Claim Missing Document
Check
Articles

SIGNIFIKASI SPIRITUALITAS KRISTEN: SEBUAH USAHA PEMBINAAN KEROHANIAN WARGA GEREJA KELOMPOK USIA MUDA Marinus Nangi Kewa; David Eko Setiawan; Panus Hilapok; Daen Rabecca
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.981 KB) | DOI: 10.54024/illuminate.v4i1.106

Abstract

The aim of this research is to provide suggestions on how the church should strive to guide young people so that they experience spiritual growth. This research was conducted with a literature study method and a qualitative approach. This is because young people are the spearhead in determining the growth of the church, both in ministry and as a successor in the church itself. However, the problem that occurs today is the lack of guidance for young people, both from the role of spiritual coaches, especially in the formation of parents. So that this results in a decline in the spirituality of young people. The training of young people can be done by the church by teaching the truth of God's Word, instilling fear of God, setting the right example, holding a community worship program, teaching them to respect others. So that the results obtained from this coaching effort are able to increase the spiritual growth of young people, especially in the correct knowledge and fellowship of the Lord Jesus so that they are able to become people who can be role models and become a continuation of ministry in the church and become a blessing for everyone around them. 
CINTA RUMAH TUHAN: MENTORING BAGI WARGA GEREJA MILENIAL AGAR TERLIBAT DALAM PERIBADATAN Pipit Hastari Budiarto; David Eko Setiawan; Steven Anugerah Ndruru; Limeani Zalukhu
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.263 KB) | DOI: 10.54024/illuminate.v4i1.104

Abstract

The current problem with the church in millenial church, that they abandoned worship or liturgy because the considered church liturgy to be a dull thing, and they also felt that church was unable to give them confidence ini the faith of Christ and the failure to maintain a proper upbringing of the church toward the millennial generation. The purpose of this research is to get an idea of the challenges that are. Faced by chruch leaders and gave advice on the efforts of chruch leaders to addressing the problems of millennial children throught mentoring in thr church. This research was the lebraries study with a qualitative approach. Based on these discussions, policycally it is recommended to be more innovative in introducing mentoring activities as the writer had suggested, it was carried out in the form of an activity, retreat, seminars or by giving their room to speaks.
Signifikansi YouTube Sebagai Medium Pewartaan Injil bagi Generasi Milenial di Indonesia David Eko Setiawan
BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/b.v4i2.190

Abstract

The rapid development of information technology has given rise to a variety of social media platforms that can connect many people from all walks of life, and in all places quickly. In various studies show that most users of the platform have the millennial generation. Freedom and speed to access it is a consideration for the use of social media as a medium for proclaiming the gospel. YouTube as a social media platform, very popular with millennials, can help evangelists in communicating it attractively, creatively, interactively, and inspiratively. The problem with this research is how is the significance of YouTube as a medium for evangelism for the millennial generation in Indonesia? While the purpose of this study is to explain the significance of YouTube as a medium for proclaiming the gospel for the millennial generation in Indonesia. In this study, it was found that basically, YouTube is significant as a medium for proclaiming the gospel for the millennial generation in Indonesia because it is in accordance with the context of those who like social media platforms that are attractive, creative, interactive, and inspiring.Perkembangan teknologi informatika yang begitu cepat memunculkan berbagai platform media sosial yang dapat menghubungkan banyak orang dari segala lapisan, dan di segala tempat secara cepat. Dalam berbagai penelitian menunjukkan bahwa pengguna terbanyak dari platform tersebut ada generasi milenial. Kebebasan dan kecepatan untu mengaksesnya, menjadi pertimbangan pemanfaatan media sosial sebagai medium pewartaan Injil. YouTube sebagai salah satu platform  media sosial, sangat digemari oleh generasi milenial, dapat menolong pewarta injil dalam mengkomunikasikannya secara atraktif ,  kreatif, interatif dan inspiratif. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah signifikansi YouTube sebagai medium pewartaan Injil bagi generasi milenial di Indonesia? Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan signifikansi YouTube sebagai medium pewartaan Injil bagi generasi milenial di Indonesia. Pada penelitian ini ditemukan bahwa pada dasarnya YouTube  signifikan sebagai medium pewartaan Injil bagi generasi milenial di Indonesia karena sesuai dengan konteks mereka yang menggemari platform media sosial yang atraktif,  kreatif, interatif dan inspiratif. 
Dampak Injil Bagi Transformasi Spiritual Dan Sosial David Eko Setiawan
BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/b.v2i1.78

