p-Index From 2021 - 2026
4.208
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Jurnal Infinity Journal on Mathematics Education (JME) Pedagogi : Jurnal Penelitian Pendidikan AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Journal of Research and Advances in Mathematics Education Al Ishlah Jurnal Pendidikan KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Wacana Akademika : Majalah Ilmiah Kependidikan Procediamath SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Jurnal Surya Masyarakat Teorema: Teori dan Riset Matematika Minda Baharu Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Perdikan: Journal of Community Engagement Diseminasi : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Surya Masyarakat Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika IJORER : International Journal of Recent Educational Research Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) International journal of education and learning Jurnal Keuangan dan Akuntansi Terapan (KUAT) JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Journal of Social Work and Empowerment Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Infinity Babakti : Journal of Community Engangement Babakti: Journal of Community Engangement International Journal of Educational Practice and Policy Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching
Claim Missing Document
Check
Articles

Analyzing Students' Cognitive Process of Mathematical Problem Solving for Mathematical Literacy Setiyani Setiyani; Nurul Ikhsan Karimah; Trusti Hapsari; Sri Sumarwati; Turini Erawati; Try Suprayo
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v13i1.16272

Abstract

Math education aims to develop thinking skills and promote problem-solving using math. Unfortunately, students often find it dull, leading them to rely on memorization instead of grasping concepts. Mathematical literacy involves using math in everyday situations, requiring reasoning and concept application. This study used a descriptive qualitative method to explore how eighth-grade students approach math literacy problems from a cognitive perspective. The instruments used in this research include tests, interviews, observations, and documentation. Subjects were chosen by giving numeracy problems to 25 AKM program participants, and then three subjects were selected for in-depth interviews based on cognitive level. Data analysis involved data reduction, examining results and semi-structured interview responses for verbal expressions of thinking processes related to math literacy at different cognitive levels. Based on the results of this research, subjects with high abilities demonstrated a deep understanding of the problems, organized information very well, used prior knowledge and experience to make attempts, and engaged in reflection and evaluation of the answers obtained. In summary, students with varying cognitive levels showed good math literacy skills, as evidenced by all three subjects successfully meeting the descriptors of the thinking process when solving math literacy problems
Pelatihan Penguatan Numerasi Bagi Guru SMK AS-SALAM Untuk Meningkatkan Kompetensi Pembelajaran Setiyani Setiyani; Muchamad Subali Noto; Nurul Ikhsan Karimah; Laelasari; Yusida Gloriani; Turini Erawati; Sri Sumarwati
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 2 No 1 (2025): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i1.13093

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan keterampilan dasar yang penting untuk dimiliki oleh siswa guna menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sehari-hari. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa guru di SMK As-Salam masih memiliki keterbatasan dalam memahami konsep numerasi secara mendalam dan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran lintas mata pelajaran. Untuk itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan penguatan numerasi kepada guru-guru di SMK As-Salam guna meningkatkan kompetensi mereka dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis numerasi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap identifikasi kebutuhan, Pelaksanaan Pelatihan, evaluasi dan refleksi, serta tindak lanjut. Materi pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang numerasi, mulai dari konsep dasar hingga penerapannya dalam konteks pembelajaran SMK. Berdasarkan hasil pengabdian diperoleh temuan bahwa Sebagian besar guru menanggap numerasi adalah matematika, selalu HOTS, dan selalu berhubungan dengan angka. Setelah penyampaian materi, terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan numerasi ke dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi guru tetapi juga memberikan dampak positif pada kualitas pembelajaran di SMK As-Salam, sehingga siswa dapat lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin kompleks. Adapun keberlanjutan program ini akan difokuskan pada penguatan komunitas belajar antar guru untuk berbagi praktik terbaik dalam pembelajaran berbasis numerasi.
Mathematical Thinking Processes of Junior High School Students in Solving Contextual Problems Based on Learning Styles Setiyani Setiyani; Marwia Tamrin Bakar; Nurul Ikhsan Karimah; Sri Sumarwati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 1 (2026): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v15i1.3626

