Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Peran kritis kesehatan masyarakat dala membangun masyarakat yang berkelanjutan Nazira; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Kiki Asrifa Dinen; Reza Kurnia
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/766sa584

Abstract

Kesehatan masyarakat memainkan peran kritis dalam upaya membangun masyarakat yang berkelanjutan. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, kesehatan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan penanganan penyakit dan promosi kesehatan individu, tetapi juga mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan yang mendukung kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Namun, upaya ini tidak lepas dari tantangan dan hambatan yang kompleks, seperti ketimpangan akses, perubahan iklim, urbanisasi yang cepat, dan hambatan internal seperti kurangnya kesadaran akan pentingnya lingkungan dan kesehatan. Meskipun demikian, melalui pendekatan kolaboratif dan proaktif, kesehatan masyarakat dapat menjadi motor penggerak dalam membangun masyarakat yang berkelanjutan. Dengan memberikan pendidikan dan advokasi yang kuat, mengembangkan kebijakan yang berbasis bukti dan efektif, serta melaksanakan program-program kesehatan yang terintegrasi, kesehatan masyarakat dapat membantu menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
KAJIAN HUKUM TENTANG LEGALISASI ABORSI KRIMINAL DARI SUDUT PANDANG HUKUM Gelva Irayana; Ambia Nurdin; Reza Kurnia; Meylissa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/v5y9s260

Abstract

Pertanyaan dalam penelitian ini adalah, pertama, bagaimana legalisasi aborsi bagi mereka yang menjadi korban kejahatan dari sudut pandang hukum. Kedua, bagaimana perlindungan hukum bagi dokter dan pasien yang melakukan aborsi? Temuan dari penelitian ini, pertama, meskipun aborsi merupakan praktik yang dilarang, namun dalam keadaan darurat aborsi dapat dilakukan sepanjang berdampak pada korban. Menyediakan layanan dukungan medis dan psikologis kepada korban aborsi sesuai dengan prosedur hukum yang ditetapkan dalam Bab 6 UU ini. Menjatuhkan pidana denda kepada pelaku sesuai dengan ketentuan Pasal 7 ayat 1 huruf b UU No. 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Hal ini dimungkinkan sesuai dengan Pasal 7 ayat 2 Undang-Undang No. 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, untuk dapat memberikan pelayanan kepada korban kejahatan secara lebih baik dan berkeadilan.
Pengunaan Obat  Tradisional Di Gampong Kajhu Aceh Besar Roza Maolida; Ambiah Nurdin; Kiki asrifa; Reza Kurnia
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/n7mpsy71

Abstract

Artikel ini menganalisis terkait dengan proses penyembuhan masyarakat gampong rawa yang melakukan pengobatan tradisional. Artikel melihat faktor menyebabkan masyarakat lebih memilih pengobatan tradisional di Gampong Kajhu adalah karena masyarakat menilai pengobatan tradisional adalah pengobatan yang alami. Pengobatan ini berawal dari pengobatan yang menjadi kepentingan yang sangat penting bagi setiap individu dalam sebuah kehidupan yang dimulai dari kepercayaan. Artikel ini diketahui bahwa fenomena pengobatan tradisional dibagi kedalam sejarah lahirnya pengobatan tradisional, proses pengobatan yang dilakukan, ramuan yang digunakan, perkembangan dan kondisi kesehatan pasien serta alasan pasien lebih memilih berobat pengobatan tradisional. Observasi penyembuhan pengobatan Bang Pan merupakan pandangan masyarakat tentang pengobatan tradisional yang sanga terbantu dan terpercaya. Terbukti banyak masyarakat Gampong Rawa sampai saat ini datang dan percaya dengan pengobatan tradisional Bang Pan, bahkan tidak hanya masyarakat sekitar saja yang berobat, tetapi masyarakat luar Gampong Kajhu pun banyak yang datang. Untuk memperoleh data yang sesuai dengan topik permasalahan “Penyembuhan Tradisonal di Gampong Kajhu Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar”. Artikel in menggunakan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi non partisipatif, wawancara terstruktur dan mendalam, literature dan dokumentasi. Observasi dan wawancara: akan dilakukan selama satu bulan, serta pengeditan skripsi dilakukan selama satu bulan. Analisis data dilakukan sebelum penelitian, selama waktu proses dilapangan bersamaan dengan pengumpulan data.Hasil artikel ini menunjukkan bahwa pengobatan tradisional di Gampong Kajhu Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar, bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat dan fenomena terhadap pengobatan tradisional di Gampong Kajhu Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar yang dilakukan oleh Bang Pan. 
Cegah Stunting Itu Penting Sedari Dini Zahra Mahfudzah; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Kiki Asrifa Dinen; Reza Kurnia
Public Health Journal Vol. 2 No. 2 (2025): April–June, Epidemiology and Population Health
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/81k1ad90

