Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Media Belajar Digital di Generasi Alpha Era Society 5.0 Mendukung Kurikulum Merdeka Rani Adillah; Nurul Arfika; Fince Putri Yeni Purba; Anita Yus
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): Artikel Riset Nopember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/geci.v1i2.3177

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini sangat penting karena memaparkan upaya dalam mengatasi munculnya era digital, sehingga proses pembelajaran di kelas harus ditingkatkan dan dikembangkan serta diperbaiki agar memenuhi kebutuhan siswa. Metode penelitian: Kajian ini bermaksud memberikan referensi yang informatif pada aspek media belajar digital yyang cocok untuk generasi alpha di era society 5.0 pada kurikulum merdeka. Selain itu, bertujuan merangsang kepuasan belajar siswa generasi alpha dan memastikan kebutuhan mereka tercapai. Kajian ini dibuat menggunakan studi kepustakaan, dengan data yang dikumpulkan dari analisis isi yang di dalamnya terdapat sumber-sumber relevan demi mendukung kajian ini. Hasil penelitian: Hasil penelitian memaparkan banyak sekali dukungan media belajar digital pada generasi alfa yang selaras dengan kebutuhan mereka seperti media animasi, video digital, podcast, augmented reality, virtual reality, permainan pembelajaran, modul elektronik interaktif dan powerpoint. Kesimpulan: Dalam pemilihan materi pembelajaran digital demi mendukung kurikulum merdeka juga diselaraskan pada gaya belajar siswa di kelas agar terciptanya suasana belajar yang mendukung siswa agar menghasilkan lulusan yang berkualitas baik.
Pengaruh Model Belajar STAD Terhadap Hasil Belajar Tematik Bertema Panas dan Perpindahannya pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Rani Adillah; Wirda Hayatina Lubis; Anita Yus
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): Artikel Riset Nopember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/geci.v1i2.3190

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi karena siswa kurang memahami materi khususnya pembelajaran tematik khususnya tema panas dan perpindahannya, serta guru kurang berinovasi dan masih menggunakan model pembelajaran konvesional yang mengakibatkan siswa cenderung merasa bosan dalam proses pembelajaran. Kajian ini bermaksud menguji model belajar STAD dapat berpengaruh pada hasil belajar tematik khususnya tema panas dan perpindahannya pada siswa kelas V SD. Metode penelitian: kajian ini merupakan kajian kuantitatif pendekatan eksperimen yang di desain dengan pra-eksperimenta, dengan datanya dikumpulkan dari observasi dan tes. Kajian dilakukan di SD Kartini Medan dengan jumlah murid yang menjadi subyek sebanyak 31 siswa. Hasil penelitian: Hasil kajian memaparkan model pembelajaran STAD memengaruhi hasil belajar tematik khususnya tema panas dan perpindahannya pada siswa kelas V sekolah dasar. Hal ini dibuktikan dari hasil rerata dan uji-t saat pretest dan post-test didapat koefisien thitung 12.450>ttabel 2.534, hal itu bermakna Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Model beljar STAD berpengaruh kuat terhadap hasil belajar tematik siswa materi panas dan perpindahannya pada siswa kelas V sekolah dasar dibuktikan dengan Thitung>Ttabel
KEEFEKTIFAN KOMIK DIGITAL DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Nurul Arfika; Fince Putri Yeni Purba; Rani Adillah; Biworo Frida Gurning; Saronom Silaban
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 8 No. 1: Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v8i1.53155

