Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Hubungan Kepemimpinan dan Gaji Dengan Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rsud Pariaman Hilma Yessi; Rika Armalini; Mike Asmaria; Kheniva Diah Anggita; Hasmita Hasmita
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41508

Abstract

Nurses' dissatisfaction with hospital policies and administration can lead to serious consequences for the hospital, as nearly 80% of care is provided by nurses. The aim of this study is to analyze the factors related to job satisfaction among nurses in the inpatient wards of RSUD Pariaman. This is a descriptive correlational study with a cross-sectional design, using a questionnaire for data collection. Data analysis was conducted using univariate, bivariate, and multivariate analysis. There was no relationship between nurses' characteristics and promotion opportunities with job satisfaction. However, leadership, the nature of the job, salary, and feedback were found to have a relationship with job satisfaction. The most dominant factor influencing job satisfaction is feedback. Recommendations for the hospital management to enhance job satisfaction include paying more attention to feedback: responding to suggestions made by nurses, monitoring job development, providing positive encouragement, and evaluating nurses' performance.
Dampak Keluarga Perokok Aktif dan Status Gizi Balita dengan Kejadian Ispa Pada Balita Hasmita Hasmita; Hilma Yessi; Mike Asmaria; Kheniva Diah Anggita; Sandra Dewi; Prima Yose; Rika Armalini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43917

Abstract

Dampak rokok tidak hanya mengancam siperokok tetapi juga orang sekitarnya atau perokok pasif, termasuk balita yang tinggal bersama siperokok. Salah satu masalah yang seringkali timbul pada balita akibat paparan asap rokok adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak anggota keluarga perokok aktif dan status gizi balita dengan kejadian ISPA pada balita. Jenis penelitian ini Analitik dengan metode penelitian Cross sectional . Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Sungai Geringging pada 27 April- 4 Mei 2020. Jumlah sampel 30 balita diambil secara Accidental sampling. Pengumpulan data diambil dengan cara mengambil data sekunder dengan membagikan kuesioner dan wawancara. Pengolahan data univariat dan bivariate dilakukan manual dengan analisa data uji statistic chi- square X2 hitung < X2 tabel. Hasil analisi univariat ditemukan dari 30 responden terdapat 56,6 % memiliki anggota keluarga perokok aktif, 66,6 % balita berstatus gizi baik dan 63,3 % balita tidak mengalami ISPA. Hasil analisis bivariat ditemukan nilai X2 Hitung (X2 Hitung > 3,841) artinya ada hubungan yang bermakna antara anggota keluarga perokok aktif (X2 Hitung= 13,25) dan status gizi balita (X2 Hitung=4,1) dengan kejadian ISPA. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ternyata ada dampak anggota keluarga perokok aktif dan status gizi balita dengan kejadian ISPA pada balita. Diharapkan tenaga kesehatan agar melakukan pembenahan perilaku orangtua terhadap ISPA, menyarankan orang tua untuk tidak merokok di dalam rumah dan mengedukasi para orang tua untuk mencukupi kebutuhan gizi balitanya. Balita yang mempunyai keluarga perokok 12 kali lebih tinggi beresiko ISPA.
Pengaruh Rendam Kaki dengan Air Hangat Terhadap Penurunan Oedema pada Ibu Hamil Rini Amelia; Suci Padma Risanti; Anisa Defani; Wiwie Putri Adila; Rika Armalini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48039

Abstract

Edema atau pembengkakan pada kaki merupakan salah satu ketidaknyamanan fisiologis yang umum dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester II dan III. Edema terjadi akibat peningkatan volume darah, tekanan dari rahim yang membesar terhadap pembuluh darah vena di ekstremitas bawah, serta perubahan hormon selama kehamilan. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas dan kenyamanan ibu hamil serta dapat menjadi indikator adanya komplikasi seperti preeklampsia. Salah satu intervensi non-farmakologis yang aman dan sederhana untuk mengurangi edema adalah terapi rendam kaki dengan air hangat. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi rendam kaki dengan air hangat terhadap penurunan tingkat edema pada ibu hamil di Puskesmas Padang Panjang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest dengan pendekatan kuantitatif eksperimental. Sampel sebanyak 12 ibu hamil yang mengalami edema dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran skala pitting edema sebelum dan sesudah intervensi. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skala edema sebelum intervensi adalah 1,67 dan setelah intervensi menurun menjadi 1. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,005 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi rendam kaki air hangat terhadap penurunan edema pada ibu hamil. Terapi rendam kaki dengan air hangat efektif dalam menurunkan tingkat edema pada ibu hamil. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai upaya mandiri non-farmakologis yang aman, mudah, dan murah untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat edema selama kehamilan.
Pengaruh Pemberian Kompres Bawang Merah Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Balita Demam Rati Purwati; Rika Armalini; Puja Maya Sari; Tri Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48497

