Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Simulation Study of Propylene Glycol Formation from Propylene Oxide and Water: Effect of Reactor Type, Reactant Ratio, Temperature, and Reactor Configuration Ariyanto, Eko; Yusmartini, Eka Sri; Robiah, Robiah; Ardianto, Feby
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 9, No 1 (2024): February 2024
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v9.i1.26

Abstract

This study investigates the influence of reactor type, reactor configuration, reactor temperature, and reactant ratio on the formation of propylene glycol from propylene oxide and water using HYSYS simulation software. The examined reactor types include Continuous Stirred Tank Reactors (CSTR) and Plug Flow Reactors (PFR). The impact of reactant ratio is explored by varying the mole ratio of propylene oxide to water. The effect of temperature is studied by altering the reaction temperature from 24 to 40 °C. HYSYS simulation results reveal that PFR yields the highest conversion compared to CSTR. Furthermore, consecutive CSTR configuration produces higher conversion than parallel CSTR configuration. Additionally, an increase in reaction temperature from 24 to 40 °C enhances the conversion of propylene oxide to propylene glycol. The reactant ratio 1:1 (propylene oxide to water) yields the highest conversion compared to other reactant ratios. The implications of these findings are to provide insights into more efficient and economical propylene glycol processes. The study suggests that PFR configuration, consecutive CSTR configuration, elevated reactor temperatures, and optimal reactant ratios can significantly improve the efficiency of propylene glycol formation.Keywords: Propylene Glycol, CSTR, PFR, Conversion, HYSYS Simulation
Proses Pembentukan Struvite Kristal Menggunakan Sampah Organik Melalui Proses Anaerobik Ariyanto, Eko; Septiaranisi, Eci Dwi; Martini, Sri; Yusmartini, Eka Sri
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan Effective Microorganisms-4 (EM-4) pada proses anaerobik limbah organik terhadap peningkatan konsentrasi ammonium (NH4) serta mengevaluasi penambahan ion Magnesium (Mg) dan Pospat (PO4) terhadap penurunan konsentrasi ion NH4 dalam proses pembentukan struvite. Meskipun telah ada penelitian sebelumnya mengenai pengaruh penambahan ion Mg dan PO4 dalam pembentukan struvite, namun penelitian yang secara khusus memperhatikan pengaruh penambahan EM-4 masih terbatas. Penelitian ini menggunakan limbah organik, kotoran sapi, dan EM-4 dalam proses anaerobik untuk menghasilkan peningkatan konsentrasi NH4, yang kemudian digunakan untuk pembentukan struvite dengan penambahan ion Mg dan PO4, serta dianalisis menggunakan SEM dan EDX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EM-4 sebesar 60 ml dalam proses anaerobik limbah organik menghasilkan peningkatan konsentrasi NH4 yang signifikan dari 97 mg/L hingga 350 mg/L. Pada Proses pembentukan struvite kristal menunjukkan bahwa penambahan ion Mg dan ion PO4 memiliki efek yang signifikan dalam penurunan konsentrasi NH4 hingga mencapai 53,6 mg/L dan meningkatkan kemurnian struvite yang dihasilkan yaitu 65%. Analisis Scanning Electron Microscope (SEM) dan Energy Dispersive X-Ray Analysis EDX memberikan gambaran tentang hasil pembentukan struvite dan keberadaan pengotor dalam struvite. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang pengaruh penambahan EM-4, ion Mg, dan ion PO4 dalam pembentukan struvite melalui proses anaerobik limbah organik, serta menekankan pentingnya penelitian lebih lanjut untuk pemahaman yang lebih baik dalam pengolahan limbah organik secara efektif dan berkelanjutan.Kata kunci: Anaerobik, limbah organik, Effective Microorganisms-4 (EM4), struvite
Optimization of Coal Fly Ash Heating Temperature as an Adsorbent to Improve Acid Mine Water Quality Ridhowan, Thoufiq; Yusmartini, Eka Sri; Kharismadewi, Dian
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 9, No 3 (2024): October 2024
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v9.i3.139

