Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Enhancing Sweet Corn (Zea mays Saccharata) Production through Standard Operating Procedure-based Cultivation Techniques Made, Usman; Tambing, Yohanis; Idham, Idham; Haji Nasir, Burhanuddin
Journal of Community Practice and Social Welfare Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Community Practice and Social Welfare
Publisher : LPPM Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sweet corn (Zea mays Saccharata) is a promising legume commodity suitable for agricultural business ventures. The prospect of developing sweet corn farming is bright, aiming to improve farmers' income, enhance their welfare, and contribute to national revenue. In Sidera Village, farming practices for sweet corn are predominantly conventional, lacking adherence to principles of sustainable development, characterized by the use of inorganic fertilizers and chemical pesticides not in accordance with recommendations. A community engagement program aims to assist farmers in implementing cultivation techniques following Standard Operating Procedures (SOP) to boost sweet corn production. Specific targets include enhancing farmers' knowledge and skills to increase sweet corn productivity, addressing healthy food provision and income elevation. The program is conducted in Sidera Village, Sigi Biromaru Sub-District, collaborating with the Tunas Sejahtera farmer group as partners. Methods employed encompass training, practical sessions, technology package demonstrations, pilot plots, participatory mentoring, and coaching. Training covers standardized corn cultivation systems, organic granular and liquid fertilizer development, and bio-rational pesticides. Subsequently, practical sessions, demonstrations, and pilot plot cultivation according to SOP are carried out. The program's outcome includes a 40% increase in participants' knowledge and skills in optimal sweet corn cultivation techniques, with pilot plot yields reaching 7 tons/ha of good-quality corn, thus holding significant economic value for community income enhancement.
DISEMINASI TEKNOLOGI PENGELOLAAN LIMBAH ORGANIK SEBAGAI PUPUK ORGANIK DAN PESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN PADA PETANI SAYURAN DI KABUPATEN SIGI Pasaru, Flora; Khasanah, Nur; Nasir, Burhanuddin Haji; Wahid, Abd.; Jusriadi, Jusriadi; Asrul, Asrul
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2056

Abstract

UPT Bulupountu Jaya dikenal sebagai salah satu daerah penghasil komoditi sayuran di Kabupaten Sigi – Sulawesi Tengah, dengan jenis sayuran yang diusahakan antara lain: kangkung, bayam, seleda, terong, bawang merah, cabe dan tomat. Produk dari hasil usahatani tersebut selain dijual di pasaran lokal Kota Palu, juga dipasarkan di kawasan perusahan tambang di Kabupaten Morowali. Masalah yang dihadapi oleh petani di UPT Bulupountu Jaya tersebut adalah kurangnya pupuk organik dan pestisida yang aman untuk digunakan dalam usaha budidaya tanaman sayuran. Untuk mengatasi hal tersebut tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah bekerjasama dengan salah satu kelompok tani untuk melakukan diseminasi teknologi penggunaan limbah organik rumah tangga dan limbah pertanian-peternakan menjadi biopestisida pupuk organik dan biopestisida / pestisida nabati. Program pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memperkenalkan dan mengedukasi petani mengenai menggunakan limbah organik sebagai sumber pupuk organik pestisida ramah lingkungan. Metode yang diterapkan adalah society parcipatory yaitu masyarakat sebagai mitra dapat menyerap keterampilan dalam pemanfaatan limbah organik dari tim pelaksana dengan bentuk kegiatan berupa ceramah, pelatihan dan demplot percontohan mengenai teknik pengembangan pupuk organik dan biopestisida / pestisida nabati. Hasil yang dicapai adalah masyarakat mengetahui teknik pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk organik dan biopestisida serta telah memanfaatkan limbah organik tersebut sebagai sumber pupuk organik dan biopestisida.
DISEMINASI TEKNOLOGI BIOCHAR DAN BIOURIN UNTUK MENINGKATKAN DAYA DUKUNG LAHAN MARGINAL DI KABUPATEN SIGI Lasmini, Sri Anjar; Hayati, Nur; Tangkesalu, Dance; Toana, Moh. Hibban; Nasir, Burhanuddin Haji; Taiyeb, Asgar
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 7 No. 3 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v7i3.7777

