Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PEMERIKSAAN KELAINAN SPERMA PADA PRIA INFERTIL DENGAN ANALISIS ANILIN BLUE DAN TOLUIDIN BLUE Liya Agustin Umar; Mala Kurniati
Jurnal Medika Malahayati Vol 6, No 4 (2022): Volume 6 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v6i4.9011

Abstract

Berdasarkan penelitian, kelainan kromatin sperma dapat berpengaruh terhadap infertilitas pada pria. Salah satu cara untuk mengetahuinya ialah dengan memeriksa tingkat pematangan (maturitas) dan tingkat kepadatan sperma menggunakan pewarnaan Anilin Blue dan Toluidin Blue. Hal ini dikarenakan Anilin Blue dapat menggambarkan kondensasi pada kromatin sperma, sedangkan Toluidin Blue merupakan tes yang sensitif untuk mengetahui struktur dan pengemasan DNA yang tidak sempurna. Pemeriksaan kelainan kromatin sperma menggunakan pewarnaan Anilin Blue dan Toluidin Blue menunjukkan korelasi terhadap morfologi sperma, terdapat juga korelasi positif antara maturitas sperma dan kepadatan sperma dengan interpretasi korelasi yang kuat dan signifikan. Selain itu juga terdapat perningkatan persentase spema yang tidak dapat diwarnai oleh pewarnaan Anilin Blue dan Toluidin Blue didalam suatu ejakulat sperma pada orang normozoospermia yang fertil. Hal ini memberikan suatu masukan untuk mempertimbangkan melakukan pemeriksaan Anilin Blue dan Toluidin Blue sebagai pemeriksaan rutin terkait peningkatan kualitas DNA sperma sebelum melakukan proses reproduksi berbantuan (Asisted Reproduction Technology/ ART), sehingga diharapkan dapat meningkatkan tingkat keberhasilan ART.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA MENOPAUSE DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN OSTEOPOROSIS DI PUSKESMAS RAJABASA INDAH Gilang Ramadhan Putra; Mala Kurniati; Selvia Anggraeni; Dwi Marlina
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i1.9504

Abstract

Abstrak: Hubungan Pengetahuan dan Sikap Wanita Menopause dengan Perilaku Pencegahan Osteoporosis di Puskesmas Rajabasa Indah. Wanita memiliki risiko osteoporosis lebih tinggi dibanding laki-laki, hal ini dikarenakan wanita mengalami proses kehamilan dan menyusui serta penurunan hormon estrogen pada saat premenopause, menopause dan pasca menopause. Oleh karena itu pentingnya pengetahuan dan sikap pada wanita menopause terhadap osteoporosis karena masalah yang timbul pada masa menopause adalah keluhan yang mengganggu kualitas hidup dan penyakit yang timbul akibat defisiensi estrogen. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap wanita menopause dengan perilaku pencegahan osteoporosis. Metode penelitian menggunakan pendekatan metode cross sectional menggunakan teknik total sampling sebanyak 48 sampel keseluruhan. Pengambilan data dimulai pada bulan Oktober 2022-Februari 2023. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung. Datastatistik uji Chi-Square menggunakan SPSS 26. Pada penelitian di Puskesmas Rajabasa Indah didapatkan responden penelitian berjumlah 48 wanita menopause. Dimana terdapat rata-rata usia 55 tahun, pekerjaan ibu rumah tangga (68,8%), dan yang belum pernah mendapatkan informasi (68.8%). Memiliki pengetahuan cukup(68.8%), Sikap cukup (39,6%), dan perilaku negatif (64.6%). Terdapat hubungan antara pengetahuan wanita menopause dengan perilaku pencegahan osteoporosis yang nilai p-value=0,028. Dan terdapat hubungan antara sikap Wanita menopause dengan perilaku pencegahan osteoporosis yang nilai p-value=0,022. Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap wanita menopause di puskesmas Rajabasa indah dengan perilaku pencegahan osteoporosis.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN SECTIO CAESAREA (SC) DI RUMAH SAKIT SWASTA (ANALISIS DATA SDKI 2017) Dwita Canggi Siregar; Mala Kurniati; Nurhalina Sari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.9470

