Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMBERDAYAAN GURU SEKOLAH DASAR MELALUI PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN DEEP LEARNING DI KECAMATAN KUBUTAMBAHAN Putu Eka Sastrika Ayu; I Putu Suardipa; I Made Ari Winangun; Gusti Ngurah Arya Yudaparmita; L. Heny Nirmayani; Komang Surya Adnyana; Ni Putu Candra Prastya Dewi; I Komang Wahyu Wiguna; I Ketut Ngurah Ardiawan; I Made Sedana
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6465

Abstract

Kualitas pembelajaran di sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang sistematis, reflektif, dan berorientasi pada kebutuhan belajar siswa. Namun, hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa sebagian guru sekolah dasar di Kecamatan Kubutambahan masih mengalami kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran yang selaras dengan pendekatan deep learning, khususnya dalam mengintegrasikan tujuan pembelajaran, aktivitas belajar bermakna, dan asesmen autentik. Kondisi ini berdampak pada praktik pembelajaran yang masih berfokus pada penyampaian materi dibandingkan pengembangan pemahaman konseptual siswa. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan guru sekolah dasar melalui pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan deep learning guna meningkatkan kompetensi pedagogik dan kualitas pembelajaran di kelas. Mitra kegiatan adalah guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Kubutambahan dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari melalui metode workshop partisipatif, diskusi kelompok terfokus, pendampingan intensif, serta praktik langsung penyusunan perangkat pembelajaran yang meliputi perumusan tujuan pembelajaran, pengembangan aktivitas pembelajaran bermakna, serta penyusunan asesmen yang berorientasi pada pemahaman konseptual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang lebih sistematis, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Selain itu, guru menunjukkan perubahan sikap yang lebih reflektif dan inovatif dalam merancang pembelajaran yang mendorong pemahaman mendalam siswa terhadap materi pelajaran. Dengan demikian, pelatihan berbasis pendekatan deep learning tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis guru dalam menyusun perangkat pembelajaran, tetapi juga memperkuat paradigma pembelajaran bermakna di sekolah dasar. Kegiatan ini berpotensi menjadi model pemberdayaan guru yang berkelanjutan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar.
Pengembangan Media Pembelajaran Zep Quiz Materi Hak dan Kewajiban Bermuatan Tri Hita Karana untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar Ni Putu Widya Rahayu; I Made Sedana; I Ketut Ngurah Ardiawan
MEDIA DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Vol 3 No 3 (2026): International Journal of Teaching
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/ijt.v3i3.1234

Abstract

Pengajaran Pendidikan Pancasila pada topik hak dan kewajiban di sekolah dasar masih didominasi metode konvensional, sehingga partisipasi dan pemahaman peserta didik tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran Zep Quiz bermuatan nilai Tri Hita Karana pada materi hak dan kewajiban bagi peserta didik kelas V SD, sekaligus menguji tingkat validitas dan kepraktisannya. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, dibatasi hingga tahap uji validitas dan kepraktisan. Subjek penelitian meliputi dua ahli materi, dua ahli media, dua ahli bahasa, dua guru kelas V, serta sepuluh peserta didik kelas V dari SD Negeri 1 dan SD Negeri 3 Banyuning. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan rumus Aiken's V. Hasil penelitian menunjukkan media ini memperoleh koefisien validitas rata-rata sebesar 0,917 (91,7%), tergolong kategori sangat tinggi, dengan rincian aspek materi (0,92), media (0,944), dan bahasa (0,887). Tingkat kepraktisan juga tergolong sangat praktis, dengan capaian rata-rata 93,3% dari guru dan 96,9% dari peserta didik. Temuan ini mengindikasikan bahwa media Zep Quiz berbasis Tri Hita Karana layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada materi hak dan kewajiban di kelas V SD, meski pengujian terhadap dampaknya pada hasil belajar maupun karakter peserta didik masih memerlukan penelitian lanjutan.
Discovery Learning Berorientasi Kearifan Lokal Tat Twam Asi: Pengaruh Terhadap Motivasi Belajar dan Keterampilan Berpikir Kritis Luh Putu Suci Aryani; I Made Sedana; I Nyoman Miarta Putra
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 4 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v9i4.5697