Abstract

Kajian ini berlandaskan dengan dari situasi pendidikan di sekolah dasar yang masih minim akan perubahan dalam pemberian materi secara digital. Selain itu, kurangnya variasi tersebut membuat siswa kurang tertarik dan tidak mau ikut andil dalam belajar. Kajian ini bermaksud memaparkan keefektifan komik digital dalam meningkatkan minat siswa dalam belajar IPA. Dengan kajian yang digunakan adalah kuantitatif. Kajian dilakukan di SDN 060834 Medan dengan siswa kelas VI sebanyak 25 siswa sebagai subyek kajian, dengan data yang dikumpulkan berasal dari observasi, wawancara dan angket. Dan selanjutnya data  itu dianalisis melalui deskriptif kuantitatif yang bermakna memaparkan hasil peningkatan minat belajar siswa yang didapat dari sebaran angket sebelum dan setelah diterapkannya komik digital dalam belajar  IPA. Hasil kajian memaparkan dengan diterapkannya komik digital minat siswa menjadi meningkat, terbukti peningkatan sebanyak 43% dari  sebelum dengan komik digital minat siswa hanya 47% capaian kurang baik dan kini setelah diterapkan komik digital menjadi 90%  capaian sangat baik. Sehingga dikonklusikan komik digital yang diterapkan dalam belajar IPA memiliki keefektifan yang sangat tinggi dalam meningkatan minat belajar siswa sekolah dasar.
TANTANGAN GURU DALAM MEWUJUDKAN ERA SOCIETY 5.0 MELALUI KURIKULUM MERDEKA Rani Adillah
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru merupakan komponen penting dalam pendidikan, tidak hanya sebagai penyampai ilmu tetapi juga bertanggung jawab terhadap perkembangan kepribadian siswa. Mereka perlu menciptakan proses pembelajaran yang merangsang siswa belajar secara efektif dan dinamis untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Tantangan yang dihadapi oleh guru saat ini sangat besar, terutama dengan masuknya era industri 4.0 dan kemudian munculnya era society 5.0 yang menjadi tantangan baru bagi guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tantangan yang dihadapi oleh guru dalam menghadapi era society 5.0. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk mengumpulkan data menggunakan pendekatan studi pustaka (library research), dimana mengumpulkan berbagai referensi bacaan yang relevan dengan permasalahan yang diteliti, yaitu mengenai tantangan guru dalam menghadapi era Society 5.0 melalui kurikulum merdeka. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa dalam menghadapi era Society 5.0, guru perlu memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah, berpikir kritis, dan berkreasi. Mereka juga harus memenuhi kualifikasi khusus, meningkatkan kompetensi, serta mengembangkan keterampilan dalam mendidik siswa agar siap menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang. Kata kunci: Tantangan Guru; Era Society ; Kurikulum Merdeka
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI METODE BELAJAR STEAM Lubis, Wirda Hayatina; Purba, Fince Putri Yeni; Adillah, Rani; Gurning, Biworo Frida
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol 8, No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v8i1.52457

Abstract

Abstract: Improving Students' Critical Thinking Ability Through STEAM Learning Method. Learning in the 21st century requires alignment with the needs and challenges of life, such as developing skills, problem solving, critical thinking skills, the ability to use technology and information organisation structures to communicate effectively. However, the learning applied in the current era is not new and has implications and learning that has not improved students' thinking skills. This study aims to improve students' thinking skills after applying the STEAM learning method, with Class IV students of SDN 066050 Medan Denai Sub-district as the study subjects. This study is a Classroom Action Research (PTK) conducted in two cycles, each cycle has four parts such as planning, implementation, monitoring and reflection. Data collected through observations, interviews, questionnaires and documents revealed that critical thinking skills improved each cycle. It appears from the pre-action of 20%, cycle I by 60% and cycle II by 80%. Thus the STEAM learning method can improve students' critical thinking skills. Keywords: Learning Method, STEAM, Critical Thinking Skills Abstrak: Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Metode Belajar STEAM. Pembelajaran abad 21 yang mengharuskan penyelarasan akan kebutuhan dan tantangan hidup, seperti mengembangkan keterampilan, pemecahan masalah, kemampuan berpikir kritis, kemampuan untuk berteknologi dan struktur organisasi informasi dalam berkomunikasi secara efektif. Namun, pembelajaran yang diterapkan era kini bukanlah hal baru dan memiliki implikasi serta pembelajaran yang belum meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Kajian ini bermaksud meningkatkan kemampuan berpikir siswa setelah imenerapkan metode belajar STEAM, dengan siswa Kelas IV SDN 066050 Kecamatan Medan Denai sebagai subyek kajian. Kajian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus punya empat bagian semacam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket dan dokumen. memaparkan kemampuan berpikir kritis meningkat setiap siklusnya. Tampak dari pratindakan sebesar 20%, siklus I sebesar 60% dan siklus II sebesar 80%. Dengan demikian metode belajar STEAM dapat meningkatkan keterampilan pemikiran kritis para siswa.Kata Kunci : Metode Belajar, STEAM, Kemampuan Berpikir Kritis
Pengaruh Penggunaan Pendekatan Kontekstual Terhadap Kemampuan Menulis Cerita Pendek Oleh Siswa Kelas Ix Mts. Insan Cita Medan Rani Adillah; Fitriani Lubis
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.563 KB) | DOI: 10.55606/jurribah.v1i2.394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Pendekatan Kontekstual Terhadap Kemampuan Menulis Cerita Pendek oleh Siswa Kelas IX MTs. Insan Cita Medan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa/siswi MTs. Insan Cita berjumlah 40 siswa. Objek yang diteliti adalah Penggunaan Pendekatan Kontekstual Terhadap Kemampuan Menulis Cerita Pendek. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah berupa tes. Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji paired sample T-test. Berdasarkan uji Statistic T-paired diperoleh dari nilai rata-rata perbedaan antara pretest (sebelum diberikan treatment) dengan posttest (setelah diberikan treatment) yaitu 3,375 dengan standar deviasion 5,236 dan didapatkan nilai siginifikan (2-tailed) 0.000 maka Ha diterima dan H0 ditolak yang artinya ada perbedaan yang siginifikan terhadap pemerolehan nilai pretest dan posttest.
Analisis Media Belajar Digital di Generasi Alpha Era Society 5.0 Mendukung Kurikulum Merdeka Nurul Arfika; Rani Adillah; Fince Putri Yeni Purba; Anita Yus
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): Artikel Riset Nopember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/geci.v1i2.3177