Abstract

Abstract: The presence of the Gospel in the midst of human life is very interesting subject to study. Humans with all the complexity of their needs turn out to need something that can provide absolute answers. Abraham H. Marslow showed that in addition to material needs, humans also have social and spiritual needs. Through the gospel the needs are answered. Even the gospel can have a very significant impact on everyone who accepts it. The purpose of this research is to explain the impact of the gospel on spiritual and social transformation. The method used in this research is the literature study methode. The conclusion of  this research is that the gospel was able to transform the humans' spiritual and social lives.Abstraksi: Kehadiran Injil ditengah-tengah kehidupan manusia sangatlah menarik untuk ditelaah. Manusia dengan segala kompleksitas kebutuhannya ternyata membutuhkan sesuatu yang dapat memberikan jawaban secara utuh. Abraham H.Maslow menunjukkan bahwa selain kebutuhan yang bersifat materi, manusia juga memiliki kebutuhan yang bersifat sosial dan spiritual. Melalui Injil yang diberitakan kebutuhan-kebutuhan tersebut terjawab. Bahkan injil mampu memberikan dampak yang sangat signifikan bagi setiap orang yang mau menerimanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dampak Injil bagi transformasi spiritual dan sosial Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah  bahwa injil mampu untuk mentransformasi kehidupan spiritual dan sosial manusia.
The Significance of Tabayyun Practice as Conflict Resolution in Indonesian Society David Eko Setiawan
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 7, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.819 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v7i2.4654

Abstract

This article seeks to explain the significance of Tabayyun's practice as conflict resolution in Indonesian society. Indonesia is a multicultural country with considerable potential for conflict. To prevent that, it is necessary to be aware in the community to be open to each other and try to find clarity on a problem/information so as not to cause prolonged conflict. In Islamic Theology, the practice is called Tabbayun. The research problem in this study is the extent to which the significance of Tabayyun's practice can be a conflict resolution in Indonesian society? This research uses a qualitative approach using library methods and is also supported by data from interviews with Muslim figures who have practiced tabayyun in resolving conflicts in society. The results of this study show that tabayyun practice has a very big meaning in solving social conflicts in Indonesian society because it can improve the quality of information conveyed and received, clarify the root causes in a conflict, prevent disasters due to unclear root problems in conflict, and foster social ethics based on religious values in Islamic theology.Artikel ini berupaya menjelaskan pentingnya praktik Tabayyun sebagai penyelesaian konflik di masyarakat Indonesia. Masalah penelitian dalam penelitian ini adalah sejauh mana signifikansi praktik Tabayyun dapat menjadi penyelesaian konflik di masyarakat Indonesia?. Indonesia adalah negara multikultural dengan potensi konflik yang cukup besar. Untuk mencegah hal itu, perlu diwaspadai di masyarakat untuk saling terbuka dan berusaha mencari kejelasan sebuah permasalahan/informasi agar tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Dalam Teologi Islam, praktik ini disebut Tabbayun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode kepustakaan dan juga didukung dengan data hasil wawancara dengan tokoh-tokoh muslim yang telah mengamalkan tabayyun dalam menyelesaikan konflik di masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik Tabayyun memiliki arti yang sangat besar dalam penyelesaian konflik sosial di masyarakat Indonesia karena dapat meningkatkan kualitas informasi yang disampaikan dan diterima, memperjelas akar permasalahan dalam sebuah konflik, mencegah bencana karena ketidakjelasan akar permasalahan dalam konflik, dan menumbuhkan etika sosial berdasarkan nilai-nilai agama dalam teologi Islam.
Teologi Ziarah dalam Kumpulan Mazmur Ziarah: Makna dan Praksis bagi Orang Percaya Masa Kini David Eko Setiawan; Dwi Ratna
CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54592/jct.v2i1.36