Abstract

Discovery Learning provides a structured process through which students construct knowledge by discovery; however, its classroom implementation also requires interactions that support broad student participation. Previous studies have examined Discovery Learning and local-wisdom-based instruction, yet limited research has operationally integrated Tat Twam Asi values throughout all phases of Discovery Learning and simultaneously examined their effects on learning motivation and critical thinking skills. This study examined the effect of Tat Twam Asi-oriented Discovery Learning as an integrated instructional treatment on students’ gains in learning motivation and critical thinking skills. A quasi-experimental pretest-posttest control group design was employed with 72 seventh-grade students at SMP Negeri 3 Singaraja, comprising 36 students in the experimental group and 36 in the control group. Learning motivation was measured using a 24-item Likert questionnaire, while critical thinking skills were assessed using 10 essay items. Gain scores were analyzed using one-way ANOVA and MANOVA after all prerequisite assumptions had been satisfied. The experimental group obtained a higher mean gain score in learning motivation (18.28) than the control group (7.44), F(1, 70) = 169.560, p < .001, η² = .708. The mean gain score in critical thinking skills was also higher in the experimental group (19.58) than in the control group (10.21), F(1, 70) = 50.373, p < .001, η² = .418. The multivariate analysis yielded Pillai’s Trace = .769, F(2, 69) = 114.546, p < .001. The findings indicate that students who participated in Tat Twam Asi-oriented Discovery Learning demonstrated greater gains in learning motivation and critical thinking skills than those who received conventional instruction. These results support the effectiveness of the integrated instructional model as a whole and should not be interpreted as evidence of the independent contribution of Tat Twam Asi.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU BERBASIS DASA YAMA BRATHA DALAM MEMBENTUK SIKAP SPIRITUAL SISWA SMK I Putu Budiawan; I Gede Suwindia; I Made Sedana
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.15435

Abstract

ABSTRACT Vocational education needs to bring together competency development and character development reflected in students’ behavior. Within this context, Dasa Yama Bratha offers values of self-control that can be incorporated into learning experiences in Hindu Religious Education and Character Education. This study identifies the character values strengthened through learning, describes the learning process based on Dasa Yama Bratha, and analyzes its implications for the development of students’ spiritual attitudes in Class XII DPIB 2 at SMK Negeri 3 Singaraja. The study employed a qualitative approach from a sociology of religion perspective; data were obtained through observation, structured interviews, documentation, and document review involving purposively selected informants, and were subsequently analyzed through data reduction, coding, thematic categorization, interpretation, and conclusion drawing, with data validity supported by technique triangulation. Five prominent values were identified: religiosity (sradha bhakti), social concern, responsibility, politeness, and discipline. These values were incorporated into learning through the interconnectedness of planning, learning experiences, teacher modeling, reflection, and habituation, which were qualitatively reflected in students’ awareness of religious practice, social concern, responsibility, respectful behavior, and discipline. Thus, Dasa Yama Bratha can be positioned as a value framework that connects religious learning with the development of students’ spiritual attitudes and character within the context of vocational secondary education. ABSTRAK Pendidikan kejuruan perlu mempertemukan pembentukan kompetensi dengan pengembangan karakter yang tercermin dalam perilaku peserta didik. Dalam konteks tersebut, Dasa Yama Bratha menawarkan nilai pengendalian diri yang dapat dihadirkan dalam pengalaman belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. Penelitian ini mengidentifikasi nilai karakter yang dikuatkan melalui pembelajaran, mendeskripsikan proses pembelajaran berbasis Dasa Yama Bratha, dan menganalisis implikasinya terhadap pembentukan sikap spiritual peserta didik kelas XII DPIB 2 SMK Negeri 3 Singaraja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif sosiologi agama; data diperoleh melalui observasi, wawancara terstruktur, dokumentasi, dan pencatatan dokumen dari informan yang dipilih secara purposif, kemudian dianalisis melalui reduksi, pengodean, pengelompokan tema, interpretasi, dan penarikan simpulan dengan triangulasi teknik. Lima nilai yang menonjol meliputi religiusitas (sradha bhakti), kepedulian sosial, tanggung jawab, sopan santun, dan kedisiplinan. Nilai tersebut dihadirkan dalam pembelajaran melalui keterhubungan antara perencanaan, pengalaman belajar, keteladanan, refleksi, dan pembiasaan, yang secara kualitatif tercermin dalam kesadaran beribadah, kepedulian, tanggung jawab, kesantunan, serta kedisiplinan peserta didik. Dasa Yama Bratha dengan demikian dapat diposisikan sebagai kerangka nilai yang menghubungkan pembelajaran keagamaan dengan pembentukan sikap spiritual dan karakter dalam konteks pendidikan menengah kejuruan.