Abstract

Masalah kontekstual menuntut proses berpikir matematis yang runtut, logis, dan reflektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses berpikir matematis siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual berdasarkan kerangka Mason (tahap entry, attack, dan review) ditinjau dari gaya belajar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan siswa kelas VII SMP Negeri di Kota Cirebon. Tiga subjek dipilih secara purposif untuk mewakili gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Data dikumpulkan melalui tes, angket gaya belajar, dan wawancara mendalam. Hasil menunjukkan perbedaan karakteristik berpikir: siswa visual memenuhi seluruh indikator pada semua tahapan; siswa auditori mampu pada tahap entry dan attack namun terbatas dalam mengembangkan solusi pada tahap review; sedangkan siswa kinestetik hanya memenuhi sebagian indikator dan kesulitan dalam justifikasi serta refleksi. Temuan ini menegaskan pengaruh gaya belajar terhadap kualitas proses berpikir matematis. Implikasinya, pembelajaran matematika perlu dirancang secara adaptif untuk memperkuat penalaran dan refleksi siswa sesuai karakteristik belajarnya. Contextual problems in mathematics require a mathematical thinking process that is coherent, logical, and reflective. This study aims to analyze students' mathematical thinking processes in solving contextual problems based on Mason’s framework—comprising the entry, attack, and review phases—viewed through learning styles. Utilizing a descriptive qualitative approach, the study involved seventh-grade students at a state junior high school in Cirebon. Three subjects were purposively selected to represent visual, auditory, and kinesthetic learning styles. Data were gathered through mathematical thinking tests, learning style questionnaires, and in-depth interviews. The results reveal distinct characteristics: visual learners met all indicators across all phases; auditory learners succeeded in the entry and attack phases but struggled with developing alternative solutions during the review phase; while kinesthetic learners only met partial indicators and faced difficulties in providing justification and reflection. These findings underscore the influence of learning styles on the quality of mathematical thinking. Consequently, mathematics instruction should be adaptively designed to strengthen student reasoning and reflection according to their learning characteristics.
Exploring Geometric Comprehension Patterns of Elementary School Students Based on Gender through Pirie-Kieren Theory in the Context of Mande Culture in Malang Semirang Novia Hasna Fuadah; Dina Pratiwi Dwi Santi; setiyani
International Journal of Educational Practice and Policy Vol. 4 No. 2 (2026): June-July 2026
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/ijepp.v4i2.945

Abstract

Understanding geometry is an important aspect of elementary mathematics learning, yet many students still experience difficulties in understanding geometric concepts. This study aims to describe elementary school students' geometric understanding based on gender through the Pirie–Kieren theory in the context of Mande Malang Semirang and to identify the scaffolding required at each layer of understanding. This study employed a qualitative case study approach involving four high-achieving fifth-grade students, consisting of two male and two female students selected through purposive sampling. Data were collected through geometry understanding tests, observations, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings showed that all participants achieved the eight layers of understanding proposed by the Pirie–Kieren theory. However, differences were observed in their thinking processes and folding-back patterns. Male students tended to rely on concrete experiences and visual observations, whereas female students demonstrated more systematic reasoning supported by mental visualization. These findings suggest that the scaffolding required may vary among learners, highlighting the importance of considering gender as one of several factors in designing ethnomathematics-based geometry learning.
Pelatihan Penguatan Numerasi Bagi Guru SMK AS-SALAM Untuk Meningkatkan Kompetensi Pembelajaran Setiyani Setiyani; Muchamad Subali Noto; Nurul Ikhsan Karimah; Laelasari; Yusida Gloriani; Turini Erawati; Sri Sumarwati
Babakti: Journal of Community Engangement Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i1.88

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan keterampilan dasar yang penting untuk dimiliki oleh siswa guna menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sehari-hari. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa guru di SMK As-Salam masih memiliki keterbatasan dalam memahami konsep numerasi secara mendalam dan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran lintas mata pelajaran. Untuk itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan penguatan numerasi kepada guru-guru di SMK As-Salam guna meningkatkan kompetensi mereka dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis numerasi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap identifikasi kebutuhan, Pelaksanaan Pelatihan, evaluasi dan refleksi, serta tindak lanjut. Materi pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang numerasi, mulai dari konsep dasar hingga penerapannya dalam konteks pembelajaran SMK. Berdasarkan hasil pengabdian diperoleh temuan bahwa Sebagian besar guru menanggap numerasi adalah matematika, selalu HOTS, dan selalu berhubungan dengan angka. Setelah penyampaian materi, terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan numerasi ke dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi guru tetapi juga memberikan dampak positif pada kualitas pembelajaran di SMK As-Salam, sehingga siswa dapat lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin kompleks. Adapun keberlanjutan program ini akan difokuskan pada penguatan komunitas belajar antar guru untuk berbagi praktik terbaik dalam pembelajaran berbasis numerasi.