Abstract

Fly ash, a fine dust from coal combustion in steam power plants, is an unused waste material that can be repurposed as a low-cost adsorbent. One type of adsorbent that can be synthesized from fly ash is zeolite-like material (ZLM), which has a porous structure capable of absorbing molecules smaller than or equal to its cavity size. In this study, untreated and heat-activated fly ash at 100, 200, and 300°C was used as an adsorbent for acid mine water. Adsorbent mass varied between 6, 8, 10, 12, and 14 g, mixed with 130 mL of mine water and stirred at 150 rpm for 60 minutes. The results showed that heat activation increased the surface area of the fly ash adsorbent, reaching 22.658 m²/g at 300°C. Heat-treated fly ash at 200 and 300°C showed a more significant reduction in Fe and Mn levels, especially with 8 g of adsorbent. Additionally, all adsorbents, whether heated or not, raised the pH of the acid mine water. The total suspended solids (TSS) were reduced to meet quality standards using 14 g of adsorbent heated to 300°C. These results indicate that coal fly ash adsorbent can be effectively applied for treating acid mine water
PENYULUHAN PEMBUATAN KOMPOS DARI LIMBAH RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN KOMPOSTER DI KELURAHAN KEBUN BUNGA PALEMBANG Mardwita, Mardwita; Yusmartini, Eka Sri; Kalsum, Ummi; Rifdah, Rifdah; Angkasa, Zuber
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v7i2.12897

Abstract

Meningkatnya jumlah sampah dilingkungan masyarakat memberikan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat, seperti masalah kesehatan dan polusi udara (bau) yang dihasilkan oleh sampah. Sampah organik seperti sayur-sayuran dan buah-buahan yang telah membusuk dan banyak dihasilkan dari rumah tangga dapat diolah menjadi pupuk kompos. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengajarkan pada masyarakat khususnya ibu rumah tangga untuk dapat memisahkan antara sampah organik dan anorganik dan selanjutnya dapat mengolah sampah organik tersebut menjadi pupuk kompos. Pengomposan sampah organik tersebut menggunakan komposter dan Effective Microorganism 4 (EM4). Hasil pengomposan berupa pupuk kompos padat dan cairan lindi. Cairan lindi dapat digunakan kembali sebagai biang dan dapat digunakan sebagai pupuk cair tanaman. 
SOSIALISASI PENGOLAHAN LINDI MENJADI PUPUK CAIR DI TPS-3R KELURAHAN TALANG KELAPA KECAMATAN ALANG-ALANG LEBAR PALEMBANG SUMATERA SELATAN Yusmartini, Eka Sri; Mardwita, Mardwita; Fahmi, Innike Abdillah
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.682 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i1.27968

Abstract

Meningkatnya pertumbuhan penduduk  dan aktifitasnya, memberi kontribusi significan pada peningkatan sampah. Bank Sampah merupakan usaha masyarakat bersama dengan pemerintah memiliki fungsi sebagai media edukasi bagi masyarakat bagaimana memelihara lingkungan dan mengelola sampah Metode yang digunakan dalam program kemitraan masyarakat (PKM) adalah dengan pendekatan terhadap mitra untuk memberikan pandangan tentang perlunya diversifikasi produk untuk pengolahan lindi. Diversifikasi produk dengan memberikan sosialisasi mengolah lindi yang dihasilkan dari proses pengomposan menjadi pupuk cair yang juga dapat dimanfaatkan sebagai EM4 dalam proses pengomposan. Pemasangan alat yang sudah diterapkan pada TPS 3 – R, lindi yang dihasilkan terkumpul dengan baik dan akan dapat digunakan untuk pemrosesan lanjut menjadi pupuk cair.
Pendampingan dan Pelatihan Web Pemasaran Berbasis On-Line Di SMA Negeri I Tanjung Raja Yusmartini, Eka Sri; Mardwita; Aseptianova
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.012 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v11i2.40041

