Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Perikanan

PENGARUH KETINGGIAN AIR YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BELUT (Monopterus albus) atiasyifa kusuma ningtyas; Muhammad Junaidi; Muhammad Marzuki
Jurnal Perikanan Unram Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v8i2.102

Abstract

Budidaya belut yang umum digunakan selama ini adalah menggunakan substrat lumpur, namun terdapat beberapa kelemahan dalam metode ini baik dari segi waktu persiapan yang lama dan sulitnya dalam pemantauan. Salah satu solusinya adalah penggunaan media air jernih sebagai media pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian air terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup belut sawah tanpa substrat. Belut yang digunakan memiliki bobot rata-rata 19,38±1,30 gram dan panjang rata-rata 6,78±1,01 cm yang dipelihara selama 70 hari masa pemeliharaan dalam dua ketinggian air yang berbeda, yaitu (A) 3 cm dan (B) 5 cm. Berdasarkan hasil Uji t bebas menunjukkan perlakuan B memberikan pertumbuhan panjang mutlak yang lebih tinggi dengan nilai 2,24 cm serta kelangsungan hidup sekitar 80%. Namun tidak ada perbedaan nyata (P>0,05) pada pertumbuhan bobot mutlak (2,47-2,83 gram) dan laju pertumbuhan bobot spesifik (0,45-050%). Kata kunci: belut sawah, ketinggian air, kelangsungan hidup, pertumbuhan
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN KULIT SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN dan KELANGSUNGAN HIDUP BENIH LOBSTER PASIR (Panulirus homarus) sherina aulia ningtias tias; Muhammad Junaidi; Ibadur Rahman
Jurnal Perikanan Unram Vol 9 No 2 (2019): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v9i2.160

Abstract

This study aims to determine the effect of giving cow skin on growth and survival of lobster sand (Panulirus homarus). The method used in the study was an experimental method using a randomized block design (RCBD), with 5 treatments namely giving 100% trash fish, 75% trash fish + 25% cow skin, 50% trash fish + 50% cow skin, 25% fish trash + 75% cow leather and 100% cow leather repeated 3 times. observations carried out for 60 days. The parameters observed include absolute growth, specific growth rate, feed conversion ratio and survival rate. The results showed that absolute growth and the highest specific growth rate were found in rooting 3 (50% trash fish + 50% cow skin), which had a significantly different effect (P<0.05). Based on this study, to use feed with 50% trash fish + 50% cow leather and perform proximate tests on raw and boiled cow skin.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN BUBUK KULIT PISANG PADA PAKAN BUATAN TERHADAP KECERAHAN WARNA PADA IKAN NEMO (Amphipriion ocellaris faturrahman; Muhammad Junaidi; Bagus Dwi Hari Setyono
Jurnal Perikanan Unram Vol 10 No 2 (2020): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v10i2.166

Abstract

(Musa balbisiana colla) dalam pakan komersial untuk meningkatkan warna pada ikan nemo (Amphipriion ocellaris). Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan nemo dengan panjang 2-3 cm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 15 unit percobaan, yakni P0 (tanpa penambahan bubuk kulit pisang), P1 (bubuk kulit pisang 5%) P2 (bubuk kulit pisang 10%), P3 (bubuk kulit pisang 15%), P4 (bubuk kulit pisang 20%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang nyata terhadap tingkat kecerahan warna, pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup, sehingga dilakukan uji lanjut untuk mengetahui perlakuan terbaik dalam menghasilkan peningkatan warna pada ikan nemo, diketahui bahwa P3 (bubuk kulit piang 15%) merupakan perlakuan terbaik pada kecerahan warna dengan persentase 26,30. Perlakuan terbaik pada pertumbuhan panjang mutlak dan berat mutlak ialah P4 (bubuk kulit pisang 20%) dengan persentase panjang 0,60 cm dan persentase berat 0,64g.
PEMBERIAN TEPUNG Spirulina platensis PADA PAKANTERHADAP KECERAHAN WARNA IKAN BADUT(Amphiprionocellaris) Hadijah; Muhammad Junaidi; Dewi Putri Lestari
Jurnal Perikanan Unram Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v10i1.187

Abstract

This study aims to determine the exact dosage of S. platensis flour in feed to improve the color quality of clown fish. The method used was an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments and 3 replications, P0 (control), P1 (S. platensis meal 1%), P2 (S. platensis meal 3%), P3 (S. platensis meal 5%), and P4 (S. platensis meal 7%). The results showed that there was no significant effect on the level of color brightness and survival rate, but had a significant effect on the growth of absolute weight, absolute length growth, specific weight growth rate, and specific length growth rate. It is known that P2 (S. platensis meal 3%) is the highest treatment at the level of color brightness (181.6%), absolute weight growth with 0.26 g and the best treatment at a specific weight growth rate with 1.44 g. Whereas P4 (S. platensis meal 7%) is the best treatment at absolute length growth with 0.62 cm and the best treatment at the specific length growth rate with 0.73 cm. Based on the results of the study, it was concluded that the addition of Spirulina platensis meal to feed at a dose of 3% (Treatment 2) is the doses to increase the brightness of the clown fish.
TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopanaeus vannamei) PADA SALINITAS 0 PPT DENGAN METODE AKLIMATISASI BERTINGKAT MENGGUNAKAN KALSIUM CaCo3 Nurhasanah Nurhasanah; Muhammad Junaidi; Fariq Azhar
Jurnal Perikanan Unram Vol 11 No 2 (2021): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v11i2.241

