Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengembangan Soal Serupa PISA menggunakan Konteks Olahraga Polo Air Eko Septiansyah Putra; Dian Fitra; Melinda Yusri Rizki
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi PISA menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa Indonesia masih berada di bawah skor rata-rata. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak hal, salah satu diantaranya disebabkan oleh proses penilaian pembelajaran siswa di Indonesia masih jarang menggunakan soal yang menuntut siswa berpikir tingkat tinggi. Stacey merekomendasikan agar melakukan penelitian terkait penggunakan soal PISA dalam proses pembelajaran, tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta kemampuan siswa. Untuk mengembangkan soal serupa PISA diperlukan sebuah konteks atau sebuah kondisi atau kejadian yang benar-benar terjadi yang dekat atau dapat dibayangkan oleh siswa. Salah satu peristiwa penting yang terjadi baru-baru ini di Indonesia adalah berlangsungnya ASIAN GAMES yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu tuan rumahnya. Untuk itu dalam penelitian ini peneliti menggunakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam ajang tersebut sebagai konteks dalam mengembangkan soal serupa PISA. Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan soal serupa PISA yang valid. Metode penelitian yang digunakan adalah Design Research tipe penelitian pengembangan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa sekolah menengah yang berusia 15 tahun. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan utama yaitu preliminary study dan prototyping. Berdasarkan hasil analisis dari setiap tahapan penelitian yang telah dijalankan, maka dapat disimpulkan bahwa soal serupa PISA menggunakan konteks Polo Air dinyatakan telah valid.
Etnomatematika: Keterkaitan Budaya dan Matematika Rawani, Dewi; Fitra, Dian
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua budaya didukung oleh semacam ilmu pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara budaya dengan matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi yang menjadi sebuah pendekatan teoritis sekaligus empiris untuk mendeskripsikan dan menganalisis keadaan atau situasi berdasarkan catatan lapangan yang dihasilkan dari pengumpulan data. Subjek dalam penelitian ini meliputi tokoh Adat, pemangku kepentingan Adat, dan pakar budaya yang memahami budaya di Palembang. Observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan adalah teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya ide-ide matematika yang potensial untuk dibuat sebagai langkah awal dalam pembelajaran matematika secara kontekstual
Penerapan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dalam Pembelajaran Matematika Dian Fitra
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Matematika adalah kunci kearah peluang-peluang. Bagi seorang siswa keberhasilan mempelajarinya akan membuka pintu karir yang cemerlang. Untuk itu, penanaman konsep matematika di sekolah sangatlah penting untuk diperhatikan. Artikel ini mencoba memberikan solusi bagi penanaman konsep matematika di sekolah yang selama ini kebanyakan tujuan pembelajarannya hanya fokus pada mengingat fakta, konsep dan komputasi (menggunakan rumus). Padahal pemerintah melalui peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia mengharapkan dari segi dimensi pengetahuannya, siswa mampu mengaitkan pengetahuaannya dalam konteks masyarakat dan lingkungan sekitar. Untuk itu, PMRI diharapkan mampu menuntaskan kesenjangan yang terjadi antara apa yang diharapkan oleh pemerintah dengan apa yang terjadi di lapangan. PMRI ini memiliki ciri khas dalam proses pembelajarannya yaitu penggunaan konteks, penggunaan model untuk matematisasi progresif, pemanfaatan hasil konstruksi siswa, interaktivitas, dan keterkaitan.
Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Berdominasi Otak Kiri dalam Menyelesaikan Soal PISA Dian Fitra
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 3 No. 1 (2020): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKeikutsertaan Indonesia dalam studi Program for International Student Assessment (PISA) merupakan salah satu langkah pemerintah dalam mengevaluasi pendidikan yang telah dilaksanakan. Salah satu kemampuan yang diukur dalam soal PISA adalah kemampuan penalaran matematis siwa (Reasoning). Kemampuan penalaran matematis ini juga merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa di dalam kurikulum yang diterapkan di Indonesia. Sehingga kemampuan penalaran matematis ini harus benar-benar diperhatikan. Selain itu, secara lahiriah manusia menggunakan kedua belah otaknya dalam mengolah informasi. Berdasarkan penelitian dari para ahli, anak yang berdominasi otak kiri mempunyai potensi yang lebih besar dalam menyelesaikan masalah di bidang matematika. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan penalaran matematis siswa berdominasi otak kiri dalam menyelesaikan soal PISA serta pada apa yang harus diperhatikan oleh siswa agar memperoleh hasil yang maksimal. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriftif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX. Penelitian ini menggunakan instrumen lembar tes uraian dan pedoman wawancara untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa berdominasi otak kiri dalam menyelesaikan soal PISA. Berdasarkan analisis data maka dapat disimpulkan bahwa siswa sekuensial konkret memenuhi semua indikator penalaran matematis. Sedangkan siswa sekuensial abstrak hanya memenuhi dua dari empat indikator penalaran matematis.
