Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Agronomis Tanaman Kailan (Brassica oleraceae L. var. acephala DC.) Kultivar Full White 921 Akibat Jenis Media Tanam Organik dan Nilai EC (Electrical Conductivity) pada Hidroponik Sistem Wick. Rommy Andhika Laksono; Darso Sugiono
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.112 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i1.715

Abstract

Kebutuhan akan tanaman kailan semakin meningkat, sehingga diperlukan teknologi yang dapat memaksimalkanhasil serta memperbaiki teknik budidaya, salah satunya teknik budidaya Hidroponik sistem wick. Penelitian dilakukandengan tujuan untuk mempelajari dan mendapatkan nilai Electrical Conduktivity (EC) optimal yang memberikan hasilterbaik pada setiap jenis media tanam organik tanaman Kailan kultivar Full White 921 pada hidroponik sistem wick.Percobaan dilaksanakan di Rumah Kasa (screen house) Telagadesa KIIC Kabupaten Karawang dari bulan Juli sampaidengan bulan September 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial, terdiri dari 16 perlakuandalam 2 kali ulangan. Faktor pertama jenis media tanam organik (m) terdiri dari 4 taraf : m1 = serbuk gergaji ; m2 =arang sekam; m3 = cocopeat; m4 = (serbuk gergaji + arang sekam + cocopeat) dan Faktor kedua nilai EC (e), terdiri dari4 taraf : e0 = Tanpa Nutrisi; e1 = Nilai EC 1,5 – 2,0 mS cm-1; e2 = Nilai EC 2,0 – 2,5 mS cm-1; e3 = Nilai EC 2,5 – 3,0 mScm-1. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi jenis media tanam organik dan nilai EC terhadap tinggitanaman dan jumlah daun (14 HST, 21 HST, 28 HST, 35 HST dan 42 HST), diameter batang (21 HST, 28 HST, 35 HSTdan 42 HST), luas daun saat panen, panjang akar saat panen, bobot segar per tanaman, bobot kering per tanamanKailan kultivar Full White 921 pada hidroponik sistem wick. Hasil tertinggi dicapai oleh media tanam kombinasi (SerbukGergaji + Arang Sekam + Cocopeat) dengan nilai EC optimal 2,0-2,5 mS cm-1 memberikan bobot segar per tanamanmaksimal 180,63 gr.Kata kunci : kailan, media tanam, nilai EC
Efektivitas Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Kematian dan Perkembangan Populasi Kutu Daun (Aphis gossypii G.) Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.) Dewata F1. Sugiarto Sugiarto; Darso Sugiono; Dede Nasrudin
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v5i1.3542

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi yang tepat dari ekstrak daun sirsak kering (Annona muricata L) terhadap mortalitas dan pertumbuhan populasi aphis gossypii G. terhadap pertumbuhan dan hasil polong cabai (Capsicum frustescens L.) Dewata F1. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Pusat Peramalan untuk Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Percobaan dilakukan pada bulan Juli 2017 hingga Oktober 2017. Metode eksperimen yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan sebanyak 10 perlakuan dan diulang 3 kali, sehingga terdapat 30 percobaan polybag. Perlakuan meliputi A (kontrol), B (Pestisida Sintetis), C (Ekstrak Daun Sirsak 10 g / l), D (Ekstrak Daun Sirsak 30 g / l), E (Ekstrak Daun Sirsak 50 g / l), G (Sirsak Ekstrak Daun 90 g / l), H (Ekstrak Daun Sirsak 100 g / l), I (Ekstrak Daun Sirsak 130 g / l), J (Ekstrak Daun Sirsak 150 g / l). Hasil percobaan menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi ekstrak asam kering berpengaruh nyata terhadap mortalitas dan perkembangan populasi Aphiss gossypii G. terhadap kultivar lada varietas Dewata F1 pada 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 hari setelah penanaman terhadap mortalitas dan 7, 9, 11, 13, 15, dan 17 hari setelah penanaman pada pengembangan populasi. Kematian tertinggi dicapai dengan perlakuan I (Ekstrak Daun Sirsak 130 g / l) dengan kematian 93,33% dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan B (Pestisida Sintetis) dengan mortalitas 100%. Pengembangan populasi terbaik dicapai dengan perlakuan A (pestisida sintetis) dengan pertumbuhan populasi 0,00 ekor dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan J (Ekstrak Daun Sirsak 150 g / l) dengan pertumbuhan populasi 63,33 ekor.Kata Kunci: Ekstrak Daun Sirsak, Kematian dan Perkembangan Populasi Serangga Daun dan Tanaman Cabai Rawit
Keragaan Agronomi dan Potensi Hasil Beberapa Galur Padi (Oryza sativa L.) Dihaploid Hasil Kultur Antera di Kabupaten Karawang Arrizky Azka P.P; Darso Sugiono; Muhammad Syafi’I; Iswari Saraswati Dewi
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v5i2.4352