Abstract

In shrimp cultivation, high production activities can cause serious water quality problems. One way that can be done is by transferring cultivation containers with a method of decreasing salinity to 0 ppt with the addition of calcium (CaCO3) as a user balancing the life of cultivated shrimp in order to survive. The purpose of the study was to analyze the survival rate and growth of vaname shrimp (Litopanaeus vannamei) maintained at salinity 0 ppt with multilevel acclimatization method using lime (CaCo3). This study consisted of five treatments, and each treatment had 3 repeats. Thus in this study there were 15 experimental units. As treatment is the difference in acclimatization period decreases salinity as follows: Treatment 1: No decrease in salinity (30 ppt). Treatment 2: Acclimatization for 2 days (30 ppt, 0 ppt) using calcium. Treatment 3: Acclimatization for 3 days (30 ppt, 15 ppt, 0 ppt) using calcium. Treatment 4: Acclimatization for 4 days (30 ppt, 20 ppt, 10 ppt, 0 ppt) using calcium. Treatment 5: Acclimatization for 5 days (30 ppt, 23 ppt, 15 ppt, 8 ppt, 0 ppt) using calcium. The results showed that shrimp acclimatized with tiered use of lime (CaCO3) resulted in absolute weight growth which is a range of 0.45-0.72 grams, absolute long growth which is a range of 3.03-3.81 cm, FCR values that are 0.89-1.85 and survival rates that are 74.67-100%. The conclusion of this study is that the decrease in salinity with the stratified acclimatization method using lime (CaCO3) had no real effect on absolute weight growth, absolute length growth, feed conversion rate, survival rate.
PENGARUH PENAMBAHAN DAUN KETAPANG Terminalia catappa TERHADAP PERTUMBUHAN LARVA UDANG VANAME Litopenaeus vannamei PADA SALINITAS 0 PPT Andre Rachmat Scabra; Muhammad Junaidi; Lalu Aan Okta Rinaldi
Jurnal Perikanan Unram Vol 11 No 2 (2021): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v11i2.258

Abstract

The main problem faced today is the low level of postlarva vannamei even though various acclimatization methods have developed to low salinity. Efforts are needed to be able to deal with the problem of delayed growth of shrimp maintained at low salinity. One of them is by adding calcium in the cultivation media. Calcium solubility is needed in order to help the process of calcium absorption. This study aim to improve the dissolution rate of calcium with the addition of ketapang leaf for increased production performance and the growth of vaname shrimp larva (Litopenaeus vannamei). This study used completely randomized design (CaCO3) with 5 treatment and 3 replacement. Doses that used in this study were 50 ppm of lime with 0, 0,12, 0,24, 0,36, and 0,48 ppt doses of ketapang leafs. Observational parameters werw absolute growth rate of weight, absolute growth rate of length, survival rate, feed conversion ratio, oxygen consumption rate, calciums level in water and water quality contains temperature, pH, DO, salinity, and ammonia. The results showed that the addition of 0,48 doses of ketapang leaf significantly effected absolute growth rate of length growth, feed conversion ratio, oxygen consumption rate, and calcium level. While the addition of 0,36 doses of ketapang leaf significantly effected survival rate. By the addition of ketapang leaf can improve performance and the growth of vaname shrimp larva.
Penggunaan Nitrosomonas dan Nitrobacter Untuk Perbaikan Kualitas Air Media Budidaya Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Hayatun Fadillah; Muhammad Junaidi; Fariq Azhar
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 1 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i1.274

Abstract

Ikan Nila (O. niloticus) termasuk dalam salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Harga ikan nila di pasar tradisional berkisar antara Rp 25,000-30,000 per kg. Saat ini, Ikan Nila menjadi salah satu jenis ikan yang telah mengalami perkembangan pesat di Indonesia. Akan tetapi, ada beberapa jenis penyakit yang menyerang sistem imun ikan Nila. Tujuan dari penelitiana ini adalah untuk mengetahui efektivitas bakteri Nitrosomonas dan Nitrobacter terhadap peningkatan kualitas air media budidaya ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan menganalisis pada perlakuan mana yang memberikan hasil yang terbaik. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiridari 4perlakuan dan diulangi3 kali disetiap perlakuannya, yaitu perlakuan A (tanpa pemberian bakteri Nitrosomonas dan Nitrobacter), B (pemberian Nitrosomonas dan Nitrobacter 2 ml/L), C (pemberian Nitrosomonas dan Nitrobacter 2,5 ml/L), D (pemberian Nitrosomonas dan Nitrobacter 3 ml/L). Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan Nitrosomonas dan Nitrobacter memberikan pengaruh terhadap perbaikan kualitas air media budidaya ikan nila. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik untuk peningkatan kualitas air media budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) terdapat pada perlakuan D dengan penggunaan Nitrosomonas dan Nitrobacter 3 ml/L yang menunjukkan kadar Ammonia dan kadar nitrit terendah dengan kadar nitrat tertinggi. Penggunaan Nitrosomonas dan Nitrobacter terhadap media budidaya ikan Nila (Oreochromis niloticus) memberikan nilai yang cukup efektif terhadap peningkatan kualitas air media budidaya. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan D dengan nilai Ammonia terendah yakni 0.12 - 0.04 mg/L, kadar nitrit sebesar 0.004 - 0.05 mg/L, dan nitrat, 7.48-15.21 mg/L.
PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN LELE (Clarias sp.) PADA BUDIDAYA TEKNOLOGI MICROBUBBLE DENGAN PADAT TEBAR YANG BERBEDA Ratulangi Ratulangi; Muhammad Junaidi; Bagus Dwi Hari Setyono
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i4.365

