Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Nursing Care for the Elderly Using Benson Relaxation Therapy to Lower Blood Pressure Mifta Rilli Adzkia Adzkia; Siska Mayang Sari; Abdurrahman Hamid; Yumiati
Journal of Health Empowerment and Interprofessional Practice Vol. 2 No. 2 (2026): Forthcoming Issue May 2026
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/jheip.v2i2.77

Abstract

Hypertension is a condition in which a person experiences an increase in systolic and diastolic blood pressure beyond normal limits. One of the main problems with hypertension is the increase in blood pressure. In Indonesia, the prevalence of hypertension reaches 25%, increasing sharply in the elderly: 45.3% (45-54 years), 55.2% (55-64 years), 63.2% (65-74 years), and 69.5% (75+ years). In 2024, at the Khusnul Khotimah Social Services Unit, out of 90 elderly people, 46 people experienced hypertension as the number one disease. Non-pharmacological blood pressure management can be done by applying Benson relaxation therapy. This scientific paper aims to analyze nursing care for Mrs. N and Mr. H and evaluate the application of Benson relaxation therapy in reducing blood pressure in elderly people with hypertension at the Husnul Khotimah Social Services Unit, Riau Province Social Services correctly, appropriately and in accordance with professional nursing standards. This application uses a one-group pretest-posttest design with 2 subjects. The research instrument uses an observation sheet. The intervention was administered from November 29 to December 1, 2025. This intervention was carried out for 15 minutes for 3 consecutive days, morning and afternoon. The results of blood pressure for 3 days with an average systolic value before therapy was 148.75 and a diastolic value of 94.17 after therapy, the average systolic value was 144.33 and a diastolic value of 90.75. Meanwhile, the average decrease in blood pressure for 3 days was a systolic of 4.42 and a diastolic of 3.42. The results of Benson relaxation therapy have been proven to reduce blood pressure. It is hoped that this scientific paper report can be used as a guide in providing nursing care, especially the application of Benson relaxation interventions.
Analysis of Nursing Care for the Elderly with the Application of Warm Cinnamon Compress Therapy to Reduce Pain in Gout Arthritis Annisa Miftahul Rizqa; Siska Mayang Sari; Eka Wisanti; Yumiati
Journal of Health Empowerment and Interprofessional Practice Vol. 2 No. 2 (2026): Forthcoming Issue May 2026
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/jheip.v2i2.79

Abstract

Elderly individuals are individuals aged 60 years and above and are susceptible to various health problems, one of which is gout arthritis, a metabolic disorder caused by excess uric acid buildup that causes joint pain. Pain experienced by the elderly can interfere with comfort and daily activities, so appropriate nursing interventions are needed, including non-pharmacological approaches. This scientific paper aims to analyze nursing care for Mrs. M and Mr. A and evaluate the application of cinnamon warm compress therapy in reducing gout arthritis pain in the elderly at the UPT PSTW Husnul Khotimah, Riau Provincial Social Service, according to professional nursing standards. The method used is a one-group pretest-posttest design with two subjects. The instrument used is a pain scale observation sheet. The cinnamon warm compress intervention was given for 15 minutes every day at 14.00–15.00 WIB during the period of November 29 to December 5, 2025. The results showed that the average pain scale before the intervention was 4.8 and after the intervention decreased to 3, with an average pain reduction of 1.7 for seven days. It was concluded that cinnamon warm compress therapy was effective in reducing gout arthritis pain and can be recommended as a non-pharmacological intervention in nursing care for the elderly with routine pain monitoring.
Analysis Of Nursing Care With The Implementation Of Reminiscence Therapy To Improve Cognitive Function In Elderly At Upt Pstw Husnul Khotimah, Riau Province Sarah Saryanti; Siska Mayang Sari
Journal of Health Empowerment and Interprofessional Practice Vol. 2 No. 2 (2026): Forthcoming Issue May 2026
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/jheip.v2i2.87