Abstract

Rice is a staple food source of nearly 40% of the world's population and the main food of Southeast Asian residents. One attempt to increase the production of superior rice varieties that is through anther culture.Research was implemented in the UPTD of Rengasdengklok Agricultural Management, in March to June 2020. The purpose of the study was to obtain dihaploid rice paddy grooves the result of anther culture that had a good agronomic appearance and high yield power. The research method used is an experimental method using single Factor RAK with treatment amount 9 namely: A (DR1-33-1-2), B (DR2-46-1-1), C (DR2-113-1-1), D (DR4-2-1-2), E (DR4-51-1-1-1), F (DR4-51-1-3), G (DR5-68-1-1), H (INPARI 18), I (INPARI 40) with 3 times redoublease , then if there is a real influential treatment carried out advanced analysis using DMRT 5%. The DMRT test showed that there was a real influence of several gallurs of rice paddy (Oryza sativa L.) in haploids of anther culture results on agronomic doubt and yields in Kabupaten Karawang in high parameters of plants, number of vegetative tilles, number of productive tillers, harvest life, flowering life, length of mallai, number of filling grain, number of vacuum, percentage of grain , a percentage of vacuum grain and a weight of 1000 grains of filling grain. Galur rice paddy (Oryza sativa L.) in haploid yields anther culture D9 (DR4-51-1-1) were a real effect on harvest life, mallai length and amount of filling grain. The highest milled dry grain (Ton/ha) result is achieved by a D7 (DR4-2-1-2) gallur that is 12.69 Ton/ha.
KERAGAAN AGRONOMI GALUR-GALUR PADI (Oryza sativa L.) KANDUNGAN Zn TINGGI DI DATARAN MEDIUM Meli Anggraeni; Darso Sugiono; M.Y. Samaullah; Untung Susanto; Wage R Rohaeni; Rina H Wening; Ali Imamuddin
JURNAL AGRONIDA Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v7i2.4675

Abstract

Varietas padi bernutrisi tinggi memiliki kandungan nutrisi spesifik yang tinggi seperti Zn. Proses perakitan ini dilakukan melalui teknik pemuliaan konvensional dari tetua-tetua potensial sehingga dihasilkan galur-galur padi yang mengandung Zn tinggi. Akan tetapi produktivitasnya masih belum terlalu tinggi. Terdapat beberapa genotipe/galur kandungan Zn tinggi yang masih perlu diuji kesesuaian hasil di lokasi tertentu. Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi tentang keragaan agronomi, pertumbuhan dan hasil galur-galur padi (Oryza sativa L.) kandungan Zn tinggi di dataran medium. Percobaan dilakukan pada bulan Oktober 2020 sampai dengan Maret 2021 (MH 2020) di IP2TP Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri dari 7 galur yaitu IR 105730-B-79-1-4-SKI-1-17, IR 105730-B-4-1-1-SKI-3-SG-0, IR 105730-B-79-1-4-SKI-1-8, IR 105730-B-79-1-4-SKI-1-7, IR 105730-B-64-1-1-SKI-1-SG-11, IR 105730-B-11-1-5-SKI-2-SG-0, IR 105730-B-79-1-4-SKI-1-13, serta 3 varietas pembanding yaitu Inpari IR Nutri Zinc, Ciherang, Inpari 32. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur-galur yang diuji memiliki perbedaan nyata pada seluruh karakter agronomi dan hasil tanaman padi. Galur IR 105730-B-11-1-5-SKI-2-SG-0 menunjukkan jumlah anakan produktif terbanyak yaitu 20,47 batang per rumpun, jumlah malai terbanyak yaitu 21,50 buah, bobot 1000 butir tertinggi sebesar 30,45 gram, bobot gabah per rumpun tetinggi sebesar 54,67 gram. Hasil gabah kering giling galur IR 105730-B-11-1-5-SKI-2-SG-0 sebesar 4,52 t/ha, lebih tinggi dibandingkan seluruh varietas pembanding. Produktivitas yang tinggi ini diperoleh karena galur tersebut memiliki keragaan komponen hasil yang tinggi.
PENGARUH JARAK TANAM DAN BOBOT UMBI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) GENERASI SATU (G1) VARIETAS GRANOLA Rose Purwanti; Darso Sugiono; Kasdi Pirngadi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6154

