Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Kesulitan Belajar Siswa Pada Materi Logika Matematika Dona Ria Andini; Dian Fitra; Menrisal
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 7 No. 2 (2024): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/jie.v7i2.1170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi dan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan siswa dalam belajar matematika pada materi logika matematika. Penelitian ini dilakukan di SMK Prasasti Karang Berahi pada kelas XI. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor yang menyebabkan kesulitan siswa dalam mempelajari materi logika matematika adalah siswa tidak memahami materi prasyarat untuk mempelajari materi logika matematika, siswa tidak memahami simbol yang digunakan pada pernyataan, siswa sulit membedakan pernyataan dari masing-masing logika matematika, siswa kurang mengetahui aplikasi dari konsep nilai kebenaran dari logika matematika, siswa kurang melakukan latihan terkait soal-soal logika matematika.
Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Soal Serupa PISA Dian Fitra; Rian Novita; Husni Dwi Syafutri
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i2.193

Abstract

Permasalahan yang terjadi di Indonesia adalah kemampuan literasi siswa Indonesia masih belum menunjukkan hasil yang baik semenjak awal keikutsertaannya. Nilai kemampuan literasi siswa Indonesia selalu berada di bawah rata-rata nilai negara lain. Hasil studi PISA terbaru pada tahun 2022 menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa Indonesia memperoleh nilai 366. Nilai ini berada di bawah rata-rata nilai kemampuan literasi matematika siswa dunia yaitu 472. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis dan membaca siswa dengan memberikan pelatihan/workshop kepada guru-guru disekolah agar mampu membuat soal serupa PISA yang menggunakan konteks nyata yang dapat ditemukan siswa dalam kehidupan mereka. Metode pelaksanaan pengabdian ini dimulai dengan tahap persiapan, sosialisasi dan pelatihan cara membuat soal serupa PISA, kemudian melakukan pendampingan guru-guru dalam mengembangkan soal serupa PISA, dan tahapan terakhir adalah tahap melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Kegiatan pelatihan ini menghasilkan sebanyak tiga paket soal serupa PISA yang meliputi bidang literasi matematis dan membaca. Pada soal serupa PISA literasi matematis, konteks yang diangkat adalah soal serupa PISA menggunakan konteks kayu manis dan kopi. Pelatihan dan pendampingan dalam mengembangkan soal serupa PISA ini juga mampu meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru dalam menyusun instrumen evaluasi proses dan hasil pembelajaran. Soal serupa PISA yang dibuat nanti akan dapat digunakan juga ketika guru mengadakan ulangan ataupun bahkan ujian akhir semester, sehingga selain mampu melihat hasil belajar siswa selama satu periode tertentu, guru juga mampu berkontribusi dalam memperkenalkan dan mengangkat kembali cerita-cerita lokal sebagai bahan bacaan siswa. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam mengembangkan soal serupa PISA telah diselenggarakan dengan baik. Para peserta yang terdiri dari beberapa guru memberikan apresiasi pada kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam mengembangkan soal serupa PISA ini karena dapat menambah pengetahuan baru bagi guru dalam membuat instrumen evaluasi.
Penerapan Model Flipped Classroom untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA Fitra, Dian; Novita, Rian
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v9i1.3897

Abstract

Salah satu dari sekian banyak strategi pengajaran yang dapat membantu siswa menjadi lebih melek matematika adalah Flipped Classroom. Flipped Classroom dapat meningkatkan harga diri siswa, menyediakan suasana belajar yang lebih positif, dan meningkatkan pemahaman konseptual mereka. Penelitian ini berupaya untuk memastikan bagaimana kapasitas siswa untuk menggunakan literasi matematika untuk memecahkan masalah PISA dipengaruhi oleh penerapan pendekatan pembelajaran Flipped Classroom. Teknik yang digunakan adalah metodologi penelitian kuantitatif. Tes Konfigurasi penelitian kuantitatif yang digunakan disebut Pra-Eksperimental One Group Pretest-Posttests Design. Alat penelitian untuk penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan ujian berdasarkan masalah PISA asli yang tersedia di situs web resmi PISA. Namun, uji Shapiro-Wilk, yang merupakan uji kenormalan data yang digunakan dalam proses analisis data, menghasilkan nilai signifikansi 0,002 yang mana nilai tersebut < 0,05, maka dapat dipastikan bahwa data tidak berdistribusi normal. Statistik nonparametrik, khususnya uji Wilcoxon digunakan untuk mengevaluasi hipotesis yang dikembangkan karena data tidak terdistribusi normal. Dengan menggunakan uji Wilcoxon, uji hipotesis menghasilkan nilai 0,001, atau kurang dari 0,05 (α). Hasil uji Wilcoxon, yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan secara statistik dalam keterampilan literasi matematika siswa ketika strategi pembelajaran kelas terbalik diterapkan, menolak hipotesis nol. Nilai N-Gain dari data Pra-Tes dan Pasca-Tes yang dikumpulkan kemudian diuji oleh peneliti. Nilai 0,3410 diperoleh dari hasil uji nilai N-Gain. Nilai N-Gain yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan metode flipped classroom yang diterapkan mampu menghasilkan peningkatan yang cukup signifikan, menunjukkan tingkat efektivitas sedang.
Kiat-Kiat Menghadapi Tes Kompetensi Dasar Akademik Fitra, Dian
PUBLIKASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Multi Data Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/padimas.v3i1.4782