Soal Serupa PISA Menggunakan Konteks Cabang Olahraga Lari Fitra, Dian
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan soal matematika serupa PISA menggunakan konteks Lari yang valid, praktis dan memiliki efek potensial. Metode yang digunakan adalah development research. Proses pengembangan dilakukan dalam dua tahapan, yaitu Preliminary dan prototyping. Pada tahapan prototyping (formative evaluation) dibagi menjadi fase self evaluation, expert review & one-to-one, small group, dan field test. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, walkthrough, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriftif kualitatif. Kesimpulan dari penelitian adalah sebagai berikut: (1)Peneliti menemukan beberapa strategi berbeda yang dilakukan oleh siswa untuk menyelesaikan soal yang diberikan; (2) Beberapa siswa memiliki kemampuan dasar matematika yang baik dalam menyelesaikan soal yang diberikan, seperti kemampuan komunikasi, penalaran dan argumen, merumuskan strategi untuk menyelesaikan masalah, dan melakukan operasi; (3) peneliti menemukan beberapa siswa yang melakukan kesalahan pada penjumlahan bilangan desimal dan kesalahan dalam menkonversikan satuan waktu, seperti menkonversikan detik ke jam.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Bermuatan Literasi Sains Terhadap Kompetensi Belajar Sintia Elmanazifa; Dian Fitra; Dewi Rawani
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran PBL mencirikan penggunaan masalah kehidupan nyata sebagai sesuatu yang harus dipelajari peserta didik untuk meningkatkan kompetensi belajar dan pemecahan masalah serta mendapatkan pengetahuan konsep-konsep penting. Literasi sains adalah kemampuan menggunakan pengetahuan dan berpikir secara ilmiah dalam upaya memecahkan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian Randomized Control-Group Pretest-Posttest Design yang membandingkan hasil Pretest dan Posttest antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Pemilihan desain penelitian ini didasarkan pada tujuan penelitian yang membandingkan pencapaian kompetensi belajar peserta didik sebelum dan sesudah perlakuan sebagai tanda adanya pengaruh dari perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) bermuatan literasi sains dapat meningkatkan kompetensi pengetahuan peserta didik secara signifikan, penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) bermuatan literasi sains berpengaruh terhadap kompetensi sikap peserta didik secara signifikan dan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) bermuatan literasi sains mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi keterampilan peserta didik secara signifikan.
Penerapan Model Pembelajaran Problem-Based Instruction dalam Pembelajaran Matematika Nurhayati Abbas; Dian Fitra
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran berdasarkan masalah (problem-based instruction) adalah pendekatan pembelajaran peserta didik pada masalah autentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hasil belajar peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah dengan hasil belajar peserta didik yang diajar dengan pembelajaran konvensional dan (2) keefektifan model pembelajaran berdasarkan masalah dalam mengajarkan aturan sinus dan aturan cosinus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang diawali dengan pengembangan perangkat pembelajaran berorientasi model pembelajaran berdasarkan masalah. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas I SMU Khadijah Surabaya. Sampel dipilih secara acak terhadap tiga kelas dari enam kelas yang ada untuk dijadikan kelas uji coba, kelas eksperimen, dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah adalah lebih baik daripada hasil belajar peserta didik yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Namun, pembelajaran berdasarkan masalah tidak efektif dalam mengajarkan aturan sinus dan aturan cosinus.