Abstract

Indonesia mempunyai masalah gizi yang cukup berat yang ditandai dengan banyaknya kasus gizi kurang. Malnutrisi merupakan suatu dampak keadaan status gizi. Stunting adalah salah satu keadaan malnutrisi yang berhubungan dengan ketidakcukupan zat gizi masa lalu sehingga termasuk dalam masalah gizi yang bersifat kronis.Bukan hanya di Indonesia yang menjadi masalah tentang stunting bahkan dinegara asia juga banyak yang mengalami stunting salah satunya seperti Myanmar (35%), Vietnam (23%), dan Thailand (16%) dan menduduki peringkat kelima dunia. Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita.
Efektifitas Pemberian Edukasi Dengan Menggunakan Metode Penyuluhan Mengenai Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Terhadap Pengetahuan Ibu Di Gampong Kuta Krueng Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya Dalima Hayati; Ambia Nurdin; Dian Rahayu; Khairuman Khairuman; Reza Kurnia
Public Health Journal Vol. 2 No. 1 (2025): January–March, Health Policy and Health Systems
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/g1r1wm17

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan perilaku yang dilakukan dengan mengikuti peraturan yang berkaitan dengan kesehatan diri. Tujuan utama dari pola hidup bersih dan sehat yaitu untuk meningkatkan kesehatan melalui proses penyadaran warga secara bertahap dalam memahamiproses hidup bersih, penjelasan tersebut menggambarkan kedudukan pribadi dalam menjaga perilaku hidup bersih dan sehat tiap hari. Penelitian ini menggunakan desain pra expriemental jenis one group pretest, posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah ibi-ibu di desa kuta krueng Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya. Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk meneliti tentang pengaruh pemberian penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat terhadap peningkatan pengetahuan ibu-ibu Desa Kuta Krueng Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya. Jumlah Sempel yang diambil sebanyak 20 ibu-ibu.Di ketahui bahwa kebanyakan responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 20  responden dengan persentase 100%, sedangkan usia kebanyakan berusia 25-30 tahun sebanyak 13 responden dengan persentase 65%. Tingkat pengetahuan ibu-ibu sebelum diberikan penyuluhan terbanyak adalah kategori sedang 12 orang (60%). Tingkat pengetahuan ibu-ibu sesudah diberikan penyuluhan terbanyak adalah kategori tinggi 18 orang (90%).Rata tingkat pengetahuan ibu-ibu sebelum diberikan penyuluhan yaitu 13,47 dan sesudah diberikan penyuluhan yaitu 16,74. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hasil positif dari proses penyuluhan yang dilakukan.
Observasi Sarana Terminal Brawijaya Bayuwangi Melalui Assessment Indikator Sanitasi Lingkungan Salmalia Salmalia; Ambia Nurdin; Khairuman Khairuman; Dian Rahayu; Reza Kurnia
Public Health Journal Vol. 2 No. 1 (2025): January–March, Health Policy and Health Systems
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/876c1244

