Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Alokasi Waktu Kerja dan Kontribusi Pendapatan Wanita sebagai Buruh Gudang Pinang terhadap Pendapatan Keluarga Tani di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara Munira Munira; Irwan A Kadir; Anwar Deli
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23290

Abstract

Usaha gudang pinang menjadi peluang untuk menambah pendapatan wanita di di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara. Banyaknya kegiatan wanita di daerah penelitian terutama pada kegiatan rumah tangga, sebagai petani dan buruh tani menyebabkan adanya variasi waktu kerja wanita pada gudang pinang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui banyaknya curahan waktu kerja, besarnya kontribusi pendapatan wanita sebagai buruh gudang pinang terhadap pendapatan keluarga serta mengetahui keeratan hubungan antara alokasi waktu kerja dengan kontribusi pendapatan. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 54 orang yang diambil menggunakan sample random sampling. Data yang diperoleh dari kegiatan wawancara dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta uji hipotesis menggunakan korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata curahan waktu wanita sebagai buruh gudang pinang adalah 108,6 jam/bulan atau 15, 1%, sisanya 84,9% dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi lainnya, pekerjaan rumah tangga, istirahat dan kegiatan lainnya. Pendapatan wanita sebagai buruh gudang pinang dapat memberikan kontribusi sebesar 19,2% (kategori rendah) terhadap pendapatan keluarga tani. Hasil analisis korelasi rank spearman diperoleh nilai signifikansi (0,000) α (0,05), yang artinya alokasi waktu kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kontribusi pendapatan. Nilai koefisien korelasi adalah 0,596 yang artinya kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang kuat secara positif (searah), dimana jika terjadi kenaikan pada alokasi waktu kerja maka akan meningkatkan kontribusi pendapatan. Kata kunci : Alokasi waktu kerja, kontribusi pendapatan, buruh gudang pinang wanita
Rekayasa Model Pengembangan Klaster Agribisnis Sapi Aceh di Kabupaten Aceh Besar Lukman Hakim; Anwar Deli; Muhammad Daud
Jurnal Agripet Vol 22, No 2 (2022): Volume 22, No. 2, Oktober 2022
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v22i2.23131

