Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Minimum Spanning Tree pada Hasil Studi Matematika Kelas VIII dengan Algoritma Kombinasi (Prim-Kruskal) David Al Nurul Huda Abdul Kabib; M. Ivan Ariful Fathoni; Naning Kurniawati
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2024): Vol 7 No 1 Maret 2024
Publisher : Prodi Pendidikan matematika Universitas Islam Majapahit (UNIM), Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamath.v7i1.2886

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penggunaan Minimum Spanning Tree (MST) dalam penentuan mata pelajaran matematika yang mendominasi di kelas VIII semester 1, MTs Salafiyah Prambontergayang dengan algoritma kombinasi (prim-kruskal). Penelitian ini melibatkan materi-materi matematika, diantaranya teorema Pythagoras, relasi dan fungsi, trigonometri, dan materi lingkaran. Penelitian ini akan di awali dengan mencari korelasi antar materi dengan menggunakan korelasi pearson dan spearman. Hasil korelasi antar materi digambarkan dalam bentuk Graf. Graf yang terbentuk dilakukan pencarian minimum spanning tree dengan algoritma kombinasi. Diperoleh 2 Graf minimum spanning tree yang identik berdasarkan jenis korelasi. Pencarian center dari graf minimum spanning tree dilakukan untuk menentukan materi yang mendominasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi relasi fungsi merupakan center dari minimum spanning tree sekaligus materi yang mendominasi dan berpengaruh diantara materi yang lain.
Modeling Student Organizational Engagement in Higher Education Using an Adapted SIR Dynamic System M. Ivan Ariful Fathoni; Izzatul Mufidah
ZERO: Jurnal Sains, Matematika dan Terapan Vol 9, No 2 (2025): Zero: Jurnal Sains Matematika dan Terapan
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/zero.v9i2.25834

Abstract

Student involvement in organizations is essential for developing leadership, collaboration, and broader competencies in higher education. This study analyzes the dynamics of student organizational engagement using an adapted SIR (Susceptible-Infective-Recovered) mathematical model, where the three compartments respectively represent non-members (S), active members (I), and former members (R). Parameters including recruitment rate , disengagement rate , and reactivation rate were selected and calibrated based on prior studies in educational and social diffusion modeling. Numerical simulations conducted in MATLAB indicate convergence toward a stable equilibrium with approximately 52% non-members, 35% active members, and 13% former members, depending on parameter variation. The results also show that increasing recruitment by 50% or reducing disengagement by half accelerates system stabilization and raises the equilibrium proportion of active members by up to 20%. These findings provide quantitative insight into how organizational participation evolves dynamically and offer practical implications for universities to design data-informed policies that enhance recruitment, sustain engagement, and improve student leadership development over time.
SINERGI SEKOLAH DAN ORANG TUA BERBASIS DIGITAL PARENTING UNTUK PENCEGAHAN KEJAHATAN SIBER TERHADAP ANAK M. Ivan Ariful Fathoni; Festian Cindarbumi; Astrid Chandra Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40863

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital memperluas akses belajar anak sekaligus meningkatkan risiko paparan konten negatif, perundungan siber, penipuan daring, dan kecanduan gawai. Pada kondisi awal, 85% dari 157 siswa sekolah dasar mitra telah mengakses gawai pribadi, sedangkan 90% orang tua belum pernah mengikuti pelatihan literasi digital. Program ini bertujuan meningkatkan level keberdayaan mitra pada aspek sosial kemasyarakatan berupa pengetahuan digital parenting dan aspek manajemen berupa kemampuan mengelola pengawasan digital melalui kemitraan sekolah-orang tua. Kegiatan melibatkan 15 guru dan 45 orang tua melalui sosialisasi, workshop berbasis kasus, praktik aplikasi parental control, pendampingan penyusunan kesepakatan penggunaan gawai, dan pembentukan forum literasi digital. Evaluasi menggunakan tes pengetahuan 20 butir sebelum dan sesudah kegiatan, lembar observasi, angket penerapan, dan wawancara; data dianalisis secara deskriptif melalui rerata, persentase, dan selisih capaian. Rerata keseluruhan meningkat dari 56,3% menjadi 87,5% atau 31,2 poin persentase. Pada aspek sosial kemasyarakatan, pengetahuan meningkat dari 54,7% menjadi 87,7% (33,0 poin), sedangkan kemampuan manajemen meningkat dari 58,0% menjadi 87,3% (29,3 poin). Sebanyak 78% orang tua mulai menerapkan panduan di rumah, 85% peserta aktif dalam kegiatan kolaboratif, dan forum literasi digital menyelenggarakan dua pertemuan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi edukasi, praktik, dan pendampingan memperkuat pengetahuan sekaligus tata kelola pengawasan digital secara berkelanjutan.Abstract: Digital technology expands children's learning access while increasing exposure to inappropriate content, cyberbullying, online fraud, and gadget addiction. At baseline, 85% of 157 pupils at the partner elementary school had access to personal devices, while 90% of parents had never attended digital-literacy training. This program aimed to improve partner empowerment in the social dimension through digital-parenting knowledge and in the management dimension through the ability to organize digital supervision within a school-parent partnership. Fifteen teachers and 45 parents participated in socialization, case-based workshops, parental-control practice, mentoring to formulate household device-use agreements, and a digital-literacy forum. Evaluation used a 20-item pretest-posttest, observation sheets, implementation questionnaires, and interviews; data were analyzed descriptively using means, percentages, and score differences. The overall mean increased from 56.3% to 87.5%, a gain of 31.2 percentage points. Social knowledge increased from 54.7% to 87.7% (33.0 points), while management ability increased from 58.0% to 87.3% (29.3 points). In addition, 78% of parents began implementing the guidance at home, 85% actively joined collaborative activities, and the forum held two meetings. The findings indicate that education, hands-on practice, and mentoring strengthened both knowledge and sustainable digital-supervision management.