Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Gambaran Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Program Profesi Ners Selama Menjalani Praktik Klinik di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Setyorini, Dyah; Zahra, Hanna Aulia; Maulana, Indra; Yulianita, Henny; Yosep, Iyus
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i4.13285

Abstract

ABSTRACT To maintain people's productivity during the COVID-19 pandemic, the Indonesian government has issued a new policy where people can remain productive with the Adaptation to New Habits (IMR) system. One of the sectors affected by the AKB system is the world of education which has been shifted from an online system to face-to-face learning. This change has quite an impact on students, especially nursing students, who find it quite difficult to deal with clinical practice, so they often experience mental tension and experience a decline in psychological well-being. This study aims to obtain an overview of student's psychological well-being in the Nursing Professional Program (PPN) while undergoing clinical practice during the AKB period. This research uses a quantitative descriptive design. The research subjects were students of the Nursing Professional Program (PPN) class 44, Faculty of Nursing, Padjadjaran University using a total sampling technique (N=93). Data collection was carried out using the Indonesian version of the Psychological Well-Being Scale (PWBS) instrument which is valid and reliable from Rachmayani & Ramdhani (2014) with a validity test value of 0.304 to 0.508 and a reliability test value of 0.921. Research shows that most respondents (96%) have low psychological well-being scores. This is influenced by changes in learning methods, the pandemic situation, and various academic challenges that cause various psychological problems in students during clinical practice. The level of psychological well-being of PPN 44 students during clinical practice is mostly in the low category. Therefore, researchers suggest providing counseling services for students to reduce the psychological pressure they experience so that their psychological well-being can improve.  Keywords: Adaptation to New Habits, Clinical Practice, Psychological Well-Being, Students  ABSTRAK Dalam rangka menjaga produktivitas masyarakat di tengah pandemi COVID-19, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan baru dimana masyarakat bisa tetap produktif dengan sistem Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Salah satu sektor yang terdapak dengan sistem AKB adalah dunia pendidikan yang dialihkan dari sistem daring menjadi pembelajaran tatap muka. Perubahan ini cukup berdampak pada mahasiswa terutama mahasiswa keperawatan yang merasa cukup kesulitan dalam menghadapi praktik klinik sehingga sering mengalami ketegangan mental dan mengalami penurunan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kesejahteraan psikologis pada mahasiswa Program Profesi Ners (PPN) selama menjalani praktik klinik di masa AKB. Penelitian ini menggunakan desain desktriptif kuantitatif. Subjek penelitian pada mahasiswa Program Profesi Ners (PPN) angkatan 44 Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran dengan teknik total sampling (N=93). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen Psychological Well-Being Scale (PWBS) versi Bahasa Indonesia yang sudah valid dan reliabel dari Rachmayani & Ramdhani (2014) dengan nilai uji validitas sebesar 0,304 sampai 0,508 dan nilai uji reliabilitas sebesar 0,921. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (96%) memiliki skor kesejahteraan psikologis yang rendah. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan metode pembelajaran, situasi pandemi, dan berbagai tantangan akademik yang menyebabkan berbagai permasalahan psikologis pada mahasiswa selama melaksanakan praktik klinik.  Tingkat kesejahteraan psikologis mahasiswa PPN 44 selama menjalani praktik klinik sebagian besar berada pada kategori rendah. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar menyediakan layanan konseling bagi mahasiswa untuk mengurangi tekanan psikologis yang dialami sehingga kondisi kesejahteraan psikologis dapat meningkat. Kata Kunci: Adaptasi Kebiasaan Baru, Kesejahteraan Psikologis, Mahasiswa, Praktik Klinik
Peningkatan Kapasitas Remaja dalam Pencegahan Anemia dan Stunting melalui Sosialisasi dan Pelatihan Posyandu Remaja dengan Pendekatan Partisipatoris di Desa Sukamanah, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat Komariah, Maria; Yulianita, Henny; Praptiwi, Atlastieka
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): JIPPM - Juni 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.845

Abstract

Stunting dan anemia pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas generasi mendatang. Upaya promotif dan preventif melalui pembentukan Posyandu Remaja dinilai strategis dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan remaja menjaga kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan kader Posyandu Remaja serta edukasi terkait anemia dan stunting kepada remaja di Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Kegiatan dilaksanakan pada Januari 2024 dalam bentuk pengabdian masyarakat dengan desain deskriptif kuantitatif partisipatoris. Sebanyak 23 remaja usia 10–24 tahun dari 17 RW yang direkrut sebagai calon kader. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan post-test, serta pemeriksaan kesehatan fisik seperti berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar perut, tekanan darah, kadar hemoglobin, dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan sebesar 87%. Tujuh peserta mengalami anemia ringan-sedang, dan sebagian lainnya memiliki statis gizi tidak normal. Mayoritas peserta mampu melakukan simulasi pemeriksaan kesehatan dasar secara mandiri dengan bimbingan. Kegiatan ini meningkatkan kapasitas remaja sebagai kader kesehatan komunitas dalam mendeteksi anemia dan pencegahan stunting, serta memperkuat literasi kesehatan di tingkat desa.  Program ini direkomendasikan untuk dikembangkan secara berkelanjutan dan direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Care Bundles for Chronic Kidney Disease (CKD) Patients with Hypervolemia: Case Reports Aqilah, Faiha Nurul; Praptiwi, Atlastieka; Yulianita, Henny
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Citra Keperawatan Edisi : Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v13i2.395

Abstract

The rising prevalence of Chronic Kidney Disease (CKD) highlights its significance as a global health concern requiring comprehensive management. CKD is characterized by a progressive, irreversible decline in renal function, leading to fluid and electrolyte imbalances. One such complication is hypevolemia, which can result in serious health consequences. Our case reports evaluates the effectiveness of implementing care bundles that incorporated both independent and collaborative nursing intervention. Data collection was conducted through observation, interviews, physical examinations, and supporting data. The subjects were two stage V CKD patients with hypervolemia at Umar Wirahadikusumah Hospital in Sumedang, West Java. Over a five-day period, interventions included patient education, fluid restriction, proper positioning, breathing relaxation techniques, and collaborative treatments such as administration of diuretics, antihypertensives, hemodialysis, and ascitic fluid paracentesis.The implementation of care bundles resulted in improved clinical outcomes, including stabilized blood pressure (120–130/70–80 mmHg), decreasing abdominal circumference (6–15%), reducing dyspnea (respiratory rate 20–25 breaths/min), and increasing oxygen saturation (98–99%). Nurses play a key role as caregivers and coordinators in delivering both independent and collaborative interventions. Through an interdiciplinary approach, the implementation of care bundles has proven effective in achieving optimal care goals and improving patient health outcomes.