Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Potensi Penguatan Vocabulary Bahasa Inggris Siswa SD IT Permata Bunda melalui Media Visual dan Aktivitas Partisipatif Rawuh Yuda Yuwana; Sri Ananda Pertiwi; Novi Indriyani; Dian Agustina Purwanto Wakerkwa
AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Akselerasi Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70210/ajpm.v3i2.192

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan penguasaan vocabulary bahasa Inggris siswa SD IT Permata Bunda melalui pemanfaatan media visual dan aktivitas partisipatif. Latar belakang kegiatan didasarkan pada keterbatasan penguasaan kosakata siswa akibat pembelajaran yang masih bersifat verbalistik dan kurang kontekstual. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan media visual, pelaksanaan pembelajaran interaktif, pendampingan, serta evaluasi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, pemahaman kosakata yang lebih baik, serta meningkatnya kepercayaan diri siswa dalam menggunakan kosakata bahasa Inggris secara lisan. Media visual membantu siswa mengaitkan kosakata dengan makna secara konkret, sedangkan aktivitas partisipatif mendorong penggunaan bahasa dalam konteks sosial yang bermakna. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan strategi pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar dan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis visual dan partisipatif berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran kosakata secara berkelanjutan.
Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris SMA Melalui Deep Learning Training and Workshop di Papua Selatan Seli Marlina Radja Leba; Sri Ananda Pertiwi; Ranta Butar Butar; Ekfindar Diliana
AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Akselerasi Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70210/ajpm.v4i1.211

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan abad ke-21 menuntut guru mampu merancang pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Salah satu pendekatan yang mendukung tuntutan tersebut adalah Deep Learning, yaitu pembelajaran yang menekankan pemahaman konseptual, berpikir kritis, refleksi, dan penerapan pengetahuan dalam konteks nyata. Namun, implementasi Deep Learning masih menghadapi tantangan karena keterbatasan pemahaman dan pengalaman praktis guru dalam menerapkannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pedagogis guru Bahasa Inggris dalam menerapkan Deep Learning di Papua Selatan. Kegiatan dilaksanakan melalui Deep Learning Training and Workshop (DLTW) pada tanggal 28 Juli dan 1 Agustus 2025 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Musamus, Merauke, dengan melibatkan 4 fasilitator dari kalangan dosen Pendidikan Bahasa Inggris dan 13 guru Bahasa Inggris jenjang SMA sederajat. Metode pelaksanaan menggunakan pelatihan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, workshop penyusunan perangkat pembelajaran, dan praktik microteaching. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, serta analisis produk pembelajaran berupa ATP, modul ajar, dan RPP. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari skor rata-rata 67,92 pada pre-test menjadi 78,23 pada post-test dengan peningkatan sebesar 10,31 poin. Peserta juga mampu mengembangkan perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan prinsip Deep Learning. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam memperkuat kompetensi pedagogis guru Bahasa Inggris dan mendukung implementasi pembelajaran yang lebih bermakna di Papua Selatan.
Strategy-Pedagogy Mismatch in Teaching Grammar to Gen Z EFL Learners in West Sulawesi Nihla Afdaliah; Sri Ananda Pertiwi; Wahyu; Muhammad Mukhtar Aliyu
Eduvelop: Journal of English Education and Development Vol. 9 No. 1 (2026): Eduvelop: Journal of English Education and Development
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/eduvelop.v9i1.6208