Abstract

Tempat-tempat umum berpotensi sebagai tempat terjadinya penularan penyakit, pencemaran lingkungan, ataupun gangguan kesehatan lainnya sehingga diperlukan sanitasi untuk mewujudkan lingkungan yang bersih guna melindungi kesehatan masyarakat dari kemungkinan penularan penyakit dan gangguan kesehatan lainnya. Terminal Brawijaya merupakan salah satu tempat umum yang ramai didatangi umum untuk melakukan kegiatan transportasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran umum sanitasi terminal Brawijaya pada tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan observasi yang menggunakan metode observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada instrumen lembar inspeksi sanitasi terminal. Instrumen penelitian berisi 5 variabel antara lain bagian luar, ruang tunggu, sarana sanitasi, kesehatan dan keselamatan kerja, dan penunjang. Hasil penelitian sanitasi terminal Brawijaya dengan 5 variabel menunjukkan bahwa secara keseluruhan telah memenuhi syarat sanitasi terminal dengan total skor yang didapatkan 1675 dan tergolong kategori baik yaitu sebesar 76,13%. Supaya sanitasi terminal Brawijaya tetap terjaga dan menjadi lebih baik lagi diperlukan peningkatan terhadap variabel sanitasi yang meliputi jamban dan urinoir, tempat cuci tangan, dan pembuangan air hujan dan air kotor.
Pengobatan Tradisional Menggunakan Media Daun Sirih Rama Mutiara; Ambia Nurdin; Dian Rahayu; Khairuman Khairuman; Reza Kurnia
Public Health Journal Vol. 2 No. 2 (2025): April–June, Epidemiology and Population Health
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/yp3naq75

Abstract

Pengobatan Tradisional menggunakan media daun sirih merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat Madura. Salah satu tradisi yang masih dilakukan masyarakat Madura di Desa Wajok Hilir adalah pengobatan tradisional dengan menggunakan daun sirih atau dalam kalangan Madura disebut pengobatan tradisional asempur. Akar permasalahan dalam penelitian ini, masih banyak tradisi pengobatan tradisional tersebut yang digunakan oleh masyarakat Madura akan tetapi terdapat kurang pengetahuan generasi saat ini akan makna simbolik yang terkandung dalam pengobatan tradisional tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengobatan tradisional menggunakan daun sirih sudah ada sejak lama di Mustakim, Arkanudin , Pabali Musa. Pengobatan Tradisional Menggunakan Media Daun Sirih pada Etnis Madura di Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah 11 pulau Madura Jawa Timur. Asal usul pengobatan tradisional ini bermula dari kisah nabi Musa AS yang menderita penyakit  begitu lama sehingga mendapatkan petunjuk dari Allah SWT untuk mengobati penyakitnya dengan menggunakan daun sirih yang mempunyai makna yang terkandung didalamnya. Faktor-faktor masyarakat Madura menggunakan pengobatan tradisional daun sirih antara lain faktor ekonomi, faktor waktu, dan faktor praktis
Pemagangan di  Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan Reza Kurnia; Nur Auliya; Tia Afdila; Susri Nur Hazizah; Herfa Iswanda
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/p8bwhf93

Abstract

Kegiatan magang ini dilaksanakan di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, pada periode 27 April hingga 25 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengaplikasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di lingkungan rumah sakit, memahami sistem manajemen rumah sakit, serta mengembangkan keterampilan teknis dan nonteknis mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Metode pelaksanaan magang meliputi observasi partisipatif dan keterlibatan langsung di bidang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS), Kesehatan Lingkungan, dan Instalasi Gizi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa berhasil mengidentifikasi tiga masalah utama di lingkungan rumah sakit. Pertama, kepatuhan hand hygiene pada tenaga kesehatan masih belum optimal dengan persentase terendah pada momen sebelum kontak dengan pasien (60%) dan tertinggi pada momen sebelum tindakan aseptik atau invasif serta setelah kontak dengan cairan tubuh pasien (80%). Kedua, masih ditemukan masyarakat dengan status BPJS Kesehatan tidak aktif yang menghambat akses pelayanan kesehatan, sehingga diperlukan optimalisasi pemanfaatan Mobile JKN sebagai solusi strategis. Ketiga, ditemukan permasalahan hygiene dan sanitasi di instalasi gizi, terutama adanya serangga di area pengolahan makanan yang menjadi prioritas utama berdasarkan pendekatan USG (Urgency, Seriousness, Growth). Berbagai alternatif solusi telah dirumuskan melalui prioritas masalah untuk meningkatkan kepatuhan hand hygiene, mengoptimalkan pemanfaatan Mobile JKN, serta meningkatkan hygiene dan sanitasi instalasi gizi. Kegiatan magang ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami dinamika pelayanan kesehatan di rumah sakit dan meningkatkan kompetensi profesional di bidang kesehatan masyarakat.