Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

TARI TOPENG KACIREBONAN TRADISI KESENIAN BANGSA YANG HARUS DILESTARIKAN Ghassani, Rizqi; Raditiyanto, Satria; Purwadi
JURNAL KEBANGSAAN RI Vol. 1 No. 2 (2024): JURNAL KEBANGSAAN RI
Publisher : LEMBAGA PUSAT KAJIAN KEBANGSAAN/PUSKAB UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/jkri.v1i2.3406

Abstract

Tari topeng kacirebonan adalah salah satu peninggalan tradisi kebudayaan nenek moyang kita semenjak abad ke 12 di era kerajaan Majapahit, Pada saat tersebut tari topeng mulai diperkenalkan kepada keluarga kerajaan-kerajaan di daerah Majapahit dan sampai ke Demak. Dari Demak tarian ini terbawa bersama penyebaran pengaruh politik Demak. Demak yang pesisir ini memperluas pengaruh kekuasaan dan Islamisasinya di seluruh daerah pesisir Jawa, yang ke arah barat sampai di Keraton Cirebon dan Keraton Banten. Inilah sebabnya berita-berita Belanda menyebutkan keberadaan tarian in di Istana Banten. Banten dan Cirebon, sedikit banyak membawa kebudayaan Jawa-Demak, terbukti dari penggunaan bahasa Jawa lamanya. Tari topeng Cirebon mengundang tanda tanya akibat daya pesonanya yang tinggi, tidak saja di Indonesia tetapi juga di luar negeri. Tari Panji, yang merupakan tarian pertama dalam rangkaian Topeng Cirebon, adalah sebuah misterium. Sampai sekarang belum ada koreografer Indonesia yang mampu menciptakan tarian serupa untuk menandinginya. Penulis dalam artikel kebudayaan ini membatasi metode penelitian artikel ini dalam kajian teori kebudayaan analisis Text berdasarkan teori kebudayaan Prof. Mudjahirin Thohir dan permasalahannya tentang seputar pencarian makna dari simbol pada tari kacirebonan dengan menggunakan teori yang terkait serta bagaimana symbol-symbol itu di narasikan secara empiris terbatas pada tari topeng Cirebon. Kata kunci: Tari Topeng Kacirebonan, Kajian Teori Kebudayaan Analisis Text, Makna symbol.
PENINGKATAN LITERASI BANGSA BERBASIS KELEMBAGAAN MELALUI TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) Nuryanto, Yayan; Rustandi, Encep; Raditiyanto, Satria
JURNAL KEBANGSAAN RI Vol. 2 No. 2 (2025): Edisi 4
Publisher : LEMBAGA PUSAT KAJIAN KEBANGSAAN/PUSKAB UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/jkri.v2i2.4088

Abstract

Abstract:. This article discusses how the Bandasari Village Government plays an active role in improving community literacy through strengthening the Community Reading Park (TBM) and the Development of Reading Corners spread across various strategic points in the village at the Al-Bayum reading park and Village Library. Using a descriptive qualitative approach, this study reveals the strategies, policies, and social impacts of literacy practices based on village institutions. The results of the study indicate that the commitment of the village government in forming the institutional structure of TBM, allocation of village funds, and synergy with external partners are strong foundations in building a culture of community literacy. This article recommends replication of the village government-based model as a national literacy strategy Keywords: community literacy, reading corner, institutions, government, village
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBAHASA INGGRIS BAGI KARANGTARUNA DAN IBU-IBU PKK DESA SUNTEN JAYA Raditiyanto, Satria; Haryani, Heni; Dewi, Mutiara Indah Nirmala; Lingga, Thomson R; Handayani, Sri; Kandagasari, Nanan; Rustandi, Encep; Suharyanto, Suharyanto; Taufik, Cevi Mochamad
Jurnal Abdimas Sang Buana Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Abdimas Sang Buana - Mei
Publisher : LPPM Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Inggris masih dianggap sebagai bahasa ketiga setelah bahasa persatuan Indonesia dan bahasa Ibu. Dalam kondisi saat ini, ketika berbagai daerah di seluruh dunia sudah terkoneksi ke dalam jaringan global, Bahasa Inggris mutlak dikuasai. Bahasa Inggris merupakan bahasa utama yang dapat menghubungkan seluruh warga dunia. Sebagai bahasa pengantar yang memudahkan terjadinya pertukaran berbagai potensi yang dimiliki sebuah desa, membuka peluang menumbuhkan minat warga dunia berkunjung, atau membuka kemungkinan investasi, atau bertransaksi membeli sumber kekayaan daerah. Karena itu, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dosen Sastra Inggris Universitas Kebangsaan Republik Indonesia bertujuan untuk memberikan keterampilan berbahasa Inggris kepada pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna dan Ibu-ibu anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa Sunten Jaya Lembang Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan PkM dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi untuk memberikan pemahaman dan pengajaran yang tepat berkenaan dengan simbol-simbol Bahasa Inggris yang harus dipahami. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah muncul kesadaran perlunya memiliki keterampilan berbahasa Inggris, agar dapat mempromosikan Sunten Jaya sebagai kawasan pertanian yang layak dijadikan sebagai destinasi wisata.DOI: https://doi.org/10.32897/abdimasusb.v4i1.2699