Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kontribusi Pemberian Makanan Tambahan terhadap Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis di Badan Koordinasi Penanaman Modal Provinsi Maluku Tahun 2020 Maryam Lihi; Zulfikar Lating; Mohammad Dahlan Sely; Iswandi Fataruba; Ilyas Ibrahim
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 2, No 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh1206

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Rendahnya angka kesembuhan pengobatan menandakan bahwa masih banyak penderita TB paru yang belum sembuh, hal ini tidak hanya berpengaruh pada penularan yang akan semakin banyak terjadi pada keluarga penderita maupun orang-orang di lingkungan penderita tetapi ditakutkan akan terjadi kekebalan ganda terhadap Obat Anti Tuberkulosis sehingga proses kesembuhan akan semakin sulit. Pemberian makanan tambahan merupakan salah satu strategi suplementasi dalam mengatasi masalah gizi. Pemberian makanan tambahan bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi yang akhirnya dapat meningkatkan status gizi sasaran. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengambarkan atau mendeskripsikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Terhadap Peningkatan Angka Kesembuhan pasien tuberkolosis Di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Maluku (BKPM) Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Populasi berjumlah 17 orang. Teknik pengambilan sampelnya yaitu total sampling artinya semua populasi dijadikan sampel. Hasil penelitian ini diketahui bahwa untuk responden dengan variabel angkakesembuhan kategori sembuh paling tinggi dengan jumlah respondennya yaitu 12 orang (70,6%). Sedangkan pada variabel pemberian makanan tambahan (PMT) paling banyak yaitu responden dengan kategori ya bejumlah 10 orang (58,8%). Kesimpulan bahwa pemberian makanan tambahan (PMT) yang dilakukan di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Maluku (BKPM) meningkatkan angka kesembuhan bagi pasien TB Paru.
Kecanduan Internet dan Insomnia : Studi pada Mahasiswa STIKes Maluku Husada Tahun 2019 Wiwi Rumaolat; Mohammad Dahlan Sely; Epi Dusra; Endah Fitriasari
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 1, No 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh1203

Abstract

Kecanduan internet bisa menyebabkan tidak terpenuhinya jam tidur, yang jika dibiarkan terus- menerus akan mengakibatkan gangguan pola tidur atau sering disebut insomnia. Studi kasus juga mendapatkan bahwa orang dengan kecanduan internet bisa menghabiskan waktu hingga 70 jam dalam seminggu untuk mengakses internet. Survey awal yang dilakukan peneliti, sebanyak 20 mahasiswa angkatan IX di STIKes Maluku Husada rata-rata mengatakan bahwa mereka lebih sering tidur di atas jam 12 malam dengan alasan karena mengerjakan tugas dan bermain intenet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecanduan internet dengan insomnia pada mahasiswa angkatan IX STIKes Maluku Husada tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 141 responden. Hasil penelitian menggunakan uji spearman rho diperoleh  p-value= 0,000<0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kecanduan internet dengan kejadian insomnia pada mahasiswa angkatan IX di STIKes Maluku Husada Tahun 2019.
Sanitasi Lingkungan dan Stunting: Peran Pengetahuan Ibu Balita di Desa Teluti Sely, Mohammad Dahlan; Cahyawati, Sunik; Sinay, Herlien; Ibrahim, Ilyas
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 3, No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh3101

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Salah satu penyebab tidak langsung adalah ketersediaan sanitasi yang tidak layak dan aman. Sanitasi yang buruk dapat menimbulkan penyakit infeksi pada balita serta diare dan kecacingan yang dapat mengganggu proses pencernaan dalam proses penyerapan nutrisi, jika kondisi ini terjadi dalam waktu lama dapat mengakibatkan stunting. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi sanitasi lingkungan terhadap pengetahuan ibu dalam upaya penurunan angka stunting di Desa Telutih Baru, Kecamatan Tehoru. Metode: Penelitian ini  menggunakan  metode pre-experiment dengan jenis one group pre-test and post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah 45 ibu yang  memiliki bailita Usia ≤ 2 tahun. Sedangkan sampel dalam penelitian ini yaitu 45 ibu  yang  memiiki Balita Usia ≤ 2 tahun di Desa Teluti Baru, Kecamatan Tehoru. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrument penelitian  menggunakan kuesioner dalam bentuk pernyataan-pernyataan, variabel dalam  penelitian ini yaitu variable sanitasi lingkungan dan pengetahuan Ibu. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah  uji Wilcoxon. Hasil: pada uji pre-tes menunjukan pengetahuan ibu balita rendah yaitu 11 dan pada post-tes menunjukan peningkatan pengetahuan yaitu 20, hasil uji Wilcoxon menunjukan ada pengaruh yang sangat signifikan pengetahuan ibu tentang sanitasi lingkungan terhadap upaya penurunan angka stunting dengan p-valuae 0,00. Kesimpulan: ada pengaruh pengetahuan ibu balita terhadap upaya penurunan angka stunting.
Pemberdayaan Kelompok Ibu Wadah melalui Inovasi Produk Sirup Buah Galoba sebagai Minuman Fungsional dan Penguatan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Wiwi Rumaolat; Mohammad Dahlan Sely; Jayanti Djarami; Maryam Lihi
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i02.554

Abstract

  Abstrak: Galoba (Hornstedtia alliacea) merupakan salah satu sumber daya hayati lokal Maluku yang berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan bernilai ekonomi. Beberapa penelitian menunjukkan adanya kandungan fitokimia dan aktivitas biologis pada galoba, sementara penelitian pengolahan menunjukkan bahwa buah galoba dapat dikembangkan menjadi produk minuman dengan karakteristik kimia dan organoleptik yang baik. Namun, pemanfaatan galoba oleh Kelompok Ibu Wadah di Desa Uraur masih dilakukan secara sederhana dengan keterbatasan pada standardisasi produksi, sanitasi, kemasan, branding, dan pemasaran. Tujuan penelitian meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam produksi, pengemasan, branding, dan pemasaran sirup galoba serta menerapkan teknologi tepat guna. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, demonstrasi dan praktik pembuatan sirup galoba, penerapan teknologi tepat guna, pengemasan dan pelabelan, branding, pemasaran, serta pendampingan dan evaluasi. Kegiatan meningkatkan kemampuan mitra dalam menerapkan proses produksi yang lebih higienis dan terarah, menggunakan teknologi tepat guna, melakukan pengemasan dan pelabelan, serta memahami strategi branding dan pemasaran. Kegiatan PKM berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas Kelompok Ibu Wadah untuk mengembangkan sirup galoba sebagai produk pangan lokal yang memiliki nilai tambah ekonomi dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.