Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peramalan Permintaan Menggunakan Time Series Forecasting Model Untuk Merancang Resources Yang Dibutuhkan IKM Percetakan Anna Nita Kusumawati; Muhammad Ghofur; Mega Anggraeni Putri; Zaki Abdullah Alfatah; Mu’adzah
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 2 No 2 (2021): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.033 KB) | DOI: 10.37373/jenius.v2i2.159

Abstract

CV Adi Jaya merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam industri percetakan. Dalam memastikan kapasitas produksi yang ada dapat memenuhi permintaan konsumen diperlukan metode peramalan yang akurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan metode peramalan terbaik dan meramalkan permintaan konsumen pada tahun 2021. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah metode time series dan teknik analisis menggunakan Microsoft Excel. Tingkat error yang dihasilkan dari perhitungan metode peramalan diketahui dengan penghitungan kesalahan mean absolute deviation (MAD), kemudian didapatkan tracking signal. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui metode peramalan time series terbaik untuk meramalkan penjualan produk kemasan berbahan plastik adalah metode centered moving average 3 periode. Metode ini dipilih karena memiliki tingkat error paling rendah jika dibandingkan dengan metode lain yang dianalisis, yaitu dengan nilai MAD 65.773,08333 dan nilai tracking signal yang berada dalam batas pengendalian. Sehingga metode CMA 3 periode dapat digunakan dalam peramalan. Dari metode CMA 3 periode didapatkan peramalan permintaan konsumen di bulan Januari sampai Mei 2021 sebanyak 883.780 pcs setiap bulannya. Sehingga diperkirakan perlu adanya overtime yang tidak terlalu banyak untuk memenuhi peramalan permintaan pada bulan Januari-Mei 2021 karena kapasitas perusahaan perbulan hanya 875.000 pcs.
Analisis Enterprise Risk Management Menggunakan FMEA pada PT XYZ Mu'adzah - Mu'adzah; Nunung Agus Firmansyah
Teknoin Vol. 26 No. 2 (2020)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol26.iss2.art6

Abstract

PT. XYZ adalah perusahaan pembuat kertas di Kabupaten Kudus, perusahaan ini memproduksi produk kemasan. Apabila terdapat kemungkinan kegagalan atau risiko pada setiap departemen dalam perusahaan, maka perusahaan perlu melakukan manajemen risiko untuk mengarahkan dan mengendalikan aktivitas perusahaan yang berisiko, sebagai jaminan atas tujuan strategis perusahaan. Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan resiko pada Departemen K3 dan Lingkungan, PPIC, Pengendalian Mutu, Produksi, Pengadaan dan Pergudangan, serta departemen Teknik terkait dengan kegiatan produksi yang ada pada Divisi Papermill di PT XYZ. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Dilihat dari risiko yang perlu segera diselesaikan dengan melihat nilai RPN, kemudian di breakdown pada matriks prioritas risiko, terdapat 10 risiko tinggi, 13 risiko sedang dan 8 risiko rendah.
PENDEKATAN METODE STUCTURAL EQUATION MODEL (SEM) UNTUK ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI ULANG PADA JASA KURIR Hanin Fitria, Mu’adzah
Journal of Industrial Engineering and Technology Vol 1, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.229 KB) | DOI: 10.24176/jointtech.v1i2.6515

Abstract

Persaingan jasa kurir di dunia semakin meningkat dengan perkembangan era digital. Nilai pasar e-commerece di dunia dapat mencapai 94,5 triliun rupiah dan terus meningkat. Hal itu dibarengi dengan banyaknya jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 30 persen dari total penduduk. Kemunculan e-commerce sebanding dengan banyaknya jasa kurir yang terlibat di dalamnya. Sehingga persaingan industri jasa kurir (logistik) semakin ketat. Dalam upaya memenangkan persaingan industri jasa kurir perlu dilakukan analisis faktor kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mentehaui pengaruh minat beli ulang pada jasa kurir berdasarkan fakor kepuasan, kualitas layanan dan brand preference dengan menggunakan metode Stuctural Equation Model (SEM). Dalam pengumpulan data, disebarkan kuesioner terhadap 261 responden pengguna jasa kurir di Yogyakarta dalam membeli produk melalui e-commerce. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas layanan memiliki pengaruh positif terhadap minat beli ulang yang tidak signifikan, kepuasan konsumen tidak berpengaruh terhadap minat beli ulang dan brand preference memiliki pengaruh yang positif terhadap minat beli ulang konsumen yang tidak signifikan. Berdasarkan hasil brand preference menjadi hal yang tak bias dihindarkan, sehingga jasa kurir harus meningkatkan branding agar dapat dikenal oleh calon konsumen maupun konsumen yang telah menjadi pelanggan tetap.
Penggunaan FMEA Dalam Mengindentifikasi Resiko Kegagalan Pada Proses Produksi Cetak Blok Kalender (Studi Kasus : PT. XYZ) Rachmah Nanda Kartika; Nafiah Ariq Hidayah; Muadzah
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 06 (2022): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ is one of the printing companies in Jakarta. The company produces graphic products such as smart cards, the Qur'an, packaging, calendars, books, and security documents. The manufacturing production process always strives for no defective products. To minimize production failures that will occur, a system that supervises product quality is needed, called a quality control system. Printing problems that occur in PT. XYZ on the four-vel calendar product has 4 types of defects namely misregister, striped color, set-off, and dot gain. The product data for calendar block printing products in 2022 is 6500 pcs. The number of defects is high. So that the problem needs to be immediately corrected and analyzed accurately. The method used in this study was FMEA. This method identifies problems that occur in the field by identifying production factors and determining the severity of the problem through the Risk Priority Number (RPN) value. The higher the RPN value, the bigger the problem. If the bigger the problem, then the risk of the problem must be prioritized to be overcome.  Based on the percentage of each type of printing defect that occurs in PT. XYZ has the most product defects is the striped color on the vel 4 block mold. The identification results based on the three highest RPN values are caused by low-speed engines and often die, the rollers are old and do not have a densitometer measuring instrument. The main risk control measures that the company can take, namely overhaul, buying measuring instruments to replace the rollers. Then after repairs a check sheet is required.
Modelling Digital Marketplace for SME’s in Construction Industry Fitria, Hanin; Hakim, Cikita Berlian; Muadzah, Muadzah
Journal of Industrial System Engineering and Management Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Industrial System Engineering and Management (Edisi mey)
Publisher : PT. SAFARI AMALIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56882/jisem.v3i1.28

