Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL KESEHATAN PERINTIS

Perbandingn Jumlah Eritrosit, Trombosit Mode Whole Blood dan Prediluted Menggunakan Hematology Analyzer Murtitono, Murtitono; Astuti, Tri Dyah; Solikah, Monika Putri
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i1.1062

Abstract

Pemeriksaan laboratorium yang sering digunakan dalam menunjang diagnosis salah satunya pemerksaan eritrosit dan trombosit. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan dengan metode otomatis hematology analyzer. Alat ini memiliki 2 mode yaitu whole blood dan prediluted. Mode whole blood digunakan ketika sampel darah yang digunakan minimal 1 mL dan mode prediluted digunakan minimal sampel 20 µL (kesulitan dalam pengambilan sampel). Tujuan penelitian untuk membandingkan jumlah eritrosit, trombosit mode whole blood dan prediluted menggunakan hematology analyzer. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel penelitian ini yaitu pasien yang melakukan pemeriksaan darah lengkap di Puskesmas Pengasih II. Sampel dilakukan pemeriksaan menggunakan kedua mode, kemudian data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada parameter eritrosit didapatkan nilai rata rata mode whole blood dan prediluted yaitu 4,5577 dan 4,2397. Nilai sig uji paired t-test yaitu 0,00 (<0,05). Pada parameter trombosit didapatkan nilai rata rata mode whole blood dan prediluted yaitu 291700 dan 278133,33. Nilai sig uji paired t-test yaitu 0,01 (<0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara jumlah sel eritrosit, trombosit mode whole blood dan prediluted, namun tidak mempengaruhi interpretasi hasil pemeriksaan.
Pemberian Ekstrak Methanol Trichosanthes cucumerina terhadap Kadar SGOT dan SGPT pada Tikus Ulkus Diabetikum Sahwahita, Milanisti Naurah; Astuti, Tri Dyah; Ratih, Woro Umi
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/4k6yb202

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis dengan komplikasi seperti ulkus diabetikum dan keruskan hati, yang ditandai dengan peningkatan SGOT dan SGPT. Terapi obat oral dapat menimbulkan efek samping, sehingga penggunaan tanaman herbal Trichosanthes cucumerina menjadi alternatif. Trichosanthes cucumerina mengandung senyawa antioksidan flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, carotenoid, alkaloid, dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak methanol Trichosanthes cucumerina terhadap kadar SGOT dan SGPT pada tikus ulkus diabetikum. Manfaat penelitian ini untuk membuktikan bahwa Trichosanthes cucumerina sebagai tanaman alternatif yang memiliki efek hepatoprotektif yang didapatkan dengan ekstraksi menggunakan pelarut methanol. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan desain pre and post nonequivalent control group dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan adalah 30 tikus putih (Rattus norvegicus) dibagi menjadi lima kelompok, yaitu tiga kelompok perlakuan diberi ekstrak dengan dosis 125, 250, dan 500 mg/kgBB, dengan dua kelompok kontrol. Kontrol positif (metformin 150mg/kgBB dan amoxcillin 4mg/kgBB) dan kontrol negatif. Masing-masing kelompok diberi perlakuan selama 14 hari. Pemeriksaan SGOT dan SGPT menggunakan alat Spektrofotometer UV-Vis Thermo Scientific Genesys 150. Data berdistribusi normal dan dianalisis dengan uji One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan kadar SGOT dan SGPT setelah pemberian ekstrak methanol Trichosanthes cucumerina pada tikus ulkus diabetikum (p<0,05). Penurunan terjadi pada seluruh dosis ekstrak yang diberikan. Dosis 500mg/kgBB menjadi dosis paling optimal, karena kandungan senyawa antioksidan yang bersifat hepatoprotektor. Efek hepatprotektor diduga berasal dari senyawa seperti flavonoid, saponin, dan triterpenoid.
Pemberian Ekstrak Methanol Trichosanthes cucumerina terhadap Kadar Glukosa dan Prothrombine Time (PT) pada Tikus Ulkus Diabetikum Permana, Riski Aditya; Astuti, Tri Dyah; Shafriani, Nazula Rahma
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/16e50427

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menimbulkan komplikasi seperti ulkus diabetikum yang berujung gangguan koagulasi dan memengaruhi keseimbangan hemostasis, sehingga penderita berada dalam kondisi hiperkoagulasi. Gangguan penyembuhan luka pada kondisi ini berkaitan dengan kadar glukosa darah tinggi dan hiperkoagulasi yang ditandai dengan pemendekan PT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak metanol Trichosanthes cucumerina terhadap kadar glukosa darah dan PT pada tikus putih (Rattus novergicus) ulkus diabetikum, sedangkan manfaat penelitian ini untuk mengetahui antidibetes dan anti inflamasi pada ekstrak metanol Trichosanthes cucumerina. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain pre test and post test one group design dan teknik purposive sampling. Sampel terdiri dari 30 tikus jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu tiga kelompok perlakuan (125, 250, dan 500 mg/KgBB) dan dua kelompok kontrol yaitu kontrol positif diberi metformin 150 mg/KgBB dan amoxicillin 4 mg/KgBB, sedangkan kontrol negatif tidak diberi perlakuan. Pemeriksaan  kadar  glukosa  menggunakan alat Point of care test dan PT menggunakan  alat Coagulatian Analyzer semi-otomatis MD Pacific TS6000. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak pare belut menurunkan kadar glukosa darah dan menormalkan PT secara signifikan (p<0,05). Dosis 500 mg/KgBB paling efektif menurunkan glukosa darah, sementara dosis 125 mg/KgBB efektif dalam menormalkan PT. Kesimpulan penelitian ini yakni ekstrak pare belut berpengaruh signifikan terhadap kadar glukosa dan PT pada tikus ulkus diabetikum.
Perbandingn Jumlah Eritrosit, Trombosit Mode Whole Blood dan Prediluted Menggunakan Hematology Analyzer Murtitono, Murtitono; Astuti, Tri Dyah; Solikah, Monika Putri
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i1.1062

Abstract

Pemeriksaan laboratorium yang sering digunakan dalam menunjang diagnosis salah satunya pemerksaan eritrosit dan trombosit. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan dengan metode otomatis hematology analyzer. Alat ini memiliki 2 mode yaitu whole blood dan prediluted. Mode whole blood digunakan ketika sampel darah yang digunakan minimal 1 mL dan mode prediluted digunakan minimal sampel 20 µL (kesulitan dalam pengambilan sampel). Tujuan penelitian untuk membandingkan jumlah eritrosit, trombosit mode whole blood dan prediluted menggunakan hematology analyzer. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel penelitian ini yaitu pasien yang melakukan pemeriksaan darah lengkap di Puskesmas Pengasih II. Sampel dilakukan pemeriksaan menggunakan kedua mode, kemudian data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada parameter eritrosit didapatkan nilai rata rata mode whole blood dan prediluted yaitu 4,5577 dan 4,2397. Nilai sig uji paired t-test yaitu 0,00 (<0,05). Pada parameter trombosit didapatkan nilai rata rata mode whole blood dan prediluted yaitu 291700 dan 278133,33. Nilai sig uji paired t-test yaitu 0,01 (<0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara jumlah sel eritrosit, trombosit mode whole blood dan prediluted, namun tidak mempengaruhi interpretasi hasil pemeriksaan.