Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN ZPT AUKSIN DALAM MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN TUNAS BULBIL PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) Qurrota Ayun Fahra Hasanah; Darso Sugiono; Yayu Sri Rahayu
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 12 No 2 (2023): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v12i2.585

Abstract

The use of growth regulators before planting porang is one way to increase the growth of porang bulbils. The research was conducted with the aim of getting the length of immersion that gives the best effect on each concentration of auxin ZPT in accelerating the growth of bulbil porang (Amorphophallus muelleri Blume) shoots.. The research method used is experimental method using factorial Randomized Group Design (RBD) 4x4, which consists of 16 treatments and repeated 2 times. The first factor is concentration which consists of 4 levels, namely k0 (control), k1 (200mg/l), k2 (300mg/l), and k3 (300mg/l). The second factor is immersion time which consists of 4 levels, namely l1 (60 minutes), l2 (120 minutes), l3 (180 minutes), and l4 (240 minutes). There is an interactiont between concentration and immersion time on sprouting time, vigor index, and diameter of bulbil porang shoots at 42 and 56 days after planting. The concentration of 200mg/l (k1) at a immersion time of 180 minutes (l3) gave the fastest sprouting time of 15.2 days. The concentration of 200mg/l (k1) at 180 minutes immersion time (l3) gave the highest vigor index value of 100%. The length of immersion l4 (240 minutes) at the growth regulator concentration k1 (200mg/l) gave the best bulbil porang shoots diameter of 2.96 mm.
PENGARUH KOMBINASI NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa var. Lollorosa) PADA HIDROPONIK SISTEM WICK Ridwan Kusuma Wardhana; Darso Sugiono; Yayu Sri Rahayu
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 12 No 2 (2023): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v12i2.586

Abstract

Lettuce is a plant whose leaves are taken to be used as vegetables or salad. The purpose of this study was to obtain a combination of nutrients that can increase the growth and best yield of red lettuce (Lactuca sativa var. Lollorosa) with hydroponic wick system. The research method used in this study was a single-factor Randomized Group Design (RAK) consisting of 7 treatments repeated 4 times. The treatments applied were A (AB Mix 3.2 EC), B (AB Mix 1.5 EC + Bayfolan 6 ml), C (AB Mix 1.8 EC + Bayfolan 3 ml), D (AB Mix 1.2 EC + Bayfolan 9 ml), E (AB Mix 1.5 EC + POC 6 ml), F (AB Mix 1.8 EC + POC 3 ml), and G (AB Mix 1.2 EC + POC 9 ml). Giving a combination of nutrients gives a real effect on the growth and yield of red lettuce plants (Lactuca sativa var. Lollorosa) at the age of 2 weeks after planting, 3 weeks after planting, 4 weeks after planting, 5 weeks after planting. Number of leaves at plant age 3 weeks and 5 weeks. Leaf area, root length, fresh weight of plants with roots, fresh weight of plants without roots. Treatment E, namely AB Mix 1.5 EC + POC 6 ml, gave the highest results on plant height, which was 20.96 cm, root length of 26.94 cm, leaf area of 100 cm2, fresh weight with roots of 13.3 g, and fresh weight without roots of 11.49 g
PENGARUH JENIS MULSA TERHADAP HASIL TANAMAN OKRA HIJAU (Abelmoschus esculentus L.) VARIETAS NAILA IPB Bertha Felicia; Darso Sugiono; Winda Rianti
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 1 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i1.14919