Abstract

Small and Medium Enterprises (SMEs) play a crucial role in the construction industry in Indonesia, with construction SMEs accounting for nearly 90% of the total construction industry. However, construction SMEs face various challenges, such as limited resources, lack of access to projects, inefficient procurement processes, and human resource issues. This research aims to model a digital marketplace specifically designed to address these challenges and develop the business models of construction SMEs. By employing the Business Model Canvas (BMC) approach, this research maps nine key elements in designing the business model of a digital marketplace for construction SMEs, including customer segments, value propositions, distribution channels, customer relationships, revenue streams, key resources, key activities, key partnerships, and cost structure. The results indicate that a digital marketplace can serve as a solution for construction SMEs to improve project access, process efficiency, and collaboration with strategic partners. Through the digital marketplace, construction SMEs can promote their products and services, connect with consumers and project partners, and enhance their capacities and competencies. This model offers a roadmap for developers and policymakers in creating platforms that drive competitiveness, efficiency, and growth of construction SMEs in the era of industrial digitalization..
Analisa Pengendalian Kualitas Produk Dengan Metode Six Sigma PT. XYZ Ahmad, Saiful; Hakim, Cikita Berlian; Ridwan, Achmad; Firmansyah, Nunung Agus; Hana, Fida Maisa; Muadzah, Muadzah
Metode : Jurnal Teknik Industri Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Metode
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/mt.v11i1.4228

Abstract

PT XYZ. Is an industrial company that produces galvalume toilet doors. August 2024. Successfully produced 11,147 non-coloring galvalume doors and 1,645 existing defective products. These problems are caused by a variety of factors including machines, people, and materials. To overcome this problem, the Six Sigma method was integrated with the DMAIC approach. The aim of this approach is to identify the causes of defects and provide solutions and preventive measures to reduce the occurrence of defective products. Types with broken rivets 49.06%, fast frame coming off 19.88%, loose 11.00%, loose 5.11%, black scratches 2.86%, rivets not up to 2.55%, brand, rust & scratches 2.43%, brands & scratches 1.52%, length 1.46%, dents & loose 1.22%, stains & scratches 0.97%, tilted 0.36%, black stains 0.30%, poor installation 0.30%, loose & loose connections 0.30%, scratches & dents 0.18%, rusted 0.12%, rust & scratches 0.12%, dents 0.12%, loose connections 0.06%, reversed 0.06%. Broken rivets are the most common cause of product defects. PT. XYZ. Measured using defects per million occurrences (DPMO) and shows that the quality of the door product is at a sigma level of 6.030 and a DPMO value of 4.676. Factors include galvalume and rivet nails that do not meet production standards, as well as worker negligence during the production process. Based on these findings, several suggestions were put forward, including the need for a control list to check good and bad raw materials.
Membangun Keunggulan Kompetitif HiFi Smoothie Boost sebagai Pioneer Katering Makanan Sehat di Tabalong: Studi SWOT, BMC, dan Blue Ocean Strategy Muadzah, Muadzah; Fitria, Hanin; Kartika, Rachmah Nanda
Jurnal Sains dan Aplikasi Keilmuan Teknik Industri (SAKTI) Vol. 5 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Teknik Industri Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya hidup sehat semakin digemari di Kota-Kota besar, bahkan saat ini sudah merambah ke Kabupaten-Kabupaten. Hal tersebut berbanding lurus dengan kebutuhan mengkonsumsi makanan dan minuman sehat, alami, dan real food. HiFi Smoothie Boost merupakan salah satu pelaku usaha di Kabupaten Tabalong yang memproduksi makanan dan minuman sehat dan cukup eksis. Perkembangan usaha makanan dan minuman atau catering sehat cukup signifikan, hal tersebut memunculkan tantangan sendiri dalam persaingan bisnis. Oleh karena itu pelaku usaha perlu strategi untuk tetap eksis dan mampu berkompetisi dengan pesaing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan strategi yang tepat dalam pengembangan bisnis. Metode penelitian pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah BMC, SWOT dan Blue Ocean Strategy. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi langsung dan studi literatur. Dari hasil penelitian ini, objek penelitian cukup eksis dan menjadi pioneer dalam bisnis serupa. Untuk mempertahankan kinerjanya, dirumuskan beberapa strategi menggunakan SWOT dan Blue Ocean Strategy. Strategi yang diusulkan yaitu: 1) Meningkatkan konsistensi pembuatan konten edukasi, 2) Lebih sering mengikuti bazar UMKM, 3) Menambah Varian rasa untuk produk Cold Pressed Juice dan Non Dairy Milk, 4) Membuat varian produk yang bisa menjangkau pasar luar Kota, 5) Menambah varian produk dessert sehat, 6) IG Live atau webinar kesehatan, 7) Membuat Jadwal Menu Harian dan 8) Mengurangi Sistem Pre-Order dan mulai beralih ke menu harian.
MENUMBUHKAN JIWA TECHNOPRENEURSHIP GENERASI MUDA MELALUI PRODUK KREATIF DAN INOVATIF Mu’aida Wijayanti; Cikita Berlian Hakim; Mu’adzah Mu’adzah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 2 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i2.2271

