Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ARSHI Veterinary Letters

Palatabilitas pakan ternak ruminansia berimbuhan antelmintika Aji Winarso; Dede Rival Novian; Dewi Fesbayati Lestari Djungu
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 4 (2018): ARSHI Veterinary Letters - November 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.717 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.4.71-72

Abstract

Kendala-kendala dalam pengobatan ternak seperti yang telah disebutkan dapat memboroskan waktu, tenaga, obat-obatan, dan mungkin berisiko bagi keselamatan. Administrasi obat yang kurang sempurna juga berisiko membuat pengobatan di bawah dosis efektif (under dose) sehingga memicu resistensi. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengobatan ternak, maka perlu dilakukan inovasi dalam sediaan obat menjadi sediaan pakan berimbuhan. Dengan demikian administrasi obat dilakukan secara voluntary per oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui palatabilitas pakan berimbuhan berupa biskuit dengan beberapa golongan antelmintika yaitu albendazole, piperazine citrate dan levamisole. Biskuit dasar dibuat dari bahan dedak gandum yang direkatkan dengan bubur kanji dan maizena. Biskuit pakan berimbuhan dijemur dibawah terik matahari selama dua hari dan diberikan kepada hewan coba sesuai dosis anjuran. Sediaan biskuit dirancang untuk dosis pemberian 1 biskuit per 20 kg BB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran antelmintik kepada pakan berupa biskuit dedak gandum menghasilkan pakan berimbuhan memiliki palatabilitas yang baik untuk ketiga antelmintika yaitu albendazole, piperazine citrate, dan levamisole.
Studi in silico potensi anthelmintik rambusa (Passiflora foetida) sebagai inhibitor produksi ATP pada Ascaris suum Dede Rival Novian; Aji Winarso
ARSHI Veterinary Letters Vol. 3 No. 4 (2019): ARSHI Veterinary Letters - November 2019
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.94 KB) | DOI: 10.29244/avl.3.4.79-80

Abstract

Resistensi terhadap anthelmintika memacu upaya penemuan anthelmintika baru yang bekerja melalui penghambatan produksi energi ATP anaerobik pada sel parasit. Parasit melakukan metabolisme menggunakan enzim fumarat reduktase yang berfungsi untuk mengubah fumarat menjadi suksinat. Reaksi fumarat reduktase terjadi di mitokondria dengan bantuan rhodoquinone. Mitochondrial rhodoquinol-fumarate reductase  dianggap sebagai target reseptor yang baik untuk pengembangan anthelmintik baru. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi interaksi antara senyawa Passiflora foetida dengan reseptor mitochondrial rhodoquinol-fumarate reductase dari cacing Ascaris suum dengan metode in silico. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa bioaktif ermanin dan deidadlin dari Passiflora foetida memiliki potensi sebagai senyawa obat anthelmintik. Aktivitas senyawa ermanin dan deidaclin memiliki ernegi afinitias berturut turut-turut sebesar -8,2 kcal/mol dan -7,8 kcal/mol, bahkan lebih rendah dari senyawa Atpenin (-7,6kcal/mol)