Abstract

In the book of Psalms there is a collection of pilgrimage psalms that are interesting to study, because they contain deep meanings and praxis that are still relevant today. The collection of pilgrimage psalms is not just ancient texts that have no link to the lives of today's believers, but in them are rich in meaning and praxis for them. This article aims to find the meaning and praxis of pilgrimage theology contained in the collection of Pilgrimage Psalms. The research problem in this article is what is the meaning and praxis of Pilgrimage Theology in the collection of Pilgrimage Psalms for today's believers? The methods used in this study are hermeneutics and literature methods. The results of this study are as follows, Pilgrimage Theology in the collection of Pilgrimage Psalms contains the meaning: First, the theological understanding of God. Second, an understanding of the city of Jerusalem. Third, an understanding of the inner attitude in worship. Fourth, the understanding of blessing, fifth, the understanding of prayer/singing. The praxis of Pilgrimage Theology are as follows; First, encourage respect for God as the source of all things for His People. Second, hold fast to God's promise like His faithfulness to Jerusalem. Third, convert today's believers from the wrong attitude in worship. Fourth, correct the wrong concept of the origin and nature of blessing. Fifth, practice prayer and thanksgiving properly. AbstrakDi dalam kitab Mazmur terdapat kumpulan mazmur ziarah yang menarik untuk ditelaah, karena mengandung makna yang dalam serta praksis yang masih relevan sampai masa kini. Kumpulan mazmur ziarah tersebut bukan sekedar teks-teks kuno yang tidak memiliki tautan dengan kehidupan orang percaya masa kini, malahan di dalamnya kaya dengan makna dan praksis bagi mereka. Artikel ini bertujuan untuk menemukan makna dan praksis dari Teologi Ziarah yang terdapat  dalam kumpulan Mazmur Ziarah. Masalah penelitian dalam artikel ini adalah apakah makna dan praksis Teologi Ziarah dalam kumpulan  Mazmur Ziarah bagi orang percaya masa kini? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode hermeneutika dan kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut, Teologi Ziarah dalam kumpulan Mazmur Ziarah mengandung makna: Pertama,pemahaman teologis tentang TUHAN. Kedua, pemahaman tentang kota Yerusalem. Ketiga, pemahaman tentang sikap batin dalam beribadah. Keempat, pemahaman tentang berkat, Kelima, pemahaman tentang doa dan nyanyian syukur. Adapun praksis dari Teologi Ziarah adalah sebagai berikut; Pertama, dorong rasa hormat terhadap Allah sebagai sumber segala sesuatu bagi Umat-Nya. Kedua, memegang teguh janji Allah seperti kesetiaan-Nya terhadap Yerusalem. Ketiga, mempertobatkan orang percaya masa kini dari sikap yang salah di dalam ibadah. Keempat, mengoreksi konsep yang salah tentang asal dan hakikat berkat. Kelima, mempraktikkan doa dan nyanyian syukur dengan benar.Kata Kunci: Teologi Ziarah, Mazmur Ziarah, Makna. Praksis
Titik Temu Pancasila dan Etika Politik Gereja dalam Melawan Radikalisme di Indonesia David Eko Setiawan; Firman Panjaitan
Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Vol 7, No 01 (2021): Jurnal SMaRT Studi Masyarakat, Religi dan Tradisi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.472 KB) | DOI: 10.18784/smart.v7i01.1234

