Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Mitigasi Bencana Tsunami melalui Trauma Healing Aulia Asman; Reska Handayani; Milya Novera; Anggra Trisna Ajani; Ramaita; Mariza Elvira; Sandra Dewi; Hasmita; An Autika Asman
Jurnal Keperawatan Medika Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v1i2.25

Abstract

Kota Pariaman merupakan salah satu kota yang terancam oleh bahaya tsunami di Indonesia. Sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi korban jiwa dan kerusakan fisik pembangunan. Namun belum ada langkah mitigasi yang focus membahas mengenai trauma healing. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model kebijakan trauma healing untuk mitigasi bencana tsunami di Kota Pariaman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analytical hierarki proses sebagai analisis data. Hasil penelitian menggunakan tiga kriteria yaitu sumberdaya, pendidikan, dan nilai social, agama dan budaya masyarakat. Ketiga kriteria tersebut, secara berturut turut menghasilkan 4 prioritas kebijakan, yaitu (1) Peningkatan kemampuan sumberdaya psikiater/konselor/therapyhis; (2) Pelibatan keluarga dan warga sekolah dalam program trauma healing; (3) Peningkatan nilai social, keagamaan dan budaya dalam proses trauma healing; dan (4) Penerapan program terapi non farmalogi yang tepat sasaran bagi korban bencana yang disesuaikan dengan kebutuhan. Prioritas kebijkan tersebut, dapat dicapai dengan menerapkan berbagai program kegiatan dengan mempertimbangkan waktu pelaksanaan dan anggaran biaya.
Studi Kasus: Asuhan Keperawatan pada Anak dengan Gastroenteritis Akut (GEA) Faradilla Urahma; Mariza Elvira; Hasmita; Erpita Yanti
Jurnal Keperawatan Medika Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v1i2.31

Abstract

Gastroenteritis Akut atau disebut diare akut merupakan peradangan pada saluran pencernaan yang umumnya disebabkan karena infeksi virus atau bakteri ditandai dengan diare lebih dari 3 kali sehari, mual, muntah, perut kembung, tidak nafsu makan . Data yang diperoleh dari buku tahunan ruang anak RSUD Pariaman pada tahun 2022 angka kejadian Gastroenteritis Akut (GEA) berjumlah 147 kasus. Tujuan penelitian ini agar mahasiswa mampu memahami konsep Gastroenteritis Akut serta melaksanakan asuhan keperawatan secara komprehensif terutama pasien dengan GEA. Metode yang digunakan adalah studi kasus yang dilaksanakan selama 5 hari pada tanggal 17 s/d 21 Februari 2023 di Ruangan 1C anak RSUD Pariaman pada tahun 2023 dengan 1 orang pasien (An.T). Hasil penelitian didapatkan An.T mengalami GEA dengan gejala BAB >3 kali, berlendir, tidak berdarah, turgor kulit kembali lambat, mata cekung, mukosa bibir kering. Diagnosis keperawatan Hipovolemia, diare, gangguan integritas kulit. Implementasi dilakukan sesuai intervensi yang telah dirumuskan. Evaluasi keperawatan didapatkan turgor kulit membaik, perasaan lemah menurun, membran mukosa membaik, konsistensi feses membaik, nyeri dan kemerahan pada anus membaik. Diharapkan Rumah Sakit Umum Daerah Pariaman meningkatkan standar asuhan keperawatan terutama kepada pasien yang mengalami GEA sehingga mutu pelayanan rumah sakit dapat terjaga.
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN SCABIES Desri Maylonna; Debby Sinthania; Armaita Armaita; Hasmita Hasmita
Jurnal Keperawatan Medika Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v2i1.39