Abstract

Background of study: Cognitive decline is common among older adults and affects memory, thinking, and communication, which can reduce quality of life. One nonpharmacological intervention that nurses can apply is reminiscence therapy, which encourages older adults to recall meaningful past experiences to stimulate cognitive activity and improve psychological well-being.Aims and scope of paper: This scientific paper aims to analyze nursing care and evaluate the application of reminiscence therapy in improving cognitive function among older adults at UPT PSTW Husnul Khotimah, Riau Province.Methods: The method used was a one-group pretest–posttest design with two older adults as subjects, using the Mini Mental State Examination (MMSE) before and after the intervention. The therapy was conducted for three consecutive days with a total of twelve sessions.Result: The results showed an increase in MMSE scores from a range of 12–19 to 14–21.Conclusion: Reminiscence therapy is effective and should be applied continuously in elderly nursing care.
Rangkullah Dirimu Sendiri: Teknik Butterfly HUG Untuk Mengelola Burnout Lastari, Raja Fitrina; Sari, Siska Mayang; Aisyah, Adinda Nurul
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 10 No. 2 (2026): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v10i2.11966

Abstract

Burnout merupakan kondisi kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian pribadi yang menjadi masalah serius di kalangan perawat. Tingginya beban kerja dan paparan stresor kronik menjadikan perawat kelompok rentan mengalami burnout yang berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan perawat dalam mengelola burnout secara mandiri melalui teknik Butterfly Hug sebagai metode regulasi emosi berbasis stimulasi bilateral. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung teknik Butterfly Hug kepada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang burnout serta kemampuan mempraktikkan teknik Butterfly Hug secara mandiri. Peserta melaporkan penurunan tingkat stres dan perasaan lebih tenang setelah sesi latihan. Rencana tindak lanjut mencakup monitoring berkala, pembentukan kelompok pendampingan sebaya, serta integrasi teknik ini ke dalam program kesehatan jiwa perawat secara berkelanjutan.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Dalam Menghadapi Bencana Kebakaran Dengan Menggunakan Media Audiovisual Terhadap Kesiapsiagaan Masyarakat Di Permukiman Padat Penduduk Dhea Naury Hasri; T. Abdur Rasyid; Abdurrahman Hamid; Susi Erianti; Siska Mayang Sari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran merupakan bencana yang sering terjadi di permukiman padat penduduk dan memerlukan tingkat kesiapsiagaan masyarakat yang optimal. Edukasi kesehatan berbasis media audiovisual dinilai memiliki potensi lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media audiovisual terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan rancangan pretest–posttest with control group. Sampel berjumlah 54 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 27 responden, dengan teknik consecutive sampling. Pengukuran kesiapsiagaan dilakukan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan bencana kebakaran yang dikembangkan oleh Hilda Amalia. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann– Whitney U Test. Hasil menunjukkan median skor kesiapsiagaan pada kelompok intervensi meningkat signifikan dari 15,00 menjadi 24,00 (p=0,000), sedangkan kelompok kontrol mengalami peningkatan terbatas dari 16,00 menjadi 17,00 (p=0,003). Uji Mann–Whitney pada skor posttest menunjukkan perbedaan bermakna antara kedua kelompok (p=0,000). Temuan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan berbasis media audiovisual berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana kebakaran. Media audiovisual direkomendasikan sebagai metode edukasi yang dapat diimplementasikan oleh petugas pemadam kebakaran dalam kegiatan penyuluhan kepada masyarakat guna meningkatkan kesiapsiagaan dan upaya pencegahan kebakaran di lingkungan permukiman.
Identifikasi Pengetahuan Dan Perilaku Mahasiswa Tentang Intervensi Perawatan Jantung Sy. Iklima Syauri; Lita Lita; Siska Mayang Sari; Agnita Utami; T. Abdur Rasyid
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1204

Abstract

Pengetahuan mahasiswa merupakan pemahaman yang diperoleh melalui proses pembelajaran mengenai intervensi perawatan jantung, sedangkan perilaku merupakan tindakan nyata dalam penerapan intervensi tersebut. Jantung merupakan organ vital yang sangat penting bagi kehidupan manusia, dan penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif berbasis survei. Populasi adalah mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan semester 3 dan 5 sebanyak 39 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi perilaku, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil dari penelitian ini menunjukan. Responden sebagian besar berusia 20 tahun, berjenis kelamin perempuan (87,2%), dan semester 3. Tingkat pengetahuan mayoritas berada pada kategori baik (89,7%), sedangkan 10,3% kategori cukup. Perilaku responden sebagian besar baik (56,4%), dan 43,6% kategori kurang baik. Sebagian besar mahasiswa memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik terkait intervensi perawatan jantung. Diperlukan peningkatan berkelanjutan agar penerapan standar intervensi keperawatan Indonesia dapat lebih optimal dalam praktik.