Abstract

Kelompok tani “Sinar Bahari” di Desa Potoya Kecamatan Dolo sebagai mitra dalam Program pengabdian kepada masyarakat ini,  beranggotakan  20 orang umumnya adalah petani lahan kering.  Masalah yang dihadapi oleh mitra  adalah kondisi fisik lahan  kering yang kurang subur sehingga produktivitas lahan sangat rendah. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan teknologi usahatani yang sesuai dengan kondisi setempat.  Teknologi yang ditawarkan adalah penggunaan biochar sebagai pembenah tanah dan penggunaan biourin sebagai pupuk organik guna mendukung peningkatan produksi pertanian. Program pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memperkenalkan pentingnya penggunaan  biochar sebagai bahan pembenah tanah  terutama pada lahan marginal  dan biourin sebagai pupuk organik. Selain itu juga mendampingi kelompok tani mitra membuat dan mengaplikasikan biochar dan biourin di lahan usaha taninya. Metode yang diterapkan adalah pelatihan, demplot percontohan dan pendampingan kepada masyarakat.  Hasil yang dicapai adalah masyarakat mengetahui manfaat biochar dan biourin serta trampil dalam mengembangkan dan mengaplikasikan kedua sarana produksi tersebut ke lahan usaha taninya sehingga  lahan marginal dapat difungsikan  secara optimal
PENGARUH EKSTRAK DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata (Burm.F) DAN BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP MORTALITAS WERENG BATANG COKELAT (Nilaparvata lugens Stal.) Sya’bani, Elma; Nasir, Burhanuddin Haji; Khasanah, Nur
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 3 (2025): JUNI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i3.2590

Abstract

Salah satu hama utama yang menyerang tanaman padi yaitu Wereng Batang Cokelat/WBC (Nilaparvata lugens Stal.) yang mampu menyerang hampir pada seluruh fase pertumbuhan tanaman padi. Oleh karena itu, diperlukan penekanan terhadap serangan hama ini di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh ekstrak daun sambiloto (A. paniculata) dan buah mengkudu (M. citrifolia), terhadap mortalitas hama wereng batang coklat (N. lugens). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako dan di Desa Pombewe Kabupaten Sigi pada bulan September 2023 sampai Februari 2024, menggunakan metode RAK (Rancangan Acak Kelompok) non faktorial, 5 taraf perlakuan, meliputi K- (Air), K+ (Insektisida Sintetik dengan bahan aktif Metomil 40%), A (ekstrak sambiloto 0,625 gr), B (ekstrak mengkudu 0,25 gr) dan C (ekstrak sambiloto (0,625 gr) + mengkudu (0,25 gr) sebanyak 5 ulangan. Data hasil pengamatan menggunakan analisis sidik ragam Anova menunjukkan pengaruh sangat nyata dengan uji lanjut DMRT taraf 5%. Hasil pengamatan pada hari ketujuh (168 JSA) menunjukkan mortalitas tertinggi pada perlakuan C (81%) yang berbeda dengan K- (8%), K+ (100%), A (51%) dan B (66%).
PENDAPENDAMPINGAN PETANI DALAM PENYIAPAN PESTISIDA BIORASIONAL UNTUK PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN AGAR MENGHASILKAN SAYURAN BEBAS RESIDU BAHAN KIMIA DAN MENDUKUNG GREEN ECONOMYMPINGAN PETANI DALAM PENYIAPAN PESTISIDA BIORASIONAL UNTUK PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN AGAR MENGHASILKAN SAYURAN BEBAS RESIDU BAHAN KIMIA DAN MENDUKUNG GREEN ECONOMY Nasir, Burhanuddin Haji; Serdiati, Novalina; Tangkesalu, Dance; Lasmini, Sri Anjar
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.2035

