Andi Kristanto
Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Surabaya

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Unplugged Coding Bermedia Loose Parts terhadap Kemampuan Berpikir Logis Anak Usia 5-6 Tahun Anis Istika Rahayu; Ruqoyyah Fitri; Yes Matheos Lasarus Malaikosa; Nurul Istiq'faroh; Muhammad Syahidul Haq; Andi Kristanto
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1818

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penerapan unplugged coding bermedia loose parts terhadap kemampuan berpikir logis anak usia 5-6 tahun (kelompok B) di TK Negeri Pembina 3 Kota Malang. Metode penelitian adalah kuantitatif, dengan desain eksperimen pretest-posttest control group, dengan sampel penelitian sebanyak 40 anak, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (pembelajaran unplugged coding bermedia loose parts) sejumlah 20 anak dan kelompok control (pembelajaran konvensional) sejumlah 20 anak. Analisis data dimulai dengan uji normalitas Shapiro-Wilk yang menunjukkan distribusi tidak normal, sehingga dilanjutkan dengan uji non-parametrik Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan p-value 0,031 (<0,05), mengindikasikan perbedaan signifikan kemampuan berpikir logis antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Simpulan penelitian menyatakan bahwa unplugged coding bermedia loose parts efektif meningkatkan kemampuan berpikir logis anak usia dini, sehingga direkomendasikan integrasinya ke dalam kegiatan pembelajaran untuk pengembangan kognitif anak usia 5-6 tahun. Pembelajaran melalui Unplugged Coding mendorong anak untuk terlibat secara aktif dan interaktif, sehingga mereka tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga pelaku dalam aktivitas yang menuntut penerapan pemikiran logis dan analitis.
Permainan Tradisional Congklak dalam Mengembangkan Kemampuan Problem Solving Anak Usia 5-6 Tahun Erva Haryati; Sri Setyowati; Ruqoyyah Fitri; Andi Kristanto; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan congklak dalam mengembangkan kemampuan problem solving anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini dilakukan di RA. Perwanida II Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, dengan menggunakan metode kuantitatif eksperimen non-ekuivalen. Kelompok yang menjadi subjek penelitian, yaitu kelompok B2 sebanyak 19 anak sebagai kelompok eksperimen dan kelompok B1 sebanyak 19 anak sebagai kelompok kontrol. Kemudian dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas dari intervensi yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah anak yang menggunakan media congklak mengalami peningkatan dari nilai post-test 63,2% termasuk kategori Belum Berkembang (BB) menjadi 73,7% termasuk kategori Berkembang Sangat Baik (BSH) pada hasil post-test. Dari analisis data, ditemukan pengaruh signifikan pada anak sebelum dan sesudah memainkan congklak, dengan nilai signifikansi 0,001 karena p value ≤ α (0,05). Dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif diterima, yang berarti terdapat perbedaan signifikan dalam perkembangan kemampuan problem solving antara kelompok intervensi dan kontrol. Dengan demikian, permainan congklak memiliki potensi sebagai permainan tradisional yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada anak-anak usia 5-6 tahun.
Efektivitas Eksperimen Sains dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Anak Usia 5-6 Tahun Fatima Devi Rakhmasari; Ruqoyyah Fitri; Kartika Rinakit Adhe; Mallevi Agustin Ningrum; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Andi Kristanto
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1845

