Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Penerapan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dalam Pembelajaran Matematika Dian Fitra
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/jie.v1i1.524

Abstract

ABSTRAK Matematika adalah kunci kearah peluang-peluang. Bagi seorang siswa keberhasilan mempelajarinya akan membuka pintu karir yang cemerlang. Untuk itu, penanaman konsep matematika di sekolah sangatlah penting untuk diperhatikan. Artikel ini mencoba memberikan solusi bagi penanaman konsep matematika di sekolah yang selama ini kebanyakan tujuan pembelajarannya hanya fokus pada mengingat fakta, konsep dan komputasi (menggunakan rumus). Padahal pemerintah melalui peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia mengharapkan dari segi dimensi pengetahuannya, siswa mampu mengaitkan pengetahuaannya dalam konteks masyarakat dan lingkungan sekitar. Untuk itu, PMRI diharapkan mampu menuntaskan kesenjangan yang terjadi antara apa yang diharapkan oleh pemerintah dengan apa yang terjadi di lapangan. PMRI ini memiliki ciri khas dalam proses pembelajarannya yaitu penggunaan konteks, penggunaan model untuk matematisasi progresif, pemanfaatan hasil konstruksi siswa, interaktivitas, dan keterkaitan.
Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Berdominasi Otak Kiri dalam Menyelesaikan Soal PISA Dian Fitra
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 3 No. 1 (2020): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/jie.v3i1.529

Abstract

ABSTRAKKeikutsertaan Indonesia dalam studi Program for International Student Assessment (PISA) merupakan salah satu langkah pemerintah dalam mengevaluasi pendidikan yang telah dilaksanakan. Salah satu kemampuan yang diukur dalam soal PISA adalah kemampuan penalaran matematis siwa (Reasoning). Kemampuan penalaran matematis ini juga merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa di dalam kurikulum yang diterapkan di Indonesia. Sehingga kemampuan penalaran matematis ini harus benar-benar diperhatikan. Selain itu, secara lahiriah manusia menggunakan kedua belah otaknya dalam mengolah informasi. Berdasarkan penelitian dari para ahli, anak yang berdominasi otak kiri mempunyai potensi yang lebih besar dalam menyelesaikan masalah di bidang matematika. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan penalaran matematis siswa berdominasi otak kiri dalam menyelesaikan soal PISA serta pada apa yang harus diperhatikan oleh siswa agar memperoleh hasil yang maksimal. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriftif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX. Penelitian ini menggunakan instrumen lembar tes uraian dan pedoman wawancara untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa berdominasi otak kiri dalam menyelesaikan soal PISA. Berdasarkan analisis data maka dapat disimpulkan bahwa siswa sekuensial konkret memenuhi semua indikator penalaran matematis. Sedangkan siswa sekuensial abstrak hanya memenuhi dua dari empat indikator penalaran matematis.
Soal Serupa PISA Menggunakan Konteks Cabang Olahraga Lari Dian Fitra
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/jie.v1i1.660

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan soal matematika serupa PISA menggunakan konteks Lari yang valid, praktis dan memiliki efek potensial. Metode yang digunakan adalah development research. Proses pengembangan dilakukan dalam dua tahapan, yaitu Preliminary dan prototyping. Pada tahapan prototyping (formative evaluation) dibagi menjadi fase self evaluation, expert review & one-to-one, small group, dan field test. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, walkthrough, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriftif kualitatif. Kesimpulan dari penelitian adalah sebagai berikut: (1)Peneliti menemukan beberapa strategi berbeda yang dilakukan oleh siswa untuk menyelesaikan soal yang diberikan; (2) Beberapa siswa memiliki kemampuan dasar matematika yang baik dalam menyelesaikan soal yang diberikan, seperti kemampuan komunikasi, penalaran dan argumen, merumuskan strategi untuk menyelesaikan masalah, dan melakukan operasi; (3) peneliti menemukan beberapa siswa yang melakukan kesalahan pada penjumlahan bilangan desimal dan kesalahan dalam menkonversikan satuan waktu, seperti menkonversikan detik ke jam.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Bermuatan Literasi Sains Terhadap Kompetensi Belajar Sintia Elmanazifa; Dian Fitra; Dewi Rawani
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/jie.v6i1.677