Abstract

The cultivation of vegetable crops carried out by the community in the Transmigration Settlement Unit (UPT) Palu Valley, Central Sulawesi has been going on for a long time, but has not been able to increase their income and welfare, due to various problems faced such as: low productivity of farming which is produced because it is cultivated on dryland, pest and plant disease attacks, difficulty in obtaining inorganic fertilizers and pesticides needed during farming, and group member participation in farmer group meetings to discuss various matters of common interest within the farmer group is very low.  The solution offered is to implement pest and disease control technology, organic fertilizer development technology and assistance in improving farmer group management. Community Partnership Empowerment aims to assist partner farmer groups in providing biorational pesticides made from local resources and improve management of farmer groups so that they can play an optimal role in helping farmer group members in various activities with local government. This community empowerment program was implemented at UPT Bulupountu Jaya, Sigi Biromaru District, Sulawsesi Tengah, from July to September 2024, by implementing community assistance methods to increase the knowledge and skills of participants as one of the efforts to empower partners. Implementation of training in the manufacture and development of biorational pesticides in the "Tani Mandiri" group can be adopted by participants because the method of manufacture is simple and easy to do. There are 3 types of plants that are made into botanical insecticides, namely vitex (Vitex negundo L), biduri (Callotropis gigantea L.) and kirinyuh (Cromolaena odorata L), while the biofungicide being developed is liquid trichoderma, as well as biological fertilizer made in the form of PGPR. The technology application demonstration plot shows that biorational pesticide application can reduce the intensity of pest and disease attacks on vegetable crops. The use of plant extracts as botanical insecticides and trichoderma biofungicides can reduce the intensity of pest and disease attacks on vegetable crops, so they can be used as an alternative to synthetic chemical pesticides.
Pelatihan dan Aplikasi Pupuk Organik dari Limbah Kulit Kakao bagi Petani di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi Toana, Moh. Hibban; Tangkesalu, Dance; Mutmainah, Mutmainah; Pasaru, Flora; Hasriyanty, Hasriyanty; Nasir, Burhanuddin Haji; Khasanah, Nur; Yunus, Moh.; Idham, Idham; Wahid, Abd.; Lasmini, Sri Anjar
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 5 No. 1 (2025): Prosiding SENAM 2025: Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sejahtera termasuk salah satu sentra pengembangan kakao di Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Secara astronomis Desa Sejahtera terletak pada  posisi 119°38’45’’ - 120°21’24’’ Bujur Timur dan 0°52’16’’ - 2°03’21’’ Lintang Selatan, berjarak 66 km dari kota Palu dan dapat ditempuh dengan semua jenis kendaraaan bermotor.  Pekerjaan utama masyarakat di Desa Sejahtera umumnya adalah petani dengan komoditi yang diusahakan adalah kakao. Produktivitas kakao yang dicapai petani saat ini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan rata-rata produksi kakao nasional, hal tersebut disebabkan antara lain berkurangnya kualitas lahan akibat praktik budidaya yang kurang berkelanjutan. Program pengabdian kepada masyarakat yang diikuti sebanyak 20 orang dari kelompok tani Tunas Harapan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan dan aplikasi pupuk organik berbahan limbah kulit buah kakao. Metode yang diterapkan adalah pelatihan dan demonstrasi teknologi.  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa petani dapat memanfaatkan limbah kulit buah kakao menjadi pupuk organik, dan dapat mengaplikasikan ke lahan usaha taninya. Pengetahuan dan keterampilan 20 orang peserta dalam pembuatan dan pengaplikasian pupuk organik berbahan limbah kulit buah kakao meningkat masing-masing sebesar 75% dan 50%. Pupuk organik berbahan limbah kulit kakao yang sudah dihasilkan oleh petani mitra untuk setiap kali memproduksi pupuk organik tersebut berkisar antar 300-500 kg yang dihasilkan selama waktu 3 minggu pengomposan bahan organik. Dengan pengembangan dan produksi pupuk organik maka ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik dapat dikurangi.
PEMENUHAN GIZI DAN PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DENGAN BUDIDAYA SAYURAN DI LAHAN PEKARANGAN Idham, Idham; Khasanah, Nur; Lasmini, Sri Anjar; Nasir, Burhanuddin Haji; Tangkesalu, Dance
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1421

Abstract

Pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat banyak menghadapi kendala terutama karena akibat perubahan kondisi lingkungan, seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan semakin banyaknya kasus serangan hama dan penyakit tanaman yang menyebabkan terjadinya penurunan hasil panen. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman.  Selain dapat digunakan untuk konsumsi sehari-hari, hasil panen dari lahan pekarangan juga dapat dijual sebagai usaha sampingan anggota keluarga. Program pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk mendampingi masyarakat sasaran dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal untuk budidaya tanaman sayuran. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat dengan kegiatan: penyuluhan, pelatihan dan pendampingan kelompok masyarakat sasaran secara partisipatif.  Hasil pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat memperlihatkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam melakukan budidaya tanaman sayuran di lahan pekarangan. Penanaman tanaman sayuran di lahan pekarangan dapat menjadi sumber pangan, obat dan keasrian lingkungan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
PENERAPAN BUDIDAYA PADI ORGANIK UNTUK MENGHASILKAN PANGAN YANG SEHAT DAN KEBERLANJUTAN USAHA TANI Toana, Moh. Hibban; Mile, Yuldi; Pasaru, Flora; Khasanah, Nur; Haji Nasir, Burhanuddin
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1494

Abstract

Organic rice cultivation is a way of growing rice without using inorganic fertilizers and synthetic chemical pesticides. The fertilizer used is organic fertilizer and pest and disease control is carried out using the concept of integrated pest control. The "Tunas Harapan" farmer group, Sejahtera Village, Palolo District, Sigi Regency, with 20 members, is one of the farmer groups active in rice farming activities. The partners' problems in promoting organic rice cultivation are: not being able to prepare organic fertilizer and non-chemical pesticides as needed, and the low productivity of the rice produced. The community service program aims to assist partner farmers in preparing organic production facilities in the form of developing organic fertilizer, developing synthetic non-chemical pesticides made from local raw materials, and improving rice cultivation technology based on organic farming. The method applied is training and technology demonstration. The results of community service show that partners know the techniques for developing local microorganisms as liquid organic fertilizer and utilizing plants that have insecticidal properties as botanical pesticides. The application of liquid organic fertilizer in the organic rice cultivation demonstration plot showed better plant growth compared to without the application of liquid organic fertilizer. The knowledge and skills of participants in implementing organic rice cultivation increased to 45% of farmers who really understand organic rice cultivation technology.