Abstract

Scabies adalah penyakit menular yang diakibatkan oleh tungau sarcoptes scabiei yang dapat ditularkan oleh kontak kulit. Angka kejadian scabies pada tahun 2020 yang dilaporkan oleh World health organization (who) mencapai 3,9-6%.Angka kasus di tempat penelitian scabies terdapat 240 kasus.Tujuan penelitian ini adalah agar mampu memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan kasus scabies di wilayah kerja Puskesmas Naras Kota Pariaman. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Hasil pengkajian yang dilakukan pada tanggal 13-20 Februari 2023 yaitu An.S 20 tahun, tidak bekerja dan merasakan keluhan gatal-gatal dan ruam bintik-bintik merah dan akan terasa gatal-gatal pada siang dan malam hari. Hasil Diagnosa pertama Gangguan integritas kulit berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.Diagnosa kedua Gangguan pola tidur berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam memodifikasi lingkungan dan Diagnosa ketiga Defisit pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan keluarga dengan scabies. Setelah evaluasi yang didapatkan hasil bahwa tingkat pengetahuan dan kemandirian keluarga meningkat yaitu menerima perawatan kesehatan masyarakat dan menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana keperawatan. Saran dari peneliti untuk keluarga adalah diharapkan keluarga lebih memperhatikan lingkungan bagi penderita scabies.kesimpulan kejadian scabies di puskesmas Naras Kota Pariaman Tahun 2023 memiliki personal Hygine yang kurang.
Penanganan Kesehatan Jiwa pada Korban Bencana Miswarti Miswarti; Maidawilis Maidawilis; Jufrika Gusni; Rosmi Eni; Hasmita Hasmita
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 2 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v2i2.2403

Abstract

: Disaster is an event or series of events that threatens and disrupts people's lives and livelihoods caused both by natural factors and/or non-natural factors as well as human factors resulting in human casualties, environmental damage, loss of property and psychological impacts (Law No. 24 , 2007). The psychological impact is affected by the occurrence of disasters in various regions in Indonesia, ranging from natural, artificial, to social disasters which claim many victims. The victims of the disaster needed help, and not only physical medical assistance but also mental health support. So that this will cause material losses, the victims of natural disasters will also be overcome by deep sadness due to the loss of family or relatives, shock, to trauma which can lead to mental disorders. Efforts made to deal with post-disaster trauma are physical treatment and support in the form of mentoring from community. A week to four weeks later, Community need to carry out environmental monitoring and evaluation and other threats. Based on the above problems, it is necessary to have community service to be able to cooperate between various parties in preparing for the mental health treatment of disaster victims. The purpose of the service is for community to understand the handling of mental health for disaster victims. The service will be held in May 2023. The service participants are the community. The results of the dedication showed that more than 80% of the participants were able to know how to deal with the mental health of disaster victims..
Hubungan Kepemimpinan dan Gaji Dengan Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rsud Pariaman Hilma Yessi; Rika Armalini; Mike Asmaria; Kheniva Diah Anggita; Hasmita Hasmita
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41508

Abstract

Nurses' dissatisfaction with hospital policies and administration can lead to serious consequences for the hospital, as nearly 80% of care is provided by nurses. The aim of this study is to analyze the factors related to job satisfaction among nurses in the inpatient wards of RSUD Pariaman. This is a descriptive correlational study with a cross-sectional design, using a questionnaire for data collection. Data analysis was conducted using univariate, bivariate, and multivariate analysis. There was no relationship between nurses' characteristics and promotion opportunities with job satisfaction. However, leadership, the nature of the job, salary, and feedback were found to have a relationship with job satisfaction. The most dominant factor influencing job satisfaction is feedback. Recommendations for the hospital management to enhance job satisfaction include paying more attention to feedback: responding to suggestions made by nurses, monitoring job development, providing positive encouragement, and evaluating nurses' performance.
Dampak Keluarga Perokok Aktif dan Status Gizi Balita dengan Kejadian Ispa Pada Balita Hasmita Hasmita; Hilma Yessi; Mike Asmaria; Kheniva Diah Anggita; Sandra Dewi; Prima Yose; Rika Armalini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43917