Abstract

Toddlers or children 1-4 years old are very susceptible to diseases and this disease often causes symptoms such as fever. Fever if not treated properly can cause higher temperatures and negatively impact children such as dehydration, lack of oxygen, neurological damage, and seizures. Fever in toddlers can be treated in several ways, one of which is through non-pharmacology such as onions. The goal is to find out whether or not there is an effect of shallot compresses on children with fever in Jorong Padang Candi. Research method: this study uses a pre-experiment approach with one group pretest-posttest Design. The sample in this study amounted to 10 toddlers. Data analysis was conducted using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the average body temperature before the shallot compress treatment was 5 people (50%) and after the treatment experienced a change in body temperature of 37.4°C as many as 5 people (50%). Wilcoxon's results were found that the p value = 0.004 was smaller than the value (p < 0.05), meaning that there was an effect of shallot compresses with a decrease in body temperature in fever children. It was concluded that onion compresses can significantly lower body temperature in toddlers who have a fever. It is hoped that parents will be able to provide shallot compress intervention to lower the body temperature of toddlers well before being given further treatment.
Pemberdayaan Suami Ibu Hamil Melalui Aplikasi Anti Stunting Untuk Pencegahan Dini Stunting di Kabupaten Solok Erpita Yanti Yanti; Yessi Aprihatin; Rika Armalini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49493

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih tinggi di Kabupaten Solok, khususnya di Nagari Talang Babungo. Kurangnya dukungan suami terhadap kesehatan ibu hamil menjadi salah satu faktor penyebab. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan suami ibu hamil melalui edukasi dan pelatihan penggunaan Aplikasi Anti Stunting sebagai media informasi dan perubahan perilaku. Metode pelaksanaan meliputi diskusi kelompok terfokus, pre dan post test, serta workshop penggunaan aplikasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan suami ibu hamil terkait pencegahan stunting. Kegiatan ini direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah lain dalam rangka percepatan penurunan angka stunting.
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran Kolostrum Ibu Nifas Ratih Septiana Arpen; Elwitri Silvia; Dina Ayuning Tyas; Dewi Asmawati; Rika Armalini; Metta Julita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53055

Abstract

Colostrum is the first essential fluid for newborns because it contains antibodies, immunoglobulins, and essential nutrients that function to enhance the infant’s immune system. However, in some postpartum mothers, the release of colostrum is often delayed due to insufficient stimulation of the hormone oxytocin, which plays a key role in the let-down reflex. Oxytocin massage is one of the non-pharmacological methods that can increase oxytocin stimulation and thereby accelerate colostrum release. This study aimed to determine the effect of oxytocin massage on colostrum release among postpartum mothers. This research employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest with control group approach. The sample consisted of postpartum mothers who met the inclusion criteria, selected using purposive sampling. The measurement of colostrum release was conducted by observing the time of the first colostrum appearance after the intervention. Data were analyzed using statistical tests such as the t-test or Mann–Whitney, depending on the data distribution. The results showed a significant difference in the time of colostrum release between the group that received oxytocin massage and the control group, with a p-value < 0.05. Postpartum mothers who received oxytocin massage experienced earlier colostrum release compared to those who did not receive the intervention. In conclusion, oxytocin massage has a significant effect on accelerating colostrum release among postpartum mothers. It is recommended that healthcare providers implement oxytocin massage as a complementary intervention to enhance the success of early breastfeeding initiation (EBI) and support adequate breast milk production during the postpartum period.
Penerapan Model Lingkungan Sehat Berbasis Health Education Sebagai Pencegahan Tuberculosis (TB) Di Nagari Punggung Kasiak Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman Linda Marni; Armaita Armaita; Vivi Yuderna; Rika Wulandari; Yona Putri Karinia; Rika Armalini
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v5i3.359

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TB) yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis merupakan salah satu penyakit yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia. Kabupaten Padang Pariaman termasuk kabupaten dengan kejadian TB tertinggi kedua di Provinsi Sumatera Barat.Nagari Punggung Kasiak cendrung memiliki angka suspek TB dengan rata-rata >35%. Temuan ini meunjukkan bahwa masyarakat tidak menyadari sudah terkena Tb. Permasalahan di Nagari Punggung Kasiak lebih kepada kondisi lingkungan yang tidak sehat dan masyarakat yang tidak peduli jika ada keluarga ataupun tetangga yang mengalami batuk yang bisa saja berindikasi Tb, maka diberikan solusi dengan menerapkan model lingkungan sehat melalui health eduation. Kegiatan ini difokuskan pada permasalahan kesadaran masyarakat yang kurang karena rendahnya pengetauan dan kesalahan persepsi masyarakat mengenai Tb. mengatasi lingkungan tidak sehat yang menjadi sarang potensi penyakit Tb. Untuk pencegahan berkembang biaknya kuman tb maka dilakukan dengan sosialisasi melalui workshop kemudian dilanjutkan pemberian health education kepada tokoh masyarakat dan guru, pembentukan Tim Siaga Tb dan penyusunan atribut health education.
EFEKTIVITAS AROMATERAPI (LAVANDULA ANGUSTIFOLIA) DALAM PELAYANAN HOMECARE TERHADAP PENURUNAN GEJALA BABY BLUES PADA IBU NIFAS Rika Armalini; Resi Citra M
JKM-Bid: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KEBIDANAN (The Journal of Public Health Midwifery) Vol. 12 No. 02 (2026): Juni 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71369/k2nj3g95

