A. Muzawwirah Patawari
Universitas Negeri Makassar

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Artificial Intelligence in Higher Education: A Systematic Review of Its Impact on Student Learning Nurfauziah; Dian Atmasani; A. Muzawwirah Patawari; Nur Athiyyah Fadhilah; Husna Saleh
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 2, May (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i2.8311

Abstract

The development of digital technology has made artificial intelligence an integral part of higher education. While its use by university students provides many benefits in supporting academic activities, there are also concerns about its negative impact, especially in relation to academic integrity, dependability, and critical thinking skills. This research aims to identify the positive and negative impacts of the use of artificial intelligence by university students as well as the challenges faced in the context of higher education. The method used was Systematic Literature Review with the PRISMA approach. The total population of articles obtained was 200 articles. Scientific articles were sourced from the Scopus database published between 2022 and 2025. Articles were screened based on inclusion and exclusion criteria and assessed using the CASP (Critical Appraisal Skills Programme) approach, resulting in 19 articles that could be analysed. The results showed that artificial intelligence can improve learning efficiency, strengthen concept understanding, and support student creativity and problem solving. However, there are serious risks such as plagiarism, dissemination of inaccurate information, and decreased motivation to learn independently. Lack of regulation and digital literacy are factors that exacerbate these negative impacts. Therefore, it is important for higher education institutions to urgently create policies for the ethical use of artificial intelligence and provide comprehensive digital literacy training to students. This research provides a scientific basis for policy makers to optimise the benefits of artificial intelligence while mitigating the risks of its use in academia.
PERAN JARINGAN 5G DALAM MENDUKUNG IOT DI BIDANG INDUSTRI Nurfauziah; Dian Atmasani; A. Muzawwirah Patawari; Nur Athiyyah Fadhilah
Jurnal Media Elektronika Vol. 1 No. 1: April 2025
Publisher : Jurnal Media Elektronika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji peran strategis jaringan 5G dalam mendukung implementasi Internet of Things (IoT) pada sektor industri melalui pendekatan studi literatur. Jaringan 5G dinilai krusial karena menawarkan kecepatan tinggi, latensi sangat rendah, dan konektivitas masif yang dibutuhkan oleh sistem industri berbasis IoT. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan tidak hanya bergantung pada performa jaringan, tetapi juga ditentukan oleh desain antarmuka perangkat keras, efisiensi protokol komunikasi adaptif, serta pemanfaatan edge computing. Inovasi seperti task caching dan protokol ReFlexUp terbukti mampu meningkatkan efisiensi energi, mengurangi latensi, dan memperkuat keamanan sistem. Bukti empiris dari perusahaan seperti Siemens dan BMW menunjukkan bahwa integrasi 5G dan edge computing memberikan manfaat nyata berupa peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional. Tantangan utama dalam penerapan mencakup latensi akibat komunikasi SoC-modem, kebutuhan standarisasi, dan risiko keamanan siber. Di sisi lain, pendekatan keamanan terdistribusi berbasis edge serta standarisasi dari lembaga seperti 3GPP dan ETSI memperkuat keandalan sistem. Dengan demikian, integrasi 5G, edge computing, dan IoT dalam sistem industri tidak hanya penting untuk menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0, tetapi juga menjadi landasan menuju transformasi digital industri yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan multidisipliner dalam pengembangan sistem dan protokol, serta pengujian lebih lanjut terhadap performa 5G dalam konteks industri yang beragam.
SMART HYDROPONIC MONITORING DAN CONTROL SYSTEM A. Muzawwirah Patawari
Jurnal Media Elektronika Vol. 1 No. 2: Oktober 2025
Publisher : Jurnal Media Elektronika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidroponik merupakan metode budidaya modern yang menekankan efisiensi lahan dan nutrisi. Namun, keberhasilan sistem hidroponik sangat dipengaruhi oleh stabilitas kualitas air, termasuk pH, TDS (Total Dissolved Solids), dan suhu. Proses monitoring manual sering tidak konsisten dan tidak mampu memberikan respons cepat terhadap perubahan kondisi lingkungan. Artikel ini membahas perancangan dan pengembangan Smart Hydroponic Monitoring & Control System, yaitu sistem hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu melakukan pemantauan kualitas air secara real-time serta mengotomatisasi pemberian nutrisi dan penyeimbang pH. Sistem dirancang menggunakan sensor TDS, pH, dan suhu, dikombinasikan dengan kontrol pompa nutrisi dan pompa pH berbasis mikrokontroler serta protokol MQTT. Pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan respons cerdas berdasarkan nilai ambang batas yang telah ditentukan, sehingga mampu mengurangi intervensi manual serta meningkatkan stabilitas larutan nutrisi. Evaluasi juga memperlihatkan bahwa integrasi IoT memungkinkan fleksibilitas kontrol jarak jauh dan pengaturan sistem yang adaptif. Sistem ini menjadi solusi ideal bagi petani hidroponik skala hobi hingga menengah yang ingin meningkatkan kualitas produksi melalui otomasi dan pemantauan presisi.
Pelatihan Mobile App untuk Pemantauan Real-Time dalam Sistem Keamanan Ahmad Risal; Yasser Abdul Djawad; Mustamin; A. Muzawwirah Patawari; Ridwansyah
Journal of Engineering Service and Innovation Volume 1, Issue 1 (Agustus) 2025
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi teknologi dan kemampuan warga dalam mengoperasikan sistem keamanan berbasis mobile app yang terintegrasi dengan perangkat CCTV dan Network Video Recorder (NVR). Permasalahan mitra adalah rendahnya pemahaman warga dalam mengakses pemantauan keamanan secara real-time melalui aplikasi TSEYE. Pelatihan dilaksanakan melalui empat tahapan: persiapan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan teknis, serta evaluasi. Metode yang digunakan bersifat partisipatif dan berbasis praktik langsung, melibatkan mahasiswa sebagai pendamping teknis. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dari 25% sebelum pelatihan menjadi 90% setelah pendampingan, terutama dalam mengakses live view, mengatur notifikasi keamanan, serta memanfaatkan fitur rekaman aplikasi. Program ini juga mendorong terbentuknya kelompok keamanan digital warga sebagai bentuk keberlanjutan kegiatan. Dengan demikian, pelatihan ini berhasil meningkatkan kompetensi teknis dan partisipasi warga dalam mengoperasikan sistem keamanan digital berbasis mobile app secara mandiri.
PELATIHAN INTERNET OF THINGS (IOT) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI DIGITAL MAHASISWA DI ERA SOCIETY 5.0 A. Muzawwirah Patawari; Nurfauziah; Dian Atmasani; Nur Athiyyah Fadhilah; Indra Sukma
Journal of Engineering Service and Innovation Volume 1, Issue 2 (Februari) 2026
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital pada era Society 5.0 mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang teknologi cerdas, salah satunya Internet of Things (IoT). IoT menjadi salah satu teknologi penting yang mendukung transformasi digital pada berbagai sektor seperti pendidikan, industri, kesehatan, dan smart environment. Namun, sebagian mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memahami implementasi IoT secara praktis, khususnya dalam integrasi sensor, mikrokontroler, jaringan internet, dan monitoring data berbasis cloud. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital mahasiswa melalui pelatihan Internet of Things (IoT). Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode praktik langsung dan project-based learning yang terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan, dan pendampingan. Materi pelatihan meliputi pengenalan konsep IoT, penggunaan sensor dan mikrokontroler ESP32/ESP8266, integrasi platform monitoring berbasis cloud, serta pengembangan prototype smart system sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memahami konsep dasar IoT dan berhasil membuat prototype monitoring berbasis IoT yang dapat menampilkan data sensor secara real-time melalui internet. Selain meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan juga meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan problem solving mahasiswa. Dengan demikian, pelatihan IoT menjadi salah satu upaya efektif dalam meningkatkan kualitas kompetensi digital mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan transformasi teknologi di era Society 5.0.
Building a Modern Villa Booking Platform: Vibra Information Systems Case Study Wahyu Hidayat M; A. Muzawwirah Patawari; Surianto Mappangara; Asrafah Asrafah; Aulia Amanda Qalbi; Kasmira G; Muhammad Qalvani
Indonesian Technology and Education Journal Vol 2 No 2 (2024) : August
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/itej.v2i2.411