Abstract

Abstrak: Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan Sectio Caesarea (SC) DiRumah Sakit Swasta (Analisis Data SDKI 2017). Dari hasil Survei Demografidan Kesehatan Indonesia 2017 angka persalinan SC Indonesia sebesar 17,02 %,SDKI 2012 sebesar 12% dan SDKI 2007 sebesar 7%. Terjadi peningkatan dari SDKI2007-2017, beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat beragam faktor yangmempengaruhi persalinan SC di Rumah Sakit Swasta di Indonesia. Oleh karena itupeneliti tertarik untuk mengetahui pengaruh faktor (umur ibu, riwayat SC, paritas,pendidikan, pekerjaan, kepemilikan jaminan kesehatan, dan komplikasi kehamilan)dengan persalinan SC berdasarkan data SDKI 2017. Jenis penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitianadalah seluruh wanita usia subur (15-49 tahun) dengan kriteria inklusi yaitu WUSyang pernah melahirkan secara Sectio Caesarea (SC), selama periode survei tahun  2017. Sedangkan kriteria eksklusi yaitu data tidak lengkap. Sampel penelitian ialah 1398 responden. Instrumen penelitian adalah kuesioner SDKI. Analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat, analisa bivariat menggunakan uji chi-square dan analisa multivariat menggunakan regresi logistik multivariabel. Penelitian ini menghasilkan tiga variabel yang ditemukan dominan dalam mempengaruhi persalinan Sectio Cesarea di Rumah Sakit Swasta yaitu umur ibu yang tidak berisiko (OR : 1.26, p-value : 0.001), ibu yang tidak bekerja (OR : 0.77, p-value : 0.001), ibu yang memiliki jaminan kesehatan (OR : 1.66, p-value : 0.001). Ditemukan adanya interaksi antara pekerjaan dengan kepemilikan jaminan kesehatan dengan p-value : 0.042. Faktor dominan yang mempengaruhi persalinan SC di Rumah Sakit Swasta berdasarkan data SDKI 2017 yaitu kepemilikan jaminan kesehatan dengan OR = 1.66. Saran : Diharapkan kepada pelayanan kesehatan agar dapat memberi kebijakan khususnya untuk jaminan kesehatan dalam persalinan yang harus sesuai dengan indikasi, selain itu dapat dilakukan penyebaran informasi dalam hal menentukan persalinan baik secara online atau offline. 
PENGARUH JENIS PELARUT PADA METODE MASERASI TERHADAP KARAKTERISTIK EKSTRAK DAUN KAYU PUTIH (Eucalyptus pellita) Dedek Aji Pamungkas; Nofita Nofita; Ade Maria Ulfa; Mala Kurniati
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i2.8349

Abstract

Obat tradisional di Indonesia semakin mendapat banyak perhatian seiring semakin mahalnya harga obat. Salah satu tanaman yang dipercaya sebagai obat tradisional adalah kayu putih (Eucalyptus pellita), dikarenakan daun kayu putih mengandung metabolit sekunder. Tujuan penilitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ekstrak dari daun kayu putih (Eucalyptus pellita) dengan pelarut polar, semi polar dan non polar mengandung senyawa metabolit sekunder. Hasil penilitian menunjukkan bahwa daun Eucalyptus positif mengandung flavonoid, tanin dan total fenolik. Adanya reaksi yang terjadi pada tabung reaksi adanya endapan berwarna merah bata dapat dikatakan ekstrak daun Eucalyptus pellita positif adanya kandungan tanin. Hasil rendemen dari metode ekstraksi digesti dan maserasi yang telah dilakukan diperoleh E1:20% E2:18,6% E3:16%. Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LCMS) adalah metode kimia analitik yang menggabungkan pemisahan kromatografi cair dengan analisis spektroskopi massa. Metode ini dapat mengidentifikasi perbedaan dari ekstrak. Hasil dari pengukuran absorbansi pembanding asam galat diperoleh kurva linear seperti pada gambar R2 yaitu 0,9609 menunjukkan linearitas yang baik, maka persamaan regresi linear (y=0,0116x+0036) didapatkan kadar total fenol pada daun Eucalyptus pellita yaitu 0,083 mg GAE/g maka dapat dikatakan bahwa Eucalyptus pellita positif mengandung total fenolik. Kata kunci: Daun Kayu Putih (Eucalyptus pellita), Flavonoid, Tanin, Total Fenolik, LC/MS.
HUBUNGAN KEBIASAAN AKTIVITAS FISIK DENGAN RISIKO TERJADINYA OSTEOPOROSIS PADA WANITA MENOPAUSE DI PUSKESMAS RAJABASA INDAH Aris Aris; Mala Kurniati; Selvia Anggraeni; Fonda Octarianingsih Shariff
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i7.9900