Abstract

The condition of intolerance that grows and develops in society has resulted in Indonesia being prone to disintegration. The most effective action against this radicalism movement is not done physically but ideologically. The most appropriate ideological tools against this movement are Pancasila and political ethics because both teach about divine and human values. However, both of them still receive less attention and are used in counter-radicalism activities. This study aims to explore the intersection of Pancasila and church political ethics as an antidote to radicalism in Indonesia. This research uses a qualitative approach with the library method. This study indicates that the meeting point between Pancasila and church political ethics lies in the divine value that lives human values. Divine values can only be preserved and developed in human values. It affirms that all forms of oppression and violence that interfere with human values must be rejected and eliminated from the life of the nation and state in Indonesia. Thus, Pancasila and church political ethics in Indonesia can be the most appropriate values to fight radicalism. These findings can make a scientific contribution to increasing the role of the church in living the values of Pancasila to counter radicalism in Indonesia. 
Pelayanan Konseling Terhadap Remaja Kristen Yang Berniat Bunuh Diri David Eko Setiawan; Nitani Harita; Ima Dewi Prianti; Nemensri Selan
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 3, No 2 (2023): SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/sg.v3i2.155

Abstract

Abstract:This writing strives for solutions to the problems of adolescents who intend to commit suicide. The authors use literature research by reviewing various writings and previous studies. Suicide is often seen negatively, and it is found among teenagers in many countries. Many things can cause this behaviour, and there are also many negative impacts. The current world offering pleasure cannot be a solution for those who lost their passion for living, including teenagers. Teenagers thinking, which is still relatively narrow, makes many of them unable to accept the situation and the surrounding environment, causing them to do dangerous things, such as ending their lives. The study results show that many Christian youths have the potential to commit suicide, and the church can provide counselling services to Christian youths who are suicidal. This counselling service directs youth Christians to understand themselves in Christ as individuals who are valuable and worthy of life. Abstrak: Penulisan ini mengupayakan solusi dari permasalahan yang terjadi pada remaja yang berniat untuk bunuh diri. Penulis menggunakan metode literature research dengan meninjau kembali berbagai tulisan dan penelitian-penelitian terdahulu. Bunuh diri merupakan suatu perilaku yang dinilai negatif dan di berbagai negara hal ini menjadi permasalahan yang sering terjadi terkhususnya yang dilakukan di kalangan remaja. Banyak hal yang dapat menjadi sumber dari perilaku ini dan banyak pula dampak negatif yang diakibatkan. Situasi dunia sekarang yang banyak menawarkan kesenangan bagi manusia tidak dapat menjadi solusi bagi mereka yang kehilangan gairah untuk menjalani hidup, termasuk di kalangan remaja. Pemikiran remaja yang masih tergolong sempit membuat banyak dari mereka tidak mampu menerima situasi yang terjadi pada diri mereka sendiri dan lingkungan sekitar mengakibatkan mereka dapat melakukan hal yang berbahaya yaitu dengan mengakhiri hidupnya. Hasil penelitian menunjukkan banyak remaja Kristen berpotensi untuk bunuh diri dan gereja dapat melakukan pelayanan konseling terhadap remaja Kristen yang bernitan bunuh diri. Pelayanan konseling ini mengarahkan remaja Kristen untuk memahami dirinya di dalam Kristus sebagai individu yang berharga dan layak untuk hidup.
Spiritualitas Homo Digitalis: Memperjumpakan Injil dengan Masyarakat Siber di Era Postmodern David Eko Setiawan
TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Vol 2, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.383 KB)