Abstract

Villa Indah Buat Rehat Anda (VIBRA) is a villa rental platform that offers a comfortable and luxurious holiday experience for customers. With a focus on reliability, performance and security, this website is designed to provide optimal service in terms of villa bookings, customer service and user satisfaction. Through data collection methods such as interviews, observations, and literature review analysis, various features and functional requirements have been determined to ensure that this website meets user needs well. In addition, defined non-functional requirements, such as data security, system availability, and ease of use, will ensure that a satisfactory and safe user experience can be achieved. Thus, the VIBRA website aims to be the main choice for those looking for quality accommodation and excellent service during their holidays.
INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN VOKASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN ABAD 21 A. Muzawwirah Patawari; Nur Athiyyah Fadhilah
Jurnal Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 11 No 1 (2026): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektronika & Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6536/ckk1xt61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaranvokasi terhadap peningkatan keterampilan abad 21 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Keterampilan abad21 yang dikaji meliputi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi yang menjadikompetensi esensial dalam menghadapi dinamika dunia kerja modern berbasis teknologi digital. Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex-post facto dan desain survei untuk memperoleh gambaran empiris hubungan antara variabel yang diteliti. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan yang telah memanfaatkan teknologi AI dalam proses pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan keterampilan abad 21 siswa. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji t yang menunjukkan nilai t hitung sebesar 5,821 lebih besar dibandingkan t tabel sebesar 2,000, sehingga hipotesis penelitian diterima. Selain itu, nilai koefisien determinasi sebesar 0,49 menunjukkan bahwa penggunaan AI memberikan kontribusi sebesar 49% terhadap peningkatan keterampilan abad 21 siswa, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, integrasi Artificial Intelligence dalam pembelajaran vokasi dapat menjadi strategi inovatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta mempersiapkan siswa SMK agar lebih adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan di era digital.
Pemberdayaan Pembudidaya Ikan Melalui Reaktivasi Sistem Bioflok Di Desa Pujananting Sutarsi Suhaeb; Ahmad Risal; A. Muzawwirah Patawari; Amiruddin Hambali; Hamda
Pengabdian Masyarakat Volume 1, Issue 2, Oktober 2026
Publisher : Instrudigi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67982/digitech.v1i2.42

Abstract

Kelompok Perikanan Sipurennu di Desa Pujananting memiliki potensi besar dalam budidaya perikanan air tawar, namun menghadapi kendala berhentinya siklus produksi. Permasalahan utama yang diangkat dalam kegiatan pengabdian ini adalah terbengkalainya fasilitas kolam budidaya sistem bioflok akibat kerusakan parah pada sarana pendukung, khususnya sistem sirkulasi udara atau aerator. Hal ini menyebabkan ketiadaan pasokan oksigen terlarut (dissolved oxygen) yang memicu berhentinya aktivitas budidaya secara total. Tujuan dari kegiatan pemberdayaan ini adalah mereaktivasi sarana fisik kolam agar siklus produksi dapat berjalan kembali. Solusi yang diterapkan meliputi gotong royong pembersihan area kolam, perbaikan jaringan instalasi kelistrikan dan perpipaan, serta peremajaan unit aerator baru. Setelah kualitas air kolam kembali memenuhi standar, tahap akhir penyelesaian masalah dilakukan melalui kegiatan restocking atau penebaran bibit ikan unggulan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa 100% sarana fisik kolam target telah berhasil direaktivasi dan beroperasi secara penuh. Sistem aerasi yang baru terbukti mampu mendistribusikan oksigen secara optimal untuk mendukung ekosistem bioflok. Kontinuitas siklus budidaya ikan di kelompok mitra juga berhasil dipulihkan, yang diharapkan berdampak pada peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat setempat
AI-Based Tutoring as a Strategy to Enhance Students’ Technical and Soft Skills in Vocational Education A. Muzawwirah Patawari; Sutarsi Suhaeb
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 13, Issue 3, August 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/mekom.v13i3.12807

Abstract

Purpose – This study examines the role of artificial intelligence (AI)-based tutoring systems in enhancing both technical and soft skills of vocational education students. In the context of rapid technological advancement and Industry 5.0, vocational education institutions are required to produce graduates who are not only technically competent but also possess strong soft skills such as critical thinking, communication, collaboration, creativity, and adaptability. Methods – This study employs a literature review method by analyzing scholarly articles, books, and research reports published between 2020 and 2025. Findings – The findings indicate that AI-based tutoring systems provide personalized and adaptive learning experiences, allowing students to learn at their own pace and receive immediate feedback (Hwang & Tu, 2021). Furthermore, AI tutors contribute significantly to the development of technical competencies through simulations, virtual laboratories, and task-based learning, especially in vocational fields such as electronics, networking, and information technology (Woolf, 2021). In addition, AI supports the development of soft skills by encouraging independent learning, problem-solving, collaborative interaction, and decision-making abilities (Holmes et al., 2022). AI-driven systems also improve student motivation and engagement by creating interactive and responsive learning environments. Research implications – However, challenges such as infrastructure limitations, teacher readiness, data privacy concerns, and ethical considerations remain key issues in implementation. Therefore, this study recommends strengthening digital infrastructure, improving teacher training, and developing clear educational policies to optimize the integration of AI-based tutoring systems in vocational education and support future workforce readines. Originality – The study highlights the combined contribution of AI tutoring to technical competence and soft-skill development in vocational education.