Abstract

Seorang dosen secara formal diakui sebagai tenaga pendidik yang professional dibuktikan dengan memiliki sertifikat pendidik. Sertifikat pendidik seorang dosen diperoleh dengan mengikuti sertifikasi dosen (Serdos). Salah satu manfaat dari memiliki sertifikat pendidik bagi dosen adalah sebagai salah satu syarat untuk memperoleh tunjangan profesi. Tujuan dari diselenggarakannya sertifikasi dosen ini adalah untuk (1) menilai profesionalisme dan menentukan kelayakan dosen (2) melindungi profesi dosen sebagai agen pembelajaran di perguruan tinggi, (3) meningkatkan proses dan hasil pendidikan dan (4) mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Adapun salah satu jenis uji kompetensi yang harus dilalui oleh seorang dosen yang akan mengikuti proses seleksi sertifikasi dosen adalah Tes Kompetensi Dasar Akademik (TKDA). Tes Kompetensi Dasar Akademik dilakukan untuk menguji kompetensi dosen dalam tiga kategori, yaitu kemampuan verbal, numerikal, dan figural. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa masih banyak dosen yang merasa kesulitan untuk melampaui ambang batas tes TKDA. Banyak faktor yang menyebabkan dosen merasa kesulitan dalam memenuhi nilai ambang batas tersebut, salah satu diantaranya adalah beberapa dosen mengaku tidak familiar dengan jenis soal yang diberikan sehingga belum menemukan cara untuk menemukan solusi yang tepat terhadap soal yang diberikan. Kegiatan ini disambut baik oleh peserta. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme peserta yang tinggi dalam memberikan pertanyaan.
Analisis Kemandirian Belajar Matematika Siswa Ditinjau Dari Tipe Kepribadian Introvert Fitra, Dian; Menrisal, Menrisal; Novita, Rian; Yana, Elly
JURNAL PTI (PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI INFORMASI) FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITA PUTRA INDONESIA "YPTK" PADANG Vol. 12 (2025) No.1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpti.v12i1.231

Abstract

Kemandirian dalam belajar merupakan salah satu bentuk kemandirian terpenting yang harus dimiliki siswa. Memperoleh kemandirian merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki setiap siswa. Siswa akan dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dengan mudah tanpa memerlukan bantuan dari orang lain jika sikap kemandirian ini dikembangkan secara maksimal. tanggung jawab guru terbatas pada pemberian bimbingan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 6 Kota Jambi. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif yang dipadukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Metodologi penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Orang, benda, atau fenomena yang dapat memberikan informasi kepada peneliti menjadi topik penelitian. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII C SMP N 6 Kota Jambi yang berjumlah 42 orang. Penulis menggunakan angket sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar matematika ditinjau dari tipe kepribadian introvert di SMP N 6 Kota Jambi terdapat 3 siswa yang berada pada kategori tinggi dengan persentase 27%. Pada aspek Kemandirian emosional siswa tidak suka meniru jawaban teman saat mengerjakan tugas dan lebih suka mengerjakan sendiri tugas yang diberikan oleh guru, mereka lebih suka mencoba untuk mengerjakan sendiri atau berdiskusi dengan teman daripada harus meminta bantuan orang tua. Pada aspek Kemandirian tingkah laku siswa akan langsung mengerjakan tugas dari guru tanpa menunda-nundanya, selalu mencatat materi penting, siswa tersebut lebih percaya diri pada jawabannya sendiri jika dibandingkan menyalin pekerjaan teman. Pada aspek Kemandirian nilai siswa memiliki kesadaran untuk tetap belajar dirumah sekalipun sudah belajar di sekolah dan bimbel.
Kesulitan Siswa dalam Mengerjakan Soal-soal Eksponen dan Logaritma Gunawan, Meta Silvia; Fitra, Dian
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2021): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i2.659

Abstract

Fakta terdapat kesulitan dalam mengerjakan soal-soal eksponen dan logaritma menjadi latar belakang penelitian ini. Tujuan penelitian yaitu melihat kesulitan siswa dalam mengerjakan soal-soal eksponen dan logaritma. Subyek penelitian adalah 33 siswa di SMK Baiturrahim Jambi yang mengerjakan 7 soal materi eksponen dan logaritma. Selanjutnya dipilih 6 siswa yang masing2 mendapat skor sedang dan rendah untuk diwawancarai terkait kesulitannya dalam menyelesaikan soal tersebut. Metode kualitatif menjadi metode yang digunakan dalam penelitian. Pengumpulan data penelitian melalui Teknik observasi, tes soal, dan wawancara. Teknik analisis data yang dilakukan antara lain reduksi data, pengumpulan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil tes siswa menunjukkan bahwa kesalahan terbanyak terjadi pada tahap transformation, dan process skill. Wawancara kemudian dilakukan untuk menggali lebih dalam faktor yang mempengaruhi kesulitan siswa. Ketiga faktor tersebut yakni faktor pengalaman, efektif, dan kognitif. Faktor kognitif menjadi faktor yang paling berpengaruh. Faktor kognitif sangat bergantung pada pemahaman siswa terhadap materi pada soal eksponen dan logaritma. The fact that there are difficulties in working on exponential and logarithmic problems is the background of this research. The research objective was to find out how difficult it was for students to solve exponential and logarithmic test items. The subjects used were 33 students of SMK Baiturrahim Jambi for doing the test, then 6 students were selected to be interviewed regarding their difficulties in solving those items. The research approach used in this analysis was qualitative. Observation, assessments, and interviews were used to gather data for this study. Data reduction, data collection, and conclusion drawing were the data analysis methods used. The results of the students' tests showed that most mistakes occurred in the transformation stage and process skills. Moreover, an interview was also conducted to know deeper into the factors that influenced students’ difficulties. These three factors were experiential, affective, and cognitive factors. The cognitive factor was the most influential factor. The cognitive factor really depended on students' understanding of the material on the exponent and logarithmic test.