Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGALAMAN REMAJA AWAL DALAM MENGIKUTI KEGIATAN FULL DAY SCHOOL DI KOTA PEKANBARU Nidar Rani; Dewi Kurnia Putri; Siska Mayang Sari
Jurnal Keperawatan Hang Tuah (Hang Tuah Nursing Journal) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Keperawatan Hang Tuah (Hang Tuah Nursing Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.123 KB) | DOI: 10.25311/jkh.Vol2.Iss1.594

Abstract

Pendidikan ialah salah satu hal yang penting pada era globalisasi saat ini, seperti halnya dalam kegiatan Full Day School (FDS). Full Day School (FDS) ialah proses belajar yang dilakukan peserta didik dari pagi sampai sore di lingkungan sekolah yakni mencakup 5 hari dalam seminggu berada disekolah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi lebih dalam lagi pengalaman remaja awal dalam mengikuti kegiatan sekolah full day. Pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode studi fenomenologi. Partisipan di penelitian ini berjumlah 5 orang remaja berusia 13-15 tahun yang mengikuti sekolah full day. Teknik sampling yang dipergunakan ialah metode Snowball Sampling. Metode pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti menggunakan wawancara mendalam (in-depth-interview) yang dilakukan dengan via video call. Peneliti menggunakan analisa data Colaizzi. Hasil penelitian ini didapatkan adanya respon dalam mengikuti kegiatan full day school yaitu respon fisik dan psikis dan perkembangan sosial remaja yang berhubungan dengan teman sebaya dan lingkungan sekitar tempat tinggal. Dapat disimpulkan bahwa remaja yang mengikuti kegiatan full day school merasa lelah, jenuh, mengantuk, kurang tidur dan merasa senang disekolah, sehingga remaja merasa kurangnya interaksi dengan teman sebaya serta lingkungan sekitar karena tidak di beri izin oleh orang tua untuk bermain dengan teman-temannya dan adanya keterbatasan waktu untuk keluar rumah. Hasil penelitian ini bisa dijadikan pada pihak sekolah untuk dapat mengatasi kejenuhan, rasa mudah lelah dan mengantuk yang dialami remaja, hal ini dapat dilakukan dengan cara pembelajarannya diselingi dengan belajar sambil bermain, dapat ditambahkan dengan kegiatan ekstrakurikuler dan melibatkan remaja dalam pembelajaran yang sedang berlangsung.
Hubungan implementasi manajemen penjadwalan dinas dengan kinerja perawat Megawati Megawati; Siska Mayang Sari; Lita Lita
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan dinas perawat merupakan hal yang sangat penting bagi perawat pelaksana dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan keperawatan. Pengaturan manjemen penjadwalan  dinas perawat  merupakan salah satu tugas kepala ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara implementasi manajemen penjadwalan dinas perawat dengan kinerja perawat di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. penelitian ini merupakan studi kuantitatif  dengan metode deskriptif korelasi dengan mengunakan pendekatan cross sectional.  Populasi penelitian ini adalah perawat pelaksana di ruang rawat inap Surgikal di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dengan jumlah sampel sebanyak 42 orang perawat yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian ini mengunakan kuesioner.  Analisa data mengunakan uji bivariat dengn uji chi square. Hasil uji chi square  diperoleh P value = 0,013 (< 0,05) yang berati ada hubungan antara implementasi manajeman penjadwalan dinas perawat dengan kinerja perawat di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Dengan hasil penelitian ini di harapkan kepada pihak manajemen keperawatan berkolaborasi dengan kepala ruangan untuk memperhatikan implementasi penjadwalan dinas perawat diruangan  sehingga dapat meningkatkan kualitas kinerja perawat.
Hubungan Pemberian Pelayanan Kesehatan Selama Pandemi COVID-19 Dengan Kepuasan Pasien Di Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru Yana Dwiriani; Siska Mayang Sari; Raja Fitrina Lestari
Jurnal Keperawatan Hang Tuah (Hang Tuah Nursing Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Keperawatan Hang Tuah (Hang Tuah Nursing Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkh.Vol2.Iss2.551