Abstract

Abstrak: Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik Dengan Risiko Terjadinya Osteoporosis Pada Wanita Menopause Di Puskesmas Rajabasa Indah. Osteoporosis di Indonesia berdasarkan dari data Badan Pusat Statistik Indonesia pada tahun 2017 yaitu terdapat 8,97% atau sekitar 23,4 juta lansia di Indonesia menderita Osteoporosis. Faktor yang dikaitkan dengan kejadian osteoporosis adalah menopause dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan aktivitas fisik dengan risiko terjadinya osteoporosis pada wanita menopause di Puskesmas Rajabasa Indah. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien wanita menopause dengan osteoporosis di Puskesmas Rajabasa indah. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling, yaitu semua wanita yang telah mengalami menopause yang berobat di Puskesmas Rajabasa Indah sebanyak 48 responden. Analisis statistik menggunakan uji chi square. Penelitian ini sebagian besar responden memiliki risiko mengalami osteoporosis yaitu berjumlah 27 responden (56,3%). Sebagian besar wanita menopause melakukan aktivitas fisik ringan yang berjumlah 26 responden (54.2%). Ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan aktivitas fisik dengan risiko osteoporosis di Puskesmas Rajabasa Indah Tahun 2022 dengan nilai P-Value sebesar 0,024 atau < 0,05. Terdapat hubungan antara kebiasaan aktivitas fisik dengan risiko terjadinya osteoporosis pada wanita menopause di Puskesmas Rajabasa Indah.
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN HEMATOLOGI JUMLAH HEMOGLOBIN PADA SAMPEL DARAH PASIEN TALASEMIA DENGAN ANTIKOAGULAN K2EDTA SEGERA DAN SETELAH DITUNDA 4 JAM POST SAMPLING DI RSUD. DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Annisa Putri; Syuhada Syuhada; Dita Fitriani; Mala Kurniati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i7.9620

Abstract

Abstrak: Perbandingan Hasil Pemeriksaan Hematologi Jumlah Hemoglobin Pada Sampel Darah Pasien Talasemia Dengan Antikoagulan K2edta Segera Dan Setelah Ditunda 4 Jam Post Sampling Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Talassemia adalah penyakit kelainan pada rantai hemoglobin. Salah satu pemeriksaan pada thalassemia adalah pemeriksaan darah lengkap untuk mengetahui kadar Hb dalam penentuan kebutuhan transfusi darah. Pada pasien thalasemia, terjadi penurunan kadar hemoglobin dibanding orang sehat, namun apabila sampel darah disimpan pada tabung EDTA di suhu ruang yang terlalu lama menyebabkan eritrosit menjadi lisis, sehingga hasil dari pemeriksaan sampel darah menjadi kurang akurat. Diketahui perbedaan hasil pemeriksaan hematologi jumlah hemoglobin pada sampel darah pasien thalassemia dengan antikoagulan K2EDTA segera dan setelah ditunda 4 jam post sampling di RSUD. DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional melalui pemeriksaan hematologi menggunakan alat Hematology Analyzer dengan 53 sampel menggunakan uji Paired T-test. Pada hasil penelitian pada 53 sampel diketahui rerata kadar hemoglobin pada sampel darah pasien thalassemia dengan antikoagulan K2EDTA yang diperiksa segera, sebesar 6.677 gr/dL dan setelah ditunda 4 jam post sampling, mengalami penurunan menjadi sebesar 6.489 gr/dL. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pemeriksaan hematologi jumlah hemoglobin pada sampel darah pasien talasemia dengan antikoagulan K2EDTA segera dan setelah ditunda 4 jam post sampling di RSUD. DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung dengan p-value = 0.290