Abstract

Menumbuhkan minat dan jiwa entrepreneur dapat ditanam sejak di bangku sekolah. Dengan mendaur ulang sampah organik yang dihasilkan oleh sekolah menjadi pupuk kompos dan menjualnya menjadi salah satu upaya melahirkan entrepreneur muda. Tim Pengabdian UM Palembang bermitra dengan SMA Negeri 1 Tanjung Ogan Ilir dalam memberikan keterampilan dasar menjadi entrepreneur, tidak hanya kepada siswa tetapi juga guru pendamping, yaitu keterampilan dalam membuat website sebagai sarana promosi dan penjualan serta keterampilan mendesain label produk agar mampu menarik perhatian pembeli. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah pra-pelaksanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatnya pengetahuan siswa dan guru pendamping terhadap pembuatan website untuk memasarkan produk, pelabelan produk serta adanya website SMANTRA01 dengan menggunakan platform Google Site dan label produk SMANTRA 01 Kompos sebagai hasil pendampingan.
Harnessing Electrochemical Processes for Enhanced Struvite Crystallization: A Comprehensive Review Ariyanto, Eko; Yusmartini, Eka Sri; Gusmiatun, Gusmiatun; Fatimah, Fatimah; Purwoko, Mitayani
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 10, No 1 (2025): February 2025
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The recovery of nutrients from contaminated water and wastewater can effectively mitigate both the nutrient burden on water resources and the associated environmental issues affecting aquatic ecosystems. This approach presents a valuable solution towards achieving environmental and societal sustainability. Consequently, struvite crystallization technology has emerged as a promising method for nutrient recovery, as the resulting precipitate can be recycled as a natural fertilizer. This review aims to elucidate the characteristics of struvite and provide insight into the fundamental process of crystallization. Furthermore, it comprehensively discusses the various variables that influence struvite crystallization, with a special focus on its application in urine-contaminated water using electrochemical methods. The review also highlights the advantageous on environmental and economic aspects. In addition, the limitations of struvite crystallization technology are examined, and future research prospects are explored, particularly in the context of electrochemical techniques which offer innovative solutions for controlled nutrient extraction. Ultimately, this work serves as a foundational resource for the future utilization of struvite crystallization technology in nutrient recovery, in response to the escalating environmental challenges and depletion of natural resources.Keywords: Struvite formation, electrochemical process, magnesium anode, struvite crystallization, natural fertilizer
Addition of Plastic Mixture (LDPE) for the Development of Alternative Mixtures in Concrete Blocks Abdullah, Abdullah; Erna Yuliwati; Eka Sri Yusmartini
International Journal of Information Engineering and Science Vol. 2 No. 3 (2025): August : International Journal of Information Engineering and Science
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Infomatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijies.v2i3.301

Abstract

This study investigates the potential of Low-Density Polyethylene (LDPE) plastic waste as a partial substitute for sand in concrete block mixtures, focusing on its effects on compressive strength and water absorption. LDPE is a non-biodegradable plastic waste that poses significant environmental challenges. Its incorporation into construction materials offers a promising solution to reduce pollution while enhancing the performance of building components. The research employed LDPE substitution levels of 10%, 15%, 20%, 25%, and 30% by weight of sand, compared against conventional concrete blocks without LDPE. Experimental results revealed that the highest compressive strength was achieved with a 15% LDPE mixture, reaching 80.762 kg/cm² at 28 days of curing—an increase of approximately 40.8% compared to normal blocks, which recorded 57.359 kg/cm². LDPE additions up to 20% maintained favorable strength characteristics, while higher proportions (25% and 30%) led to a decline in mechanical performance. In terms of water absorption, the inclusion of LDPE demonstrated a decreasing trend, attributed to the hydrophobic nature of plastic, which enhances moisture resistance in the concrete blocks. These findings suggest that a 15% LDPE substitution represents an optimal formulation for producing eco-friendly concrete blocks with improved strength and reduced water absorption. The study highlights the dual benefits of waste management and material innovation, aligning with sustainable development goals. By repurposing plastic waste into construction applications, this approach not only mitigates environmental impact but also contributes to the advancement of green building technologies. Further research is recommended to explore long-term durability, thermal properties, and scalability of LDPE-based concrete products in real-world construction settings.
Pemanfaatan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Cairan Serba Guna dengan Proses Fermentasi di Panti Asuhan Humairoh Palembang Yusmartini, Eka Sri; Kharismadewi, Dian; Atikah; Rahadianto, Wahyu Triaji
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i2.5820

Abstract

Sampah masih menjadi masalah utama di lingkungan, karena jumlah timbunan sampah yang dihasilkan sehari hari dari aktivitas masyarakat. Timbunan sampah pada TPA semakin hari semakin meningkat, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membangun kesadaran tentang pentingnya mengolah sampah organik menjadi cairan serba guna yang dapat digunakan sehari hari dengan memanfaatkan sampah organik. Kegiatan dilakukan di Panti Asuhan Aisyiyah Humairoh, kota Palembang yang diikuti oleh 27 peserta. Eco enzym adalah produk pemanfaatan sampah organik rumah tangga (kulit buah, sisa sayuran) yang masih segar yang difermentasi dengan gula merah atau bisa juga menggunakan molase, dalam wadah kedap udara selama 3 bulan, sampai menjadi larutan aktif. Bahan bahan nya terdiri dari air, gula merah atau molase, dan sampah dari kulit buah serta sayuran. Metode Sosialisasi dan Pelatihan dilakukan dengan dimulai dari persiapan, pretest, pelaksanaan pelatihan dan posttest. Peserta kegiatan berperan aktif dalam kegiatan baik dalam sosialisasi maupun pelatihan.  Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengetahui tingkat wawasan peserta terkait sosialisasi dan pelatihan yang dipaparkan.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman peserta meningkat sebesar 100 % dari semula tidak paham dan kurang paham.   Hasil dari eco enzyme dapat dipanen setelah 3 bulan proses fermentasi. Setelah kegiatan peserta dibagikan produk eco enzyme yang dapat dipakai untuk kebutuhan sehari hari seperti mengepel dan menyiram tanaman. Hal ini dimaksudkan agar peserta dapat merasakan manfaat dari eco enzyme yang diolah menggunakan sampah organik. Pengetahuan masyarakat akan nilai tambah sampah dengan mengolahnya menjadi eco enzyme bertambah, dan diharapkan selanjutnya bisa mandiri membuatnya, baik dilingkungan panti asuhan maupun diluar panti asuhan.
Pengaruh Berat Karbon Aktif Dari Ampas Tebu dan Lama Perendaman Terhadap Kualitas Minyak Goreng Bekas Mardwita; Eka Sri Yusmartini; Nindia Selviana
Jurnal INOVATOR Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v5i1.148

Abstract

The amount of used cooking oil is increasing along with human activities. Used cooking oil that is disposed directly into the environment will give a negative impact on health and the quality of the environment, therefore it is necessary to purify the used cooking oil so that the used cooking oil can be reused. In this study, used cooking oil that has been used with heating time of 3 hrs, 5 hrs, and 7 hrs was used. The used cooking oil was purified using activated carbon made from 100 mesh bagasse with variations in weight of 2.5 g, 5 g, and 7 g, soaking time of activated carbon in used cooking oil were 24 hrs, 48 ​​hrs, and 72 hrs. The analysis used is the analysis of water content, free fatty acid content, and the amount of saponification. The results showed that the water content and saponification rate decreased with the length of contact time and the weight of activated carbon. The lowest free fatty acid content was produced when using activated carbon 7.5 g and contact time for 24 hrs.