Abstract

Despite continuous pedagogical refinement and extensive use of multimedia resources, grammar learning outcomes among EFL learners often remain below academic expectations, particularly in higher education contexts where grammatical accuracy is essential for academic writing. This study aims to investigate the mismatch between grammar teaching strategies and grammar learning strategies among Gen Z EFL learners, and to examine how such mismatch influences grammar learning effectiveness. Employing an explanatory mixed-method design, quantitative data were collected through a grammar learning strategy questionnaire administered to undergraduate students and a grammar teaching strategy inventory completed by the lecturer, while qualitative data were obtained from semi-structured interviews and analysis of grammar-related writing tasks. The findings indicate that learners employ a range of grammar learning strategies, with a strong reliance on technology-mediated strategies. Grammar instruction is characterized by explicit explanation and intensive multimedia use; however, opportunities for interactive practice and application-oriented assessment remain limited. This condition generates strategy–pedagogy mismatch, manifested in instruction–practice mismatch, assessment–application mismatch, and strategy–cognition mismatch. Qualitative evidence shows that although learners perceive grammar instruction as clear and supportive, many struggle to retain grammatical knowledge and apply it independently in writing tasks. These conditions contribute to fragile grammar retention, limited grammar internalization, and cognitive passivity in grammar learning. The study concludes that persistent grammar learning difficulties are not caused by insufficient instructional effort, but by strategy–pedagogy mismatch. Pedagogically, the findings suggest the need for grammar instruction that integrates practice-intensive learning cycles, application-oriented assessment, and pedagogically guided use of digital tools to strengthen grammar retention and promote independent grammatical control among Gen Z EFL learners.
Learning beyond the classroom: Strategies of high-achieving English education students in Eastern Indonesia Sri Ananda Pertiwi; Juvrianto Chrissunday Jakob; Dian Agustina Purwanto Wakerkwa; Rawuh Yuda Yuwana
EduLite: Journal of English Education, Literature and Culture Vol 11, No 2 (2026): August 2026
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/e.11.2.668-687

Abstract

English language proficiency in Indonesia remains low, particularly in Eastern Indonesia compared to other regions of the country. This study examines the English language learning strategies (LLSs) used by college students in Eastern Indonesia, focusing on speaking, listening, reading, and writing skills. A mixed-methods research design was adopted, employing adapted versions of Oxford’s Strategy Inventory for Language Learning (SILL) and Setiyadi’s Language Learning Strategy Questionnaire (LLSQ). Quantitative data were collected through Likert-scale items, while qualitative insights were obtained from open-ended questionnaire responses. The participants comprised 38 English majors (GPA 3.7–4.0) from eight universities in Eastern Indonesia. Descriptive statistical analysis indicated that cognitive strategies were the most frequently employed (M = 68.7%), followed by metacognitive strategies (M = 47.9%) and social-affective strategies (M = 31.2%). Repetition, translation, and contextual guessing dominated learners’ approaches, while peer correction and collaboration were least practiced. The qualitative findings demonstrate a strong preference for autonomous, technology-mediated English learning, particularly through online videos, podcasts, and AI-assisted tools. Learners blended formal instruction with informal, media-based practices, reflecting a self-regulated and accuracy-focused orientation. The study recommends pedagogical practices that encourage greater use of metacognitive and social strategies to enhance communicative fluency and reflective learning.
Peningkatan Kompetensi Dasar Analisis Data melalui Webinar SPSS bagi Peneliti Pemula di Indonesia Timur Sri Ananda Pertiwi; Heri Alfian; Wahyu Wahyu; Rawuh Yuda Yuwana; Nihla Afdaliah
AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Akselerasi Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70210/ajpm.v4i2.236

Abstract

Kemampuan analisis data merupakan kompetensi esensial dalam penyusunan karya ilmiah, namun masih banyak mahasiswa, guru, dan peneliti pemula mengalami kesulitan menggunakan perangkat lunak IBM SPSS. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi dasar peserta dalam melakukan pengolahan dan interpretasi data menggunakan SPSS melalui webinar berbasis praktik. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada 29 Agustus 2026 diikuti oleh 18 peserta yang terdiri atas mahasiswa tingkat akhir dan dosen di wilayah Indonesia Timur. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, implementasi, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 55,56 pada pre-test menjadi 69,00 pada post-test dengan kenaikan sebesar 13,44 poin. Selain itu, standar deviasi menurun dari 19,62 menjadi 12,87 yang menunjukkan kemampuan peserta menjadi lebih merata setelah pelatihan. Webinar SPSS Starter terbukti efektif sebagai sarana untuk meningkatkan literasi analisis datadan dapat menjadi model pelatihan daring yang mudah diakses bagi masyarakat akademik.