Abstract

Kemampuan berpikir kritis penting untuk membentuk karakter anak yang bertanggung jawab, tidak mudah menyerah, teliti, serta mampu mengamati, menganalisis, dan mengevaluasi informasi. Namun, tidak semua anak memiliki kemampuan berpikir kritis yang berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan eksperimen sains. Indikator yang digunakan meliputi mengobservasi, merumuskan masalah, menganalisis, dan mengevaluasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 20 anak kelompok B usia 5-6 tahun (12 perempuan dan 8 laki-laki). Sumber data berasal dari guru dan anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan teknik kuantitatif (statistik deskriptif persentase ketuntasan) dan kualitatif (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Prosedur penelitian meliputi tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis anak. Pada pratindakan, ketuntasan hanya mencapai 25%. Setelah siklus I meningkat menjadi 40%, dan pada siklus II mencapai 75%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan eksperimen sains efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun.
Kajian Sistematis Media Unplugged Coding dan Maze Board Terhadap Berpikir Komputasional Anak Usia Dini Pia Amelia; Sri Setyowati; Mallevi Agustin Ningrum; Nurul Istiqfaroh; Mohammad Syahidul Haq; Andi Kristanto; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis pengaruh penggunaan media Unplugged Coding dan Maze Board terhadap kemampuan berpikir komputasional anak usia dini. Kajian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan teknik pengumpulan data berupa penelusuran artikel ilmiah melalui basis data Google Scholar, ERIC, dan repositori perguruan tinggi. Proses seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan, sehingga diperoleh sebanyak 21 artikel yang relevan dan dianalisis. Teknik analisis data dilakukan melalui sintesis naratif dengan mengelompokkan temuan penelitian berdasarkan aspek berpikir komputasional, meliputi decomposition, pattern recognition, dan sequencing. Hasil kajian menunjukkan bahwa media Unplugged Coding membantu anak memahami konsep dasar logika, pola, dan urutan melalui aktivitas bermain non-digital yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak. Sementara itu, media Maze Board mendukung kemampuan anak dalam merencanakan langkah, mengenali arah, serta memecahkan masalah melalui eksplorasi ruang dan gerak. Temuan ini mengindikasikan bahwa media manipulatif berbasis permainan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini dalam menumbuhkan kemampuan berpikir komputasional.
Implementasi Permainan Unplugged Coding dalam Menstimulasi Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini Roisya Rosidiana; Rachma Hasibuan; Mallevi Agustin Ningrum; Andi Kristanto; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi permainan unplugged coding dalam menstimulasi kemampuan berpikir kritis anak usia dini di RA Thoriqul Huda Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 15 anak Kelompok A yang terdiri atas 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2026 melalui empat kali pertemuan dengan tema “Tempat Rekreasi (Alun-Alun Kota Batu)”. Teknik pengumpulan data meliputi asesmen awal, observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis anak masih berada pada kategori rendah hingga sedang pada aspek memahami instruksi, mengemukakan alasan, dan menyelesaikan masalah sederhana. Implementasi permainan unplugged coding melalui aktivitas menyusun kartu instruksi, mengikuti jalur, dan menjelaskan alasan pilihan jalur memberikan pengalaman belajar konkret yang mendorong anak berpikir runtut, mengambil keputusan sederhana, serta mulai mengemukakan alasan secara verbal. Dengan demikian, unplugged coding dapat menjadi alternatif pembelajaran inovatif yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini dalam menstimulasi kemampuan berpikir kritis.
Pengaruh Model Problem-Based Learning dan Gardening Aktivity dalam Menstimulasi Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Ifa Faridah; Mallevi Agustin Ningrum; Sri Setyowati; Mohammad Syaikhul Haq; Andi Kristanto; Ruqoyyah Fitri; Nurul Istighfaroh
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) yang diintegrasikan dengan aktivitas berkebun (gardening) terhadap peningkatan kemampuan motoric kasar anak usia 5-6 tahun. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen tipe pretest-postest control group design yang melibatkan 40 anak dari dua lembaga PAUD, terdiri atas 20 anak kelompok eksperimen dan 20 anak kelompok kontrol. Data motoric kasar yang mencakup indicator lokomotor, manipulatif, dan stabilitas dikumpulkan menggunakan lembar observasi yang telah diuji validitas isi dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha > 0,70). Analisis data dilakukan melalui uji paired t-test dan independent t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor motorik kasar yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,05). Peningkatan tersebut terjadi secara konsisten pada seluruh indicator motorik kasar yang menunjukkan bahwa integrasi PBL dengan aktivitas berkebun memberikan stimulasi motorik yang lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional. Temuan ini menegaskan bahwa model PBL-Gardening secara signifikan lebih efektif dalam menstimulasi perkembangan motoric kasar anak usia dini dan memiliki implikasi penting bagi pengembangan pembelajaran PAUD yang bersifat holistic dan berbasis pengalaman nyata.
Efektivitas Permainan Edukatif Unplugged Coding terhadap Pengembangan Kemampuan Berpikir Logis Anak Usia Dini: Systematic Literature Review Safira Wahyu Fajrina; Miftakhul Jannah; Ruqoyyah Fitri; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Andi Kristanto
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis bukti empiris mengenai efektivitas permainan edukatif berbasis unplugged coding dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis anak usia dini. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada tahapan PRISMA yang meliputi identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan sintesis artikel. Data diperoleh dari Google Scholar, ERIC, ScienceDirect, dan jurnal terakreditasi SINTA. Dari hasil proses seleksi, sejumlah artikel yang memenuhi kriteria dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas unplugged coding berbasis permainan pola, penyusunan urutan, simulasi perintah, dan maze secara konsisten meningkatkan kemampuan anak dalam mengenali pola, memahami hubungan sebab-akibat, menyusun langkah pemecahan masalah, dan berpikir sistematis. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa efektivitas unplugged coding tidak hanya dipengaruhi oleh desain permainan, tetapi juga oleh kualitas fasilitasi guru dalam mengarahkan proses berpikir anak. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada penyusunan kerangka sintesis yang mengintegrasikan hubungan antara desain permainan, peran guru, dan perkembangan kemampuan berpikir logis anak usia dini, sehingga memberikan dasar konseptual yang lebih komprehensif bagi pengembangan pembelajaran berbasis unplugged coding di PAUD.
Pengaruh Permainan Unplugged Coding terhadap Peningkatan Berpikir Komputasional dan Problem Solving Anak Usia Dini Miftah Farid; Ruqoyyah Fitri; Yes Matheos Lasarus Malaikosa; Nurul Istiq'faroh; Andi Kristanto; Sayhidul Haq
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2066