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini sangat penting karena memaparkan upaya dalam mengatasi munculnya era digital, sehingga proses pembelajaran di kelas harus ditingkatkan dan dikembangkan serta diperbaiki agar memenuhi kebutuhan siswa. Metode penelitian: Kajian ini bermaksud memberikan referensi yang informatif pada aspek media belajar digital yyang cocok untuk generasi alpha di era society 5.0 pada kurikulum merdeka. Selain itu, bertujuan merangsang kepuasan belajar siswa generasi alpha dan memastikan kebutuhan mereka tercapai. Kajian ini dibuat menggunakan studi kepustakaan, dengan data yang dikumpulkan dari analisis isi yang di dalamnya terdapat sumber-sumber relevan demi mendukung kajian ini. Hasil penelitian: Hasil penelitian memaparkan banyak sekali dukungan media belajar digital pada generasi alfa yang selaras dengan kebutuhan mereka seperti media animasi, video digital, podcast, augmented reality, virtual reality, permainan pembelajaran, modul elektronik interaktif dan powerpoint. Kesimpulan: Dalam pemilihan materi pembelajaran digital demi mendukung kurikulum merdeka juga diselaraskan pada gaya belajar siswa di kelas agar terciptanya suasana belajar yang mendukung siswa agar menghasilkan lulusan yang berkualitas baik.
Pengaruh Model Belajar STAD Terhadap Hasil Belajar Tematik Bertema Panas dan Perpindahannya pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Adillah, Rani; Lubis , Wirda Hayatina; Yus, Anita
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): Artikel Riset Nopember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/geci.v1i2.3190

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi karena siswa kurang memahami materi khususnya pembelajaran tematik khususnya tema panas dan perpindahannya, serta guru kurang berinovasi dan masih menggunakan model pembelajaran konvesional yang mengakibatkan siswa cenderung merasa bosan dalam proses pembelajaran. Kajian ini bermaksud menguji model belajar STAD dapat berpengaruh pada hasil belajar tematik khususnya tema panas dan perpindahannya pada siswa kelas V SD. Metode penelitian: kajian ini merupakan kajian kuantitatif pendekatan eksperimen yang di desain dengan pra-eksperimenta, dengan datanya dikumpulkan dari observasi dan tes. Kajian dilakukan di SD Kartini Medan dengan jumlah murid yang menjadi subyek sebanyak 31 siswa. Hasil penelitian: Hasil kajian memaparkan model pembelajaran STAD memengaruhi hasil belajar tematik khususnya tema panas dan perpindahannya pada siswa kelas V sekolah dasar. Hal ini dibuktikan dari hasil rerata dan uji-t saat pretest dan post-test didapat koefisien thitung 12.450>ttabel 2.534, hal itu bermakna Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Model beljar STAD berpengaruh kuat terhadap hasil belajar tematik siswa materi panas dan perpindahannya pada siswa kelas V sekolah dasar dibuktikan dengan Thitung>Ttabel
KEEFEKTIFAN KOMIK DIGITAL DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Arfika, Nurul; Yeni Purba, Fince Putri; Adillah, Rani; Gurning, Biworo Frida; Silaban, Saronom
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 8 No. 1: Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v8i1.53155