Abstract

Technopreneur salah satu bagian dari perkembangan berwirausaha (entrepreneur) yang memberikan gambaran berwirausaha dengan menggunakan inovasi berbasis teknologi. Dengan pengembangan technopreneurship dapat memberikan dampak baik secara ekonomi, sosial maupun lingkungan. Pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan pada para generasi muda khususnya remaja putri dan umum di desa Jepang kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. Salah satu contoh produk kreatif dan inovatif yang dipilih sebagai pelatihan kewirausahaan adalah membuat aneka jenis buket yaitu buket bunga, buket uang, buket boneka dan buket snack. Kegiatan pelatihan membuat buket ini diikuti oleh lebih dari 40 generasi muda khususnya remaja putri selama 6 jam, dimana kegiatan awal adalah seminar kewirausahaan dari dosen Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Kudus, yang kemudian dilanjutkan praktek dan pelatihan pembuatan berbagai jenis buket. Hasil akhir dari kegiatan ini para generasi muda khususnya remaja putri yang mengikuti kegiatan ini dapat berkreasi sendiri mengembangkan bakat dan keterampilan dalam membuat berbagai jenis buket. Diharapkan para generasi muda tumbuh jiwa technopreneurship untuk menciptakan ide-ide, inovasi-inovasi baru berbagai produk kreatif yang memiliki nilai jual dengan memanfaatkan teknologi digital dalam pemasarannya.
EDUKASI PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN DBD DAN STUNTING DI DESA CENDONO KABUPATEN KUDUS Mu'adzah Mu'adzah; Avira Budianita; Hasriyani Hasriyani; Arief Adi Saputro; Fania Nurul Khoirunnisa
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1704

Abstract

Desa Cendono Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Permasalahan kesehatan di Desa Cendono tidak jauh beda dengan permasalahan kesehatan Nasional, suhu yang tropis menyebabkan banyaknya kasus DBD. Selain itu kasus stunting yang tak kunjung usai, sudah menjadi perhatian nasional, idak terkecuali di kabupaten Kudus. Indonesia merupakan wilayah yang kaya akan tanaman, tidak terkecuali tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan, seperti tanman herbal. Dalam upaya memberikan kesadaran dalam memelihara kesehatan serta lingkungan, dilakukan edukasi tanaman herbal sebagai strategi pencegahan DBD dan stunting di Desa Cendono Kabupaten Kudus. Dimana setelah dilakukan edukasi pengetahuan masyarakat di Desa Cendono bertambah dan mampu untuk menerapkan ilmu yang diperoleh.
Pengembangan Model Bisnis Kolaboratif Eduplay Lolipop Playspace berbasis BMC dan CBMX untuk Mendukung Kesejahteraan dan Work–Life Balance Ibu Bekerja Muadzah, Muadzah; Hakim, Cikita Berlian
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 1 (2026): January
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i1.52988

Abstract

The increasing number of working mothers has driven the need for support services that can balance the demands of work and caregiving. This study aims to analyze the contribution of eduplay services to the work-life balance (WLB) of working mothers and map the business models of service providers using the Business Model Canvas (BMC) and the Collaborative Business Model Matrix (CBMX). The research approach is qualitative and descriptive, using interviews with working mothers, eduplay managers, and direct observation. The results show that eduplay services play a significant role in improving WLB by providing safe, flexible, and educational play spaces, thereby reducing the burden of daily caregiving. The BMC analysis describes the value structure, operations, and customer relationships that strengthen the service's position. The CBMX integration highlights strategic collaborations between parents, local MSMEs, schools, government, and companies in creating a sustainable service ecosystem. This study confirms that a collaborative approach can strengthen the sustainability of MSMEs in the eduplay sector while providing social impacts for working families, especially mothers.