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah salah satu jenis sayuran subtropis yang populer di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan jarak tanam dan bobot umbi yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik terhadap tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) generasi satu (G1) varietas Granola. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan UPTD Balai Benih Kentang, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada bulan Juli sampai bulan Oktober 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok faktorial terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 ulangan, faktor pertama adalah jarak tanam dengan 3 taraf J1 = 70 x 25 cm, J2 = 70 x 30 cm, J3 = 70 x 35 cm. Faktor kedua adalah bobot umbi dengan 3 taraf U1 = < 30 gram, U2 = 30 – 60 gram, U3 = > 60 gram. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara jarak tanam dan bobot umbi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) generasi satu (G1) varietas granola. Secara mandiri perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap bobot umbi/tanaman. Secara mandiri perlakuan bobot umbi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 35 hst dan 49 hst dan jumlah umbi/petak. Perlakuan jarak tanam J3 (70 cm × 35 cm) memberikan hasil tertinggi bobot umbi per tanaman sebesar 1.394,57 g/tanaman. Perlakuan bobot umbi U2 (30 – 60 gram) memberikan hasil tertinggi pada pengamatan tinggi tanaman umur 35 hst dan 49 hst masing-masing yaitu 37,79 cm dan 54,54 cm dan jumlah umbi/tanaman sebesar 27,67 knol.
UJI DAYA HASIL GALUR PRAS-1, VARIETAS NEW JALITENG, DAN 3 KULTIVAR LOKAL KACANG PANJANG (Vigna sesquipedalis (L) Fruhw.) DI KABUPATEN KARAWANG suhaendar fahmi; darso sugiono; kasdi pirngadi; prasodjo soedomo
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 24, No 1 (2022): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v24i1.9102

Abstract

Tanaman kacang panjang (Vigna sesquipedalis (L) Fruhw.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang sangat potensial untuk dikembangkan, karena mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan galur Pras-1, varietas New Jaliteng, dan 3 kultivar lokal kacang panjang (Vigna sesquipedalis (L) Fruhw.) yang berdaya hasil tinggi di Kabupaten Karawang. Penelitian ini dilakukan di Lahan Peruri, Karawang pada bulan Juni sampai September tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan. Hasil tertinggi 5,87 kg per plot (9,78 ton/ha) dicapai oleh varietas New Jaliteng tidak berbeda nyata dengan galur Pras 5,29 kg per plot (8,82 ton/ha) tetapi berbeda nyata dengan  Lokal Karawang 3,41 kg per plot (5,68 ton/ha), Lokal Indramayu 3,86 kg per plot (6,43 ton/ha), Lokal Brebes 4,03 kg per plot (6,72 ton/ha).
Invigorasi Benih Timun Apel (Cucumis melo L.) Dengan Kombinasi Zat Pengatur Tumbuh Naa (Naphtaleine Acetic Acid) dan Ekstrak Tauge Selama Periode Pembibitan Aan Rosita; Darso Sugiono; Elia Azizah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 10 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.966 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6791669

Abstract

The producticivity of apple cucumber plants is relatively low. One of the determining factors for the success of apple cucumber production is the quality of seeds. Invigoration is an effort that can be made to improve the quality of seeds. The study was conducted at Screen House of Kepuh Al-Jariah Village, Karangpawitan District, Karawang Regency, West Java Province in October to December 2021. The experiment designe was randomized block design (RBD) consisting with 5 replications and 7 treatments consisting of: Z0 (control), Z1 (Naphtaleine Acetic Acid (NAA) 100 ppm + bean sprouts extract 40%), Z2 (Naphtaleine Acetic Acid (NAA) 200 ppm + bean sprouts extract 40%), Z3 (Naphtaleine Acetic Acid (NAA) 100 ppm + bean sprouts extract 60%), Z4 (Naphtaleine Acetic Acid (NAA) 200 ppm + bean sprouts extract 60%), Z5 (Naphtaleine Acetic Acid (NAA) 100 ppm + bean sprouts extract 80%), and Z6 (Naphtaleine Acetic Acid (NAA) 200 ppm + bean sprouts extract 80%). The results showed that in the observation of stage 1 parameters of germinating power (DB), growth seismicity (Kst) and growth speed (Kct) had no real influence on all treatments. Meanwhile, the real influence was only found in the parameters of the vigor index. Stage 2 observations showed that the parameters of plant height, number of leaves, and number of buds had a noticeable influence. Meanwhile, the unreal influence was only found in the parameters of root length. Z2 treatment (NAA 200 ppm + 40% bean sprout extract) is the best combination that is able to provide the best response to stage 1 and 2 observation parameters. Where in stage 1 the treatment Z2 has a germination power of 96%, the vigor index is 68%, seismicity grows 92%, and the speed grows 20%. While in stage 2, the Z2 treatment has a plant height of 26,30 cm, the number of leaves is 9,48 strands, the number of buds is 7,48, and the root length is 29,45 cm.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) TERHADAP SUBTITUSI SEKAM PADI DAN PEMBERIAN SUPLEMEN ORGANIK Malik Tsaqafi; Darso Sugiono; Ani Lestari
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 46, No 3 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v46i3.5243