Abstract

ABSTRACT. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan memodelkan interaksi antar pelaku yang terlibat serta menentukan komponen utama pembentuk sistem dalam pengembangan klaster agribisnis sapi Aceh. Metode yang diaplikasikan untuk mencapai tujuan tersebut adalah metodologi dinamika sistem. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Aceh Besar yang merupakan sentra produksi sapi di Provinsi Aceh. Identifikasi kebutuhan untuk model klaster dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara dengan pakar dari pemangku kepentingan, yaitu praktisi dan pengambil kebijakan yang terlibat dalam prosedur penyediaan input, produksi, serta pemasaran output sapi Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi antar pelaku yang terlibat (multi-stakeholder) belum berjalan dengan baik, sehingga pelayanan yang diberikan oleh pihak terkait belum optimal. Selanjutnya, terdapat tujuh komponen utama dalam model pengembangan klaster agribisnis sapi Aceh, yaitu: pasar, keuangan, konsentrasi geografis, pembelajaran inovasi dan teknologi, peternak anggota klaster baru, input produksi, serta kelembagaan klaster. Interaksi antara variabel-variabel yang terkait unsur pasar serta pembelajaran inovasi dan teknologi mengarah pada keseimbangan sehingga mengurangi fluktuasi harga. Di lain pihak, interaksi antara variabel yang terkait dengan unsur keuangan, konsentrasi geografis, peternak anggota klaster baru, dan input pakan, menimbulkan pertumbuhan dalam pengembangan sapi Aceh. Sementara itu, interaksi antara variabel yang terkait dengan kelembagaan klaster mengarah kepada keseimbangan untuk mengurangi penjualan betina produktif. Diantara semua variabel yang terdapat dalam sistem, layanan stakeholder dan kapasitas produksi sapi Aceh peternak anggota klaster merupakan leverage points dalam sistem manajemen klaster.(Engineering of Aceh Cattle Agribusiness Cluster Development Model in Aceh Besar Regency)ABSTRAK. This study aimed to understand and model the interactions between the actors involved and determine the main components forming the system in the development of Aceh cattle agribusiness clusters. This study uses system dynamics methodology. This research was conducted in Aceh Besar Regency which is the center of cattle production in Aceh Province. Identification of the need for cluster model done through literature and interviews with experts from stakeholders, namely practitioners and policy makers involved in the procedure of input supply, production, and marketing of Aceh cattle output. The results of the study indicate that the coordination between the actors involved (multi-stakeholder) has not been going well, so the services provided by the related parties have not been optimal. Furthermore, there are seven main components to create the Aceh cattle agribusiness cluster development model in Aceh Besar Regency, namely: market, finance, geographic concentration, learning innovation and technology, new cluster member breeders, production inputs, and cluster institutions. The interaction between variables related to market elements and learning innovation and technology leads to a balance so as to reduce price fluctuations. On the other hand, the interaction between variables related to financial elements, geographic concentration, breeders of new cluster members, and feed inputs, led to growth in Aceh cattle development. Meanwhile, the interaction between variables related to cluster institutions leads to a balance to reduce the sale of productive females. Among all the variables contained in the system, stakeholder services and the production capacity of Aceh cattle breeders who are members of the cluster are leverage points in the cluster management system.
Prospek Usaha Agroindustri Kunyit di Lamteuba Kecamatan Seulimum Kabupaten Aceh Besar (Studi Kasus pada Sentra Insan Kreatif Lamteuba) Rahmi Khoiriah Nasution; Anwar Deli; Widyawati Widyawati
Jurnal Agrisep Vol 21, No 2 (2020): Volume 21 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agrisep.v21i2.17221

Abstract

Kunyit merupakan salah satu jenis tanaman obat yang banyak digunakan oleh masyarakat.Budidaya tanaman obat di Indonesia sendiri masih menggalami banyak kendala salah satunya yaitu ketidak mampuan petani dalam menjaga kualitas dan mutu tanaman obat yang disebabkan oleh minimnya bimbingan dan pelatihan yang diberikan kepada petani serta kurangnya dukungan pembiayaan dalam mengembangkan usaha agribisnis, terutama untuk petani skala kecil.Terbatasnya pengetahuan yang dimiliki oleh petani kunyit baik itu teknologi maupun pasar, membuat petani kunyit lebih memilih menjual langsung hasil panen kunyit dibandingkan mengolah terlebih dahulu menjadi produk lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pengolahan, kelayakan usaha industri pengolahan bubuk kunyit dan untuk mengetahui saluran pemasaran manakah yang paling efesien di industri tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengolahan bubuk kunyit ini sudah dikatakan modern dan pengolahan bubuk kunyit ini juga sudah memberikan keuntungan dan layak untuk dijalankan.Selain itu, harga jual produk bubuk kunyit ditingkat Industri, Pedangan Perantara dan konsumen sudah efisien dilihat dari EP 50%.Turmeric is one type of medicinal plant which is widely used by the society. In Indonesia, the medicinal cultivation had many obstacles, one of which is the inability of farmers to maintain the quality and the grade of medicinal plants that is caused by the lack of guidance and training provided to farmers and lack of financial support in developing agribusiness, especially for small-scale farmers. The limited knowledge possessed by turmeric farmers, both technology and market, makes turmeric farmers prefer to sell the turmeric harvest rather than processing it into other products. The purpose of this study was to determine the processing techniques,appropriateness business obtained from the turmeric powder processing industry and to find out which marketing channels were the most efficient in the industry. The results showed that the processing of turmeric powder has been said to be modern and processing of turmeric powder has also provided benefits. In addition, the selling price of turmeric powder products at the Industrial level, Intermediary Sword and consumers is efficient, seen from EP 50%.