Perbandingan Hasil Belajar Pangkat Rasional Antara Siswa yang Mendapat Peta Konsep dan Umpan Balik dengan Siswa yang Mendapatkan Peta Konsep Tanpa Umpan Balik Asngari; Dian Fitra
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil belajar pangkat rasional antara siswa yang mendapat peta konsep dan metode umpan balik dengan siswa yang mendapat peta konsep tanpa umpan balik. Populasi yang diambil dalam Penelitian ini adalah siswa kelas I MAN Godean, yang terdiri dari 6 kelas. Jumlah siswa perkelas rata-rata 23 orang. Sampel yang diambil adalah 3 kelas, yaitu 1A dan 1B sebagai kelompok eksperimen, sedangkan 1C sebagai kelompok kontrol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Tehnik pengumpulan data berupa tes hasil belajar pangkat rasional yang berbentuk soal obyektif sebanyak 30 soal. Dari penelitian diperoleh hasil pengolahan data sebagai berikut. Data kelompok eksperimen dengan perlakuan peta konsep dan umpan balik menunjukkan bahwa rerata hasil belajarnya diperoleh sebesar 21,273 dengan simpangan baku 5,063. Data kelompok eksperimen dengan perlakuan peta konsep tanpa umpan balik menunjukkan bahwa rerata hasil belajarnya diperoleh sebesar 12, 870 dengan simpangan baku 3,935. Sedangkan data kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional menunjukkan bahwa rerata hasil belajarnya diperoleh sebesar 13,150 dengan simpangan baku 5,143. Hasil pengujian menunjukkkan bahwa data yang diperoleh berdistribusi normal dan varians sample yang diamati bersifat homogen. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan Anava 1 Jalur, diperoleh F hitung variabel hasil belajar pangkat rasional sebesar 22,369 dengan derajat kebebasan 2 lawan 62. Besarnya F hitung ternyata lebih besar jika dibandingkan F tabel pada taraf signifikansi 5 % yakni sebesar 3,15. Hal ini menunjukkan bahwa Hipotesis Alternatif (Ha) yang menyatakan “Ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa pada sistem pembelajaran antara metode peta konsep dan umpan balik dengan metode peta konsep tanpa umpan balik maupun tanpa kedua-duanya“, diterima. Dan Hipotesis nihilnya (Ho) yang menyatakan “Tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa pada sistem pembelajaran antara metode peta konsep dan umpan balik dengan metode peta konsep tanpa umpan balik maupun tanpa kedua-duanya”, ditolak. Ini berarti bahwa hasil belajar pangkat rasional siswa yang mendapat peta konsep dan umpan balik lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang mendapat peta konsep tanpa umpan balik.
Studi Penerapan Pembelajaran Kontekstual Pada Bidang Studi Matematika Pokok Bahasan Ruang Dimensi Tiga Mislakhudin; Dian Fitra
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 3 No. 2 (2020): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi, aktifitas dan minat belajar siswa kelas X MA Miftahul Ishlah Tembelok pada pokok bahasan ruang dimensi tiga melalui pendekatan kontekstual. Obyek penelitian ini adalah siswa kelas X MA Miftahul Ishlah Tembelok dengan jumlah 22 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, pelaksanana tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam III siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada prestasi, aktivitas dan minat belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika pada pokok bahasan ruang dimensi tiga melalui pendekatan kontekstual. Pada siklus I diperoleh nilai rata kelas 72,2 dengan ketuntasan belajar sebesar 81,82 %, serta aktivitas siswa sebesar 60,91 % dan tergolong cukup aktif. Pada siklus II perolehan nilai rata-rata kelas sebesar 76,9 dengan ketuntasan belajar sebesar 90,91 %, serta aktivitas siswa sebesar 63,51% dan dikategorikan aktif. Pada siklus III perolehan nilai rata-rata kelas sebesar 77,5 dengan ketuntasan belajar sebesar 100%, serta aktivitas siswa sebesar 64,29% dan tergolong aktif, serta adanya peningkatan minat siswa terhadap pelajaran Matematika. Jadi dari siklus ke siklus pembelajaran mengalami peningkatan sesuai dengan target pencapaian kurikulum yaitu ketuntasan minimal 85 % dan minimal mendapatkan nilai 65. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan prestasi, aktivitas dan minat belajar siswa terhadap bidang studi Matematika pada pokok bahasan ruang dimensi tiga kelas X MA Miftahul Ishlah.
Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Modern Dian Fitra
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum menduduki posisi sentral dalam semua kegiatan pendidikan, dan untuk mencapai tujuan pendidikan, kurikulum perlu meningkatkan kualitasnya dengan memperhatikan kebutuhan dan tahap perkembangan peserta didik, serta mengakomodasi kebutuhan pengembangan nasional. Penelitian ini dilakukan untuk memberi gambaran kurikulum merdeka sebagai wujud merdeka belajar yang ada di sekolah. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan sebagai metode untuk mengumpulkan data. Kurikulum merdeka merupakan pendekatan pendidikan yang sangat penting dalam konteks pendidikan modern. Melalui individualisasi pembelajaran, pengembangan keterampilan abad ke-21, pemberdayaan guru, mendorong inovasi, pembangunan kemandirian siswa, dan relevansi dengan dunia nyata, kurikulum merdeka membuka pintu untuk pendidikan yang lebih efektif dan relevan. Selain itu ada sejumlah kekurangan dan kendala dalam implementasinya. Penting bagi para pembuat kebijakan pendidikan untuk mempertimbangkan tantangan ini secara serius dan mencari cara untuk mengatasi mereka guna memaksimalkan potensi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Dengan perencanaan dan dukungan yang tepat, kurikulum merdeka dapat menjadi alat yang efektif dalam membentuk generasi yang lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan.