Moh Restu Hoeruman
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalizing the Value of Religious Moderation for Generation Z in Facing the Challenges of Plurality Moh Restu Hoeruman; Achmad Fadil; Agnes Fransiska Dewi; Nurul Fauziah; Khoirunnisa Khoirunnisa; Andi Nurindah Sari; Mustapa Ahmad
Cendekiawan : Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol 4 No 4 (2025): December: Multiple Intelligences of Students in Formal, Informal, and Nonformal E
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/cendekiawan.v4i4.475

Abstract

Generation Z lives in a social space characterized by openness of information, cross-cultural interactions, and high intensity of digital media use. These conditions present both opportunities and challenges, especially in relation to their ability to respond to religious, cultural, and identity plurality. This study aims to analyze the process of internalizing religious moderation values among Generation Z and effective strategies that can be applied in the context of education, particularly Islamic Religious Education. The research method used is a descriptive qualitative approach through literature study and limited interviews with students to explore perceptions, attitudes, and practices of religious moderation. The results of the study indicate that the internalization of religious moderation values can be optimized through three aspects: strengthening digital religious literacy, collaborative learning that emphasizes dialogue across differences, and the exemplary role of educators in applying the principles of tawassuth, tasamuh, tawazun, and i'tidal. The conclusion of this study confirms that religious moderation is an important competency for Generation Z in building inclusive attitudes and adaptive abilities to face socio-religious diversity in the contemporary era.
PERAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBENTUK ETIKA BELAJAR MATEMATIKA TERHADAP PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA Maise Pransiska; Moh Restu Hoeruman
An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memiliki fungsi tidak hanya sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai alat pembentukan karakter peserta didik. Matematika merupakan mata pelajaran penting untuk pengembangan daya pikir siswa. Namun, pelajaran matematika sering kali dianggap sulit dan menantang, sehingga banyak siswa kehilangan motivasi dalam belajar. Data empiris menunjukkan bahwa banyak siswa yang tidak hadir tepat waktu, tidak membawa perlengkapan belajar (buku, alat tulis). Etika belajar mengacu pada sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh siswa selama proses pembelajaran, seperti kejujuran, ketekunan, dan tanggung jawab. Jenis penelitian yang di gunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Metode ini dilakukan dengan melakukan pencarian dan analisis isi terhadap literatur yang relevan dengan topik penelitian. Subjek Pengembangan karakter siswa melalui etika belajar matematika yang dibentuk oleh pendidikan Islam. Penelitian ini mengambil data dari sumber-sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, artikel.  Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang  peran pendidikan Islam dalam membentuk etika belajar matematika terhadap pengembangan karakter siswa. Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika yang diintegrasikan dengan nilai‑nilai Islam membantu membentuk karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, ketelitian, kemandirian, dan religiusitas. Integrasi nilai Islam dalam matematika juga berkontribusi pada peningkatan sikap etis dalam kegiatan belajar seperti menghindari mencontek, dan menghargai proses pengerjaan tugas. Pendidikan Islam membentuk etika belajar seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kesabaran yang membantu siswa lebih disiplin dan tekun dalam belajar matematika serta memperkuat karakter mereka.