Abstract

Ikan lele adalah salah satu spesies ikan air tawar yang menjadi komoditas unggul di Indonesia. Berbagai teknologi untuk budidaya sedang dikembangkan dalam meningkatkan kualitas ikan budidaya terutama pada ikan lele, salah satunya adalah budidaya dengan teknologi microbubble. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknologi microbubble sebagai pengsuplai oksigen terhadap pertumbuhan ikan lele (Clarias sp.) dengan padat tebar yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu P1 2 ekor/l, P2 3 ekor/l, P3 4 ekor/l, P4 5 ekor/l, dan P5 6 ekor/l, sehingga terdapat 15 unit percobaan. Nilai terbaik dari penelitian ini adalah pada perlakuan P1 (2 ekor/l) dengan nilai tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) di peroleh sebesar 88,61%, laju pertumbuhan berat spesifik 3,91%, laju pertumbuhan panjang spesifik 1,70%, laju pertumbuhan berat mutlak 11,62 gram, laju pertumbuhan panjang mutlak 7.07 cm, dan rasio konversi pakan terbaik diperoleh sebesar 1.29. Nilai parameter kualitas air yaitu suhu berkisar antara 27-30oC, pH berkisar antara 7,1-8,1, dan oksigen terlarut berkisar antara 4-6,6 mg/L. Hasil uji ANOVA menunjukkan pengaruh yang signifikan dan hasil uji Duncan menunjukkan pengaruh yang berbeda yang nyata untuk semua perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan alat microbubble dengan padat tebar yang berbeda mempengaruhi kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan lele (Clarias sp.). Kata kunci : Ikan lele, padat tebar, microbbble, Kelangsungan Hidup, Pertumbuhan.
KELIMPAHAN FITOPLANKTON SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS PERAIRAN DI PERAIRAN LAUT LABANGKA, KABUPATEN SUMBAWA Baiq Hilda Astriana; Aryan Perdana Putra; Muhammad Junaidi
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i4.400

Abstract

Salah satu kecamatan dengan produksi udang terbesar saat ini di Kabupaten Sumbawa adalah kecamatan labangka. Mengingat akan dikembangnya kegiatan tambak budidaya udang secara ekstensif di Kecamatan tersebut, maka perlu diketahui kondisi existing dari perairan laut di wilayah ini. Hal ini dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan tambak budidaya udang agar produksi udang serta kualitas perairan dapat terjaga. Salah satu indicator perubahan lingkungan perairan yang dapat diamati yaitu fitoplankton. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan fitoplankton dan parameter kualitas air lainnya di perairan laut Labangka sehingga dapat diketahui kondisi awal dari perairan laut Labangka sebelum dimulainya kegiatan pengembangan tambak udang di kawasan ini. Sampling plankton maupun air laut menggunakan purposive sampling. Analisis data Fitoplankton meliputi penghitungan kelimpahan (D), indeks diversitas (H’), indeks keseragaman E, dan indeks dominansi (D). Sedangkan parameter kualitas air yang diukur yaitu pH, total ammoniak, fosfat, nitrat, nitrit, dan BOT. Hasil perhitungan kelimpahan fitoplankton dan hasil pengukuran parameter kualitas air selanjutnya dianalisis secara statistik menggunakan korelasi Pearson untuk melihat hubungan antar variable yang diukur. Hasil pengamatan sampel fitoplankton menunjukkan bahwa terdapat 11 genera yaitu Coscinodiscus, Biddulphia, Nitzschia, Rhizosolenia, Pleurosigma, Triceratium, Ceratium, Pelagothrix, Trichodesmium, Dinophysis, dan Thallasionema. Selain itu, diketahui bahwa perairan ini masih dapat dikatakan aman karena kelimpahan fitoplankton terhitung kurang dari 15.000 ind/L. Sementara itu, nilai pH, total ammoniak, fosfat, nitrat, nitrit, dan BOT masih dalam kisaran aman walaupun ada parameter yang memiliki nilai melebihi baku mutu. Dapat disimpulkan bahwa perairan Labangka memiliki kualitas perairan yang baik dan sesuai untuk pengembangan kegiatan budidaya.