Abstract

Model pembelajaran PBL mencirikan penggunaan masalah kehidupan nyata sebagai sesuatu yang harus dipelajari peserta didik untuk meningkatkan kompetensi belajar dan pemecahan masalah serta mendapatkan pengetahuan konsep-konsep penting. Literasi sains adalah kemampuan menggunakan pengetahuan dan berpikir secara ilmiah dalam upaya memecahkan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian Randomized Control-Group Pretest-Posttest Design yang membandingkan hasil Pretest dan Posttest antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Pemilihan desain penelitian ini didasarkan pada tujuan penelitian yang membandingkan pencapaian kompetensi belajar peserta didik sebelum dan sesudah perlakuan sebagai tanda adanya pengaruh dari perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) bermuatan literasi sains dapat meningkatkan kompetensi pengetahuan peserta didik secara signifikan, penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) bermuatan literasi sains berpengaruh terhadap kompetensi sikap peserta didik secara signifikan dan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) bermuatan literasi sains mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi keterampilan peserta didik secara signifikan.
Penerapan Model Pembelajaran Problem-Based Instruction dalam Pembelajaran Matematika Nurhayati Abbas; Dian Fitra
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/jie.v2i1.757

Abstract

Model pembelajaran berdasarkan masalah (problem-based instruction) adalah pendekatan pembelajaran peserta didik pada masalah autentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hasil belajar peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah dengan hasil belajar peserta didik yang diajar dengan pembelajaran konvensional dan (2) keefektifan model pembelajaran berdasarkan masalah dalam mengajarkan aturan sinus dan aturan cosinus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang diawali dengan pengembangan perangkat pembelajaran berorientasi model pembelajaran berdasarkan masalah. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas I SMU Khadijah Surabaya. Sampel dipilih secara acak terhadap tiga kelas dari enam kelas yang ada untuk dijadikan kelas uji coba, kelas eksperimen, dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah adalah lebih baik daripada hasil belajar peserta didik yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Namun, pembelajaran berdasarkan masalah tidak efektif dalam mengajarkan aturan sinus dan aturan cosinus.
Perbandingan Hasil Belajar Pangkat Rasional Antara Siswa yang Mendapat Peta Konsep dan Umpan Balik dengan Siswa yang Mendapatkan Peta Konsep Tanpa Umpan Balik Asngari; Dian Fitra
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/jie.v2i2.759

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil belajar pangkat rasional antara siswa yang mendapat peta konsep dan metode umpan balik dengan siswa yang mendapat peta konsep tanpa umpan balik. Populasi yang diambil dalam Penelitian ini adalah siswa kelas I MAN Godean, yang terdiri dari 6 kelas. Jumlah siswa perkelas rata-rata 23 orang. Sampel yang diambil adalah 3 kelas, yaitu 1A dan 1B sebagai kelompok eksperimen, sedangkan 1C sebagai kelompok kontrol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Tehnik pengumpulan data berupa tes hasil belajar pangkat rasional yang berbentuk soal obyektif sebanyak 30 soal. Dari penelitian diperoleh hasil pengolahan data sebagai berikut. Data kelompok eksperimen dengan perlakuan peta konsep dan umpan balik menunjukkan bahwa rerata hasil belajarnya diperoleh sebesar 21,273 dengan simpangan baku 5,063. Data kelompok eksperimen dengan perlakuan peta konsep tanpa umpan balik menunjukkan bahwa rerata hasil belajarnya diperoleh sebesar 12, 870 dengan simpangan baku 3,935. Sedangkan data kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional menunjukkan bahwa rerata hasil belajarnya diperoleh sebesar 13,150 dengan simpangan baku 5,143. Hasil pengujian menunjukkkan bahwa data yang diperoleh berdistribusi normal dan varians sample yang diamati bersifat homogen. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan Anava 1 Jalur, diperoleh F hitung variabel hasil belajar pangkat rasional sebesar 22,369 dengan derajat kebebasan 2 lawan 62. Besarnya F hitung ternyata lebih besar jika dibandingkan F tabel pada taraf signifikansi 5 % yakni sebesar 3,15. Hal ini menunjukkan bahwa Hipotesis Alternatif (Ha) yang menyatakan “Ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa pada sistem pembelajaran antara metode peta konsep dan umpan balik dengan metode peta konsep tanpa umpan balik maupun tanpa kedua-duanya“, diterima. Dan Hipotesis nihilnya (Ho) yang menyatakan “Tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa pada sistem pembelajaran antara metode peta konsep dan umpan balik dengan metode peta konsep tanpa umpan balik maupun tanpa kedua-duanya”, ditolak. Ini berarti bahwa hasil belajar pangkat rasional siswa yang mendapat peta konsep dan umpan balik lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang mendapat peta konsep tanpa umpan balik.
Studi Penerapan Pembelajaran Kontekstual Pada Bidang Studi Matematika Pokok Bahasan Ruang Dimensi Tiga Mislakhudin; Dian Fitra
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 3 No. 2 (2020): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/jie.v3i2.765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi, aktifitas dan minat belajar siswa kelas X MA Miftahul Ishlah Tembelok pada pokok bahasan ruang dimensi tiga melalui pendekatan kontekstual. Obyek penelitian ini adalah siswa kelas X MA Miftahul Ishlah Tembelok dengan jumlah 22 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, pelaksanana tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam III siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada prestasi, aktivitas dan minat belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika pada pokok bahasan ruang dimensi tiga melalui pendekatan kontekstual. Pada siklus I diperoleh nilai rata kelas 72,2 dengan ketuntasan belajar sebesar 81,82 %, serta aktivitas siswa sebesar 60,91 % dan tergolong cukup aktif. Pada siklus II perolehan nilai rata-rata kelas sebesar 76,9 dengan ketuntasan belajar sebesar 90,91 %, serta aktivitas siswa sebesar 63,51% dan dikategorikan aktif. Pada siklus III perolehan nilai rata-rata kelas sebesar 77,5 dengan ketuntasan belajar sebesar 100%, serta aktivitas siswa sebesar 64,29% dan tergolong aktif, serta adanya peningkatan minat siswa terhadap pelajaran Matematika. Jadi dari siklus ke siklus pembelajaran mengalami peningkatan sesuai dengan target pencapaian kurikulum yaitu ketuntasan minimal 85 % dan minimal mendapatkan nilai 65. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan prestasi, aktivitas dan minat belajar siswa terhadap bidang studi Matematika pada pokok bahasan ruang dimensi tiga kelas X MA Miftahul Ishlah.
Aplication of the TikTok Assisted Problem-Based Learning Model on Straight-Line Equations : Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Aplikasi Tiktok pada Materi Persamaan Garis Lurus Dian Fitra; Desyanti Br Sinaga
Borneo Educational Journal (Borju) Vol. 5 No. 2 (2023): August
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/bej.v5i2.1359