Abstract

White oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) is a type of local mushroom that has been and is being developed in Indonesia. Efforts to find alternative media for sawdust if it is difficult to obtain or not available and the addition of nutrients from the outside by giving organic supplements to increase the growth and development of oyster mushrooms. The experiment was carried out in Bahagia Village, Babelan District, Bekasi Regency. The research method used was an experimental method with a single factor Randomized Block Design (RBD). There were 10 treatment, namely A (without the addition of media + aquades 100%), B (15% rice husk + 25% organic supplement), C (15% rice husk + 50% organic supplement), D (15% rice husk + 75% organic supplement), E (30% rice husk + 25% organic supplement), F (30% rice husk + 50% organic supplement), G (30% rice husk + 75% organic supplement), H (45% rice husk + 25% organic supplement), I (45% rice husk + 50% organic supplement) and J (45% rice husk + 75% organic supplement). The results showed that there was a significant effect of rice husk substitution and organic supplementation on the number of fruit clumps per baglog, fruit cap diameter per baglog, and fresh weight of mushrooms per baglog. Treatment C (15% rice husk + 50% organic supplement) gave the highest results on the parameters of the number of fruit clumps per baglog (1.00), fruit cap diameter per baglog (6.03 cm),  fresh weight of mushrooms per baglog (60.54 grams).
PENAMBAHAN POC LIMBAH CAIR TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CAISIM (Brassica juncea L.) VARIETAS SHINTA PADA HIDROPONIK SISTEM WICK Anggita Alifia Rahmani; Darso Sugiono; Bastaman Syah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.7103

Abstract

Caisim (Brassica juncea L.) merupakan tanaman yang banyak digemari dikalangan masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Pupuk Organik Cair (POC) limbah cair tahu terhadap pertumbuhan dan hasil tanamancaisim (Brassica juncea L.) varietas Shinta. Penelitian ini dilaksanakan di dalam Greenhouse Al-Muhajirin Farm yang terletak di jl. Veteran No. 163 Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta pada bulan Januari sampai Maret 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal. Rancangan yang dilakukan terdiri dari 6 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan yang dilakukan dalan percobaan ini adalah T0 (Kontrol Positif (AB mix 5 ml/liter air)), T1 (POC limbah cair tahu 200 ml/liter air + 5 ml AB mix/liter air), T2 (POC limbah cair tahu 400 ml/liter air + 5 ml AB mix/liter air), T3 (POC limbah cair tahu 600 ml/liter air + 5 ml AB mix/liter air), T4 (POC limbah cair tahu 800 ml/liter air + 5 ml AB mix/liter air), dan T5 (Kontrol Negatif (POC limbah cair tahu 600 ml/liter air)). Hasil Penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata penambahan POC limbah cair tahu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim (Brassica juncea L.) varietas Shinta dengan konsentrasi 200 ml POC limbah cair tahu + 5 ml AB mix pada parameter pengamatan jumlah daun dengan nilai rata-rata 10.05 helai dan bobot segar per tanaman dengan nilai rata-rata 72,75 gram, tidak berbeda nyata dengan perlakuan AB mix 5 ml/liter air, dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.
Pengaruh Beberapa Pupuk Kandang dan Volume Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Varietas Tosakan pada Sistem Vertikultur Rima Febryani; Darso Sugiono; Winda Rianti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 22 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.995 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7339142

Abstract

The use of manure fertilizer and volume of crops with vertical system can be an option to increase the productivity of Indian mustard (Brassica juncea L.). The purpose of this study was to determine and obtain the best results from the treatment of several manure fertilizers and planting volume on the growth and yield of Indian mustard (B. juncea L.) Tosakan variety in a verticulture system. The study was conducted at a screen house, Purwakarta Regency, West Java. The experiment was carried out from June 2022 to July 2022. The method used in this study was experimental method with a single factor randomized block design (RBD) with 12 combinations treatment and was repeated 3 times, so that 36 experimental units were obtained. Manure fertilizer and planting volume gave a significant result on B. juncea in verticultural system. The highest yield was achieved by treatment L (Soil + Chicken Manure with a volume of 25 kg) with a ratio (1:1) which resulted in plant height 34.92 cm, leaf area 392.50 cm2, root length 20.83 cm, fresh weight per plant 100.67 grams, and fresh weight per gutter is 853.33 grams.