Abstract

Baby blues is a mild psychological disorder commonly experienced by postpartum mothers during the first to second week after childbirth, characterized by feelings of sadness, frequent crying, anxiety, mood swings, fatigue, and sleep disturbances. This condition may affect the mother’s quality of life, mother-infant bonding process, and newborn care success. One of the non-pharmacological interventions that can be used to reduce baby blues symptoms is lavender aromatherapy (Lavandula angustifolia), which has relaxation, anxiolytic, and sleep-enhancing effects. This study aimed to determine the effectiveness of lavender aromatherapy in homecare services on reducing baby blues symptoms among postpartum mothers in the working area of Pariaman Public Health Center in 2026. This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design approach. The population in this study consisted of all postpartum mothers experiencing baby blues symptoms in the working area of Pariaman Public Health Center in 2026. The sampling technique used was purposive sampling with a total sample of 20 respondents. Baby blues symptoms were measured using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) questionnaire before and after the administration of lavender aromatherapy intervention in homecare services for 7 days. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a decrease in baby blues symptom scores among postpartum mothers after receiving lavender aromatherapy in homecare services, with a mean score before intervention of 15.20 and after intervention of 8.45. Statistical test results showed a p-value = 0.001 (<0.05), indicating that lavender aromatherapy was effective in reducing baby blues symptoms among postpartum mothers. In conclusion, lavender aromatherapy is effective in reducing baby blues symptoms among postpartum mothers and can be used as a complementary intervention in nursing homecare services to improve postpartum maternal mental health.
Edukasi Pencegahan Bullying Melalui Program Sekolah Ramah Anak pada Siswa SMP Setia NIsa; Nela Novita Sari; Ratih Septiana Arpen; Hilma Yesi; Resi Citra M; Rika Armalini
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/w4t5kg80

Abstract

Bullying is one of the problems that frequently occurs in the school environment and can have negative impacts on students’ mental health, self-confidence, and social development. Bullying behavior may take the form of physical, verbal, or psychological violence carried out repeatedly by individuals or groups against students who are considered weaker. The lack of students’ knowledge about the impacts of bullying and the low level of awareness regarding the importance of creating a safe and comfortable school environment are factors that contribute to the occurrence of bullying behavior. Therefore, educational efforts through a Child-Friendly School Program are needed to increase students’ understanding and awareness in preventing bullying. This community service activity aims to improve students’ knowledge and awareness regarding bullying prevention through education on the Child-Friendly School Program among students of SMP Negeri 1 Kota Pariaman. The implementation method consisted of preparation, implementation, and evaluation stages. The activity began with coordination with the school, followed by health education using lectures, discussions, and educational media presentations about bullying and its prevention. The evaluation of the activity was conducted through pretest and posttest to assess the improvement of students’ knowledge after the educational intervention. The results of the activity indicated an increase in students’ knowledge and understanding regarding the forms of bullying, its impacts, and ways to prevent bullying behavior in the school environment. In addition, students demonstrated more positive attitudes toward creating a safe, comfortable, and respectful school environment. This educational program is expected to serve as a promotive and preventive effort to support the implementation of a child-friendly school and reduce bullying incidents in the school environment.
Pengaruh Pemberian Teknik Tepid Water Sponge Terhadap Penurunan Suhu Anak Dengan Hipertermia Prima Yoselina; Kheniva Diah Anggita; Rika Armalini
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60837

Abstract

Hipertermia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak dan memerlukan penanganan yang cepat untuk mencegah komplikasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah teknik tepid water sponge yang bertujuan membantu menurunkan suhu tubuh anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teknik tepid water sponge terhadap penurunan suhu tubuh anak dengan hipertermia di Rumah Sakit Aisyiyah Kota Pariaman Tahun 2026.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi pengukuran suhu tubuh sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pemberian teknik tepid water sponge. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Sample t-Test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata suhu tubuh anak sebelum diberikan teknik tepid water sponge adalah 39,01°C (SD = 0,249), sedangkan rata-rata suhu tubuh setelah intervensi adalah 37,71°C (SD = 0,233). Terjadi penurunan rata-rata suhu tubuh sebesar 1,30°C setelah dilakukan intervensi. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian teknik tepid water sponge terhadap penurunan suhu tubuh anak dengan hipertermia. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian teknik tepid water sponge efektif dalam menurunkan suhu tubuh anak dengan hipertermia di Rumah Sakit Aisyiyah Kota Pariaman. Teknik ini dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam penatalaksanaan hipertermia pada anak serta direkomendasikan untuk diterapkan dalam pelayanan keperawatan guna membantu mempercepat penurunan suhu tubuh secara aman dan efektif