Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Integrasi Kesantunan Berbahasa dalam Komunikasi Politik Terhadap Tindak Tutur Pejabat Publik dalam Merespon Penolakan Kenaikan Pajak Chintiah Lafaezah Sihaloho; Tesalonica Evelin Br Sitorus; Filomena Nova Julianti Sinurat; Kezia Tarila Rubina Br Sitepu; Ferdinand Simbolon
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak tutur dan strategi kesantunan pejabat publik dalam merespons penolakan kenaikan pajak dari masyarakat melalui perspektif pragmatik. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis wacana pragmatik yang berfokus pada data berupa pernyataan pejabat Kabupaten Pati yang diambil dari media publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pejabat menggunakan tiga jenis tindak tutur, yaitu asertif, komisif, dan direktif, yang disampaikan dengan strategi bald-on-record atau langsung tanpa mitigasi. Strategi tersebut menegaskan wibawa dan kekuasaan penutur, namun mengabaikan prinsip kesantunan positif dan negatif yang dapat menjaga keharmonisan komunikasi. Akibatnya, komunikasi politik yang terbentuk bersifat otoritatif dan berpotensi menimbulkan jarak sosial antara pejabat dan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi kesantunan berbahasa dalam komunikasi politik sangat penting untuk membangun citra positif, memperkuat legitimasi moral, serta menciptakan hubungan dialogis dan harmonis antara pemerintah dan publik.
Efektivitas Retorika Antarpribadi Terhadap Kualitas Hubungan Teman Sebaya Di Lingkungan Kampus : Suatu Kajian Pragmatik Anggi Nur Febriani; Safira Ayesha Ismaidin; Hoirina Pulungan; Regita Amelia; Ferdinand Simbolon
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4355

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya retorika antarpribadi dalam membangun dan menjaga kualitas hubungan teman sebaya di lingkungan kampus. Mahasiswa sebagai individu yang berada pada fase transisi menuju kedewasaan memerlukan keterampilan komunikasi yang efektif untuk membentuk relasi sosial yang sehat, produktif, dan suportif. Retorika antarpribadi dipandang sebagai sarana strategis dalam menciptakan pemahaman timbal balik, yang dalam penelitian ini dianalisis melalui perspektif Teori Relevansi Sperber & Wilson. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi efektivitas penerapan retorika antarpribadi terhadap peningkatan kualitas hubungan teman sebaya serta menjelaskan mekanisme relevansi komunikasi yang berkontribusi pada penguatan relasi sosial mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari 10 mahasiswa Universitas Negeri Medan melalui wawancara mendalam, observasi interaksi, dan dokumentasi aktivitas kelompok. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa retorika antarpribadi yang berbasis prinsip relevansi terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas hubungan teman sebaya. Mahasiswa yang mampu menyampaikan pesan dengan mempertimbangkan konteks kognitif lawan bicara lebih berhasil membangun rasa saling percaya, empati, dan solidaritas. Strategi komunikasi yang menekankan kesesuaian informasi dan kebutuhan mitra interaksi berperan penting dalam menciptakan hubungan sosial yang harmonis di kampus.
Analisis Makna dan Struktur Entri Kamus pada Leksikon Kekerabatan Masyarakat Mandailing Agung Dzaky Syuhada; Ida Binneka; Irma Yanti Sitorus; Najla Haifa Maulidina Tarigan; Anggia Puteri; Ferdinand Simbolon
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8194

Abstract

Kajian tentang makna dan struktur entri kamus pada leksikon kekerabatan masyarakat Mandailing menjadi penting karena masyarakat ini menghitung hubungan keluarga dari pihak ayah. Kekayaan leksikon yang digunakan untuk menyebut anggota keluarga menunjukkan hal tersebut, namun dokumentasinya dalam bentuk kamus masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur entri kamus dan menganalisis komponen makna leksikon kekerabatan Mandailing melalui pendekatan etnosemantik dan analisis komponensial. Data dikumpulkan dari kamus idiom bahasa Mandailing dan wawancara dengan penutur asli di Lembaga Adat Budaya Mandailing Medan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan struktur entri kamus terdiri atas lema, kelas kata, definisi, dan variasi penggunaan. Analisis komponensial mengungkapkan leksikon seperti amangtua, amanguda, namboru, dan anak boru memiliki fitur semantik generasi, garis keturunan, jenis kelamin, dan status pernikahan yang mencerminkan tingkatan dalam masyarakat. Leksikon ini tidak sekadar penanda hubungan keluarga, melainkan juga mengandung nilai budaya dan pengaturan peran dalam struktur sosial Dalihan Na Tolu. Dokumentasi ini berkontribusi pada pelestarian bahasa Mandailing dan pengembangan leksikografi bahasa daerah di Indonesia.
PERAN LEKSIKOGRAFI DALAM PENDOKUMENTASIAN DAN PELESTARIAN BAHASA DAERAH: RELEVANSINYA BAGI BAHASA NIAS Daniela Maretty Situmorang; Fenny Yuliani Pasaribu; Irzi Armando Panjaitan; Nanda Claudia Pardede; Ferdinand Simbolon
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2707