Abstract

PUSKESMAS adalah pelayanan kesehatan yang banyak dimanfaatkan masyarakat, PUSKESMAS adalah fasilitas kesehatan terdepan serta ujung tombak dalam terselenggaranya pelayanan kesehatan dasar pada tingkatan masyarakat, agar kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan pada masa pandemi COVID-19 dapat terpenuhi. Pasien bisa merasakan kepuasan ketika kinerja pelayanan kesehatan sesuai yang diharapkan sehingga kepuasan pasien juga merupakan ukuran yang sangat penting tentang efektifitas pemberian pelayanan dalam memenuhi kebutuhan dan harapan pasien. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan pemberian pelayanan kesehatan selama pandemi COVID-19 dengan kepuasan pasien di PUSKESMAS simpang tiga pekanbaru. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain Cross sectional. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah rekapitulasi data pengunjung PUSKESMAS Simpang Tiga Pekanbaru dari bulan Januari sampai Juni tahun 2020 dengan jumlah pengunjung sebanyak 1.203 jiwa, pengambilan sampel berdasarkan kriteria serta rumus slovin dan didapatkan banyaknya sampel dalam penelitian sebanyak 121 orang. yang dipilih secara accidental Sampling. Dengan menggunakan kuesioner sebagai alat ukur. Data diperoleh dari analisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi square. Hasil penelitian dijumpai pemberian pelayanan kesehatan di PUSKESMAS selama pandemi COVID-19mayoritas termasuk kategori tidak baik sebanyak 66 orang (54,5%), kepuasan pasien selama pandemicCOVID-19 mayoritas merasa tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan sebanyak 71 orang (58,7%). Hasil analisis bivariat didapat hubungan positif yang signifikan antara pemberian pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien selama pandemi COVID-19 di PUSKESMAS Simpang Tiga Pekanbaru dengan p value 0,000 (0,000< 0,05). Diharapkan pada tenaga kesehatan untuk mengevaluasi pelayanan kesehatan yang diberikan saat pandemi COVID-19.
PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN RELAWAN DI RUMAH RELAWAN DHU’AFA PELALAWAN PROVINSI RIAU DALAM PENANGANAN KECELAKAAN Siska Mayang Sari; Fitrina Lestari Raja; Imron Rosyadi; Herianto
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5: Oktober 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i5.3596

Abstract

Laporan kasus kematian akibat kecelakaan di jalan raya pada tahun 2015 didapatkan 3400 orang meninggal setiap hari. Fenomena ini menuntut masyarakat untuk mampu memberikan pertolongan pertama pada saat terjadi kecelakaan, khususnya kecelakaan saat berada di jalan raya maupun di lingkungan sekitar rumah. Rumah Relawan Dhuafa merupakan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang sosial dan kesehatan membantu kaum Dhuafa mendapatkan akses pelayana kesehatan. Adapun tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Relawan Rumah Dhu’afa (RRD) dalam memberikan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah Relawan dari Rumah Relawan Dhu’afa yang berjumlah 18 orang. Metode pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan memberikan materi tentang pertolongan pertama pada kecelakaan di jalan raya dan lingkungan sekitar rumah. Dari hasil evaluasi di dapatkan terdapat peningkatan nilai rerata jawaban benar sebanyak 90 dari sebelumnya dengan rerata 67. Diharapkan pihak dinas kesehatan dapat membantu memberikan dukungan dan pembinaan kepada relawan Rumah Relawan Dhu’afa dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan untuk meningkatkan keefektifan perawatan yang diberikan.
Implementation of the Exclusive Breastfeeding Program at the Umban Sari Health Center, Rumbai District, Pekanbaru City: Implementasi Program Asi Eksklusif Di Puskesmas Umban Sari Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru Cindy Friskhilia Tarigan; Jasrida Yunita; Ahmad Hanafi; M.Dedi Widodo; Siska Mayang Sari
Jurnal Olahraga dan Kesehatan (ORKES) Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Agustus 2022
Publisher : Badnur Medisa Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56466/orkes/Vol1.Iss2.21

Abstract

Exclusive Mother's Milk (ASI) is breast milk that is given to babies from birth to 6 months without providing additional food or replacing it with other foods or drinks, except drugs, vitamins and minerals. Breast milk also contains colostrum which is rich in antibodies, because it contains protein to maintain the baby's immune system and kills germs in high quantities which can also reduce the risk of death in infants. Umban Sari Public Health Center, Rumbai District, is the area with the lowest coverage percentage, which is 48.5%. The problems found at the Umban Sari Health Center related to this exclusive breastfeeding program are HR/Health Personnel, Facilities and Infrastructure, Funding, Coordination, Counseling and Counseling. The purpose of this study was to determine the implementation of the exclusive breastfeeding program at the Umban Sari Health Center, Rumbai District in 2022. This type of research was a qualitative research with descriptive research methods to 8 informants consisting of the Head of the Puskesmas, PJ ASI, 2 Posyandu Cadres, 2 Mothers. Pregnant, Lurah and RW. This research was carried out in April 2022 at the Umban Sari Health Center, Rumbai District, Pekanbaru City in 2022. The results of this study indicate that human resources / health workers are still not optimal because there are still many who have double jobs and there are still no facilities and infrastructure such as diaper changing tables. for babies, breast pumps, etc. and for funding, namely the unavailability of special funds related to the exclusive breastfeeding program, for the coordination itself it has been going well but not specifically for the exclusive breastfeeding program but for all programs and for counseling activities, namely the lack of community participation and support from family during the implementation of this activity and for the outreach activities themselves, which are not carried out routinely every month and community participation is also still low
Analysis of Nurse Workload in the Inpatient Room of the Bangkinang Regional General Hospital (RSUD) in 2022: Analisis Beban Kerja Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang Tahun 2022 Delfia Febri Anisa; Siska Mayang Sari; Leon Candra; Ahmad Satria Efendi; Misbahuddin Misbahuddin
Jurnal Olahraga dan Kesehatan (ORKES) Vol. 1 No. 3 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Badnur Medisa Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56466/orkes/Vol1.Iss3.49