Abstract

Okra (Abelmoschus esculentus L.) jenis sayuran berkhasiat yang dikonsumsi buah (polong) mudanya. Penggunaan mulsa organik ataupun anorganik menjadi salah satu upaya meningkatkan budidaya okra hijau sekaligus memanfaatkan sampah pertanian. Penggunaan mulsa mampu menjaga kelembapan tanah sekitar pertanaman, mencegah tumbuhnya gulma dan menambah bahan organik pada mulsa berbahan organik seperti jerami padi dan sekam padi pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan mulsa dalam budidaya tanaman okra hijau. Metode penelitian yang digunakan eksperimental dengan rancangan lingkungan Rancangan Acak Kelompok Faktor Tunggal yang terdiri dari empat perlakuan dan enam ulangan. Empat perlakuan tersebut yaitu A (tanpa mulsa), B (mulsa plastik hitam perak), C (mulsa jerami padi), D (mulsa sekam padi). Rancangan respons penelitian ini antara lain: jumlah polong per tanaman, diameter polong per plot, panjang polong untuk konsumsi, bobot polong per plot, dan bobot per polong untuk konsumsi. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam dan apabila pada uji taraf 5% terdapat hasil yang berpengaruh nyata, diuji lanjut dengan LSD (Least Significance Different). Perlakuan C (mulsa jerami padi) memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi 1,48 ton/ha tanaman okra hijau (Abelmoschus esculentus L.) varietas Naila IPB, berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Berikutnya, perlakuan D (mulsa sekam padi) memberikan hasil 1,15 ton/ha tidak berbeda nyata dengan perlakuan B (mulsa plastik hitam perak) 0,96 ton/ha tetapi berbeda nyata dengan perlakuan A (tanpa mulsa) yang memberikan hasil terendah 0,84 ton/ha.
PENGARUH KOMBINASI POLA PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) VARIETAS BIOGUMA Shiva, Shiva Farhah Ilhami P.F; Darso Sugiono; Subardja, Vera Oktavia
Jurnal Agrotech Vol 14 No 2 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i2.178

Abstract

Sorgum merupakan tanaman serealia yang dapat tumbuh pada berbagai keadaan lingkungan sehingga potensial dikembangkan, khususnya pada lahan marginal beriklim kering di Indonesia. Untuk meningkatkan hasil produktivitas sorgum, disamping penggunaan varietas unggul juga dapat dilakukan dengan pola pemupukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan kombinasi pola pemupukan paling baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum (Sorghum bicolor L. Moench). Penelitian ini dilakukan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang, Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Maret 2023 - Juli 2023. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal. Perlakuan pada percobaan ini berjumlah 7 perlakuan dengan 4 kali ulangan. yang terdiri dari : A (Pupuk Hayati), B (Pupuk Hayati + NPK), C (Pupuk Organik Cair), D (Pupuk Organik Cair + NPK ), E (Pupuk Hayati + Pupuk Organik Cair), F (Pupuk Hayati + Pupuk Organik Cair + NPK), G (NPK). Hasil percobaan menunjukkan kombinasi pola pemupukan memberikan adanya pengaruh nyata pada perlakuan E (Pupuk Hayati + Pupuk Organik Cair) terhadap panjang akar sebesar 84,75 cm sementara kombinasi pola pemupukan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang malai, hasil bobot per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot brangkasan, dan bobot akar.
PENGARUH KOMBINASI POLA PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) VARIETAS BIOGUMA Shiva, Shiva Farhah Ilhami P.F; Darso Sugiono; Subardja, Vera Oktavia
Jurnal Agrotech Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i2.178

Abstract

Sorgum merupakan tanaman serealia yang dapat tumbuh pada berbagai keadaan lingkungan sehingga potensial dikembangkan, khususnya pada lahan marginal beriklim kering di Indonesia. Untuk meningkatkan hasil produktivitas sorgum, disamping penggunaan varietas unggul juga dapat dilakukan dengan pola pemupukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan kombinasi pola pemupukan paling baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum (Sorghum bicolor L. Moench). Penelitian ini dilakukan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang, Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Maret 2023 - Juli 2023. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal. Perlakuan pada percobaan ini berjumlah 7 perlakuan dengan 4 kali ulangan. yang terdiri dari : A (Pupuk Hayati), B (Pupuk Hayati + NPK), C (Pupuk Organik Cair), D (Pupuk Organik Cair + NPK ), E (Pupuk Hayati + Pupuk Organik Cair), F (Pupuk Hayati + Pupuk Organik Cair + NPK), G (NPK). Hasil percobaan menunjukkan kombinasi pola pemupukan memberikan adanya pengaruh nyata pada perlakuan E (Pupuk Hayati + Pupuk Organik Cair) terhadap panjang akar sebesar 84,75 cm sementara kombinasi pola pemupukan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang malai, hasil bobot per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot brangkasan, dan bobot akar.