhea reaches 59.7%. Of those who complain the pain, 12% severe, 37% medium, and 49% mild. Pain reduction therapy could be done by Cutaneous Massage and Lavender Aromatherapy. Pourpuse: To know the differences of cutaneous massage and lavender aromatherapy on dysmenorrhea in Diniyyah Putri Islamic Senior High School Lampung year of 2020. Methods: Quantitative research type with Quasy Experiment research design. The population was 168 with 30 people as purposive sampling technique. Divided into two groups, consist of 15 respondents of cutaneous massage and 15 respondents of lavender aromatherapy. Collecting data used observation sheet. Univariate and bivariate (t-test) data analysis. Result: The research result was known that the average of dysmenorrhea before given cutaneous massage was 5.5, after given cutaneous massage was 2.93, after given lavender aromatherapy in Diniyyah Putri Islamic Senior High School Lampung year of 2020 was 5.53 after given lavender aromatherapy was 3.47. Conclusion: There were differences of cutaneous massage and lavender aromatherapy on dysmenorrhea in Diniyyah Putri Islamic Senior High School Lampung year of 2020, p-value 0.038 with the difference as much as 0.533. Suggestion: The suggestion is to be able to give special attention for the students who are on period, such as reminding them to do pain reduction therapy. Keywords : Cutaneous Massage,Dysmenorrhea Pain, Lavender Aromatherapy, ABSTRAK Latar Belakang: Dismenorea adalah nyeri sewaktu haid, Prevalensi wanita yang mengalami dismenorea di Indonesia diperkirakan 55%. Prevalensi dismenorea mencapai 59,7%. Dari mereka yang mengeluh nyeri, 12% berat, 37% sedang, dan 49% ringan. Terapi pengurangan rasa nyeri dapat dilakukan dengan masase kutaneus dan aroma terapi lavender. Tujuan: Mengetahui perbedaan efektivitas masase kutaneus dan aroma terapi lavender terhadap dismenorea pada Siswi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Diniyyah Putri Lampung Tahun 2020. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian Quasi Eksperimen. Populasi sebanyak 168 dengan sampel sebanyak 30 orang teknik sampling purposive sampling yang dibagi menjadi dua kelompok, terdiri dari 15 responden kelompok masase kutaneus dan 15 orang kelompok aroma terapi lavender. Pengumpulan data dengan lembar observasi. Analisa data univariat dan bivariat uji t (t-test). Hasil: Hasil penelitian diketahui rata-rata nyeri dismenorea sebelum diberikan masase kutaneus adalah 5,5, setelah diberikan masase kutaneus adalah 2,93, sebelum diberikan aroma terapi lavender Pada Siswi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Diniyyah Putri Lampung Tahun 2020 adalah 5,53 sesudah diberikan aroma terapi lavender adalah 3,47. Terdapat perbedaan Efektivitas Masase kutaneus dan Aroma Terapi Lavender Terhadap Dismenorea Pada Siswi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Diniyyah Putri Lampung Tahun 2020, p-value 0,038 dengan perbedaan sebesar 0,533. Kesimpulan: Terdapat perbedaan Efektivitas Masase kutaneus dan Aroma Terapi Lavender Terhadap Dismenorea Pada Siswi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Diniyyah Putri Lampung Tahun 2020, p-value 0,038dimana masase kutaneus lebih efektiv dari aromaterapi lavender terhadap dismenorea. Saran: Diharapkan dapat perhatian khusus bagi siswi yang sedang haid, seperti mengingatkan untuk melakukan terapi pengurangan nyeri. Kata Kunci : Aroma Terapi Lavender, ,Nyeri Dismenorea, Masase Kutaneus
RIWAYAT LILA IBU SAAT HAMIL DAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING Lestari, Nyoman Dewi; Sari, Nita Evriana; Iqmy, Ledy Octaviani; Susilawati, Susilawati
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 3 (2021): Vol 1.No.3 September 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i3.5206