Abstract

Ancaman terhadap keberlangsungan bahasa daerah di Indonesia, termasuk bahasa Nias, semakin nyata seiring menguatnya pergeseran bahasa, melemahnya transmisi antargenerasi, dan terbatasnya dokumentasi leksikal yang dapat diakses publik. Dalam konteks tersebut, leksikografi dipandang sebagai instrumen strategis untuk mendokumentasikan kosakata, merekam pengetahuan budaya, dan mendukung revitalisasi bahasa. Artikel ini bertujuan menganalisis peran leksikografi dalam pendokumentasian dan pelestarian bahasa daerah serta merumuskan relevansinya bagi pengembangan dokumentasi bahasa Nias. Penelitian menggunakan studi pustaka naratif-analitis dengan menelaah buku linguistik, artikel jurnal, dan dokumen kelembagaan yang relevan dengan leksikografi, dokumentasi bahasa, bahasa Nias, dan pelestarian bahasa daerah. Analisis dilakukan melalui reduksi data, pengelompokan tema, sintesis temuan, dan interpretasi kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa leksikografi tidak hanya berfungsi sebagai penyusunan daftar kata, tetapi juga sebagai kerja ilmiah untuk menafsirkan makna, mencatat variasi pemakaian, dan mengarsipkan pengetahuan budaya. Bagi bahasa Nias, leksikografi relevan untuk mendokumentasikan kosakata kekerabatan, adat, ekologi, tradisi lisan, dan ungkapan sosial yang berpotensi melemah penggunaannya pada generasi muda. Kajian ini mengimplikasikan perlunya pengembangan kamus digital bahasa Nias berbasis komunitas yang memadukan validasi penutur, analisis linguistik, dan teknologi digital agar dokumentasi bahasa tidak berhenti sebagai arsip pasif, tetapi berfungsi sebagai sarana pembelajaran dan revitalisasi.
Transformasi Paradigma Leksikografi Digital dalam Standardisasi Bahasa Indonesia: Kajian Literatur terhadap KBBI Daring Enjelina Pitri Simamora; Eylen Yossi Siagian; Apri Ulita; Hadya Aminah Harahap; Anggia Puteri; Ferdinand Simbolon
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i1.8181

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan mendasar dalam praktik leksikografi di Indonesia. Artikel ini bertujuan menganalisis perubahan paradigma leksikografi dari format cetak menuju sistem digital melalui kajian literatur terhadap Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikelola oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan menelaah buku leksikografi, artikel jurnal terindeks nasional, serta dokumen kebijakan kebahasaan dalam kurun sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya mengubah medium distribusi kamus, tetapi juga memengaruhi metodologi penyusunan lema, sistem pembaruan kosakata, serta relasi antara fungsi deskriptif dan preskriptif dalam standardisasi bahasa. Integrasi pendekatan korpus memperkuat objektivitas dalam penentuan makna, tetapi otoritas ilmiah tetap diperlukan untuk menjaga legitimasi kebakuan. Kajian ini menegaskan bahwa leksikografi digital merupakan transformasi epistemologis dalam dokumentasi bahasa Indonesia, bukan sekadar inovasi teknologis.
Integrasi Deiksis Dalam Komunikasi Informal Antar Mahasiswa di Lingkungan Kampus: Suatu Kajian Pragmatik Yulisin Nazra; Sabrina Pramesuary Dwi Nanda; Difa Hartati; Syarafina Harahap; Ferdinand Simbolon
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan deiksis dalam komunikasi informal antar mahasiswa di lingkungan kampus. Deiksis sebagai salah satu kajian pragmatik berperan penting dalam menunjukkan hubungan antara bahasa, penutur, pendengar, dan konteks tuturan. Mahasiswa, sebagai kelompok sosial yang aktif dalam interaksi sehari-hari, sering menggunakan deiksis secara variatif sesuai dengan situasi percakapan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi percakapan langsung, perekaman interaksi, dan wawancara singkat kepada partisipan. Data dianalisis berdasarkan kategori deiksis yang meliputi deiksis persona, tempat, waktu, wacana, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis persona mendominasi dalam percakapan, terutama penggunaan kata ganti orang pertama dan kedua, yang menegaskan kedekatan hubungan sosial antar mahasiswa. Deiksis tempat dan waktu digunakan untuk memperjelas konteks lokasi dan durasi kegiatan kampus, sedangkan deiksis sosial tampak dalam pemilihan sapaan yang merefleksikan hierarki akademik. Temuan ini menegaskan bahwa deiksis bukan hanya sekadar penunjuk dalam bahasa, tetapi juga merefleksikan hubungan sosial, kedekatan, serta budaya komunikasi mahasiswa di lingkungan kampus. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian pragmatik, khususnya dalam memahami dinamika bahasa lisan di ranah pendidikan tinggi.
Kajian Kebahasaan dan Makna Lirik Lagu Evaluasi Karya Hindia dalam Perspektif Sosial dan Psikologis Gita Ayu Lestari Banurea; Nadia Citra Hutagalung; Siti Zahra; Rascya Alandra Simbolon; Ferdinand Simbolon
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i3.3747

Abstract

This study examines the linguistic features, meanings, and social and psychological representations in the lyrics of the song “Evaluasi” by Hindia (Baskara Putra). A qualitative approach with a library research method was employed. The primary data consist of the official song lyrics, supported by theoretical frameworks in stylistics, semantics, discourse analysis, social representation, and literary psychology.The results show that the lyrics use expressive diction with both denotative and connotative meanings. Various stylistic devices, including metaphor, hyperbole, repetition, and personification, enhance the emotional depth of the song. The discourse structure is coherent, moving from emotional distress, to self-reflection, and finally acceptance.Denotative meanings reflect literal life experiences, while connotative meanings highlight emotional themes such as self-evaluation, psychological pressure, and social relationships. Socially, the song portrays challenges faced by young people, including identity struggles, social pressure, and mental health issues. Psychologically, it reflects emotional exhaustion, introspection, and self-acceptance. Overall, the study concludes that popular music functions not only as entertainment but also as a medium for social and psychological reflection in contemporary society.