Abstract

This study aims to see how the application of the problem-based learning model was assisted by the TikTok application on straight-line equations. This research was qualitative research using a descriptive approach. The subjects in this study were 19 class VIII-I students of SMPN 9 Bayung Lencir. The data obtained in this study were analyzed through several stages, namely reducing data, presenting data, and verifying data or drawing conclusions. The research instruments used were tests and interviews. The results of the study show that students enjoy participating in the learning process using the problem-based learning model and learning videos using the TikTok application. The results of the interviews concluded that students felt happy and enthusiastic about learning straight-line equations material because the application of problem-based learning models and learning videos using the TikTok application was their first experience and was a pleasant experience. In addition, the advantage of using learning videos using the TikTok application is that learning videos can be played back anytime and anywhere so students find it helpful when they want to repeat learning material. Furthermore, the results of observations made by the teacher concluded that the use of video learning based on the TikTok application was able to make students more focused, and more active and students were not sleepy during the learning process
Deskripsi Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Dominasi Otak Kanan Dian Fitra
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 5 No. 1 (2022): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa berdominasi otak kanan dalam menyelesaikan soal matematika materi sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV). Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang penting dikuasai oleh siswa. Adapun indikator kemampuan pemecahan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalahꓽ 1) memahami masalah; 2) membuat rencana pemecahan masalah; 3) melaksanakan rencana pemecahan masalah; 4) memeriksa kembali hasil pemecahan masalah yang didapat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa berdominasi otak kanan di kelas VIII SMPN 1 Betara Tanjung Jabung Barat. Instrumen yang yang digunakan adalah lembar tes inventori, lembar tes soal matematika materi sistem persamaan linier dua variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa berdominasi otak kanan masih belum memenuhi indikator keempat dari kemampuan pemecahan masalah yaitu kemampuan memeriksa kembali hasil pemecahan masalah.
Eksplorasi Permainan Bola Kecil untuk Mendesain Soal Matematika Tipe PISA dalam Konsep Bentuk dan Ruang Dewi Rawani; Dian Fitra
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 5 No. 1 (2022): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Golf merupakan salah satu permainan menggunakan bola kecil yang dimainkan di luar ruangan dengan daerah tidak beraturan. Tanpa disadari olahraga golf mengandung konsep matematika didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali konsep matematika dalam permainan golf. Metode penelitian yang digunakan adalah Design research tipe Development studies yang terdiri dari preliminary dan formative evaluation. Alur desain formative evaluation meliputi: self evaluation, one to one dan expert review, small group, field test. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, dokumnetasi, studi pustaka (kajian literatur). Penelitian ini telah menghasilkan 5 butir soal. Hasil penelitian ini adalah olahraga golf memuat konten matematika terdapat konsep daerah yang tidak beraturan, volume bangun ruang, luas permukaan. Oleh karena itu, konsep matematika yang terkandung dalam olahraga golf ini, dapat dijadikan ide-ide matematis sebagai titik awal pembelajaran matematika.