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas permainan edukatif unplugged coding (Robot Labirin) dalam meningkatkan kemampuan berpikir komputasional (computational thinking) dan keterampilan pemecahan masalah pada anak usia dini berusia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest–posttest yang melibatkan 20 anak yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes berbasis kinerja dan observasi terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain, paired-samples t-test, serta ukuran efek (Cohen’s d). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar yang tinggi pada kemampuan berpikir komputasional (N-Gain = 0,90) dan keterampilan pemecahan masalah (N-Gain = 0,91), dengan perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor pretest dan posttest (p < 0,05) serta ukuran efek yang besar. Temuan ini menunjukkan bahwa unplugged coding merupakan pendekatan pedagogis yang efektif, sesuai dengan tahap perkembangan anak, dan berbiaya rendah dalam menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada pendidikan anak usia dini. Implikasi terhadap praktik pembelajaran, pengembangan teori, dan kebijakan pendidikan anak usia dini turut dibahas.
Literasi Digital Guru PAUD dalam Mengembangkan Inovasi Pembelajaran Zesika Dwi Maghfiroh; Kartika Rinakit Adhe; Wulan Patria Saroinsong; Andi Kristanto; Nurul Istiq&#039;faroh; Mohammad Syahidul Haq
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7779

Abstract

Fenomena digitalisasi dalam dunia pendidikan pada era society 5.0 menuntut guru pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki kemampuan literasi digital sebagai dasar pengembangan inovasi pembelajaran yang relevan dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi digital guru PAUD serta penerapan inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital guru PAUD berada pada kategori sangat baik, yang tercermin dari kemahiran penggunaan teknologi, kreativitas dalam pengembangan buku cerita digital dan video pembelajaran. Inovasi pembelajaran diterapkan melalui pemanfaatan media digital dalam kegiatan bermain dan penilaian menggunakan jurnal digital. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pemanfaatan literasi digital guru dalam penerapan penilaian berbasis jurnal digital yang memudahkan guru melakukan penilaian dan menjalin komunikasi dengan orang tua. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi digital guru secara berkelanjutan.
Pengaruh Pola Asuh Demokratis terhadap Perkembangan Bahasa dan Sosial Emosional Anak Amalia Zahrotunnisa; Nurul Khotimah; Rachma Hasibuan; Andi Kristanto; Kartika Rinakit Adhe
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1689

Abstract

Masa kanak-kanak merupakan periode krusial bagi perkembangan bahasa dan sosial emosional anak. Salah satu faktor penting yang memengaruhi dua aspek perkembangan ini adalah pola asuh orang tua. Pola asuh demokratis dicirikan oleh komunikasi dua arah antara orang tua dan anak, pemberian kebebasan yang disertai tanggung jawab, serta sikap menghargai pendapat anak. Dalam konteks pendidikan anak usia dini, pola asuh demokratis diyakini mampu meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, dan kemampuan bersosialisasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua demokratis terhadap perkembangan bahasa dan sosial emosional anak usia dini di RA Mina Jadid Mojoanyar Mojokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua menerapkan pola asuh demokratis, dan sebagian besar anak berada pada kategori sedang hingga tinggi dalam perkembangan bahasa dan sosial emosional. Analisis statistik menggunakan uji normalitas, linearitas, dan regresi sederhana menunjukkan adanya pengaruh signifikan pola asuh demokratis terhadap kedua aspek perkembangan anak. Hasil analisis regresi menunjukkan kontribusi sebesar 47,5% terhadap perkembangan bahasa dan 49,6% terhadap perkembangan sosial emosional. Temuan ini menunjukkan pentingnya pola asuh demokratis dalam mendukung pertumbuhan optimal anak usia dini, terutama dalam aspek komunikasi, emosi, dan interaksi sosial.