Articles
Analisis Pengaruh Daya Tarik Iklan Rasional dan Emosional Terhadap Sikap Iklan Konsumen pada Produk High Involvement
Febrianti Nursafitri;
Lusianus Kusdibyo
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.131 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1496
Pada persaingan bisnis saat ini, iklan menjadi alat yang sangat penting untuk mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dalam membeli suatu produk. Perusahaan merancang iklan yang berisi pesan dalam rangka mempengaruhi persepsi pelanggan terhadap produk yang ditawarkan. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh daya tarik iklan rasional dan emosional pada iklan televisi terhadap sikap iklan konsumen pada produk high involvement yang digambarka melalui produk teknologi dan perangkat elektronik. Kuisioner didistribusikan secara online untuk mengumpulkan data. Dipiroleh data sebanyak sebanyak 199 pemirsa Indonesia yang menonton iklan TV di Bandung, Indonesia. SEM-PLS diterapkan untuk menilai model yang diusulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh langsung antara daya tarik iklan rasional dan emosional terhadap sikap iklan pelanggan.
Mengukur Sikap dan Minat Beli Konsumen Terhadap Produk Skin Care dengan Menggunakan Brand image Merek Lokal
Driane Maulida Dwitari;
Lusianus Kusdibyo
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (896.515 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1498
Menguji minat pembelian dan memprediksikan konsep proses pembuatan keputusan merupakan hal yang penting dalam bidang pemasaran. Keterlibatan dan pengujian dari sebuah persamaan struktural pada studi ini digunakan konstruk citra merek (brand image) untuk menjelaskan minat beli konsumen Indonesia terhadap produk Skincare lokal. Dengan mengusulkan tiga hipotesis pada hubungan antar konstruk citra merek dan sikap terhadap produk Skincare lokal. Hasil analisis dari 240 responden menunjukkan bahwa hubungan antara citra merek dan minat pembelian berpengaruh signifikan dan menunjukkan pengaruh yang paling besar disusul dengan hubungan antar sikap dan minat pembelian. Pada studi ini ditemukan peran mediasi konstruk sikap antara citra merek dan minat pembelian yang menunjukkan koneksi yang signifikan. Hasil dari studi ini dapat diimplementasikan dan dikembangkan guna membentuk positioning strategis dan pembentukan promosi pemasaran untuk produk Skincare lokal guna meningkatkan kompetitifitas produk lokal secara lebih global.
Twitter dan Tawa: Humor Appeal pada Social Media Content Strategy
Hasna Soraya Firdaus;
Lusianus Kusdibyo
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1014.741 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1499
Pengguna media sosial yang hampir mencapai setengah penduduk dunia menjadi kesempatan untuk para marketer memasuki platform digital ini agar memperluas jangkauan pemasaran yang dilakukan oleh suatu merk. Sebagai media sosial yang paling banyak digunakan kedua di Indonesia, Twitter menjadi tempat dimana perusahaan dapat melakukan komunikasi dua arah dengan konsumen. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi konten yang baik untuk mempromosikan produk atau jasa di Twitter yang menghasilkan tingkat keterlibatan tinggi dengan konsumen. Lebih lanjut lagi, penulis mengambil dua sampel strategi konten yaitu konten promosi umum dan konten promosi produk yang mengandung unsur humor dan hiburan untuk diteliti. Setelah data dikumpulkan, analisis deskriptif dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS Statistik. Pada akhirnya didapatkan hasil bahwa konten humor direkomendasikan untuk digunakan oleh perusahaan karena menghasilkan tingkat keterlibatan lebih tinggi dibanding konten tanpa unsur humor.
Pengaruh Electronic Word-of-Mouth Food Blogger terhadap Sikap dan Niat Berwisata Kuliner
Raden Moch Rafly Hilmiawan;
Lusianus Kusdibyo
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1511
Konten blog telah menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu konten yang banyak dilihat adalah konten makanan atau kuliner. Banyak literatur mengatakan bahwa blogger memiliki pengaruh dalam pengambilan keputusan. Walaupun begitu jumlah penonton konten kuliner masih berfluktuasi, sehingga pengaruhnya terhadap wisata kuliner masih dipertanyakan. EWOM atau Word-of-Mouth secara elektronik yang dilakukan oleh blogger diteliti untuk mengetahui sikap (Attitude) dan niat perilaku (Behavioral Intention) dari para penonton konten. Kuesioner dengan menggunakan skala Likert dari satu sampai lima didistribusikan kepada 201 orang yang telah menonton konten food blogger. Penelitian ini menggunakan SEM-PLS untuk menganalisa hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua variabel memiliki pengaruh yang positif dan signifikan. Penelitian ini dapat membuat pemahaman baru mengenai blogger. Luaran yang dihasilkan dari penelitian ini adalah pemanfaatan penyebaran informasi yang dilakukan oleh food blogger sebagai media promosi baru.
Persepsi Konsumen terhadap Influencer Media Sosial dan Niat Membeli Produk Kosmetik di Bandung
Maylani Nurul Rizqiah;
Lusianus Kusdibyo;
Wahyu Rafdinal
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (602.595 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2154
Banyaknya jumlah perusahaan kosmetik membuat persaingan semakin ketat, untuk itu perusahaan perlu memiliki strategi bersing. Salah satunya dengan membuat advertising. Cara mudah untuk menarik konsumen adalah dengan menggunakan social media influencer. Sehingga, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi konsumen terhadap iklan yang menggunakan social media influencer dan purchase intention konsumen pada produk kosmetik. Untuk mencapai tujuan ini peneliti menyebarkan kuesioner kepada 243 responden. Responden berada di wilayah Bandung, wanita berusia 17 hingga 30 tahun keatas yang menggunakan produk kosmetik. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan menyebarkan kuesioner berbasis online dan selanjutnya di analisis dengan SEM-PLS untuk mengukur reliabilitas dan validitas instrumen. Analisis data melibatkan enam variable dengan menggunakan pemodelan persamaan struktural. Hasil dari analisis data, secara keseluruhan dari keenam variable memiliki hasil persepsi yang baik. Artinya konsumen setuju bahwa kredibilitas, daya tarik, kesesuain produk, dan pesan yang disampaikan mempengaruhi customer attitude dan membentuk niat mereka untuk membeli. Sehingga perusahaan kosmetik perlu untuk memilih influencer yang memiliki kriteria tersebut agar iklan yang dipromosikan efektif.
Persepsi Penggunaan Fitur Augmented Reality pada Platform Online Shopping Berbasis Technology Acceptance Model
Karina Rengganis;
Lusianus Kusdibyo;
Widi Senalasari
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (644.185 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2157
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur persepsi konsumen terhadap fitur Augmented Reality (AR) pada platform online shopping saat berbelanja produk kosmetik. Penggunaan internet saat ini berpengaruh terhadap pesatnya pertumbuhan bisnis online. Namun masih banyak konsumen yang merasa khawatir ketika berbelanja online karena merasa produk yang didapatkan tidak sesuai dengan ekspektasi konsumen. Sejalan dengan kekhawatiran tersebut, muncul teknologi yang menggabungkan dunia virtual dengan dunia nyata melalui fitur Augmented Reality. Fitur tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman baru kepada konsumen melalui visualisasi 3D melalui camera mobile phone dimana konsumen dapat mencoba produk dan memilih item sesuai yang diinginkan. Penelitian ditujukan kepada 225 responden yang pernah menggunakan Shopee Beauty Cam dengan rentang usia 17 – 24 tahun atau generasi Z karena tumbuh pada era internet dan banyak berhubungan melalui media sosial. Hasil menunjukkan bahwa persepsi konsumen terhadap fitur AR pada virtual shoppingdapat memberikan kemudahan, manfaat, dan kesenangan saat mengadopsi AR dan mampu memunculkan keterikatan dengan konsumen.
Persepsi Wanita Millennial terhadap Produk Kecantikan Hijau
Raissa Aura Fakhrunissa;
Lusianus Kusdibyo;
Rafiati Kania
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (484.229 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2159
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perspesi konsumen wanita millennial dalam konteks produk kecantikan hijau. Melalui pendistribusian kuesioner secara daring, sebanyak 201 konsumen wanita millennial yang pernah membeli dan menggunakan produk kecantikan hijau dikumpulkan. Analisis deskriptif dilalukan menggunakan SPSS Statistik. Hasil penelitian ini menunjukan jika konsumen wanita millennial di Indonesia memiliki persepsi yang positif terhadap produk kecantikan hijau. Secara umum, produk kecantikan hijau dinilai oleh konsumen wanita millennial lebih baik dibandingkan produk konvensional. Selain lebih aman bagi kesehatan, penggunaan produk kecantikan hijau juga tidak meninggalkan efek buruk bagi lingkungan dan ekosistem. Temuan penelitian ini memberikan pemahaman mendasar dalam konteks produk kecantikan hijau bagi pemasar agar mengembangkan strategi bisnis secara lebih efektif.