Abstract

Bacground: Events stunting in the highest central Lampung district is located in Pubian Sub-district, the children's security Tuha, Seputih Agung subdistrict, and Seputih Raman subdistrict, at Seputih Raman District There are 2 working areas of health centers namely Seputih Raman Health Center with 4 villages stunting obtained as many as 153 children, and Puskesmas Rama Indra with 5 villages with the number of children stunting as many as 183 children research objectives known relationship history of LILA mother during pregnancy, exclusive breast milk stunting events in children 12-59 months in the working area of Rama A. Central Lampung in 2020.Methods: Quantitative research type, analytical survey method with cross sectional approach, selection of respondents with the formula Slovin so obtained a sample of 204, sampling technique of random sampling, data analysis of univariate and bivariate using Chi Square.Result: The history of the exclusive ASI 139 respondents (68.1%), a history of mothers who do not have as many as 144 respondents (70.6%). Incidence of stunting, as many as 95 respondents (46.6%) And not stunting as many as 109 respondents (53.4%). P-Value < α (0,000 < 0.05) can be concluded there is a history of LILA mother in pregnancy with stunting events. The P-Value of < α (0,005 < 0.05).Conclusion: P-Value < α (0.000<0.05), it can be concluded there is a relationship between maternal LILA history during pregnancy and the incidence of stunting and P-Value < α (0.005<0.05)it can be concluded there is a relationship between exclusive breastfeending and the incidence of stunting.Suggestion Provide input for mothers to provide exclusive breastfeeding for babies to avoid stunting, as well as improve the nutritional status of pregnant women to avoid the occurrence of SEZ. Based on the results and discussion, the researchers suggest that the promotion of exclusive breastfeeding and the fulfillment of maternal nutrition during pregnancy need to be further improved to overcome the problem of stunting under five in the Rama Indra Health Center Work Area. Keywords              : LILA, exclusive breastfeending Stunting ABSTRAK Latar Belakang: Kejadian stunting di kabupaten Lampung Tengah tertinggi berada di Kecamatan Pubian, Kecamanatan Anak Tuha, Kecamatan Seputih Agung, dan Kecamatan Seputih Raman, Pada Kecamatan Seputih Raman terdapat 2 Wilayah Kerja Puskesmas yaitu Puskesmas Seputih Raman dengan 4 desa data stunting diperoleh sebanyak 153 anak, dan Puskesmas Rama Indra dengan  5 desa dengan jumlah anak stunting sebanyak 183 anak Tujuan penelitian diketahui hubungan riwayat LILA ibu saat hamil, ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada anak 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Rama Indra Kec. Seputih Raman Kab. Lampung Tengah tahun 2020.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional, pemilihan responden dengan rumus slovin sehingga didapat sampel sebesar 204, teknik sampling random sampling, analisa data univariat dan bivariat menggunakan chi square.Hasil: Riwayat pemberian ASI eksklusif sebanyak 139 responden (68,1%), Riwayat ibu yang tidak KEK sebanyak 144 responden (70,6%). Kejadian stunting, sebanyak 95 responden (46,6%) dan tidak stunting sebanyak 109 responden (53,4%). P-Value <α (0,000<0,05) maka dapat disimpulkan  terdapat hubungan riwayat LILA ibu saat hamil dengan kejadian stunting. P-Value <α (0,005<0,05) maka dapat disimpulkan  terdapat hubungan ASI eksklusif dengan kejadian stunting.KESIMPULAN : P-Value <α (0,000<0,05) maka dapat disimpulkan  terdapat hubungan riwayat LILA ibu saat hamil dengan kejadian stunting. Sedangkan P-Value <α (0,005<0,05) maka dapat disimpulkan  terdapat hubungan ASI eksklusif dengan kejadian stuntingSARAN Menjadikan masukan bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif bagi bayi agar dapat terhindar dari stunting, serta meningkatkan status gizi ibu hamil agar terhindar dari kejadian KEK. Berdasarkan hasil dan pembahasan maka peneliti menyarankan promosi pemberian ASI secara eksklusif dan pemenuhan gizi ibu selama hamil perlu ditingkatkan lagi untuk mengatasi permasalahan balita stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Rama Indra  Kata Kunci            : LILA, Asi Eksklusif, Stunting
Gambaran Pengetahuan Wanita Usia Subur Terhadap Pemeriksaan Dini Kanker Serviks Di Puskesmas Kebon Jahe Kota Bandar Lampung Windiati, Diah Ayu; Iqmy, Ledy Octaviani; Fitria, Fitria
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 September 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i3.22361