Abstract

The workload is the main aspect that forms the basis for the calculation. The increasing number of patients who are hospitalized causes the workload of health workers to be heavier, one of which is a nurse. The purpose of this study was to find out how the workload of nurses in the inpatient room at the Bangkinang Regional General Hospital in 2022. This study was a qualitative study with in-depth interviews and observations with 10 nurses, the variables studied were available working time, work units & categories. HR, workload standards, slack standards and the number of manpower requirements. The data checking technique uses the WISN method. Based on the results of the study showed that the workload of nurses in three rooms, namely Ali (83.9%), and friends (83.4%) was considered heavy because it was more than the 80% productive work limit. While the space for fighters (64.1%) is relatively light. calculation of nurse needs based on WISN calculations, namely the Ali room is less than 12 people, the friend room is less than 9 people and the warrior room is in accordance with the needs according to WISN, which is 25 people. It is suggested to the nursing management of Bangkinang Hospital to plan the number of nursing staff needs by considering the nurse's workload. Beban kerja merupakan aspek pokok yang menjadi dasar untuk perhitungan, Semakin meningkatnya jumlah pasien yang dirawat dirumah sakit menyebabkan semakin berat beban kerja petugas kesehatan, salah satunya adalah perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Beban Kerja Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Bangkinang Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi dengan 10 perawat, variabel yang diteliti yaitu waktu kerja yang tersedia, unit kerja & kategori SDM, standar beban kerja, standar kelonggaran dan jumlah kebutuhan tenaga. Teknik pemeriksaan data menggunakan metode WISN. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja perawat di tiga ruangan yaitu ali (83,9%), dan sahabat (83,4%) tergolong berat karena lebih dari batas kerja produktif 80%. Sedangkan ruang pejuang (64,1%) tergolong ringan. perhitungan kebutuhan perawat berdasarkan perhitungan WISN yaitu ruang ali kurang 12 orang, ruang sahabat kurang 9 orang dan ruang pejuang sudah sesuai dengan kebutuhan menurut WISN yaitu 25 orang. Disarankan kepada pihak manajemen keperawatan RSUD Bangkinang dapat merencanakan jumlah kebutuhan tenaga perawat dengan mempertimbangkan beban kerja perawat.
PENGALAMAN DOSEN DALAM MENGAJARKAN ANATOMI PADA MAHASISWA KESEHATAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19: STUDI FENOMENOLOGI Siska Mayang Sari; Wahyu Praba Yudha; Susi Erianti; Raja Fitrina Lestari; Dian Roza Adila; Rani Lisa Indra; Rian Ordila
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i2.1475

Abstract

 Kondisi pandemi akibat COVID-19 menyebabkan terjadinya perubahan dalam dunia pendidikan. Penerapan protokol kesehatan menuntut diminimalkan bahkan ditiadakannya pembelajaran secara tatap muka. Tujuan dari penelitian ini adalah menggali berbagai hal tentang pengalaman dosen dalam mengajarkan anatomi pada mahasiswa selama terjadinya pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Partisipan berjumlah 4 orang yang merupakan dosen yang mengajar anatomi di Universitas Hang Tuah Pekanbaru dan Universitas Awal Bros Pekanbaru. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan analisis data dengan teknik collaizi. Penelitian ini menemukan empat tema yaitu 1) Hambatan dosen dalam memaparkan materi anatomi tubuh manusia, 2) Masalah yang dihadapi dosen dalam mengajarkan anatomi tubuh manusia, 3) Teknik dosen dalam mengajar anatomi seperti media dan metode, dan 4) Penggunaan teknologi untuk mengajar anatomi tubuh manusia. Partisipan berharap adanya aplikasi yang interaktif tentang anatomi tubuh manusia sehingga memudahkan partisipan dalam mengajarkan topik tersebut pada masa pandemi COVID-19, kepada institusi pendidikan diharapkan untuk mengembangkan aplikasi digital guna menunjang proses pembelajaran tentang anatomi tubuh manusia.
Factors Associated with Hypertension-Risk Eating Behavior in the Elderly in the Work Area of ​​the Mining Health Center: Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Makan Beresiko Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Popi Purnama Sari; Emy Leonita; Jasrida Yunita; Siska Mayang Sari; Raviola Raviola
Jurnal Olahraga dan Kesehatan (ORKES) Vol. 1 No. 3 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Badnur Medisa Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56466/orkes/Vol1.Iss3.56

