Hunainah
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENERAPAN TEKNIK SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELING DALAM KONSELING KELUARGA TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 1 KIBIN Faiz Mulya Ramadhan; Nahrisya Zahra Kaelani; Nurhayati Kusuma Dewi; Nur Faridah; Silvi Gustavio Edward; Hunainah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.16357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan Teknik Solution Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konseling keluarga terhadap psychological well-being siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Kibin. Penelitian ini di dasarkan terhadap pentingnya kesejahteraan psikologis siswa sebagai salah satu faktor pendukung dalam aspek sosial, emosional, dan akademik. Adapun permasalahan yang sering muncul pada siswa remaja awal, seperti rendahnya kepercayaan diri, kurungnya dukungan keluarga, serta kesulitan dalam mengelola emosi dapat mempengaruhi tingkat psychological well-being mereka. Teknik SFBC dipilih karena berfokus pada mencari solusi, kekuatan, dan potensi yang dimilik masing-masing individu serta melibatkan peran keluarga dalam proses konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental desain one group pretest-posttest.. Adapun subjek penelitiannya yaitu siswa kelas VII yang memiliki tingkat psychological well-being rendah berdasarkan hasil asesmen awal. Data dikumpulkan menggunakan skala psychological well-being, observasi, dan dokumentasi. Intervensi dilakukan melalui layanan konseling keluarga dengan menerapkan teknik-teknik SFBC, seperti miracle question, scaling question, dan exception question. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan tingkat psychological well-being sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik SFBC dalam konseling keluarga memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan psychological well-being siswa. Terjadi peningkatan skor skor rata-rata psychological well-being setelah mengikuti proses konseling, yang ditunjukkan oleh meningkatnya kemampuan siswa dalam menerima diri, menjalin hubungan positif dengan orang lain, mengelola lingkungan, memiliki tujuan hidup, serta meningkatkan kemandirian dan pengembangan diri. Dengan demikian, teknik SFBC dalam konseling keluarga dapat menjadi salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling yang efektif untuk meningkatkan psychological well-being siswa di sekolah.
PENGARUH SIKAP PILIH KASIH ORANG TUA TERHADAP KONDISI EMOSIONAL DAN HUBUNGAN SOSIAL ANAK PADA MAHASISWA Eliana Dewi; Khodijah Ratu Qistina; Siti Fadilah; Said; Islamiyah; Hunainah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.16430

Abstract

Sikap pilih kasih orang tua merupakan salah satu bentuk pola asuh yang dapat memengaruhi perkembangan emosional dan hubungan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk sikap pilih kasih orang tua serta dampaknya terhadap kondisi emosional, hubungan keluarga, dan kehidupan sosial anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan sepuluh mahasiswa berusia 18–21 tahun sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap pilih kasih ditunjukkan melalui perbedaan perhatian, penghargaan, dukungan, dan kebebasan yang diberikan kepada anak. Dampak yang muncul berupa perasaan sedih, kecewa, iri, rendah diri, menjauh dari keluarga, serta kesulitan dalam hubungan sosial. Meskipun demikian, sebagian informan menilai bahwa perbedaan perlakuan dapat diterima apabila disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya keadilan, kasih sayang yang seimbang, dan dukungan emosional dalam keluarga.