Abstract

Background : Cervical cancer is one of the leading causes of death among women in Indonesia, primarily due to low awareness of early detection. Early detection methods such as Pap smears, VIA, and HPV DNA testing, has been shown to be effective in reducing cervical cancer incidence. However, awareness and knowledge among women of reproductive age remain relatively low, including in the Kebon Jahe Community Health Center (Puskesmas) area of Bandar Lampung City.Purpose : To describe the knowledge of women of reproductive age (21-49 years) regarding early cervical cancer screening at the Kebon Jahe Community Health Center.Methods : This study used a descriptive quantitative method with a cross-sectional approach. A sample of 50 women of reproductive age was drawn using accidental sampling. Data were collected through a 20-item closed-ended questionnaire and analyzed univariately.Results : The results showed that most respondents had good (56%), fair (8%), and poor (36%) knowledge about early cervical cancer screening. Knowledge about cervical cancer in general was also considered good (58%), while knowledge about types of early detection was still considered poor (34%).Conclusion : Most women of reproductive age at the Kebon Jahe Community Health Center have good knowledge about cervical cancer and early screening, although there is still a fairly large proportion with less knowledge. It is hoped that health workers will increase health education and promotion activities regarding early detection of cervical cancer, and encourage women of reproductive age to actively undergo regular check-ups to reduce the incidence and mortality of cervical cancer. Keywords :Women of Reproductive Age, Cervical Cancer. ABSTRAK Latar Belakang : Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia, terutama karena rendahnya kesadaran akan deteksi dini. Deteksi dini seperti pap smear, IVA, dan pemeriksaan HPV DNA terbukti efektif menurunkan angka kejadian kanker serviks. Namun, kesadaran dan pengetahuan wanita usia subur masih tergolong rendah, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Kebon Jahe Kota Bandar Lampung.Tujuan : Diketahui gambaran pengetahuan wanita usia subur (21-49 tahun) terhadap pemeriksaan dini kanker serviks di Puskesmas Kebon Jahe.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 50 wanita usia subur diambil dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berisi 20 soal dan dianalisis secara univariat.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (56%), cukup (8%), dan kurang (36%) tentang pemeriksaan dini kanker serviks. Pengetahuan tentang kanker serviks secara umum juga tergolong baik (58%), sedangkan pengetahuan tentang jenis deteksi dini masih tergolong kurang (34%).Kesimpulan : Sebagian besar wanita usia subur di Puskesmas Kebon Jahe memiliki pengetahuan baik mengenai kanker serviks dan pemeriksaan dini, meskipun masih terdapat proporsi yang cukup besar dengan pengetahuan kurang. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan kegiatan edukasi dan promosi kesehatan mengenai deteksi dini kanker serviks, serta mendorong wanita usia subur untuk aktif melakukan pemeriksaan secara berkala guna menurunkan angka kejadian dan mortalitas kanker serviks. Kata Kunci : Wanita Usia Subur, Kanker Serviks.
Pengaruh Pemberian Daun Kelor Pada Ibu Hamil Dengan Peningkatan Kadar Hb Di PMB Wirahayu, S.Tr.Keb Kecamatan Panjang Bandar Lampung Tahun 2021 Novarta, Tika; Iqmy, Ledy Octaviani; Sari, Nita Evriana; Sari, Dewi Yulia
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i1.9530

Abstract

Daun kelor saat ini digunakan sebagai pengobatan alternative bagi ibu hamil yang mengalami anemia, hal ini dibuktikan oleh penelitian Nurcahyani (2014) menyebutkan bahwa pemberian daun kelor selama 1 bulan dapat meningkatkan kadar Hb sebesar 3,8 gr% – 4,0 gr%, dibandingkan dengan tanaman lain seperti bayam hanya meningkat 1,2 gr%, kentang 1,0gr%, brokoli 1,3 gr%, rumut laut 1,5gr%, bahkan buah bit yang mencapai hanya 1,8-2,0 gr%. Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahui Pengaruh Pemberian Daun Kelor  Pada Ibu Hamil Terhadap Peningkatan Kadar Hb Di BPM Wirahayu, S.Tr.Keb Kecamatan Panjang Bandar Lampung Tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif, rancangan yang digunakan Quasi Experiment dengan pendekatan one group pre test and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan Hb 8-10 gr% Di BPM Wirahayu, S.Tr.Keb Kecamatan Panjang Bandar Lampung yang berjumlah 32 ibu hamil dengan sampel berjumlah 32 ibu hamil, dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling Rata-rata kadar Hb responden sebelum diberikan daun kelor adalah 9,069 dan sesudah diberikan daun kelor adalah 10.684. Hasil uji pairet sample T test menunjukkan nilai P-value 0,000yaitu < 0,005 maka dapat di simpulkan ada Pengaruh Pemberian Daun Kelor Pada Ibu Hamil Terhadap Peningkatan Kadar Hb Di BPM Wirahayu, S.Tr.Keb Kecamatan Panjang Bandar Lampung Tahun 2021. Diharapkan agar dapat digunakan sebagai bahan masukan, evaluasi dan pertimbangan untuk menyusun/membuat kebijakan atau program baru dalam upaya peningkatan pelayanan antenatal yang berkualitas, seperti menyediakan fasilitas tempat/ruangan khusus ibu yang akan melakukan konseling terkait dengan peningkatan kadar Hb, serta memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya daun kelor dalam meningkatkan kadar HbKata Kunci                  : Daun Kelor, Peningkatan Kadar Hb