Abstract

Hypertension is a major risk factor that leads to cardiovascular disease. Hypertension can be controlled by regulating eating behavior, where the percentage of behavior less consumption of fruits and vegetables is the highest percentage, namely 95.4%. The purpose of this study was to determine the factors associated with eating behavior at risk of hypertension in the elderly in the working area of ​​the Tambang Health Center, Tambang District in 2022. This research method was quantitative with a cross sectional design. The sample of this research is 126 people taken by consecutive sampling technique. The analysis used is univariate and bivariate with chi-square test. The results showed that there was a relationship between age (p = 0.045, OR=2,439 ), gender (p = 0.0026, OR = 2.627 ), attitude (p = 0.019, OR = 2.796 ), knowledge (p = 0.015, OR = 2.851 ) , the role of health workers (p = 0.007, OR = 3.544 ), family support (p = 0.001, OR = 3.544 ) and the unrelated, namely education (p = 0.507) and distance to health facilities (p = 0.379), it can be concluded that factors related to eating behavior at risk of hypertension in the elderly in the work area of ​​the Tambang Health Center, Tambang District in 2022 include, age, gender, attitude, knowledge, role of health workers and family support Suggestions for the elderly are expected to routinely check blood pressure at the nearest posbindu and for health workers to increase the role of health promotion and increase the knowledge of the elderly, especially knowledge about the recommended consumption of hypertension drugs.
A Gambaran Persepsi Masyarakat Terhadap Vaksinasi Covid-19 Di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya Muhammad Anhsari Halilintar; Susi Erianti; Siska Mayang Sari
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 11 No 2 (2022): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36763/healthcare.v11i2.216

Abstract

Abstract The COVID-19 pandemic has threatened the health of human life, especially in the Pekanbaru City, so the vaccination program is the last resort, and is still being carried out in an effort to overcome it. The existence of a stimulus to the COVID-19 vaccination, giving rise to various behavioral responses and public perceptions, both positive and negative perceptions. The purpose of this research to describe the public perception of the COVID-19 vaccine in the Work Area Harapan Raya’s Health Center. The research method is quantitative with a descriptive design, for the sampling technique using accidental on 172 respondents with a questionnaire instrument. Data analysis was univariate in this studied. The results showed that 87 respondents (50.6%), more dominantly had negative perceptions, with various reasons and respondents' level of doubt, (51.2%) respondents still doubted that inactivated vaccines had a severe reaction compared to other types of vaccines, (43.0%) of respondents answered that vaccines cannot fight more than one virus, and (37.8%) of respondents doubted that the COVID-19 vaccine protects a person in the long term. (37.2%) of respondents stated that vaccine doubts outweighed the risks of not choosing to be vaccinated against COVID-19. This indicates that the public must be more active in sorting out good information, with education from the government related to COVID-19 vaccination.
HUBUNGAN PELAYANAN TENAGA KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT DALAM KEGIATAN VAKSINASI DI PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI Yecy Anggreny; Siska Mayang Sari; Sekani Niriyah
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i06.p05

Abstract

Kegiatan vaksinasi dalam kegiatan pelayanan merupakan salah satu terobosan pemerintah dalam menekan penularan COVID-19. Salah satu permasalahan yang muncul selama kegiatan vaksinasi adalah kepuasan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelayanan tenaga kesehatan dengan tingkat kepuasan masyarakat dalam kegiatan vaksinasi di Puskesmas Payung Sekaki. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif analitik, dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Payung Sekaki. Populasi dalam penelitian adalah masyarakat yang mendapat vaksin di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki berjumlah 10.279 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 271 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner pelayanan kesehatan dan kuesioner kepuasan yang telah dilakukan uji validitas sebelumnya. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil analisis bivariat menggunakan continuity correction didapatkan adanya hubungan pelayanan tenaga kesehatan dengan tingkat kepuasan masyarakat dalam kegiatan vaksinasi (p-value = 0,000) dengan dimensi keadilan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat. Pelayanan kesehatan yang berkualitas yang diberikan oleh tenaga kesehatan dapat meningkatkan kepuasan masyarakat dalam kegiatan vaksinasi COVID-19.