Abstract

Kajian ini berlandaskan dengan dari situasi pendidikan di sekolah dasar yang masih minim akan perubahan dalam pemberian materi secara digital. Selain itu, kurangnya variasi tersebut membuat siswa kurang tertarik dan tidak mau ikut andil dalam belajar. Kajian ini bermaksud memaparkan keefektifan komik digital dalam meningkatkan minat siswa dalam belajar IPA. Dengan kajian yang digunakan adalah kuantitatif. Kajian dilakukan di SDN 060834 Medan dengan siswa kelas VI sebanyak 25 siswa sebagai subyek kajian, dengan data yang dikumpulkan berasal dari observasi, wawancara dan angket. Dan selanjutnya data  itu dianalisis melalui deskriptif kuantitatif yang bermakna memaparkan hasil peningkatan minat belajar siswa yang didapat dari sebaran angket sebelum dan setelah diterapkannya komik digital dalam belajar  IPA. Hasil kajian memaparkan dengan diterapkannya komik digital minat siswa menjadi meningkat, terbukti peningkatan sebanyak 43% dari  sebelum dengan komik digital minat siswa hanya 47% capaian kurang baik dan kini setelah diterapkan komik digital menjadi 90%  capaian sangat baik. Sehingga dikonklusikan komik digital yang diterapkan dalam belajar IPA memiliki keefektifan yang sangat tinggi dalam meningkatan minat belajar siswa sekolah dasar.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI METODE BELAJAR STEAM Lubis, Wirda Hayatina; Purba, Fince Putri Yeni; Adillah, Rani; Gurning, Biworo Frida
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 8 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v8i1.52457

Abstract

Abstract: Improving Students' Critical Thinking Ability Through STEAM Learning Method. Learning in the 21st century requires alignment with the needs and challenges of life, such as developing skills, problem solving, critical thinking skills, the ability to use technology and information organisation structures to communicate effectively. However, the learning applied in the current era is not new and has implications and learning that has not improved students' thinking skills. This study aims to improve students' thinking skills after applying the STEAM learning method, with Class IV students of SDN 066050 Medan Denai Sub-district as the study subjects. This study is a Classroom Action Research (PTK) conducted in two cycles, each cycle has four parts such as planning, implementation, monitoring and reflection. Data collected through observations, interviews, questionnaires and documents revealed that critical thinking skills improved each cycle. It appears from the pre-action of 20%, cycle I by 60% and cycle II by 80%. Thus the STEAM learning method can improve students' critical thinking skills. Keywords: Learning Method, STEAM, Critical Thinking Skills Abstrak: Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Metode Belajar STEAM. Pembelajaran abad 21 yang mengharuskan penyelarasan akan kebutuhan dan tantangan hidup, seperti mengembangkan keterampilan, pemecahan masalah, kemampuan berpikir kritis, kemampuan untuk berteknologi dan struktur organisasi informasi dalam berkomunikasi secara efektif. Namun, pembelajaran yang diterapkan era kini bukanlah hal baru dan memiliki implikasi serta pembelajaran yang belum meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Kajian ini bermaksud meningkatkan kemampuan berpikir siswa setelah imenerapkan metode belajar STEAM, dengan siswa Kelas IV SDN 066050 Kecamatan Medan Denai sebagai subyek kajian. Kajian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus punya empat bagian semacam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket dan dokumen. memaparkan kemampuan berpikir kritis meningkat setiap siklusnya. Tampak dari pratindakan sebesar 20%, siklus I sebesar 60% dan siklus II sebesar 80%. Dengan demikian metode belajar STEAM dapat meningkatkan keterampilan pemikiran kritis para siswa.Kata Kunci : Metode Belajar, STEAM, Kemampuan Berpikir Kritis