Abstract

ABSTRAK: Semakin pesatnya perkembangan teknologi digital di abad ini telah memunculkan sosok Homo Digitalis. Ia adalah makhluk yang dikendalikan oleh media, berfungsi sebagai media serta mampu mengadaptasi iklim teknologi digital. Sebagai bagian dari masyarakat siber yang hidup di era postmodern, ia juga perlu berjumpa dengan berita Injil yang menyelamatkan, karena akibat dosa sosok ini pun tak luput dari penghakiman Allah dan kesuraman hidup. Meskipun Homo Digitalis terjebak dalam pusaran teknologi dan postmodernisme, ia tetaplah merupakan Homo Spiritus yang memiliki kerinduan untuk memenuhi kebutuhan spiritualnya, khususnya keselamatan dari penghukuman Allah dan kesuraman hidup. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penelitian ini berusaha menjawab masalah berikut; Bagaimanakah memperjumpakan Injil dengan masyarakat siber di era postmodern dengan mempertimbangkan spiritualitas Homo Digitalis? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan serta menjelaskan jembatan pewartaan Injil kepada masyarakat siber di era postmodern dengan mempertimbangan spiritualitas homo digitalis. Metode yang digunakan adalah menggunakan library research. Sedangkan hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pertama, kerinduan Homo Digitalis untuk selalu terkoneksi dengan yang lain dapat menjadi titik temu untuk memperjumpakannya dengan The Real Connection, yaitu pemulihan hubungan yang intim dengan Allah melalui karya penebusan Tuhan Yesus Kristus. Kedua, ziarah digital sebagai wujud kerinduan Homo Digitalis dalam memenuhi kebutuhan dan aspirasi spiritualnya dapat juga menjadi titik temu untuk memperjumpakan pesan Injil dalam bentuk konten-konten digital yang menarik, interaktif dan inovatif. Ketiga, kecenderungan Homo Digitalis untuk mengaburkan kebenaran perlu diperjumpakan dengan Sang Kebenaran yaitu Yesus Kristus melalui produk-produk digital yang dapat menjadi “magnet” baginya untuk mengenal Kebenaran Sejati.
Upaya pembinaan warga gereja kelompok usia anak-anak menurut Alkitab David Eko Setiawan; Icha Debora Gulo; Gita Maisa Alvionita; Valencia Sirut Suberti
Davar : Jurnal Teologi Vol 3, No 2 (2022): Desember
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v3i2.18

Abstract

AbstractDuring childhood, children may not be able to manage information properly. Children's desires are often instant, causing them to do things that are not right. Therefore, it is the responsibility of the Church Community Development to teach the children according to the teachings of the Bible in the church. Therefore, the church's development efforts focus on children to achieve the main goal of teaching or educating each age group of children to reach a level of growth that is in line with the fullness of Jesus according to the Bible. Therefore, the church's development efforts for children need to be carefully designed and structured according to Christian values and biblical teachings. The author uses a qualitative descriptive analysis research method based on literature, which collects data through journals and books. The purpose of this writing is to clarify the role of church community development in shaping the character of Sunday school children in accordance with the teachings of the Bible. Key words: The upbuilding of church citizens, children, and the biblical AbstrakPada masa Anak-anak belum dapat mengelola informasi dengan baik. Keinginan anak-anak adalah sesuatu yang instan sehingga hal yang tidak benar pun akan mereka lakukan. Hal ini merupakan tanggung jawab Pembinaan Warga Gereja kepada kelompok anak untuk mengajarkan sesuai dengan ajaran Alkitab didalam gereja. oleh sebab itu upaya pembinaan gereja memusatkan pembinaan kepada anak untuk mencapai tujuan utama yaitu mengajarkan atau mendidik setiap kelompok usia anak-anak mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Yesus menurut Alkitab. Oleh sebab itu, upaya pembinaan gereja kepada kelompok usia anak perlu dirancang dengan matang dan disusun sesuai nilai-nilai kekristenan dan ajaran Alkitab. Penulis menggunakan metode penelitian analisis dekriftif kualitatif yang berbasis kepustakaan yang dimana metode ini mengumpulkan data yang ada melalui jurnal dan buku. Ada pun Tujuan dari penulisan memperjelas peran pembinaan warga gereja dalam membentuk karakter anak sekolah minggu sesuai dengan ajaran Alkitab. Kata kunci: Pembinaan Warga Gereja, Anak. Alkitabiah