Analisa Persepsi Konsumen terhadap Iklan Video pada Instagram
Maharina Nursaif;
Lusianus Kusdibyo;
Rafiati Kania
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (739.468 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2165
Iklan video kini semakin marak digunakan oleh pemasar dalam beriklan. Namun, survei menunjukkan bahwa konsumen cenderung melewati atau mengabaikan iklan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi konsumen terhadap iklan video yang muncul pada saat mereka menggunakan fitur insta story pada Instagram agar dapat memberikan strategi yang tepat bagi pemasar dalam menciptakan iklan video. Penelitian ini memiliki 214 responden yang pernah melihat iklan video pada Instagram yang didapatkan melalui teknik convenience sampling. Data diolah dengan menggunakan descriptive statistics untuk memeroleh persepsi konsumen. Kesimpulan yang didapatkan adalah konsumen tetap merasa bahwa mereka memiliki pengetahuan baru mengenai merek yang terdapat pada iklan video, meskipun iklan tersebut dapat dilewati dengan mudahnya. Namun, konsumen tidak memiliki perhatian yang terfokus pada saat menyaksikan iklan video yang ditayangkan pada Instagram.
Faktor-Faktor Pembentuk Loyalitas Generasi Z dalam Menggunakan Financial Technology E-wallet
Arif Safarudin;
Lusianus Kusdibyo;
Widi Senalasari
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.46 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2166
Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor pembentuk loyalitas konsumen dalam menggunakan teknologi e-wallet. Penggunaan Financial Technology e-wallet kini marak digunakan karena memudahkan konsumen dalam melakukan segala macam pembayaran, baik transaksi online maupun offline. Bank Indonesia mencatat kegiatan transaksi yang besar melalui berbagai macam platform fintech e-wallet dan memprediksi besaran nilai yang akan terus tumbuh seiring berkembangnya trend cash less society. Melihat besarnya peluang bisnis platform e-wallet yang berkembang pesat di masyarakat terutama Generasi Z sebagai pengguna teknologi yang aktif dan selalu mencari kemudahan dalam melakukan aktivitas, penelitian ini dibuat untuk menganalisis penggunaan e-wallet terhadap Generasi Z. Sebanyak 238 data dikumpulkan. Analisis dilakukan dengan menggunakan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian mengungkap bahwa kemudahan dalam pengaplikasian e-wallet dinilai baik oleh pengguna, namun belum memberikan kebermanfaatan yang maksimal di mata pengguna.
Analisis Persepsi Konsumen terhadap Word Of Mouth Produk Skincare pada Youtube
Abdul Wahhab;
Lusianus Kusdibyo;
Widi Senalasari
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (621.801 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2168
Sosial media menjadi salah satu platform bertukar informasi yang sangat mempermudah konsumen untuk mencari dan berbagi informasi terkait produk yang dibutuhkan. Hal ini membuat perusahaan harus paham bagaimana menyajikan informasi yang bermanfaat dan disukai konsumen agar mempermudah proses adopsi yang berperan penting dalam menentukan minat beli konsumen. Akan tetapi, kemudahan dalam berbagi informasi ini juga menjadi masalah bagi perusahaan karena banyak informasi yang salah terkait produk sehingga konsumen ragu terhadap produk Hal ini menuntut perusahaan harus menyediakan informasi yang dapat membantu konsumen memahami produk yang mereka tawarkan. Penelitian ini melakukan analisis penerimaan informasi konsumen terkait produk skincare dengan menggunakan model awal dari Erkan dan Evans. Penelitian ini melakukan pengumpulan data dengan menyebarkan data kepada 273 responden yang menggunakan YouTube sebagai sumber informasi mereka sebelum membeli produk. Studi ini menunjukkan bahwa kualitas, kuantitas,kredibilitas dan kebutuhan akan informasi merupakan faktor penting dalam membangun informasi yang bermanfaat dan disukai audien.