Abstract

Dampak rokok tidak hanya mengancam siperokok tetapi juga orang sekitarnya atau perokok pasif, termasuk balita yang tinggal bersama siperokok. Salah satu masalah yang seringkali timbul pada balita akibat paparan asap rokok adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak anggota keluarga perokok aktif dan status gizi balita dengan kejadian ISPA pada balita. Jenis penelitian ini Analitik dengan metode penelitian Cross sectional . Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Sungai Geringging pada 27 April- 4 Mei 2020. Jumlah sampel 30 balita diambil secara Accidental sampling. Pengumpulan data diambil dengan cara mengambil data sekunder dengan membagikan kuesioner dan wawancara. Pengolahan data univariat dan bivariate dilakukan manual dengan analisa data uji statistic chi- square X2 hitung < X2 tabel. Hasil analisi univariat ditemukan dari 30 responden terdapat 56,6 % memiliki anggota keluarga perokok aktif, 66,6 % balita berstatus gizi baik dan 63,3 % balita tidak mengalami ISPA. Hasil analisis bivariat ditemukan nilai X2 Hitung (X2 Hitung > 3,841) artinya ada hubungan yang bermakna antara anggota keluarga perokok aktif (X2 Hitung= 13,25) dan status gizi balita (X2 Hitung=4,1) dengan kejadian ISPA. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ternyata ada dampak anggota keluarga perokok aktif dan status gizi balita dengan kejadian ISPA pada balita. Diharapkan tenaga kesehatan agar melakukan pembenahan perilaku orangtua terhadap ISPA, menyarankan orang tua untuk tidak merokok di dalam rumah dan mengedukasi para orang tua untuk mencukupi kebutuhan gizi balitanya. Balita yang mempunyai keluarga perokok 12 kali lebih tinggi beresiko ISPA.
Asuhan Keperawatan Keluarga Pada KeluargaDengan Gout Arthritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Pariaman Kota Pariaman Elza Mayang Sari; Armaita Armaita; Hasmita Hasmita; Sandra Dewi
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.1907

Abstract

According to the World Health Organization, the prevalence of gout arthritis worldwide continues to increase each year, with an incidence ranging from 1%–4% in the general population. It is more common in men than women, especially in Western countries, with a prevalence of around 3%–6%, and in individuals over 80 years old it can reach 10% in men and 6% in women. Gout arthritis is a joint inflammation caused by the accumulation of uric acid crystals due to purine metabolism disorders. If not managed promptly and appropriately, it can lead to joint damage, tophi formation, heart disease, kidney stones, and reduced quality of life. This case study aims to apply family nursing care to a family with gout arthritis. The method used is the nursing process, including assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation with a descriptive design. Data were collected through interviews, observations, and physical examinations. The results showed that the family experienced joint pain and a lack of knowledge. Three nursing diagnoses were identified: chronic pain, ineffective health management, and deficient knowledge. After 9 days of intervention including health education, pain management, and family involvement, there was a reduction in pain and an improvement in the family’s knowledge and ability to provide care. Family nursing care for patients with gout arthritis was effective in improving knowledge, reducing pain, and enhancing family independence in care through education and the application of a healthy lifestyle.
Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Pasien Osteoarthritis di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Kabupaten Padang Pariaman Shimby Parastian Gusna; Armaita Armaita; Sandra Dewi; Hasmita Hasmita
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.1998

Abstract

Osteoarthritis based on WHO in 2020, the number of elderly populations every year will increase. In 2020 the elderly population was around 142 million people then in 2021 it increased to 761 million people, and this number is even expected to increase 2-fold. (OA) is the most common joint disease in adults to old age worldwide. Osteoarthritis ranks 6th out of 14 diseases in the Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin social home in 2025. The purpose of the study is to be able to provide Nursing Care to the elderly with Osteoarthritis at the Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Social Home in Padang Pariaman Regency including, assessment, diagnosis, intervention, implementation, evaluation, and documentation. The study used a case study research method with a sample used one patient. The study was conducted from February 27 to March 4, 2026. The results of the research on nursing problems found in Mrs. A: Chronic pain related to chronic musculoskeletal conditions, risk of injury characterized by changes in cognitive function, and knowledge deficit related to the client’s lack of knowledge about their illness. After 5 days of implementation and evaluation, the nursing issues of chronic pain, risk of injury, and knowledge deficit were partially resolved. It is hoped that the elderly and caregivers at the home will continue independent interventions and prevent symptoms of the disease, as well as routine health checks at the home’s clinic